Soal 11
Ketika istirahat, Anto ke kantin sekolah dan menanyakan harga beberapa menu: bakso kuah, mie bakso, soto, mie ayam, dan teh panas. Diketahui:
- Harga bakso kuah sama dengan harga mie bakso.
- Harga soto lebih murah Rp2.000,00 dari bakso kuah.
- Harga mie ayam Rp1.000,00 lebih mahal dari soto.
- Harga mie ayam lebih mahal Rp5.000,00 dari teh panas.
- Teh panas adalah yang paling murah, yaitu Rp2.000,00.
Berdasarkan informasi tersebut, harga mie bakso adalah ....
| A. | Rp2.000,00 |
| B. | Rp6.000,00 |
| C. | Rp7.000,00 |
| D. | Rp8.000,00 |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D (Rp8.000,00)
Langkah logika (sederhana):
- Teh panas: \( t = 2{,}000 \).
- Mie ayam lebih mahal Rp5.000 dari teh panas: \( ma = t + 5{,}000 = 7{,}000 \).
- Mie ayam Rp1.000 lebih mahal dari soto: \( ma = s + 1{,}000 \Rightarrow s = 6{,}000 \).
- Soto lebih murah Rp2.000 dari bakso kuah: \( s = bk - 2{,}000 \Rightarrow bk = 8{,}000 \).
- Mie bakso sama dengan bakso kuah: \( mb = bk = 8{,}000 \).
Cek kewajaran harga: \( 8{,}000 \gt 6{,}000 \gt 2{,}000 \) dan \( 6{,}000 \lt 7{,}000 \).
Analisis tiap opsi:
- A (Rp2.000,00): ini sama dengan teh panas (termurah). Padahal mie bakso sama dengan bakso kuah dan jelas lebih mahal dari teh panas.
- B (Rp6.000,00): nilai ini cocoknya untuk soto, bukan mie bakso (hasil perhitungan menunjukkan soto = Rp6.000,00).
- C (Rp7.000,00): nilai ini cocoknya untuk mie ayam, bukan mie bakso (mie ayam = Rp7.000,00).
- D (Rp8.000,00): konsisten dengan semua hubungan harga dan menjadi harga mie bakso.
Soal 12
Ikan lele sangat mudah dipelihara. Ikan tersebut hidup di air tawar dan bisa juga hidup di lumpur. Banyak orang memelihara ikan lele hanya dengan membuat kolam-kolam di pekarangan rumah. Beberapa ada yang membuatnya dengan menggunakan terpal saja. Masa panen ikan lele kurang lebih 70 hari saja sehingga banyak orang tertarik untuk memeliharanya.
Bagaimana cara sebagian besar masyarakat memelihara ikan lele?
| A. | memelihara di air tawar dan berlumpur |
| B. | membuat kolam-kolam di pekarangan rumah |
| C. | membuat kolam dengan menggunakan terpal |
| D. | masa panen ikan lele kurang lebih 70 hari saja |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis inti: Teks menyebut “banyak orang memelihara ... dengan membuat kolam-kolam di pekarangan rumah”. Itu adalah cara yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat.
Analisis tiap opsi:
- A: ini menjelaskan kemampuan hidup lele (air tawar/lumpur), bukan cara yang paling banyak dilakukan orang.
- B: tepat karena langsung sesuai kalimat “banyak orang ... membuat kolam-kolam di pekarangan rumah”.
- C: ini hanya “beberapa ada yang membuatnya dengan terpal”, berarti bukan yang paling banyak.
- D: ini informasi waktu panen, bukan cara memelihara.
Soal 13
“Sssst..., sarapan istimewa liburan hari pertama sudah siap. Cumi-cumi isi untuk Wina, ayam bakar untuk Sita,” bisik mama. Mata Wina dan Sita langsung terbuka lebar mendengar bisikan mama. Mereka pun segera bangkit untuk pergi mandi.
Latar waktu dalam penggalan cerita tersebut adalah ....
| A. | pagi hari |
| B. | sore hari |
| C. | siang hari |
| D. | malam hari |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis inti: Kata kunci “sarapan” menunjukkan waktu pagi. Selain itu, anak-anak baru bangun lalu mandi—rangkaian kegiatan yang lazim terjadi pada pagi hari.
Analisis tiap opsi:
- A: paling sesuai karena sarapan identik dengan pagi.
- B: sore biasanya bukan waktu sarapan, melainkan menjelang malam.
- C: siang lebih dekat ke makan siang, bukan sarapan.
- D: malam biasanya makan malam dan tidur, bukan bangun untuk sarapan.
Soal 14
“Hai, belalang! Jangan terlalu banyak makan! Pergilah, nanti Pak Tani datang,” tegur semut di akar pohon jambu. “Hm, kecil-kecil menasehati yang besar! Sok tahu!” gumam belalang sambil menghabiskan daun jambu Pak Tani.
Dari cerita tersebut, sifat tokoh belalang adalah ....
| A. | sok tahu |
| B. | pemalas |
| C. | sederhana |
| D. | rakus |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti: Belalang ditegur karena “jangan terlalu banyak makan”, tetapi ia tetap “menghabiskan daun jambu”. Ini ciri tindakan rakus (makan berlebihan).
Analisis tiap opsi:
- A: belalang memang berkata “sok tahu”, tetapi itu lebih menunjukkan ia mengejek semut, bukan sifat utama yang ditonjolkan dalam tindakan.
- B: tidak ada bukti belalang malas; yang diceritakan justru kegiatan makan berlebihan.
- C: “sederhana” tidak sesuai karena tindakannya berlebihan.
- D: paling tepat karena tindakan inti adalah makan terlalu banyak sampai menghabiskan daun.
Soal 15
Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya.
Kata yang bermakna konotasi dalam kalimat tersebut adalah ....
| A. | harta tak ternilai |
| B. | merupakan |
| C. | kesehatan |
| D. | harganya |
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis inti: Frasa “harta tak ternilai” dipakai sebagai kiasan (konotatif) untuk menegaskan bahwa kesehatan sangat berharga, bukan harta dalam arti benda/uang.
Analisis tiap opsi:
- A: konotatif karena berupa kiasan/perbandingan nilai kesehatan dengan “harta”.
- B: kata kerja penghubung (denotatif), maknanya lugas.
- C: makna denotatif (kesehatan = kondisi sehat).
- D: “harganya” bisa bermakna biaya, tetapi dalam kalimat ini ia mengikuti kiasan; pusat konotasinya ada pada frasa “harta tak ternilai”.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia – Halaman 9