Soal 16
| Teks |
|---|
|
Guru senyumami berbagi ilmu Santun bertutur dan berperilaku Membimbing siswa berpikir maju Memahami semua yang menunggu |
Makna kias kata maju dalam syair tersebut adalah ....
- sangat kuat
- secara cerdas
- berpikir keras
- lebih cepat
Jawaban & Analisa
Kunci: B
Analisa: Pada baris “Membimbing siswa berpikir maju”, kata maju bukan berarti maju secara langkah/kecepatan, melainkan berkembang dalam cara berpikir (lebih baik, lebih cerdas, lebih terarah). Dalam konteks guru “berbagi ilmu” dan “membimbing”, makna kiasnya paling dekat dengan “secara cerdas”. Secara makna, “berpikir maju” \( \gt \) sekadar “lebih cepat”.
- A. sangat kuat → Tidak sesuai; tidak ada konteks kekuatan fisik.
- B. secara cerdas → Paling tepat: “berpikir maju” berarti berkembang dan cerdas.
- C. berpikir keras → Berbeda: “keras” menekankan usaha berat, sedangkan syair menekankan arah/kemajuan berpikir.
- D. lebih cepat → “Maju” bukan soal kecepatan, tetapi kualitas perkembangan.
Soal 17
Teks cerita berikut untuk menjawab soal nomor 17 sampai dengan 19.
|
Beruang sedang mencari buah-buahan hutan. Setelah mendapat cukup buah-buahan, ia beristirahat di bawah pohon.
Di dekat pohon tersebut terdapat pohon tumbang. Salah satu lubang di pohon itu digunakan Lebah untuk menyimpan madu.
Pencurian Beruang yang tajam mampu mengendus bau khas madu. Ia memasukkan kepalanya ke lubang tersebut dan berusaha mengambil madu. Beruang mulai memeriksa keadaan di sekelilingnya. Ia memastikan bahwa tidak ada lebah-lebah di sekitar tempat itu. Ia memakan madu dengan puas. Ia berkata, “Kalau sudah rezeki, tidak perlu mencari” kata Beruang. “Jangan diambil itu milik kami,” kata Lebah tiba-tiba. Beruang tidak menghiraukan perkataan Lebah itu. Ia tetap berusaha mengambil madu yang ada di dalam lubang. Lebah itu tidak tinggal diam. Ia menyengat tubuh Beruang sehingga berteriak kesakitan. Beruang marah dengan sikap Lebah. Tidak lama kemudian, ratusan lebah datang ke arah Beruang. Mereka telah siap dengan sengatannya. Karena keselamatan terancam, Beruang melarikan diri. Ia menceburkan diri ke sungai agar terhindar dari sengatan ratusan lebah itu. |
Simpulan isi cerita tersebut adalah ....
- Beruang berusaha mempertahankan madu yang menjadi makanannya.
- Beruang harus melawan banyak lebah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
- Beruang berusaha mengambil benda yang bukan miliknya, akhirnya celaka.
- Beruang melarikan diri dari ratusan lebah yang mengejarnya.
Jawaban & Analisa
Kunci: C
Analisa: Alur utama cerita: Beruang mencium madu, mengambilnya padahal itu milik lebah, diperingatkan, tetap tidak peduli, lalu disengat dan dikejar ratusan lebah sampai harus lari dan mencebur ke sungai. Intinya: mengambil milik orang lain berakibat buruk. Sikap “tidak menghiraukan” \( \gt \) berujung pada “celaka”.
- A → Terlalu menyempit; bukan mempertahankan, tetapi mencuri dan menolak peringatan.
- B → Ada bagian “dikejar lebah”, tetapi ini bukan simpulan paling tepat karena inti masalahnya adalah mencuri.
- C → Paling tepat: mengambil yang bukan miliknya menyebabkan beruang celaka.
- D → Itu hanya bagian akhir cerita (akibat), bukan simpulan keseluruhan.
Soal 18
“Kalau sudah rezeki, tidak perlu mencari,” kata Beruang.
Maksud pernyataan tersebut adalah ....
- Beruang mendapat rezeki berupa madu yang berada di dalam lubang pohon.
- Beruang tidak perlu berusaha payah untuk mendapatkan madu.
- Beruang yakin bahwa madu yang ada di lubang pohon adalah miliknya.
- Beruang tinggal mengambil madu yang telah disiapkan oleh Lebah.
Jawaban & Analisa
Kunci: A
Analisa: Ucapan itu muncul setelah beruang “memakan madu dengan puas” dan merasa seolah-olah madu itu “rezeki” yang datang sendiri. Jadi maksudnya: beruang menganggap madu yang ia temukan itu sebagai rezeki yang ia dapatkan (meskipun sebenarnya milik lebah). Dalam cerita, “rezeki” versi beruang \( \neq \) “hak milik” versi lebah.
