Bacaan (untuk soal nomor 19–23)
Di sebuah hutan, hiduplah berbagai jenis hewan. Di antaranya adalah sekawanan semut hitam, semut merah, dan gajah. Ketika matahari berada di atas kepala, tampak sang gajah sedang berjalan. Ia tidak peduli pada hewan-hewan kecil di sekitarnya. Kawanan semut banyak yang mati karena terinjak sang gajah.
“Ha ha ha, semut, kalian ini sudah kecil, tidak berdaya lagi!” kata sang gajah. Batas kesabaran semut habis. Mereka membuat lorong di bawah tanah, sedangkan bagian atasnya dibuat utuh. Ketika sang gajah berjalan tiba-tiba kakinya terperosok.
“Aduh!” teriak gajah kesakitan.
“Hai, gajah! Siapa menanam, pasti menuai,” seru si semut merah seraya mendekati sang gajah. “Rasakan olehmu!” tambahnya.
“Maafkan aku semut, tolong aku,” pinta sang gajah.
“Kami tidak akan menolongmu, ya, kan teman-teman” kata si semut merah.
“Iya,” jawab kawanan semut merah.
“Kasihan dia, kita harus menolongnya. Bukankah dia sudah minta maaf,” kata si semut hitam.
“Tapi dia telah bersalah,” kata si semut merah.
“Bagaimana gajah, apakah kau masih mau berlaku congkak?” tanya si semut hitam.
“Tidak, semut, aku sangat menyesal. Aku minta maaf dan tidak lagi akan mengulangi kesalahanku,” jawab sang gajah.
Mendengar jawaban sang gajah, kawanan semut merasa lega. Mereka segera menolongnya. Dia dituntunkan ke arah pintu yang sudah mereka siapkan dan dapat keluar dengan selamat. Sang gajah berterima kasih kepada kawanan semut. Akhirnya, mereka hidup rukun.
Soal Pilihan Ganda
Soal 19
Maksud pernyataan yang dicetak tebal pada cerita tersebut adalah …
- Gajah telah berbuat baik pada semut merah dan semut hitam
- Gajah selamat karena telah meminta maaf pada kawanan semut
- Gajah memperoleh akibat dari perbuatannya pada kawanan semut
- Gajah meminta maaf pada kawanan semut karena bertindak semena-mena
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: C
Analisis inti: Pernyataan tebal “Siapa menanam, pasti menuai” bermakna bahwa setiap perbuatan akan ada akibatnya. Gajah yang semena-mena menginjak semut akhirnya mendapat akibat (kakinya terperosok dan kesakitan).
- A: Tidak sesuai. Cerita justru menunjukkan gajah merugikan semut, bukan “berbuat baik”.
- B: Kurang tepat. Gajah memang selamat setelah ditolong, tetapi makna pernyataan tebal adalah sebab-akibat perbuatan, bukan semata “selamat karena minta maaf”.
- C: Tepat. Akibat perbuatan gajah (menginjak semut) berbalik kepadanya: ia terperosok dan merasakan akibatnya.
- D: Tidak langsung menjelaskan makna “menanam-menuai”. Ini lebih menjelaskan tindakan gajah meminta maaf, bukan konsep akibat perbuatan.
Catatan LaTeX sederhana (sesuai instruksi): dalam pesan moral, sikap menolong \( \gt \) sikap membalas dendam, dan penyesalan gajah \( \gt \) kesombongannya; kesalahan \( \lt \) peluang untuk memperbaiki diri bila mau meminta maaf.
Soal 20
Simpulan cerita tersebut adalah …
- Kawanan semut, sang gajah, dan semua hewan yang hidup di hutan akhirnya hidup rukun
- Kawanan semut dan sang gajah tolong menolong karena mereka hidup di hutan yang sama
- Sang gajah dan kawanan semut menyadari kesalahan masing-masing dan saling memaafkan
- Sang gajah yang semula menyusahkan kawanan semut akhirnya sadar dan mereka hidup rukun
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: D
Analisis inti: Akhir cerita menekankan perubahan sikap gajah (dari congkak menjadi menyesal, minta maaf), semut menolong, lalu hidup rukun. Opsi D merangkum alur utama dengan paling tepat.
- A: Terlalu luas. Cerita tidak menyebut “semua hewan” hidup rukun; fokusnya gajah dan semut.
- B: Kurang spesifik. Tolong-menolong terjadi karena gajah menyesal dan semut memutuskan menolong, bukan semata karena “tinggal di hutan yang sama”.
- C: Hampir benar, tetapi “kesalahan masing-masing” kurang tepat: kesalahan utama ada pada gajah; semut lebih pada reaksi/niat membalas. Cerita menonjolkan kesadaran gajah dan keputusan semut menolong.
- D: Tepat. Memuat masalah awal (gajah menyusahkan semut), perubahan (gajah sadar), dan hasil akhir (hidup rukun).
