Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31–35 (Ditulis Ulang)


Soal 31

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

a) Biji-biji yang tenggelam dipergunakan sebagai bibit.

b) Biji-biji dicuci dan dibersihkan, kemudian dikeringkan.

c) Biji pepaya yang baik berasal dari pohon pilihan.

d) Sebelum ditanam, biji perlu lagi direndam di dalam air.

Susunan kalimat tersebut agar menjadi paragraf yang baik bila diurutkan adalah ....

  1. a – b – c – d
  2. c – b – d – a
  3. b – c – a – d
  4. d – a – c – b
Jawaban & Analisis (Klik untuk buka)

Jawaban: B

Inti logika urutan: memilih sumber biji (c) → membersihkan biji (b) → perlakuan sebelum tanam (d) → seleksi biji tenggelam sebagai bibit (a). Seleksi “tenggelam” masuk akal terjadi setelah biji direndam, sehingga posisi a harus setelah d (secara urutan: \(d \lt a\)).

Analisis pilihan:

  • A (a–b–c–d) salah. Memulai dari “biji tenggelam dipakai bibit” (a) terlalu cepat, karena kriteria tenggelam biasanya diketahui saat perendaman, sedangkan perendaman justru d diletakkan terakhir. Jadi urutan terbalik: d semestinya mendahului a.
  • B (c–b–d–a) benar. Pertama menentukan biji dari pohon pilihan (c). Setelah itu biji dicuci/dibersihkan lalu dikeringkan (b). Berikutnya sebelum ditanam direndam (d). Dari proses perendaman itulah biji yang tenggelam dipilih sebagai bibit (a). Di sini c memang harus mendahului langkah lain: \(c \gt b\) (pemilihan sumber lebih dulu daripada pembersihan).
  • C (b–c–a–d) salah. Pembersihan (b) diletakkan sebelum memastikan biji berasal dari pohon pilihan (c). Lalu seleksi biji tenggelam (a) muncul sebelum perendaman (d), padahal “tenggelam” relevan saat ada air.
  • D (d–a–c–b) salah. Perendaman (d) dan seleksi (a) diletakkan sebelum pemilihan sumber (c) dan pembersihan (b). Secara prosedur, ini tidak rapi karena biji mestinya dipilih sumbernya dan dibersihkan dulu baru diberi perlakuan pra-tanam.

Soal 32

Tuhan akan (ipat ganda) pahala orang yang rajin beribadah.

Penulisan kata dalam tanda kurung tersebut seharusnya ....

  1. melipat gandakan
  2. melipatgandakan
  3. dilipat gandakan
  4. dilipatgandakan
Jawaban & Analisis (Klik untuk buka)

Jawaban: B

Inti kaidah: Bentuk yang tepat untuk menyatakan tindakan aktif oleh subjek “Tuhan” adalah verba aktif berawalan me-, yaitu melipatgandakan (ditulis serangkai). Pilihan pasif (di-) tidak sesuai karena subjeknya pelaku.

Analisis pilihan:

  • A salah. “melipat gandakan” dipisah, padahal bentuk baku adalah satu kata (serangkai).
  • B benar. “melipatgandakan” sesuai bentuk aktif dan ejaan serangkai.
  • C salah. “dilipat gandakan” bentuk pasif dan juga dipisah; tidak cocok untuk struktur “Tuhan akan ... pahala”.
  • D salah. “dilipatgandakan” pasif; struktur kalimat ini menuntut aktif. Jadi bentuk aktif \( \gt \) bentuk pasif untuk konteks kalimat ini.

Soal 33

Tanggal 4 Oktober 2019 yang lalu, kami ditugaskan untuk mengamati kegiatan Jumat Bersih yang dilakukan petugas dari Puskesmas. Di mana tujuannya kami adalah untuk melihat dari cara-cara penyemprotan dari pada sarang nyamuk. Berdasarkan pengamatan itu, kami mendapat ilmu yang bermanfaat. Misalnya, cara mencampur obat, ukuran air, dan cara menyemprot.

Kalimat yang tercetak miring dari paragraf tersebut seharusnya ....

