Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Bacaan (untuk soal 19–21)

Bu Kelinci tinggal bersama anak-anaknya di dalam hutan. Mereka tinggal berdekatan dengan keluarga ayam. Suatu hari, Bu Kelinci ingin pergi ke suatu lembah. Ia berpesan agar anaknya tidak membuka pintu rumah, kecuali untuknya. Agar anaknya tidak salah mengenali, Bu Kelinci mengajarkan sebuah lagu. Jika lagu itu dinyanyikan di depan pintu, maka Bu Kelinci yang datang. Namun, tanpa mereka ketahui, ternyata Musang ikut mendengarkan lagu tersebut.

Bu Kelinci akhirnya pergi. Musang segera datang ke depan pintu. Ia menyanyikan lagu yang didengarnya tadi. Mendengar lagu itu, anak kelinci menjadi ragu. Bukankah ibunya baru saja pergi? Kok bunyinya sudah kembali? Suara yang didengarnya juga tidak seperti suara ibunya. Haruskah ia membuka pintu?

Namun anak kelinci tidak segera membuka pintu. Ia mengintip lewat celah di bawah pintu. Ia melihat sepasang kaki milik musang. Anak kelinci berteriak sehingga Pak Ayam dan keluarganya berdatangan. Musang ketakutan dan segera pergi menuju goa.

Pak Ayam dan keluarganya menjelaskan bahwa “lari” karena hewan sejenis musang dan peliharaannya memang kurang cocok ditanam pada lahan banyak air. Namun, tidak berarti tanaman tersebut tidak memerlukan air. Semua tanaman membutuhkannya. Namun, tanaman sejenis palawija dan sayuran hanya memerlukan pengairan pada saat-saat tertentu. Tanah tempat tanaman itu tumbuh tidak boleh basah atau tergenang air terus-menerus. Jika air sampai menggenang terus-menerus, akar atau batangnya dapat membusuk.


Soal 19

Tokoh utama cerita tersebut adalah ....

  1. Bu Kelinci
  2. Anak kelinci
  3. Musang
  4. Pak ayam
Lihat jawaban & analisis

Jawaban: A

Analisis: Tokoh utama adalah tokoh yang menjadi pusat peristiwa dan penggerak cerita. Cerita dibuka dengan kehidupan Bu Kelinci, rencananya pergi ke lembah, pesannya agar pintu tidak dibuka, serta cara mengenali lewat lagu. Peristiwa musang meniru lagu terjadi karena musang “ikut mendengarkan lagu tersebut” yang awalnya diajarkan Bu Kelinci.

  • A. Benar: Bu Kelinci menjadi pusat cerita (pesan, lagu, pemicu konflik).
  • B. Penting, tetapi lebih sebagai tokoh pelaksana pesan (mengintip, berteriak) setelah konflik muncul.
  • C. Tokoh antagonis/pengganggu, tetapi bukan pusat cerita dari awal sampai akhir.
  • D. Tokoh pendukung yang datang setelah konflik terjadi (membantu mengusir musang).

Soal 20

Latar tempat cerita tersebut adalah ....

  1. dalam hutan
  2. dalam goa
  3. depan rumah
  4. suatu lembah
Lihat jawaban & analisis

Jawaban: C

Analisis: Latar tempat adalah lokasi utama terjadinya kejadian inti. Kejadian inti (ujian apakah pintu dibuka atau tidak, musang menyanyikan lagu, anak kelinci mengintip, lalu berteriak) semuanya terjadi di area pintu rumah—artinya berpusat di depan rumah.

  • A. “Dalam hutan” hanya latar umum (wilayah tinggal), tetapi bukan lokasi spesifik peristiwa inti.
  • B. “Dalam goa” hanya disebut saat musang lari menuju goa, bukan tempat utama konflik.
  • C. Benar: “Musang segera datang ke depan pintu” lalu anak kelinci mengintip “lewat celah di bawah pintu”.
  • D. “Suatu lembah” hanya tujuan Bu Kelinci, bukan tempat kejadian utama.

Catatan logis: tempat “depan rumah” lebih spesifik daripada “dalam hutan”, sehingga menjadi latar utama peristiwa. Secara penentuan latar, yang spesifik biasanya lebih kuat (\( \text{spesifik} \gt \text{umum} \)).


Soal 21

Watak anak kelinci pada cerita tersebut adalah ....

  1. peduli
  2. cerdik
  3. ragu
  4. takut
Lihat jawaban & analisis

Jawaban: B

Analisis: Walau anak kelinci sempat “menjadi ragu”, tindakannya menunjukkan kecerdikan: ia tidak langsung membuka pintu, melainkan memeriksa kebenaran dengan mengintip lewat celah, mengenali “sepasang kaki milik musang”, lalu meminta bantuan dengan berteriak agar Pak Ayam datang.

  • A. “Peduli” tidak tampak sebagai sifat dominan; fokus cerita pada kehati-hatian dan strategi.
  • B. Benar: ia menyelidiki lewat celah dan mengambil tindakan tepat (tidak membuka pintu, meminta bantuan).
  • C. “Ragu” hanya keadaan sesaat, bukan watak utama yang ditonjolkan.
  • D. “Takut” tidak ditunjukkan sebagai pengendali tindakan; justru ia bertindak cerdas dan tegas.