Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Lemak dicerna secara kimiawi di usus halus dengan cara ....

A.dinetralisir oleh getah empedu lalu diurai menjadi trigliserida
B.diubah dengan bantuan enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol
C.diurai langsung menjadi monogliserida dan digliserida
D.diemulsikan oleh cairan empedu lalu diubah menjadi peptida
E.digumpalkan oleh HCl lalu diubah menjadi asam lemak dan gliserol
Jawaban & Analisa

Jawaban: B

Analisa: Pencernaan kimiawi lemak di usus halus terjadi karena kerja enzim lipase yang memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Empedu membantu dengan emulsifikasi (memecah lemak menjadi butiran kecil), tetapi yang memecah secara kimia menjadi hasil akhir adalah enzim lipase. (Tidak ada perbandingan \( \gt \) atau \( \lt \) pada soal ini.)

A. Salah: empedu tidak “menetralisir lalu menjadi trigliserida”; trigliserida justru bentuk lemak awal, bukan hasil pemecahan.

B. Tepat: lipase memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

C. Kurang tepat: pemecahan lemak berlangsung bertahap, namun jawaban yang paling standar di sekolah adalah asam lemak dan gliserol sebagai hasil pencernaan untuk diserap.

D. Salah: peptida adalah hasil pencernaan protein, bukan lemak.

E. Salah: HCl bekerja di lambung, bukan mekanisme utama pencernaan lemak di usus halus.


Soal 17

Tekanan diastol terjadi pada saat darah ....

A.keluar dari bilik jantung menuju paru-paru
B.masuk ke bilik jantung dari serambi jantung
C.keluar dari jantung menuju seluruh tubuh
D.keluar dari serambi jantung menuju seluruh tubuh
E.masuk ke serambi jantung dari vena cava superior
Jawaban & Analisa

Jawaban: B

Analisa: Diastol adalah fase relaksasi (pelemasan) bilik jantung (ventrikel) sehingga bilik mengembang dan terisi darah dari serambi (atrium). Jadi saat diastol, darah masuk ke bilik dari serambi. (Tidak ada perbandingan \( \gt \) atau \( \lt \) pada soal ini.)

A. Ini menggambarkan darah keluar dari bilik ke paru-paru (sistol bilik kanan), bukan diastol.

B. Tepat: pada diastol bilik, darah mengalir dari serambi ke bilik.

C. Darah keluar dari jantung ke seluruh tubuh adalah sistol bilik kiri.

D. Serambi tidak memompa darah ke “seluruh tubuh”; yang memompa ke seluruh tubuh adalah bilik kiri.

E. Darah masuk ke serambi dari vena kava adalah aliran balik vena, bukan penanda utama fase diastol yang ditanya.


Soal 18

Olah raga teratur, tetapi tidak berlebihan baik bagi kesehatan kita.

Screenshot_20-2-2026_115213__20260220_115303.jpeg

Mengapa kita harus bernapas lebih dalam ketika sedang berolah raga daripada ketika sedang beristirahat?

A.Untuk mengurangi kadar karbon dioksida yang meningkat.
B.Untuk mengambil lebih banyak udara ke dalam paru-paru.
C.Karena otot-otot memerlukan lebih banyak energi.
D.Karena jantung kita berdetak lebih cepat.
E.Karena tubuh kita memerlukan lebih banyak udara.
Jawaban & Analisa

Jawaban: B

Analisa: Saat olahraga, kebutuhan oksigen meningkat dan produksi \(CO_2\) juga meningkat. Bernapas lebih dalam meningkatkan volume udara yang masuk ke paru-paru sehingga lebih banyak \(O_2\) dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dari pilihan yang ada, yang paling langsung menjelaskan “mengapa bernapas lebih dalam” adalah agar lebih banyak udara masuk ke paru-paru. (Tidak ada perbandingan \( \gt \) atau \( \lt \) pada soal ini.)

A. Logis, karena \(CO_2\) meningkat saat aktivitas, tetapi pertanyaan menekankan “bernapas lebih dalam”; jawaban yang paling sesuai mekanismenya adalah meningkatkan udara masuk.

B. Tepat: napas lebih dalam meningkatkan udara masuk sehingga meningkatkan pemasokan \(O_2\).

C. Benar sebagai latar belakang (energi meningkat), tetapi ini sebab umum, bukan penjelasan langsung mengapa napas menjadi lebih dalam.

D. Detak jantung cepat adalah respons lain, namun bukan alasan utama “harus bernapas lebih dalam”.

E. Terlalu umum dan kurang spesifik; “lebih banyak udara” masih lebih tepat dijelaskan oleh proses masuknya udara ke paru-paru seperti pada B.


Soal 19

Pada saat kita menelungkupkan telapak tangan, terjadi gerakan pada otot kita, yaitu ....

A.gerak ekstensi
B.gerak pronasi
C.gerak supinasi
D.gerak elevasi
E.gerak depresi
Jawaban & Analisa

Jawaban: B

Analisa: “Menelungkupkan telapak tangan” berarti memutar lengan bawah sehingga telapak menghadap ke bawah. Gerakan ini disebut pronasi. Kebalikannya (telapak menghadap ke atas) adalah supinasi. (Tidak ada perbandingan \( \gt \) atau \( \lt \) pada soal ini.)

A. Ekstensi adalah meluruskan sendi, bukan memutar telapak tangan.

B. Tepat: pronasi adalah memutar telapak tangan menghadap ke bawah.

C. Supinasi adalah memutar telapak tangan menghadap ke atas, kebalikan dari menelungkupkan.

D. Elevasi adalah mengangkat bagian tubuh (misalnya bahu/skapula), bukan gerak rotasi lengan bawah.

E. Depresi adalah menurunkan bagian tubuh (misalnya bahu/skapula), bukan gerak rotasi lengan bawah.


Soal 20

Antibodi yang dihasilkan oleh sel limfosit teraktivasi bila ....

A.pertahanan tubuh lemah karena infeksi kuman
B.antibiotik beredar dalam peredaran darah
C.sel darah putih fagosit tidak mampu melawan kuman
D.sel limfosit T bereaksi terhadap antigen yang spesifik
E.mengenali antigen yang terdapat pada permukaan sel patogen
Jawaban & Analisa

Jawaban: E

Analisa: Antibodi diproduksi oleh limfosit B (yang berdiferensiasi menjadi sel plasma) setelah limfosit tersebut teraktivasi oleh antigen. Aktivasi terjadi saat sistem imun mengenali antigen spesifik, umumnya pada permukaan patogen. Karena itu kondisi pemicu yang paling tepat adalah “mengenali antigen pada permukaan sel patogen”. (Tidak ada perbandingan \( \gt \) atau \( \lt \) pada soal ini.)

A. Terlalu umum: “pertahanan tubuh lemah” tidak langsung menjelaskan mekanisme aktivasi limfosit dan produksi antibodi.

B. Antibiotik adalah obat, bukan pemicu produksi antibodi.

C. Kegagalan fagosit bukan syarat langsung aktivasi limfosit untuk menghasilkan antibodi.

D. Limfosit T bereaksi terhadap antigen spesifik memang benar, tetapi antibodi dihasilkan oleh limfosit B; opsi ini tidak langsung menjelaskan pemicu produksi antibodi.

E. Tepat: pengenalan antigen spesifik pada patogen mengaktivasi limfosit (terutama B) sehingga menghasilkan antibodi.