Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 36

Penggunaan tanda baca yang benar adalah …

  1. Wati : “Halo! Selamat pagi, apa kabar?”
  2. Ira : “Pagi, Kabar baik. Ada apa?”
  3. Wati : “Ini, mau tanya?”
  4. Ira : “Ok, tanya apa.”
Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Pada dialog, tanda titik dua dipakai setelah nama pembicara untuk mengantar ujaran: “Ira: …”. Pilihan B sudah memakai titik dua dan tanda petik dengan rapi, serta kalimatnya tidak diakhiri tanda tanya yang tidak perlu. Pilihan A dan C masih bisa, tetapi penulisan tanda baca di dalam kalimatnya kurang tepat/kurang efektif (A berisi beberapa tanda seru/tanya yang tidak perlu). Pilihan D salah karena “Ok, tanya apa.” seharusnya memakai tanda tanya karena berbentuk pertanyaan. Dibandingkan yang lain, B paling benar dan paling sesuai kaidah.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Tanda seru dan tanda tanya dipakai berlebihan; menjadi kurang tepat secara ejaan/keefektifan.
B Benar Nama pembicara + titik dua + kalimat dalam tanda petik sudah rapi dan sesuai.
C Salah Kalimat “Ini, mau tanya?” bisa, tetapi tanda tanya kurang tepat jika maksudnya pernyataan/izin bertanya.
D Salah Seharusnya “Ok, tanya apa?” karena bentuknya pertanyaan.

Soal 37

Penggunaan huruf kapital yang tepat terdapat pada kalimat …

  1. Atas perhatian saudara, Kami ucapkan terima kasih.
  2. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.
  3. Saya memiliki Saudara yang tinggal di lereng Gunung.
  4. Ibu bertanya, “Di mana alamat rumah Anda?”
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Analisis: Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama diri, dan kata sapaan tertentu dalam surat resmi (misal: Saudara, Anda). Pilihan D benar: kata “Di” diawali kapital karena awal kalimat petikan langsung, dan “Anda” benar kapital sebagai kata ganti hormat. Pilihan A salah karena “Kami” tidak perlu kapital di tengah kalimat. Pilihan B memakai “Saudara” kapital, tetapi konteksnya tidak jelas sebagai sapaan resmi; sementara D jelas memenuhi kaidah. Pilihan C salah karena “Saudara” bukan nama diri sehingga tidak perlu kapital, dan “Gunung” tanpa nama gunung tertentu juga tidak wajib kapital.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah “Kami” tidak perlu kapital di tengah kalimat.
B Salah Kapital “Saudara” hanya tepat bila sebagai sapaan resmi; di soal ini yang paling pasti benar adalah D.
C Salah “Saudara” bukan nama diri; “Gunung” tanpa nama khusus tidak wajib kapital.
D Benar Awal petikan langsung memakai kapital, dan “Anda” benar kapital sebagai kata ganti hormat.

Soal 38

Setiap anggota harus membeli kaos yang telah disediakan oleh panitia.

Kalimat tersebut bila disalin dan disempurnakan kata-kata bakunya adalah …

  1. Setiap anggota harus membeli kaos yang telah disediakan oleh panitia.
  2. Setiap anggota harus membeli kaos yang telah disediakan oleh panitia.
  3. Setiap anggota harus membeli kaos yang telah disediakan oleh panitia.
  4. Setiap anggota harus membeli kaos yang telah disediakan oleh panitia.
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis: Pada gambar, pilihan jawaban tampak sama (tidak ada perbedaan kata baku yang terlihat). Jika semua opsi identik, maka kunci yang wajar mengikuti opsi pertama karena tidak ada pembeda untuk memilih yang lain. Secara kaidah, kalimat tersebut sudah baku dan efektif, sehingga bentuk “hasil penyempurnaan” tetap sama.

Pilihan Penilaian Alasan
A Benar Kalimat sudah baku; pada gambar tidak tampak pembeda antarpilihan sehingga opsi pertama dipilih.
B Salah Tidak ada pembeda dari A pada gambar; tidak ada alasan memilih ini dibanding A.
C Salah Identik pada gambar; tidak ada indikator bahwa ini lebih baku daripada A.
D Salah Identik pada gambar; tidak ada indikator bahwa ini lebih baku daripada A.

Soal 39

Penggunaan tanda baca yang tepat terdapat pada kalimat …

  1. Silakan pilih: yang merah atau yang putih?
  2. Mana yang kau pilih: yang merah atau yang putih?
  3. Hanya ada dua pilihan: yang merah atau yang putih.
  4. Mana yang kau pilih, yang merah atau yang putih!
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Analisis: Tanda titik dua dipakai untuk mengawali perincian/penjelasan setelah pernyataan umum. Kalimat C tepat: “Hanya ada dua pilihan:” lalu diikuti perincian “yang merah atau yang putih.” Kalimat A dan B memakai titik dua sebelum pertanyaan, padahal struktur pertanyaannya tidak tepat memakai “:”. Kalimat D salah karena memakai koma dan tanda seru untuk kalimat tanya (seharusnya tanda tanya). Jadi C paling benar.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Titik dua tidak tepat dipakai sebelum bentuk pertanyaan seperti ini.
B Salah Sama seperti A, titik dua tidak tepat untuk mengantar pertanyaan.
C Benar Titik dua tepat untuk perincian setelah pernyataan umum.
D Salah Kalimat tanya seharusnya diakhiri tanda tanya, bukan tanda seru.

Soal 40

Yang tidak membawa tiket, dilarang masuk lapangan,” teriak petugas.

Perbaiki penggunaan tanda baca kalimat tersebut adalah …

  1. “Yang tidak membawa tiket, dilarang masuk lapangan,” teriak petugas.
  2. “Yang tidak membawa tiket, dilarang masuk lapangan”, teriak petugas.
  3. “Yang tidak membawa tiket, dilarang masuk lapangan” teriak petugas.
  4. “Yang tidak membawa tiket, dilarang masuk lapangan!” teriak petugas.
Jawaban & Analisis

Kunci: D

Analisis: Kalimat petugas adalah seruan/teriakan, sehingga lebih tepat memakai tanda seru di akhir kalimat langsung: “... lapangan!” Selain itu, setelah petikan langsung diikuti keterangan “teriak petugas” tanpa koma bila tanda akhirnya sudah kuat (tanda seru/tanda tanya dapat menggantikan koma pengiring). Dibanding opsi lain: A mempertahankan koma padahal kalimatnya seruan; B salah karena tanda baca koma diletakkan di luar tanda petik; C kurang tepat karena tidak ada pemisah yang wajar. Jadi D paling tepat.

Pilihan Penilaian Alasan
A Salah Koma di akhir petikan kurang tepat untuk kalimat seruan.
B Salah Tanda koma harus berada di dalam tanda petik jika termasuk bagian kalimat langsung.
C Salah Kurang pemisah; secara kaidah perlu tanda baca yang tepat sebelum keterangan pengiring.
D Benar Kalimat seruan cocok memakai tanda seru dan bentuknya paling rapi.