Soal 41
| Bacalah teks cerita berikut dengan cermat! | |
|
Sore itu, angin sangat kencang. Savin berniat untuk bermain layang-layang.
“Angin yang kencang sangat cocok untuk menerbangkan layang-layang,” gumam Savin dalam hati.
Sebelum ke tanah lapang, ia menghampiri Nuha sahabatnya. “Nuha, ayo kita bermain layang-layang!” teriak Savin. Nuha pun menyetujui ajakan Savin. Di tengah perjalanan menuju tanah lapang mereka melihat Kakek yang sedang kebingungan. “Kakek, mengapa kok terlihat bingung?” tanya Savin. “Ini nak, kakek mencari istri saya,” jawab Kakek. Savin dan Nuha pun berniat membantu Kakek untuk mencari istrinya. “Coba lihat!” itu ada Nenek di bawah pohon waru,” teriak Savin. Mereka mendekatinya, dan ternyata benar nenek itu adalah istri Kakek tersebut. Ternyata Nenek tersebut tersesat, dan akhirnya berteduh sambil menunggu bantuan. Kakek dan Nenek pun lega bisa bertemu kembali. Mereka pun diantar pulang oleh Savin dan Nuha. Savin dan Nuha mengurungkan niat untuk bermain layang-layang. |
|
Analisis (klik)
Pada nomor 41 ini hanya tersedia teks bacaan tanpa pertanyaan pilihan/uraian yang harus dijawab. Teks ini biasanya menjadi bacaan untuk soal pemahaman (tokoh, latar, amanat, urutan peristiwa, dll.).
Soal 42
| Siswa kelas enam sedang berwisata di Candi Borobudur. Candi itu sangat mempesona, pada dindingnya terdapat rellief. Mereka juga membeli cinderamata. Setelah itu mereka beristirahat karena sudah capai. | |
| Tulislah tiga kesalahan penggunaan kata baku dalam paragraf tersebut! | |
Jawaban & Analisis (klik)
Jawaban (3 kata tidak baku → perbaikannya):
- rellief → relief
- cinderamata → cendera mata
- capai → lelah
Analisis:
- “rellief” salah eja (huruf l berlebih), bentuk bakunya relief.
- “cinderamata” bentuk yang sering dipakai, tetapi bentuk bakunya dalam pelajaran bahasa Indonesia adalah cendera mata (dua kata).
- Untuk makna “sudah sangat letih”, kata yang lebih baku/tepat di konteks ini adalah lelah (dibanding “capai” yang sering dipakai lisan). Secara ketepatan, pilihan “lelah” \( \gt \) “capai” pada ragam tulis baku, dan “capai” \( \lt \) “lelah” untuk konteks ini.
Soal 43
| Urutan pembuatan kolase yang disusun secara acak: (1) Gambar pola yang diinginkan di kertas gambar! (2) Tempelkan guntingan kertas pada pola! (3) Oleskan lem sedikit demi sedikit pada pola! (4) Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! (5) Lakukan dengan rapi sesuai kreativitasmu! |
|
| Tulislah urutan kalimat petunjuk pembuatan kolase dengan tepat! | |
Jawaban & Analisis (klik)
Jawaban urutan yang tepat: (4) – (1) – (3) – (2) – (5)
Analisis:
- (4) harus di awal: sebelum bekerja, siapkan alat dan bahan.
- (1) berikutnya: pola dibuat dulu sebagai dasar menempel.
- (3) harus sebelum menempel: lem dioleskan pada pola terlebih dahulu.
- (2) setelah ada lem: guntingan ditempelkan pada pola yang sudah diberi lem.
- (5) di akhir: tahap penyelesaian (kerjakan rapi dan kreatif).
Secara urutan langkah, \(4 \lt 1 \lt 3 \lt 2 \lt 5\).
Soal 44
| Cermatilah paragraf berikut! Nino adiknya melihat tertawa. Sungguh lucu, hidungnya hitam seperti kelinci karena terkena arang. Namun, Doni tidak menganggapnya lucu. Ia marah kepada Nino. |
|
| Pada paragraf tersebut terdapat kalimat yang berpol(a)/susunannya salah. Tulislah dan perbaikilah menjadi kalimat yang benar! | |
Jawaban & Analisis (klik)
Kalimat yang salah: “Nino adiknya melihat tertawa.”
Perbaikan yang benar: “Nino melihat adiknya tertawa.”
Analisis:
- Susunan subjek–predikat–objek pada kalimat asal tidak jelas (seolah “Nino adiknya” menjadi satu frasa tanpa hubungan tepat).
- Perbaikannya menempatkan predikat melihat setelah subjek Nino, lalu objeknya adiknya, dan keterangan tindakannya tertawa.
Soal 45
| Siswa kelas enam mendapat tugas dari Bu Sinta untuk mengamati pertumbuhan biji tanaman. “Anak-anak amati dan catatlah pertumbuhan biji kacang hijau secara kelompok,” kata Bu Sinta. “Ya Bu. Berapa hari kami harus mengamatinya Bu!” tanya Udin. “Kalian harus mengamatinya selama satu minggu,” jawab Bu Sinta. |
|
| Tulislah perbaikan kesalahan penggunaan tanda baca pada kalimat bercetak miring dalam paragraf tersebut! | |
Jawaban & Analisis (klik)
Perbaikan kalimat bercetak miring (tanda baca diperbaiki):
“Anak-anak, amati dan catatlah pertumbuhan biji kacang hijau secara kelompok,” kata Bu Sinta.
“Ya, Bu. Berapa hari kami harus mengamatinya, Bu?” tanya Udin.
“Kalian harus mengamatinya selama satu minggu,” jawab Bu Sinta.
Analisis:
- Kalimat 1: setelah sapaan “Anak-anak” sebaiknya diberi koma karena bentuknya panggilan/sapaan.
- Kalimat 2:
- “Ya, Bu.” dipisahkan dengan koma karena “Ya” adalah ungkapan jawaban singkat.
- “Berapa hari ...” adalah kalimat tanya, sehingga diakhiri tanda tanya (?), bukan tanda seru (!).
- Sapaan “Bu” di akhir pertanyaan lebih tepat dipisahkan koma: “..., Bu?”
- Kalimat 3: sudah tepat menggunakan tanda koma sebelum “jawab Bu Sinta” karena setelah kutipan langsung biasanya diikuti keterangan pengiring. Tanda akhirnya cukup titik setelah keterangan pengiring.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2018
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 9