- A → Tepat: beruang menganggap madu di lubang itu sebagai rezekinya.
- B → Kurang tepat; beruang tetap melakukan usaha (mengendus, memasukkan kepala, mengambil), jadi bukan “tanpa usaha”.
- C → Tidak disebut beruang yakin madu itu miliknya; ia hanya menganggapnya “rezeki”.
- D → Salah arah: madu itu disimpan lebah, bukan “disiapkan” untuk beruang.
Soal 19
Konflik puncak pada cerita tersebut adalah ....
- Beruang menganggap madu miliknya.
- Beruang marah dengan sikap para lebah bahwa madu milik mereka.
- Para lebah memperingatkan Beruang untuk tidak mengambil madu milik mereka.
- Para lebah menyerang Beruang dengan sengatan untuk melindungi madu yang dicuri.
Jawaban & Analisa
Kunci: D
Analisa: Konflik puncak adalah bagian paling tegang saat masalah memuncak. Pada cerita, puncaknya terjadi ketika “ratusan lebah datang” dan beruang terancam sehingga harus melarikan diri sampai menceburkan diri ke sungai. Peringatan (opsi C) adalah awal konflik, sedangkan serangan besar-besaran (opsi D) adalah puncaknya.
- A → Ini lebih ke sikap/anggapan, bukan adegan puncak konflik.
- B → Ada kemarahan beruang, tetapi puncak konflik terlihat saat lebah menyerang ramai-ramai.
- C → Ini pemicu konflik (mulai muncul pertentangan), bukan puncaknya.
- D → Tepat: serangan sengatan (hingga ratusan lebah) membuat konflik mencapai titik paling genting.
Soal 20
Cerita berikut untuk soal nomor 20 dan 21.
|
Budi adalah siswa SD dari keluarga orang tua yang tidak mampu. Budi menggunakan sebagian waktunya untuk membantu orang tuanya.
Kehidupan Budi yang serba kekurangan menjadikan Budi dijauhi teman-temannya. Keadaan ini menjadi penyemangat Budi untuk menjadi orang sukses.
Budi ingin menunjukkan bahwa ia yang serba kekurangan pun dapat berhasil. Di sela-sela kesibukan membantu orang tuanya, Budi selalu menyempatkan untuk belajar. Akhirnya dia mendapat nilai terbaik di kelasnya. Prestasi Budi membuat teman-temannya yang semula menjauhi menjadi kagum. “Budi, maafkan aku,” kata Badu yang pernah menjauhi Budi. Akhirnya prestasi Budi dapat menyatukan teman-temannya. Kesuksesan dapat diraih dalam kondisi apa pun. |
Amanat cerita tersebut adalah ....
- Kita tidak boleh menghina orang lain karena keadaan kerabatnya.
- Kesuksesan hanya dapat diraih dengan membantu orang tua.
- Anak dari keluarga yang tidak mampu harus sukses.
- Ketekunan akan mengubah suatu keadaan menjadi lebih baik.
Jawaban & Analisa
Kunci: D
Analisa: Inti cerita: Budi kekurangan dan dijauhi, tetapi ia tetap tekun belajar di sela membantu orang tua. Karena ketekunannya, ia meraih nilai terbaik dan keadaan sosialnya membaik (teman-temannya kagum dan meminta maaf). Jadi pesan utamanya: ketekunan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Kondisi “kekurangan” \( \lt \) tidak menghalangi “prestasi”.
- A → Pesan ini ada, tetapi tidak sekuat fokus utama cerita yang menonjolkan ketekunan Budi dan hasilnya.
- B → Salah: membantu orang tua bukan satu-satunya sebab sukses; yang ditonjolkan adalah ketekunan belajar.
- C → Terlalu memaksa; cerita tidak menyatakan “harus”, melainkan “bisa” sukses.
- D → Paling sesuai dengan alur: tekun belajar → prestasi → keadaan berubah lebih baik.
Soal 21
Tema cerita tersebut adalah ....
- keluarga
- peristiwa
- kegemaran
- budi pekerti
Jawaban & Analisa
Kunci: D
Analisa: Cerita menonjolkan sikap baik: Budi tekun, tidak menyerah, dan akhirnya teman-temannya sadar lalu meminta maaf. Tema yang paling mendekati dari pilihan yang ada adalah budi pekerti (nilai sikap/akhlak: ketekunan, menghargai orang lain, tidak menjauhi teman karena miskin). “Keluarga” hanya latar, sedangkan tema utamanya lebih pada nilai sikap.
- A. keluarga → Ada unsur keluarga, tetapi bukan gagasan utama.
- B. peristiwa → Terlalu umum; semua cerita berisi peristiwa.
- C. kegemaran → Tidak membahas hobi tertentu.
- D. budi pekerti → Paling tepat karena memuat nilai moral/karakter yang ditonjolkan.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2018
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2018 – Soal 9