Soal 21
Peristiwa yang akan terjadi jika gajah tidak mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah …
- Gajah kesulitan terbebas dari lorong yang dibuat semut
- Gajah menjadi hewan yang egois dan menang sendiri
- Gajah akan menginjak lebih banyak kawanan semut
- Gajah dapat hidup rukun dengan kawanan semut
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: A
Analisis inti: Dalam cerita, semut menolong setelah gajah menyesal dan meminta maaf. Jika gajah tidak mengakui kesalahan dan tidak minta maaf, alasan semut untuk menolong melemah—maka gajah berpotensi tetap terjebak/kesulitan keluar.
- A: Paling logis dan terkait langsung dengan sebab-akibat cerita: tidak minta maaf → semut enggan menolong → gajah sulit bebas.
- B: Terlalu berupa penilaian sifat umum, bukan peristiwa lanjutan yang konkret.
- C: Tidak sesuai konteks saat itu karena gajah sedang terperosok/kesakitan; fokus peristiwa adalah gajah butuh pertolongan.
- D: Berlawanan dengan kondisi “tidak mengakui kesalahan”; hidup rukun justru terjadi setelah gajah menyesal.
Soal 22
Nilai moral positif dari kawanan semut adalah mereka …
- mau memaafkan kesalahan sang gajah dan menolongnya
- bersedia menolong sang gajah karena patuh pada pimpinan
- bersikap tegas pada sang gajah yang telah berlaku congkak
- mampu membuktikan bahwa mereka bukan pihak yang lemah
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: A
Analisis inti: Pesan moral paling kuat: semut akhirnya menolong setelah gajah menyesal dan meminta maaf. Itu menunjukkan sikap memaafkan dan menolong.
- A: Tepat. Semut (khususnya semut hitam) mendorong untuk menolong karena gajah sudah minta maaf, lalu mereka menolongnya.
- B: Tidak ada informasi bahwa semut menolong karena “patuh pada pimpinan”.
- C: Ada unsur menegur (menanyakan apakah gajah masih congkak), tetapi nilai moral utama yang ditonjolkan adalah memaafkan dan menolong, bukan ketegasan semata.
- D: Ini lebih menonjolkan pembuktian kekuatan (membalas), sedangkan akhir cerita menekankan perdamaian.
Soal 23
Hal yang dapat diteladani dari tokoh sang gajah adalah ia …
- pandai mengambil hati kawanan semut
- meminta maaf untuk mendapatkan rasa iba
- berakal cerdik untuk menyelamatkan diri
- menyadari kesalahannya dan minta maaf
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: D
Analisis inti: Sikap teladan dari gajah muncul saat ia menyesal, mengakui salah, dan berjanji tidak mengulanginya.
- A: Tidak didukung teks. Gajah sebelumnya justru sombong dan meremehkan semut.
- B: Motif “agar dikasihani” tidak ditegaskan; yang jelas gajah menyesal dan berjanji berubah.
- C: Gajah selamat karena ditolong semut, bukan karena kecerdikan strateginya.
- D: Tepat. Ini sesuai langsung dengan dialog: gajah menyesal, minta maaf, dan tidak mengulangi kesalahan.
Soal 24
Orang yang pekerjaannya membuat dan menyusun gerakan dalam suatu pertunjukan seni disebut …
- sutradara
- narator
- koreografer
- fotografer
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: C
- A: Sutradara mengarahkan jalannya pertunjukan/produksi, tidak khusus menyusun gerak.
- B: Narator bertugas menyampaikan cerita, bukan menyusun gerakan.
- C: Koreografer menyusun dan merancang gerakan (tari/pertunjukan berbasis gerak).
- D: Fotografer mengambil gambar, bukan menyusun gerak.
Soal 25
Bu Siti seorang pembuat kue yang sukses. Segala jenis kue yang dibuatnya rasanya enak dan laris manis ketika dijual.
Ungkapan yang sesuai dengan gambaran tersebut adalah …
- berdarah dingin
- bertangan dingin
- ringan tangan
- panjang tangan
Jawaban & Analisis (klik untuk membuka)
Kunci: B
Analisis inti: “Bertangan dingin” berarti apa yang dikerjakan biasanya berhasil/berhasil baik (hasilnya bagus, sukses). Cocok dengan Bu Siti yang kuenya enak dan laris.
- A: “Berdarah dingin” berarti tidak berperasaan/kejam, tidak terkait sukses membuat kue.
- B: Tepat. Melukiskan orang yang “apa pun yang dikerjakan berhasil”.
- C: “Ringan tangan” berarti suka membantu/cekatan membantu, bukan soal hasil karya yang sukses.
- D: “Panjang tangan” bermakna suka mencuri/mengambil milik orang lain, jelas tidak sesuai.
Tabel Rekap (klik per nomor untuk melihat kunci)
| No | Ringkas Materi | Kunci (disembunyikan) |
|---|---|---|
| 19 | Makna pernyataan/ungkapan dalam cerita |
LihatC |
| 20 | Simpulan cerita |
LihatD |
| 21 | Prediksi peristiwa (sebab-akibat) |
LihatA |
| 22 | Nilai moral |
LihatA |
| 23 | Teladan tokoh |
LihatD |
| 24 | Kosakata bidang seni |
LihatC |
| 25 | Ungkapan/idiom |
LihatB |
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 9