Soal 26
(1) Mendengar ceritanya saja sudah membuatku bergidik.
(2) Dalam bahasa Latin, komodo disebut juga dengan Varanus komodoensis.
(3) Komodo bisa mencium mangsanya dari jarak yang sangat jauh.
(4) Reptil pemakan daging ini dikenal buas dan ganas.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu dengan urutan ....
- (3), (2), (4), (1)
- (2), (4), (1), (3)
- (4), (2), (3), (1)
- (4), (1), (2), (3)
Jawaban & Analisis
Kunci: C
Logika kepaduan paragraf: Paragraf yang baik biasanya dimulai dari pernyataan umum (pengenalan), lalu detail/penjelasan, dan ditutup dengan kalimat reaksi/penegasan.
Urutan yang paling padu:
- (4) sebagai pembuka: memperkenalkan komodo secara umum (ganas, buas).
- (2) menambah informasi ilmiah (nama Latin).
- (3) memberi fakta kemampuan komodo (mencium mangsa dari jauh).
- (1) penutup: reaksi penulis (“bergidik”) cocok diletakkan setelah fakta-fakta.
Jadi urutan C paling padu, kualitas padu C \(\gt\) opsi lain karena tidak loncat dari reaksi pribadi ke definisi ilmiah.
Kenapa opsi lain kurang tepat:
- A membuka dengan fakta kemampuan (3) tanpa pengenalan umum, lalu baru definisi; alurnya terasa “meloncat”.
- B menutup dengan (3) sehingga reaksi (1) muncul sebelum fakta kemampuan, kurang enak dibaca.
- D menaruh reaksi (1) terlalu cepat sebelum informasi ilmiah (2) dan fakta (3), sehingga penutupnya tidak kuat.
Soal 27
Perhatikan kutipan cerita berikut!
| Lina langsung tersenyum, ketika teman-temannya mengusulkan tempat untuk berlibur. Ada yang ingin ke pantai, ke pegunungan, ke tempat wisata, dan masih banyak lagi. Sebab sejak tahun ajaran baru, mereka sudah menabung .... |
Kalimat yang tepat untuk melengkapi cerita tersebut adalah ....
- Masalah biaya menjadi persoalan.
- Mereka sudah tidak lagi memikirkan soal biaya.
- Pada waktu itu biaya belum dibicarakan.
- Semua rencana belum dibicarakan termasuk biaya.
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Kata kunci: “sejak tahun ajaran baru, mereka sudah menabung”. Menabung dilakukan agar biaya liburan tidak memberatkan.
Kenapa B benar: B paling cocok sebagai kelanjutan sebab-akibat: karena mereka sudah menabung, mereka tidak terlalu memikirkan biaya lagi.
Analisis opsi lain:
- A bertentangan: jika biaya jadi persoalan, kalimat “sudah menabung” menjadi tidak efektif sebagai alasan.
- C kurang tepat: fokusnya bukan “belum dibicarakan”, tetapi “sudah dipersiapkan” lewat menabung.
- D kurang tepat: cerita sudah membahas rencana tempat; jadi “semua rencana belum dibicarakan” tidak selaras.
Soal 28
ibu membeli pisang ambon di sukabumi.
Kata yang harus menggunakan huruf kapital pada kalimat tersebut adalah ....
- Ibu dan Sukabumi.
- Ibu dan Pisang Ambon.
- Ibu dan Ambon.
- Ibu, Ambon dan Sukabumi.
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Aturan huruf kapital yang dipakai:
- Awal kalimat: “Ibu” harus kapital.
- Nama tempat: “Sukabumi” harus kapital.
- Nama khusus pada jenis/penamaan: “pisang Ambon” lazim ditulis dengan kapital pada unsur nama khasnya.
Kenapa D benar: D memuat tiga kata yang memang perlu kapital: Ibu, Ambon, Sukabumi. Kata “pisang” tetap huruf kecil karena nama jenis.
Opsi lain kurang lengkap: ada yang tidak memasukkan Sukabumi atau tidak memasukkan Ambon.
Soal 29
Perhatikan penggalan pantun berikut ini!
| Burung merpati terbang tinggi |
| Hinggap di dahan pohon mangga |
| .... |
| .... |
Kalimat yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
- Jika ingin menjadi orang terpuji
Banyak-banyaklah tertawa - Tidak ada gunanya kita mengaji
Jika tak suka berdusta - Jika ingin menjadi orang terpuji
Biasakanlah banyak bicara - Tak ada gunanya kita mengaji
Jika berani kepada orang tua
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Alasan isi: Pantun nasihat seharusnya memberi pesan moral yang masuk akal. “Tak ada gunanya kita mengaji jika berani kepada orang tua” adalah nasihat jelas: ilmu/ibadah tidak bermakna jika tidak berbakti.
Alasan rima: Pantun umumnya berpola rima silang (baris 1 berima dengan baris 3, baris 2 berima dengan baris 4).
Baris 1 berakhir “tinggi” cocok dengan “mengaji”.
Baris 2 berakhir “mangga” cocok dengan “orang tua”. Jadi rima D paling pas (rima \(\approx\) cocok, bukan dipaksa).
Analisis opsi lain:
- A rimanya cocok, tetapi nasihatnya janggal: menjadi terpuji bukan karena “banyak tertawa”.
- B maknanya rancu karena “jika tak suka berdusta” (kalau tidak suka berdusta justru baik).
- C nasihatnya kurang tepat: “banyak bicara” tidak otomatis membuat terpuji.
Soal 30
Perhatikanlah penggalan pantun di bawah ini!
| .... |
| Tanduk hewan patah di taman |
| Bila engkau suka marah |
| Tidak kawan tidak teman |
Kalimat yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah ....
- Burung jalak hinggap di dahan
- Pohon bakau berbunga meriah
- Bunga mawar bercabang dua
- Air danau terlihat jernih
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Logika rima pantun: Baris 2 berakhir “taman” dan baris 4 berakhir “teman” (rima -an). Maka baris 1 sebaiknya berima dengan baris 3 yang berakhir “marah” (rima -ah).
Kenapa B benar: “Pohon bakau berbunga meriah” berima -ah, sehingga cocok ditempatkan sebagai baris 1. Opsi lain berakhir -an/-a/-ih yang tidak seirama dengan “marah”. Dengan demikian kecocokan rima B \(\gt\) opsi lain.
Analisis opsi lain:
- A berakhir “dahan” (rima -an), tidak cocok untuk baris 1 karena harus mengikuti rima baris 3 (-ah).
- C berakhir “dua” (rima -a), tidak sesuai.
- D berakhir “jernih” (rima -ih), tidak sesuai.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia Tahun 2010
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2010 – Paket 10