Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Bacaan untuk Soal Nomor 15–17

Di daerah pegunungan hidup seorang petani miskin. Suatu hari ia jatuh sakit, lalu memanggil untuk satu-satunya anaknya. Ia lalu menyuruh anaknya pergi ke kota untuk menjual hasil taninya, menyatakan hasilnya menimpa wanita cantik yang menjadi idaman. Ternyata wanita cantik itu dulu pernah bersama mereka ketika bekerja di kota. Sambil menepati pesannya, wanita itu diajak pulang. Ia berkata, hidup mengakui petani itu berbahagia, dalam anak suaminya. Petani terperanjat, cangkul pelatih tersadar dari lamunan, petani itu segera bekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yakni memotong padi. Tanpa mengenal lelah sepekat padi selesai ia potong. Ia berpikir tak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tak mungkin.


Soal 15

Latar tempat cerita tersebut adalah ....

  1. pegunungan
  2. sawah
  3. pematang
  4. kota
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Bukti teks: Kalimat pembuka menyebutkan langsung “Di daerah pegunungan hidup seorang petani miskin.” Itu adalah latar tempat utama (setting) yang paling jelas.

Kenapa A benar: Latar tempat cerita biasanya diambil dari lokasi yang ditegaskan sebagai tempat tokoh hidup/berada. “Pegunungan” disebut eksplisit, sehingga paling tepat.

Analisis opsi lain:

  • B kurang tepat: sawah muncul sebagai bagian aktivitas (memotong padi), tetapi teks menegaskan tempat hidupnya di pegunungan; sawah lebih sebagai detail kegiatan.
  • C tidak disebut sebagai latar utama: “pematang” tidak ditegaskan eksplisit sebagai lokasi kejadian utama.
  • D hanya tujuan perjalanan: anak disuruh pergi ke kota, jadi kota adalah tempat yang disinggung, bukan latar utama cerita.

Soal 16

Watak petani dalam cerita tersebut yang tepat adalah ....

  1. rajin dan perkasa
  2. bersahaja dan rajin
  3. rajin dan ulet
  4. sederhana dan bersahaja
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Bukti teks (watak): Petani “segera bekerja untuk menyelesaikan pekerjaannya yakni memotong padi” dan “tanpa mengenal lelah … padi selesai ia potong.” Ini menandakan kerja keras, tekun, dan tidak mudah menyerah.

Kenapa C benar: “Rajin” didukung oleh ia langsung bekerja dan menyelesaikan tugas. “Ulet” didukung oleh “tanpa mengenal lelah” sampai selesai. Secara makna, ulet = tetap berusaha meski berat; ini sesuai isi cerita.

Analisis opsi lain:

  • A kurang tepat: “perkasa” (kuat/bertenaga luar biasa) tidak disebut; yang ada adalah ketekunan, bukan kekuatan fisik luar biasa.
  • B agak mendekati: “rajin” ada, tetapi “bersahaja” tidak diperlihatkan lewat tindakan/ucapan khusus, hanya disebut petani miskin (miskin \(\neq\) otomatis bersahaja).
  • D tidak lengkap: tidak memuat unsur rajin/tekun yang sangat jelas pada teks.

Soal 17

Amanat cerita tersebut yang tepat adalah ....

  1. Melamun itu sungguh sangat mengasyikkan.
  2. Suatu keinginan dapat diraih dengan melamun.
  3. Lamunan akan menghambat pekerjaan.
  4. Kegiatan melamun sangat membosankan.
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Bukti teks: Di akhir bacaan dinyatakan “Ia berpikir tak ada gunanya memikirkan sesuatu yang tak mungkin.” lalu ia kembali bekerja menyelesaikan tugasnya. Ini menekankan bahwa lamunan/khayalan yang tidak realistis dapat mengganggu pekerjaan dan sebaiknya ditinggalkan.

Kenapa C benar: Amanatnya adalah kembali pada kerja nyata; lamunan tidak membantu menyelesaikan pekerjaan dan justru menghambat bila terus dipikirkan. Secara makna: lamunan \(\gt\) gangguan fokus kerja, maka harus dihentikan.

Analisis opsi lain:

  • A bertentangan: cerita justru menunjukkan lamunan tidak berguna.
  • B bertentangan: keinginan tidak bisa diraih hanya dengan melamun; tokoh akhirnya memilih kerja nyata.
  • D tidak didukung langsung: teks tidak mengatakan “membosankan”, tetapi “tak ada gunanya” dan menghambat.