  1. Tujuan kami adalah untuk melihat cara-cara penyemprotan sarang nyamuk.
  2. Tujuan kami adalah melihat cara-cara dari pada penyemprotan sarang nyamuk.
  3. Tujuan kami adalah melihat cara-cara penyemprotan sarang nyamuk.
  4. Tujuan kami melihat dari pada cara penyemprotan sarang nyamuk.
Jawaban & Analisis (Klik untuk buka)

Jawaban: C

Inti perbaikan: Kalimat miring bermasalah karena memakai “Di mana ...” tanpa fungsi yang tepat, memakai frasa tidak efektif (“tujuannya kami”), serta ada bentuk tidak baku/boros seperti “dari pada” dan “melihat dari”. Kalimat hasil perbaikan seharusnya ringkas, jelas subjek-predikatnya, dan tanpa sisipan yang tidak perlu. Di antara pilihan, C paling efektif.

Analisis pilihan:

  • A kurang tepat. Sudah cukup baik, tetapi masih ada “untuk” yang membuat kalimat sedikit kurang efektif. Dibanding C, A lebih panjang (efektivitas C \( \gt \) A).
  • B salah. Masih memuat “dari pada” yang tidak diperlukan dalam konteks ini, sehingga kalimat tetap janggal.
  • C benar. Paling ringkas dan baku: subjek “Tujuan kami” + predikat “adalah melihat” + objek “cara-cara penyemprotan sarang nyamuk”. Tidak ada “dari pada” dan tidak ada “melihat dari”.
  • D salah. Struktur tidak lengkap/kurang baku: “Tujuan kami melihat...” dan masih memuat “dari pada”. Kalimat menjadi tidak efektif dan kabur.

Soal 34

Siswa kelas VI SD Pirma akan berkunjung ke Musium Dirgantara besok. Jum'at bis.

Penulisan yang tepat untuk kata bergaris bawah adalah ....

  1. Musium, besok, Jumat, bis
  2. Museum, besok, Jumat, bus
  3. Museum, besuk, Jumat, bus
  4. Museum, besok, Jum'at, bus
Jawaban & Analisis (Klik untuk buka)

Jawaban: B

Inti ejaan: Bentuk baku: museum (bukan musium), besok (bukan besuk), Jumat (tanpa apostrof), dan bus (baku) — sehingga pilihan B yang semuanya tepat.

Analisis pilihan:

  • A salah. “Musium” tidak baku, dan “bis” bukan bentuk baku yang dipilih dalam konteks ini.
  • B benar. “Museum, besok, Jumat, bus” semuanya sesuai ejaan baku.
  • C salah. “besuk” tidak tepat untuk makna “hari setelah hari ini”; yang benar “besok”. Jadi “besuk” \( \lt \) “besok” untuk konteks waktu.
  • D salah. “Jum'at” tidak baku; yang benar “Jumat” tanpa tanda.

Soal 35

Klinik bersalin Amanda akhir-akhir ini ramai dikunjungi pasien. Banyak pasien yang datang disebabkan oleh penambahan jumlah dokter dan bidan. Banyaknya pasien membuat mereka harus antri menunggu giliran diperiksa. Mereka juga harus rela berjejer mengambil obat di apotek.

Penggunaan kata yang salah dalam paragraf di atas terdapat pada kata ....

  1. pasien
  2. dokter
  3. antri
  4. apotek
Jawaban & Analisis (Klik untuk buka)

Jawaban: C

Inti ejaan: Bentuk baku menurut kaidah bahasa Indonesia adalah antre, bukan “antri”. Kata lain (pasien, dokter, apotek) sudah tepat.

Analisis pilihan:

  • A salah. “pasien” sudah benar dan lazim digunakan.
  • B salah. “dokter” sudah benar.
  • C benar. “antri” tidak baku; perbaikannya “antre”. Untuk kebakuan, “antre” \( \gt \) “antri”.
  • D salah. “apotek” sudah benar.

Tabel Kunci Jawaban

Nomor Kunci Ringkas Alasan
31 B Urutan prosedur: pilih sumber (c) → bersihkan (b) → rendam (d) → pilih biji tenggelam (a).
32 B Verba aktif + ejaan serangkai: “melipatgandakan”.
33 C Kalimat paling efektif dan baku; tanpa “di mana”, “dari pada”, “melihat dari”.
34 B Ejaan baku: museum, besok, Jumat, bus.
35 C Baku: “antre”, bukan “antri”.

Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.

Latihan Soal SD Bahasa Indonesia