Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 41–45


Soal 41

Buku bacaan adalah alat yang paling penting dalam pendidikan formal maupun non formal. Arti istilah formal pada kalimat tersebut adalah …

  1. resmi
  2. menengah
  3. penting
  4. luar sekolah
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Kata formal berarti resmi (berkaitan dengan lembaga/aturan yang sah), sedangkan “nonformal” berarti di luar jalur resmi sekolah.

Penegasan: \( formal = resmi \gt penting \) karena “penting” bukan arti kata “formal”.

  • A: tepat (formal = resmi).
  • B: “menengah” berkaitan dengan jenjang sekolah, bukan arti formal.
  • C: “penting” adalah sifat, bukan makna formal.
  • D: itu lebih cocok untuk “nonformal”, bukan “formal”.

Soal 42

Kalimat: Menurut tradisi bangun pagi hanya cocok untuk sopir.

Pertanyaan: Kata tradisi dalam kalimat tersebut bersinonim dengan kata .......

  1. keseringan
  2. kelakuan
  3. kebiasaan
  4. keterampilan
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

  • Tradisi berarti kebiasaan yang dilakukan turun-temurun atau sudah menjadi adat dalam suatu kelompok.
  • Sinonim yang paling tepat adalah kebiasaan karena sama-sama menunjuk sesuatu yang sering dilakukan dan menjadi pola yang menetap.
  • A keseringan berarti “terlalu sering” (nuansa berlebihan), bukan makna tradisi.
  • B kelakuan lebih dekat ke “perbuatan/tingkah laku” seseorang, bukan kebiasaan turun-temurun.
  • D keterampilan berarti kemampuan/skill, jelas tidak searti.
  • Jadi C \( \gt \) A/B/D.

Soal 43

Pertanyaan: Kalimat yang menggunakan kata berhomonim adalah .......

  1. Tanto sewaktu apel ke tempat kekasihnya membawa oleh-oleh apel.
  2. Buku itu berisi penjelasan tentang terjadinya buku bambu.
  3. Pejabat teras sedang duduk-duduk di teras depan.
  4. Bang Roni menjadi pegawai bank sejak setahun yang lalu.
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

  • Homonim adalah kata yang lafal dan ejaannya sama, tetapi maknanya berbeda.
  • A memakai kata apel dua kali dengan makna berbeda:
    • apel (kegiatan/berkunjung/menemui kekasih),
    • apel (buah apel sebagai oleh-oleh).
    Karena bentuk katanya sama tetapi maknanya berbeda, A adalah homonim.
  • B kata buku pada “buku itu” dan “buku bambu” memang tampak sama, tetapi konteks “buku bambu” kurang lazim; soal biasanya menuntut contoh homonim yang paling jelas dan umum.
  • C kata teras pada “pejabat teras” dan “teras depan” juga dapat bermakna berbeda (inti/penting vs beranda), tetapi bentuk “pejabat teras” lebih ke idiom/ungkapan; tetap kalah jelas dibanding apel (buah vs kegiatan).
  • D tidak menunjukkan homonim karena “Bang” (sapaan) dan “bank” (lembaga) bukan kata yang sama ejaan-lafalnya.
  • Jadi A \( \gt \) B/C/D.

Soal 44

Kerangka karangan:

I. Bersama Adik ke rumah nenek

  1. sekolah libur
  2. nenek rindu akan kami
  3. naik bus

II. Penangkapan Ikan

  1. cara menangkap ikan
  2. ikan untuk lauk

III. Bertemu kembali dengan ayah dan ibu

  1. kami berdua sudah rindu
  2. disambut dengan gembira
  3. beristirahat karena lelah

IV. Pertemuan yang menggembirakan

  1. dengan nenek
  2. dengan paman dan bibi
  3. dengan anak paman

V. Perjalanan pulang

  1. waktu libur habis
  2. diantar paman ke terminal
  3. dalam perjalanan pulang

Pertanyaan: Susunan kerangka karya tulis tersebut yang tepat adalah .......

  1. I - II - III - IV - V
  2. II - III - IV - V - I
  3. I - IV - II - V - III
  4. IV - V - II - I - III
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

  • Kerangka yang baik mengikuti urutan peristiwa (kronologis) agar cerita mengalir.
  • I wajar sebagai pembuka: ada latar awal “sekolah libur”, alasan/tujuan “nenek rindu”, dan cara berangkat “naik bus”.
  • Sesampainya di tempat nenek, logis jika dilanjutkan dengan IV (pertemuan yang menggembirakan dengan nenek/paman/bibi/anak paman) sebagai bagian awal kegiatan di sana.
  • Setelah suasana pertemuan, bisa masuk ke kegiatan inti selama di sana, misalnya II (penangkapan ikan untuk lauk).
  • Menjelang akhir liburan, masuk ke V (waktu libur habis, diantar ke terminal, perjalanan pulang).
  • Terakhir, setelah pulang, wajar ditutup dengan III (bertemu kembali dengan ayah dan ibu, disambut gembira, beristirahat).
  • Dengan urutan logis tersebut, sebetulnya urutan paling runtut adalah I - IV - II - V - III, yaitu pilihan C.
  • Namun, karena opsi yang diberikan pada soal meminta susunan “yang tepat” dan yang paling mendekati urutan kronologis lengkap (awal berangkat sampai akhir pulang dan bertemu orang tua) adalah C, maka kunci yang benar adalah C.
  • Perbandingan opsi:
    • A menempatkan “bertemu ayah-ibu” (III) sebelum “pertemuan yang menggembirakan” (IV), padahal (IV) terjadi saat di rumah nenek, jadi kurang runtut.
    • B diawali “penangkapan ikan” (II) tanpa pembuka perjalanan.
    • D lebih tidak runtut lagi.
    • C paling kronologis: berangkat (I) → pertemuan di sana (IV) → kegiatan (II) → pulang (V) → sampai rumah bertemu ayah-ibu (III).
  • Kesimpulan: C \( \gt \) A/B/D.

Soal 45

Pertanyaan: Kalimat di bawah ini yang mengandung kata bermakna konotasi adalah .......

  1. Ia merasakan enaknya gulai itu.
  2. Ia telah kenyang pahit getirnya hidup.
  3. Badanku terasa panas dingin hari ini
  4. Jeruk yang dibeli ibu kemarin sangat manis.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

  • Makna konotasi adalah makna kias/tambahan (bukan makna sebenarnya).
  • B memakai ungkapan “pahit getirnya hidup”:
    • “pahit” dan “getir” bukan rasa makanan, tetapi kiasan untuk kesusahan/derita hidup.
    • Kata “kenyang” juga tidak bermakna kenyang makanan, melainkan “sudah sangat banyak mengalami”.
    Jadi jelas konotatif.
  • A “enaknya gulai” bermakna denotatif (rasa makanan sebenarnya).
  • C “panas dingin” bisa menjadi gejala badan (demam/menggigil) sehingga masih dapat bermakna denotatif, tidak sekuat B sebagai kiasan.
  • D “manis” pada jeruk bermakna denotatif (rasa buah).
  • Kesimpulan: B \( \gt \) A/C/D.