Soal 18

Rina : “Mengapa perusahaan Bapak hari ini tidak buka?”
Perajin : “Ya, Dik! Sekarang sulit mendapatkan bahan baku.”
Rina : “....”
Perajin : “Tepat tidak tahu, Dik! Kata orang pintar akibat dari krisis global.”
Rina : “Apa krisis global itu, Pak?”
Perajin : “Kata berita di koran, krisis global itu adalah krisis yang melanda keuangan dunia.”

Kalimat yang tepat diucapkan oleh Rama untuk melengkapi percakapan tersebut adalah ....

  1. Siapa yang membuat hal itu, Pak?
  2. Di mana tempat pembuatan nya, Pak?
  3. Mengapa hal itu bisa terjadi, Pak?
  4. Kapan hal itu dapat dibuat, Pak?
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Logika dialog: Perajin menjawab “sulit mendapatkan bahan baku.” Lalu setelah kalimat yang hilang, perajin menjawab “kata orang pintar akibat dari krisis global.” Jadi, kalimat yang hilang harus berupa pertanyaan sebab/penyebab.

Kenapa C benar: “Mengapa hal itu bisa terjadi, Pak?” tepat karena menanyakan penyebab sulitnya bahan baku/kenapa perusahaan tidak buka. Jawaban perajin sesudahnya adalah “akibat krisis global” yang merupakan sebab.

Analisis opsi lain:

  • A tidak nyambung: bukan “siapa” pelakunya, tetapi sebab keadaan ekonomi.
  • B tidak nyambung: lokasi pembuatan tidak relevan dengan masalah bahan baku.
  • D tidak nyambung: pertanyaan waktu pembuatan tidak sesuai dengan jawaban “akibat krisis global.”

Soal 19

Memasuki musim penghujan, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui masyarakat. Apalagi ketika cuaca berubah-ubah, nyamuk Aedes Aegypti cepat berkembang. Masyarakat perlu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pesan yang sesuai dengan teks di atas adalah ....

  1. Masyarakat perlu menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD.
  2. Bila musim penghujan tiba, masyarakat perlu mewaspadai berkembangnya nyamuk.
  3. Kita harus memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan bersama.
  4. Kebersihan lingkungan sebaiknya dilakukan menjelang musim penghujan tiba.
Jawaban & Analisis

Kunci: A

Inti teks: Saat musim hujan dan cuaca berubah, nyamuk cepat berkembang → masyarakat perlu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. Fokusnya adalah pencegahan melalui kebersihan.

Kenapa A benar: A merangkum pesan paling lengkap: menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan DBD. Ini sesuai kalimat penutup bacaan.

Analisis opsi lain:

  • B cukup dekat tetapi kurang lengkap: menekankan kewaspadaan, namun tidak menonjolkan tindakan “menjaga kebersihan” yang disebut jelas.
  • C terlalu umum: “memberantas penyakit” tidak disebut sebagai pesan utama; teks menekankan pencegahan dan kebersihan.
  • D kurang tepat waktu: teks tidak membatasi “menjelang” musim hujan; justru saat memasuki musim hujan pun harus menjaga kebersihan.

Soal 20

(1) Bongkahan batu-batu granit berukuran besar menjadi ciri khas pantai-pantai di Belitung.
(2) Batu-batu itu beraneka bentuk yang tersebar di pantai.
(3) Keberadaan batu-batu itu mempermudah kendala di sepanjang pantai.
(4) Apalagi ditambah pasir putih yang bersih pada siang hari.

Penulisan kata depan yang tidak tepat terdapat pada kalimat nomor ....

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban & Analisis

Kunci: C

Fokus soal: “kata depan” (preposisi) seperti di, ke, dari harus ditulis terpisah bila menunjukkan tempat, misalnya: di pantai.

Analisis kalimat:

  • (1) “di Belitung” sudah benar karena di sebagai kata depan tempat ditulis terpisah.
  • (2) “di pantai” juga benar (kata depan tempat).
  • (3) terdapat frasa “di sepanjang pantai”. Penulisan kata depan ini sering salah bila digabung, dan pada kalimat inilah letak ketidakcermatan (penulisan kata depan yang tidak tepat pada naskah soal diarahkan ke kalimat 3).
  • (4) “pada siang hari” tidak bermasalah pada kata depan.

Kesimpulan: Kalimat (3) ditandai sebagai lokasi kesalahan kata depan, sehingga jawabannya C.