Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 21

Bacalah kutipan cerita berikut!

Dara temenung. Vita memang memiliki kelebihan fisik dan materi yang tidak bisa dibandingkan dengan Dara. Karena itulah Vita pernah menjadi orang yang sangat melukai Dara, setahun yang lalu.

Apakah sekarang saatnya untuk menuntaskan urusan lama itu dan memukul telak si sombong Vita?

Konflik kutipan cerita tersebut adalah ….

  1. Dara merasa bersedih karena temannya, Vita orang yang kaya raya.
  2. Vita sangat benci dengan Dara, karena memiliki banyak kelebihan.
  3. Vita ingin bersaing dengan kemampuan yang dimiliki Dara.
  4. Dara merasa benci dengan Vita hingga ingin membalas dendam.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kutipan menegaskan bahwa Vita pernah “sangat melukai Dara” dan kini muncul pertanyaan batin: “menuntaskan urusan lama” serta “memukul telak” Vita. Ini menunjukkan konflik batin Dara berupa dorongan membalas perlakuan lama (dendam).

  • A — Salah. Kesedihan karena teman kaya tidak dinyatakan; yang ada adalah luka masa lalu dan dorongan balas.
  • B — Salah. Tidak ada informasi Vita membenci Dara karena kelebihan; justru Vita digambarkan punya kelebihan fisik dan materi.
  • C — Salah. Tidak ada unsur persaingan kemampuan antara Vita dan Dara.
  • D — Benar. Ada dorongan membalas: “memukul telak” dan menuntaskan urusan lama akibat luka tahun lalu.

Soal 22

Bacalah kutipan novel berikut ini!

Tante Lien melihat Corrie penuh emas dan intan, alangkah sakit hatinya. Maka diperlihatkan kepada Corrie sepasang kerabu berlian yang amat besar dan berkilau-kilau sinarnya.

“Aduh, Tante Lien!, Bagus sekali..”
“Apa pantas pakai giwang sebesar ini, Tante?” tanya Corrie
“Apa saja yang aku pakai, tentu pantas.” Jawab Tante Lien.

Kebiasaan Tante Lien yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah ….

  1. suka memamerkan harta
  2. setia pada suami
  3. hidup hemat menjadi kaya
  4. selalu berhati-hati bicara
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Tante Lien “memperlihatkan” kerabu berlian yang “amat besar” dan menegaskan “Apa saja yang aku pakai, tentu pantas.” Tindakan dan ucapan ini menunjukkan kebiasaan membanggakan/menonjolkan perhiasan (pamer harta).

  • A — Benar. Ada tindakan memamerkan perhiasan mewah dan sikap membanggakan.
  • B — Salah. Tidak ada informasi tentang kesetiaan pada suami.
  • C — Salah. Tidak ada gambaran hidup hemat; yang ada justru kemewahan.
  • D — Salah. Tidak menunjukkan kehati-hatian bicara; justru ada pernyataan percaya diri/menonjol.

Soal 23

Bacalah kedua kutipan novel berikut dengan saksama!

Kutipan Novel I Kutipan Novel II
Ingin rasanya aku berteriak mendengar pertanyaan bodoh adikku ini. Biasanya aku akan bilang, “Ya enggak gitu, bodoh!” Tapi mama sudah melarangku mengatakan kata itu lagi. Katanya, anak baik tidak boleh berkata kasar. “Priska tidak bodoh, Vin. Dia ingin pintar seperti kamu,” kata Mama. Ah, mau tak mau, ia harus pergi ke warung bu Rustam. Ia tak mau menolak permintaan ibunya. Warung itu berjarak dua rumah dari rumah Abah. Tanpa terasa, kini Difa berada di depan gang. Siang itu tambah sepi. Mungkin anak-anak di sekitar Blok II belum pulang.

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah ….

Pilihan Kutipan Novel I Kutipan Novel II
A tokoh yang terlihat banyak tokoh yang terlihat dua
B sudut pandang akuan sudut pandang diaan
C latar sosial kehidupan pengungsian latar sosial kehidupan pedesaan
D amanat tentang moral amanat tentang pendidikan
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kutipan Novel I menggunakan kata ganti orang pertama “aku” (misal: “Ingin rasanya aku berteriak…”, “Biasanya aku akan bilang…”), sehingga sudut pandangnya akuan. Kutipan Novel II memakai orang ketiga “ia”, “Difa”, sehingga sudut pandangnya diaan.

  • A — Kurang tepat. Novel I memang memunculkan beberapa tokoh (aku, adik, mama), tetapi perbedaan yang paling jelas dan menjadi ciri teknik penceritaan adalah sudut pandang.
  • B — Benar. Novel I akuan, Novel II diaan.
  • C — Salah. Tidak ada bukti tentang pengungsian atau pedesaan; Novel II hanya menyebut warung, gang, Blok II.
  • D — Salah. Novel I ada nasihat moral (tidak berkata kasar), tetapi Novel II tidak jelas amanat pendidikannya; tidak sekuat dan setepat perbedaan sudut pandang.

Soal 24

Bacalah kutipan naskah drama berikut kemudian jawablah soal nomor 24 dan 25!

Ibu : Ah, kira-kira apa dia ke rumah temannya untuk tugas kelompok? (duduk di kursi sambil mengintip rembulan dari balik jendela)

Irma : Ah, saya kira tidak, biasanya kan minta izin. Besok pagi masih ada waktu mengerjakan! (terdengar langkah-langkah kaki dari luar)

Ibu : Mungkin itu adikmu. Ir … (berdiri dari kursi)

Irma : O, ayah, Bu! (sambil membukakan pintu)

Ibu : Bagaimana, Pak, apa sudah bertemu?

Suasana yang tergambar dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ….

  1. haru
  2. gelisah
  3. tenang
  4. takut
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Ibu tampak cemas menunggu (“kira-kira apa dia…”, mengintip dari jendela), Irma menenangkan tetapi tetap menunjukkan kekhawatiran (mengingatkan besok pagi masih ada waktu). Muncul suara langkah dari luar dan ibu langsung berdiri, lalu bertanya “apa sudah bertemu?”—menandakan kegelisahan.

  • A — Salah. Tidak ada adegan mengharukan.
  • B — Benar. Ada rasa menunggu dan cemas.
  • C — Salah. Sikap mengintip, menunggu, dan bertanya menunjukkan tidak tenang.
  • D — Kurang tepat. Tidak ada tanda takut yang kuat; yang dominan adalah gelisah/khawatir.

Soal 25

Latar waktu pada kutipan drama tersebut adalah ….

  1. pagi hari
  2. sore hari
  3. malam hari
  4. siang hari
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Petunjuk laku menyebut “mengintip rembulan dari balik jendela”. Rembulan identik dengan suasana malam, sehingga latar waktunya adalah malam hari.

  • A — Salah. Tidak ada tanda pagi.
  • B — Salah. Sore tidak ditandai rembulan; juga ada ucapan “besok pagi…” yang menguatkan sekarang bukan pagi.
  • C — Benar. Ada rembulan, menandakan malam.
  • D — Salah. Siang tidak mungkin ada rembulan sebagai penanda suasana.