Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 16–20


Soal 16

(1) Kekuasaan pemerintah yang sah hendak dicoba direbut oleh segerombolan orang yang tidak bertanggungjawab.

(2) Beberapa jenderal diculik para pemberontak.

(3) Para komplotan dapat dihancurkan oleh TNI.

(4) Sejarah membuktikan Pancasila sakti untuk negara dan bangsa.

Kalimat aktif pada paragraf tersebut ditandai dengan nomor …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B (2)

Analisis

Kalimat aktif umumnya berpola Subjek melakukan tindakan dan predikatnya sering berupa verba aktif (misalnya ber-, me-, atau bentuk yang menunjukkan pelaku melakukan perbuatan).

  • (1) “hendak dicoba direbut” → pasif (ditandai “di-” dan subjek dikenai tindakan).
  • (2) “diculik” → pasif jika dilihat dari bentuk “di-”, tetapi dalam konteks soal sekolah dasar/menengah, kalimat yang paling “aktif secara isi” adalah yang menampilkan pelaku melakukan aksi jelas (pemberontak menculik). Namun secara kaidah, bentuknya tetap pasif. Karena pilihan jawaban hanya satu, yang dimaksud soal biasanya kalimat yang tidak memakai “di-” sebagai inti pasif panjang seperti (1) dan (3), dan (4) bukan kalimat tindakan.
  • (3) “dihancurkan oleh TNI” → pasif jelas (ada “oleh”).
  • (4) “membuktikan” → aktif (me-), tetapi subjeknya “Sejarah” (abstrak) diperlakukan sebagai pelaku. Ini tetap kalimat aktif secara struktur.

Catatan penting: Berdasarkan struktur kebahasaan baku, kalimat aktif yang paling jelas adalah nomor (4) karena memakai verba aktif “membuktikan”. Jika mengikuti kaidah baku: \( membuktikan \gt diculik \) karena “diculik” adalah bentuk pasif.

Kesimpulan: Jawaban yang paling tepat secara kaidah adalah D (4).

Ulasan opsi (agar tidak mudah salah paham)

  • A (1): pasif (“dicoba direbut”).
  • B (2): pasif (“diculik”).
  • C (3): pasif (“dihancurkan oleh …”).
  • D (4): aktif (“membuktikan”).

Soal 17

Perempatan Jalan Dr. Cipto Rawan Macet

Masalah lalu lintas tidak ada habisnya dibicarakan. Walaupun telah banyak saran yang diberikan, penyelesaiannya tidak pernah tuntas.

Misalnya di daerah persimpangan jalan Dr. Cipto yang cukup strategis. Di daerah ini sering terjadi kemacetan lalu lintas. Hal ini disebabkan para sopir kendaraan umum menurunkan dan menaikkan para penumpang seenaknya. Selain itu di daerah ini tidak ada halte dan rambu-rambu lalulintas terpasang.

Sehubungan dengan itu, alangkah baiknya jika pemerintah daerah tahu. DLLAJ mengusahakan halte agar jauh dari persimpangan jalan. Selain itu, perlu juga diusahakan penempatan rambu-rambu lalulintas larangan berhenti atau larangan parkir di sekitar persimpangan jalan Dr. Cipto.

Tanggapan yang logis terhadap penggalan surat pembaca tersebut adalah …

  1. Kemacetan lalulintas terjadi di persimpangan jalan Dr. Cipto.
  2. Para sopir kendaraan umum tidak disiplin dalam berlalu lintas
  3. Para penumpang dengan tertib menunggu bus menuju terminal
  4. Jembatan penyeberangan di daerah itu dibangun oleh pemda
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Isi surat pembaca menjelaskan penyebab macet: sopir kendaraan umum menurunkan/menaikkan penumpang seenaknya, tidak ada halte, dan kurang rambu. Tanggapan yang logis adalah menyimpulkan bahwa sopir tidak disiplin.

Perbandingan: tanggapan yang sesuai isi sebab \( sopir\ tidak\ disiplin \gt penumpang\ tertib \), karena teks tidak membahas penumpang tertib dan bukan itu sumber macet.

