Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Latihan Soal 11–15


Soal 11

(1) Setiap orang harus berilmu pengetahuan, baik pengetahuan umum maupun agama.

(2) Hal ini merupakan kewajiban setiap orang.

(3) Kita tak mungkin dapat melakukan sesuatu tanpa menguasai ilmunya.

(4) Ilmu itu memang sangat penting dalam kehidupan.

Berdasarkan paragraf tersebut, kalimat yang berobjek ditandai dengan nomor …

  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C (3)

Analisis

Kalimat berobjek biasanya memiliki predikat verba transitif (misalnya melakukan, membaca, membawa) yang diikuti objek.

  • (1) “harus berilmu pengetahuan” → predikat “berilmu” tidak menuntut objek langsung.
  • (2) “merupakan kewajiban” → predikat “merupakan” diikuti pelengkap, bukan objek dalam pola yang dituju soal.
  • (3) “dapat melakukan sesuatu” → predikat “melakukan” (verba transitif) memiliki objek “sesuatu”.
  • (4) “sangat penting” → predikat berupa frasa adjektiva, tidak memiliki objek.

Penegasan kalimat yang jelas memiliki objek adalah \( melakukan\ sesuatu \gt sangat\ penting \).


Soal 12

Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun. Itulah tekadnya di daerah transmigrasi. Makna peribahasa yang tepat pada kalimat tersebut adalah …

  1. Setiap pekerjaan dikerjakan bersama-sama.
  2. Bukti harus didaki dan lurah harus dituruni.
  3. Susah senang dijalani bersama.
  4. Setiap pekerjaan pasti ada resikonya.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Peribahasa “Ke bukit sama mendaki, ke lurah sama menurun” bermakna kebersamaan dalam menghadapi keadaan, baik saat sulit maupun senang. Jadi makna yang paling tepat adalah susah senang dijalani bersama.

Perbandingan: makna inti \( susah\ senang\ dijalani\ bersama \gt setiap\ pekerjaan\ ada\ resikonya \) karena peribahasa menekankan kebersamaan, bukan risiko pekerjaan.

  • A: mendekati, tetapi lebih sempit (hanya “pekerjaan”), padahal peribahasa mencakup kondisi hidup.
  • B: arti harfiah, bukan makna kiasan.
  • C: paling tepat dan sesuai makna kiasan peribahasa.
  • D: tidak sesuai fokus peribahasa.

Soal 13

Penggunaan imbuhan yang tepat terdapat pada kalimat …

  1. Awan sudah mulai menghitam.
  2. Tugas Tati sebagai petulis.
  3. Ayah Ani bekerja di kantor.
  4. Penulis karangan itu ternyata kelas II.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis

Soal menanyakan imbuhan (awalan/akhiran/konfiks) yang digunakan dengan benar. Kata menghitam adalah bentuk berimbuhan yang tepat (meN- + hitam) untuk menyatakan proses menjadi hitam.

Penegasan : penggunaan imbuhan yang benar \( menghitam \gt petulis \) karena “petulis” bukan bentuk baku.

  • A: benar, “menghitam” tepat untuk perubahan warna awan.
  • B: “petulis” tidak lazim/baku; yang benar “penulis”.
  • C: “di” pada “di kantor” adalah kata depan, bukan imbuhan, sehingga tidak menjawab inti soal.
  • D: tidak ada bentuk imbuhan yang menjadi fokus perbaikan, dan kalimatnya juga janggal konteks.

Soal 14

Ana : “Rin, saya dengar kamu mendapatkan penghargaan dari kepala sekolah karena kamu menang dalam lomba catur”.

Rina : “Iya itu karena keberuntungan saja.”

Ana : “………”

Rina : “Terima kasih Ana kamu adalah sahabatku yang baik.”

Kalimat yang tepat untuk melengkapi percakapan tersebut adalah …

  1. Selamat atas keberuntunganmu.
  2. Selamat atas kebahagiaanmu.
  3. Selamat atas kegembiraanamu.
  4. Selamat atas keberhasilanmu.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis

Ana memberi respons atas kabar bahwa Rina menang lomba catur dan mendapat penghargaan. Ucapan yang paling tepat adalah mengucapkan selamat atas keberhasilan (prestasi/hasil).

Perbandingan : konteks prestasi \( keberhasilan \gt kebahagiaan \) karena yang dibahas adalah menang lomba.

  • A: “keberuntungan” bukan fokus utama; kemenangan lomba adalah hasil usaha/kemampuan.
  • B: terlalu umum, tidak spesifik pada prestasi.
  • C: kurang tepat (dan ejaannya janggal), juga terlalu umum.
  • D: paling tepat, sesuai konteks menang lomba dan mendapat penghargaan.

Soal 15

Kalimat berikut yang salah strukturnya adalah …

  1. Suara Nia yang merdu mulai mengalun lembut.
  2. Para pengunjung festival lagu itu seperti kena sihir.
  3. Semua menatap lagu wajib yang sedang membawakan Nia.
  4. Tepuk gemuruh pun terdengar begitu Nia selesai melantunkan lagu itu.
Lihat Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis

Struktur kalimat yang benar harus memiliki hubungan unsur yang logis (S-P-O/K) dan pemilihan kata yang tepat. Opsi C salah karena susunannya rancu: seolah-olah “lagu wajib” yang “membawakan Nia”. Yang logis justru Nia yang membawakan lagu, bukan lagu yang membawakan Nia.

Kejanggalan: hubungan pelaku-tindakan seharusnya \( Nia\ membawakan\ lagu \gt lagu\ membawakan\ Nia \).

  • A: struktur jelas dan logis (S: Suara Nia, P: mulai mengalun).
  • B: masih dapat diterima sebagai gaya bahasa/perbandingan.
  • C: rancu (subjek-objek tertukar, makna menjadi tidak masuk akal).
  • D: struktur benar (peristiwa tepuk tangan setelah Nia selesai bernyanyi).