Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Perhatikan kedua puisi berikut!

Puisi I Puisi II
Engkau adalah teman sejati
Kau dengar semua keluhanku
Tentang sekolah, pekerjaan
Engkau tak kan kulupakan
Sahabat selalu setia
Seperti mentari yang tak pernah bosan menyinari dunia
Sahabat membawa ketenangan
Ibarat bulan yang menyejukkan malam

Perbedaan amanat kedua puisi tersebut adalah ….

Pilihan Amanat Puisi I Amanat Puisi II
A Jadilah teman tempat curhat! Sebagai sahabat harus setia!
B Rahasia harus dijaga! Sahabat harus memberi ketenangan!
C Jadilah teman sejati! Jadilah sahabat yang setia!
D Harus bisa menjaga rahasia sahabat! Jadilah sahabat yang menyenangkan!
Jawaban

C

Analisis

Puisi I menekankan sosok teman yang dekat dan dapat dipercaya: “Kau dengar semua keluhanku” dan “Engkau tak kan kulupakan”. Amanat yang paling tepat: jadilah teman sejati (teman yang mau mendengar dan setia menemani).

Puisi II menekankan sifat sahabat yang setia dan menenangkan: “Sahabat selalu setia” serta “Sahabat membawa ketenangan”. Amanat yang paling tepat: jadilah sahabat yang setia.

A kurang tepat: Puisi I memang ada nuansa tempat curhat, tetapi amanat yang paling kuat dari keseluruhan isi adalah “teman sejati”, bukan hanya “tempat curhat”.

B salah: Puisi I tidak membahas rahasia sama sekali.

C benar: Puisi I = teman sejati, Puisi II = sahabat setia; keduanya sesuai isi dan menjadi pembeda yang jelas.

D salah: Puisi I tetap tidak membahas “rahasia”; Puisi II juga tidak menekankan “menyenangkan”, tetapi “setia” dan “ketenangan”.


Soal 17

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

“Aku, aku mau minum dulu,” kataku dengan gagap. “dari tadi aku belum sarapan. Lihat matahari sudah di atas kepala!”
“Oh,” katanya sambil tersenyum. Wajahnya ramah kembali.
“Mari kutemani Saudara,” langkahku ayunkan ke warung di depan museum.
Sambil minum kopi ia bercerita tentang bermacam-macam hal yang kiranya akan dapat menarik hatiku. Tapi hatiku tak merasa senang sama sekali. Aku tak dapat melepaskan diriku dari pandangan yang tadi kulihat di antara patung dewa-dewa di museum.

Latar kutipan cerpen tersebut adalah ….

  1. pagi hari di museum
  2. pagi hari di warung
  3. siang hari di depan museum
  4. siang hari di warung
Jawaban

D

Analisis

Latar waktu tampak dari kalimat “matahari sudah di atas kepala”, yang menunjukkan siang hari.

Latar tempat tampak dari kalimat “langkahku ayunkan ke warung di depan museum” dan dilanjut “Sambil minum kopi…”, berarti peristiwa utama pada kutipan berlangsung di warung.

A salah: waktu pagi tidak sesuai dengan “matahari sudah di atas kepala”.

B salah: tempat warung benar, tetapi waktunya bukan pagi.

C salah: waktu siang benar, tetapi tempat “di depan museum” kurang tepat karena adegan berlangsung di warung (minum kopi dan berbincang).

D benar: siang hari dan di warung.


Soal 18

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

(1) Hanya sebatas nama yang menyamakanku dengan Nisa-nisa yang lain. (2) Namun, aku memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda jauh dengan mereka. (3) Bahkan aku memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki, itu yang membuatku merasa spesial untuk menjadi seorang Nisa. (4) Tak sedikit dari orang-orang di belahan dunia ini bangga dan sangat menyayangi mama mereka, tak terkecuali aku.

Bukti watak tokoh aku mempunyai sifat penyayang dalam cerpen tersebut ditandai dengan nomor ….

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban

D

Analisis

Kalimat yang menunjukkan sifat penyayang adalah kalimat yang menyatakan rasa sayang tokoh.

(4) memuat pernyataan “sangat menyayangi mama mereka, tak terkecuali aku” sehingga jelas menunjukkan tokoh “aku” menyayangi ibunya.

A (1) hanya membahas nama.

B (2) hanya membahas perbedaan kepribadian.

C (3) hanya membahas keistimewaan diri, bukan kasih sayang.

D (4) tepat karena langsung menyatakan “menyayangi mama”.


Soal 19

Bacalah dengan cermat kutipan drama berikut!

“Kemungkinan rambut anda rontok setelah dikemoterapi”. Kata dokter dengan lembut.
“Saya siap, Dok. Demi kesehatan saya, Dok,” jawab Fati
“Ya, ketika obat kemoterapi disuntikkan, pada umumnya pasien merasa sakit.” Lanjut dokter.
“Saya paham, Dok. Saya ingin sembuh.”
“Kalau begitu, selamat istirahat”
Dokter meninggalkan ruangan tempat Fati dirawat menuju ke ruangan sebelah untuk memeriksa pasien-pasien yang lain.

Cara pengarang menggambarkan watak tokoh dalam kutipan cerpen tersebut melalui ….

  1. dialog antartokoh
  2. tingkah laku tokoh
  3. diceritakan pengarang
  4. diungkapkan tokoh-tokoh yang lain
Jawaban

A

Analisis

Watak tokoh (misalnya ketegaran/kesiapan Fati dan kelembutan dokter) tampak terutama dari ucapan-ucapan dalam percakapan, seperti “Saya siap, Dok…” dan “Saya ingin sembuh.” Ini berarti penggambaran watak dilakukan melalui dialog antartokoh.

A benar: watak terlihat dari percakapan tokoh dokter dan Fati.

B kurang tepat: ada tindakan “dokter meninggalkan ruangan”, tetapi watak utama justru lebih jelas lewat dialog.

C salah: pengarang tidak menjelaskan watak secara langsung (tidak ada kalimat “Fati tabah”, dsb.).

D salah: tidak ada tokoh lain yang menilai/menyebut watak tokoh.


Soal 20

Bacalah kutipan cerita berikut!

“Bukan! Dia budakku,” kata gadis itu.
Alangkah terlukanya sang ibu mendengar kata-kata gadis itu. Hatinya menangis. Ia tak berdaya menahan sakit hatinya. Ia berbisik dan memohon pada Tuhan.
Suatu hari, gadis itu tiba-tiba berubah menjadi batu karena kesombongannya. Gadis itu menyadari kesalahannya, tapi terlambat karena hukuman telah menimpanya. Ia pun hanya menangis. Hingga sekarang, batu itu dikenal sebagai “Batu Menangis”.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ….

  1. sesama manusia seharusnya saling menghargai
  2. kita tidak boleh menyakiti hati orang tua, terutama ibu
  3. setiap orang yang meminta maaf harus dimaafkan
  4. kita harus menjunjung tinggi adat istiadat tertentu
Jawaban

B

Analisis

Cerita menonjolkan perbuatan gadis yang menyakiti ibunya (“Bukan! Dia budakku,”) lalu mendapat hukuman hingga menjadi batu. Pesan moral yang ditarik adalah jangan durhaka dan jangan menyakiti hati orang tua, terutama ibu.

A terlalu umum; amanat paling tepat dan spesifik sesuai konflik adalah tentang orang tua/ibu.

B benar: langsung sesuai peristiwa menyakiti ibu dan akibatnya.

C tidak dibahas; fokus cerita bukan pada kewajiban memaafkan.

D tidak relevan; tidak membahas adat tertentu.