  • A: hanya mengulang informasi (fakta) dari teks, belum berupa tanggapan/penilaian.
  • B: tepat karena menilai perilaku sopir sesuai sebab yang disebutkan.
  • C: bertentangan/tidak didukung teks.
  • D: tidak dibahas dalam teks.

Soal 18

Gulungan ombak yang datang dari tengah lautan, setelah sampai di tepi pantai bergulung kembali ke tengah lautan. Kalaupun ada ukit tidak dapat dielakkan karena permainan ombak itu merupakan suatu permainan masa. Bukankah begitu perjalanan zaman tersebut?

Pesan penggalan novel tersebut adalah …

  1. Gulungan ombak datang dari tengah lautan.
  2. Kehidupan itu setiap saat harus berubah sesuai zamannya.
  3. Ombak bergulung-gulung ke tengah lautan dielakkan.
  4. Takjubnya aku tidak dapat dielakkan oleh ombak.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis

Ombak dijadikan perumpamaan perjalanan zaman: bergerak, berubah, dan sulit dielakkan. Pesan utamanya: kehidupan mengikuti perubahan zaman.

Penegasan: pesan bersifat umum \( kehidupan\ berubah\ sesuai\ zaman \gt ombak\ datang\ dari\ lautan \), karena A hanya fakta, bukan pesan moral.

  • A: hanya menyatakan fakta tentang ombak, bukan pesan.
  • B: sesuai makna perumpamaan “perjalanan zaman”.
  • C: kalimatnya tidak logis dan tidak menyampaikan pesan yang jelas.
  • D: tidak sesuai isi; “takjubnya aku” tidak menjadi pokok pesan dalam kutipan.

Soal 19

Para guru-guru dipersilakan mengambil tempat di dalam ruangan.

Kata yang harus dihilangkan agar kalimat menjadi efektif adalah …

  1. dipersilakan
  2. guru-guru
  3. tempat
  4. para
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Kalimat tidak efektif karena terjadi pemborosan makna jamak: “para” sudah menyatakan jamak, sedangkan “guru-guru” juga menyatakan jamak. Agar efektif, salah satu penanda jamak dihilangkan. Karena pilihan yang diminta “kata yang harus dihilangkan”, yang paling tepat adalah menghilangkan para sehingga menjadi: “Guru-guru dipersilakan mengambil tempat di dalam ruangan.”

Kaidah: pengulangan jamak \( para\ +\ guru\text{-}guru \gt guru\text{-}guru \) (cukup salah satu).

  • A: kata ini penting sebagai bentuk sopan, tidak menyebabkan ketidakefektifan.
  • B: bisa juga diubah menjadi “para guru”, tetapi opsi yang diminta kata yang dihilangkan lebih tepat “para”.
  • C: masih diperlukan (“mengambil tempat”).
  • D: tepat karena menghilangkan pemborosan makna jamak.

Soal 20

(1) Tenaga kerja di pabrik berjumlah ribuan.

(2) Sebagian besar di antara mereka adalah wanita.

(3) Rata-rata pendidikannya adalah SMP ke bawah.

(4) Oleh karena itu, gaji mereka tentu saja tidak terlalu tinggi.

Kalimat yang menyatakan pendapat dalam paragraf tersebut ditandai dengan nomor …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D (4)

Analisis

Kalimat (1)–(3) berisi data/fakta (jumlah tenaga kerja, komposisi, dan tingkat pendidikan). Kalimat (4) memakai penanda kesimpulan dan dugaan “oleh karena itu” serta “tentu saja” yang menunjukkan penilaian/pendapat (inferensi) dari data sebelumnya.

Penegasan: kalimat pendapat \( tentu\ saja \gt berjumlah\ ribuan \) karena “tentu saja” bersifat penilaian.

  • A: fakta kuantitatif.
  • B: fakta deskriptif.
  • C: fakta deskriptif.
  • D: kesimpulan/pendapat dari fakta sebelumnya.