Latihan Soal 46–50
Soal 46
Kalimat yang tidak logis terdapat pada kalimat …
- Presiden meninggalkan lokasi peresmian gedung baru itu.
- Warga menyebutkan membanjiri jembatan yang terbuat dari bambu.
- Para pejabat cilik berdatangan ke tempat kecelakaan itu.
- Warga datang dari penjuru kota untuk mengadu nasib.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis
Kalimat tidak logis adalah kalimat yang susunannya tidak masuk akal atau pilihan katanya keliru sehingga maknanya rancu. Pada opsi B, frasa “Warga menyebutkan membanjiri jembatan …” tidak logis karena kata menyebutkan (melaporkan/mengatakan sesuatu) tidak cocok langsung disambungkan dengan tindakan membanjiri (memenuhi/berdesakan di tempat). Seharusnya “Warga membanjiri jembatan …” atau “Warga menyebutkan bahwa jembatan … dibanjiri warga”.
Perbandingan : kekeliruan diksi \( menyebutkan\ membanjiri \gt meninggalkan\ lokasi \) karena A masih logis dan jelas maknanya.
- A: logis (peresmian selesai → presiden meninggalkan lokasi).
- B: tidak logis (diksi “menyebutkan” tidak tepat untuk tindakan “membanjiri”).
- C: masih logis (meski “pejabat cilik” terdengar janggal, tetapi bisa bermakna anak-anak berperan dalam acara/kunjungan).
- D: logis (datang dari berbagai arah untuk mencari penghidupan).
Soal 47
Bu Bangun : "Selamat sore, Bu! Wah, sedang sibuk, ya?"
Bu Mardi : "Ini Bu … sedang menunggu Ani. Dia sakit, badannya panas dan muntah-muntah."
Bu Bangun : "Kalau begitu, coba berikan obat penurun panas."
Bu Mardi : "Tadi sudah saya berikan obatnya, tetapi panasnya belum juga turun."
Kalimat yang berisi fakta dalam petikan dialog di atas adalah …
- Selamat sore, Bu! Wah, sedang sibuk ya?
- Sedang menunggu Ani, dia sakit, badannya panas dan muntah-muntah.
- Ani terlalu banyak minum es sehingga badannya panas.
- Kalau begitu, coba berikan obat penurun panas.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis
Fakta adalah pernyataan yang dapat dibuktikan benar-salahnya (bukan saran, bukan sapaan, bukan dugaan). Opsi B berisi informasi kejadian/kondisi: Ani sakit, demam, muntah, dan Bu Mardi sedang menunggu Ani. Ini merupakan pernyataan faktual dalam dialog.
Pembanding : fakta \( informasi\ kejadian \gt saran \) karena “coba berikan …” adalah anjuran, bukan fakta.
- A: sapaan/ungkapan, bukan fakta yang diuji.
- B: fakta (kondisi Ani dan situasi menunggu).
- C: tidak ada pada dialog (tambahan sebab yang tidak disebutkan).
- D: saran/anjuran (kalimat imperatif), bukan fakta.
Soal 48
Amir : "Pernahkah kau membaca-baca roman Layar Terkembang, Wan?"
Iwan : "Sudah dua kali saya baca buku tersebut."
Amir : "Saya baru satu kali tamat. Bagaimana kesan yang kau peroleh sesudah membacanya?"
Iwan : "Menurut saya, buku tersebut bagus. Temanya seakan mengantisipasi wanita."
Amir : "Coba berikan alasan!"
Iwan : "Besok kita diskusikan di kelas."
Pendapat yang terdapat dalam dialog tersebut adalah kalimat …
- Menurut saya, roman tersebut bagus.
- Sudah dua kali saya membaca roman tersebut.
- Pernahkah kau membaca roman Layar Terkembang?
- Besok kita diskusikan di kelas.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis
Pendapat ditandai oleh penilaian subjektif, misalnya “menurut saya”, “bagus”, “menarik”. Opsi A adalah penilaian langsung terhadap roman (bagus) dan diawali “menurut saya”, sehingga jelas pendapat.
Penegasan: ciri pendapat \( menurut\ saya \gt sudah\ dua\ kali \) karena “sudah dua kali” adalah fakta pengalaman.
- A: pendapat (penilaian subjektif).
- B: fakta (jumlah membaca dapat diverifikasi dari pengalaman penutur).
- C: pertanyaan, bukan pendapat.
- D: rencana/ajakan waktu, bukan pendapat.
Soal 49
Kalimat yang menggunakan kata berantonim adalah …
- Kakaknya jujur tetapi adiknya suka berbohong
- Pawang ular itu dapat menghilangkan bisa dari segala jenis ular.
- Ia telah bekerja keras membantu tulang untuk menghidupi keluarganya.
- Bentuk tubuhnya kecil, tetapi otaknya sangat cerdas.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis
Antonim adalah pasangan kata yang berlawanan makna. Pada opsi A terdapat pasangan jujur dan berbohong yang jelas berlawanan.
Pembanding : antonim yang tegas \( jujur \gt berbohong \) (makna berlawanan secara langsung).
- A: jelas memuat antonim (jujur ↔ berbohong).
- B: tidak memuat antonim, hanya pernyataan kemampuan.
- C: “membantu tulang” tidak logis (harusnya “membanting tulang”), dan bukan antonim.
- D: “kecil” dan “cerdas” bukan antonim (membandingkan dua hal berbeda).
Soal 50
Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dari kecewa, Aminudin terima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berikrim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. Ia lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya, ia berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin.
Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar, suka menyiksa dan dianggapnya penyakit kotor. Oleh karena itu, ia tidak mau melayani suaminya. Kasibun pun disiksa oleh suaminya. Akhirnya Mariamin bercerai dengan Kasibun dan pulang ke kampungnya. Karena terlalu banyak menanggung derita, ia meninggal dunia.
Disadur dari Azab dan Sengsara oleh Merari Siregar
Konflik dalam penggalan novel tersebut adalah …
- Aminudin kecewa setelah mengetahui gadis itu bukanlah Mariamin
- Aminudin menerima gadis itu sebagai istrinya dengan perasaan kecewa.
- Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah
- Setelah setahun Aminudin menikah, Mariamin pun menikah dengan Kasibun
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis
Konflik adalah pertentangan batin atau pertentangan keadaan yang menimbulkan masalah utama tokoh. Dalam kutipan, konflik inti pada bagian awal adalah batin Aminudin: ia kecewa karena gadis itu bukan Mariamin, tetapi ia tetap menerima gadis itu sebagai istri demi ayahnya (agar ayahnya tidak malu). Itu jelas konflik batin: keinginan vs keadaan/tuntutan.
Penegasan : konflik batin \( menerima\ dengan\ kecewa \gt berkirim\ surat \) karena “berkirim surat” lebih merupakan peristiwa lanjutan, bukan inti pertentangan.
- A: hanya menyebut perasaan kecewa, belum menunjukkan pertentangan tindakan.
- B: paling tepat karena memuat pertentangan batin (menerima pernikahan meski kecewa).
- C: peristiwa penyampaian berita, bukan konflik utama.
- D: peristiwa lanjutan (runtutan), bukan inti konflik.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 1
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 2
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 3
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 4
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 5
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 6
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 7
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 8
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 9
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 10
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 11
- Latihan Soal Bahasa Indonesia SMP – Paket 12