Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 52

(1) Aku sudah selesai belajar. (2) Besok aku siap ulangan. (3) Ingin mendapat nilai yang baik, aku lebih lama belajar dan lebih sungguh-sungguh. (4) Mudah-mudahan aku mendapat nilai bagus pada ulangan besok.

Kalimat majemuk dalam paragraf tersebut ditandai nomor ........

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Kalimat majemuk adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu unsur predikat atau mengandung gabungan klausa (misalnya ada anak kalimat/induk kalimat atau beberapa peristiwa yang dirangkaikan).

  • Kalimat (3) memuat hubungan tujuan/sebab dan rangkaian tindakan: “Ingin mendapat nilai yang baik” (keterangan tujuan) + “aku lebih lama belajar” + “dan lebih sungguh-sungguh” (dua predikat/tindakan yang dirangkaikan dengan dan). Ini menunjukkan bentuk majemuk/bertingkat (karena ada keterangan tujuan) sekaligus majemuk setara pada predikatnya.
  • A (1) sederhana: satu peristiwa “sudah selesai belajar”.
  • B (2) sederhana: satu peristiwa “siap ulangan”.
  • C (benar) (3) mengandung gabungan bagian kalimat dan perangkaian tindakan.
  • D (4) sederhana: harapan “mudah-mudahan ... mendapat ...”.
Nomor Ciri Jenis
(1)1 peristiwaTunggal
(2)1 peristiwaTunggal
(3)tujuan + rangkaian tindakan (“dan”)Majemuk
(4)1 peristiwa (harapan)Tunggal

Karena (3) paling jelas memiliki struktur majemuk


Soal 53

(1) Saya menjadi dokter.
(2) Saya akan membuka praktik gratis bagi pasien yang kurang mampu.

Penggabungan kedua kalimat tersebut yang menyatakan hubungan pengandaian adalah........

  1. Saya akan membuka praktik gratis bagi pasien yang kurang mampu karena saya dokter.
  2. Saya menjadi dokter bagi pasien yang ekonominya kurang mampu dengan gratis.
  3. Seandainya saya menjadi dokter, saya akan membuka praktik gratis bagi pasien yang kurang mampu.
  4. Saya menjadi dokter supaya dapat membuka praktik gratis bagi pasien yang tidak mampu.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Hubungan pengandaian ditandai kata/ungkapan seperti seandainya, andaikan, jika. Opsi C secara eksplisit menggunakan “Seandainya ...” sehingga menyatakan syarat/pengandaian: jika menjadi dokter, maka akan membuka praktik gratis.

  • A menyatakan hubungan sebab (“karena”), bukan pengandaian.
  • Bsusunan kalimatnya tidak jelas dan tidak menyatakan pengandaian.
  • C (benar) menyatakan pengandaian dengan “Seandainya”.
  • D menyatakan tujuan (“supaya”), bukan pengandaian.
Opsi Penanda hubungan Jenis hubungan
Akarenasebab
B-tidak jelas
Cseandainyapengandaian
Dsupayatujuan

Karena hanya C memakai penanda pengandaian


Soal 54

Dalam rumahnya, Kartini menunggu Bejo di tengah gemericiknya hujan yang mulai turun lagi.
"Tuhan, kasihanilah orang-orang miskin, anak yatim piatu di emper toko. Lindungilah dari hati manusia yang dingin. Hangatkan yang tidak punya pakaian dengan belaian tangan-Mu. Ingatlah orang kere macam kami yang selalu menggapai-gapai rumah gedongan. Ingatlah pula ........"

Sampai di situ Kartini berhenti berdoa. Ia ingat Tayi, suaminya berjuang menghidupi tanpa kenal lelah. Bibir Kartini gemetar menyebut orang yang paling ia cintai itu. Dadanya berdegup kencang, berdentam-dentam. Ia merasakan sesuatu yang asing, yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, rasa kehilangan dan kesedihan mendalam, begitu menyayat dan merisak hatinya.

Watak Kartini dalam kutipan tersebut adalah ........

  1. cengeng dan putus asa
  2. sabar dan tawakal
  3. keras kepala dan setia
  4. setia dan pemarah
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Analisis: Kutipan menunjukkan Kartini sedang berdoa memohon perlindungan dan pertolongan Tuhan bagi orang miskin serta anak yatim, lalu ia teringat suaminya dan merasakan duka yang dalam. Sikap berdoa dan menyerahkan harapan kepada Tuhan menunjukkan tawakal, sedangkan keteguhan menunggu serta menerima keadaan dengan doa menunjukkan sabar.

  • A “cengeng dan putus asa” tidak tepat: Kartini memang sedih, tetapi ia tidak menyerah; ia berdoa dan tetap berharap.
  • B (benar) “sabar dan tawakal” sesuai: berdoa, memohon, dan menerima dengan berserah diri.
  • C “keras kepala” tidak tampak dalam kutipan; “setia” ada, tetapi pasangan sifatnya tidak tepat.
  • D “pemarah” tidak ada bukti dalam kutipan.
Watak Bukti dalam kutipan Sesuai?
Sabarmenunggu, menahan rasa, tetap berdoaYa
Tawakalmemohon perlindungan Tuhan, menyerahkan harapanYa
Pemarahtidak adaTidak
Putus asatidak tampak menyerahTidak

Karena “sabar dan tawakal” paling didukung kutipan


Soal 55

Tanah Kelahiran

Seruling di pasir ipis, merdu
antara gundukan pohon pina
tembang menggema di dua kaki
Burangrang - Tangkuban perahu
jamrut di pucuk-pucuk
jamrut di air ipis menurun
membelit tangga di tanah merah
dikenal gadis-gadis dari bukit
nyanyikan kentang sudah digali
kenakan kebaya ke pewayangan
jamrut di pucuk-pucuk
jamrut di air ipis menurun

Suasana puisi tersebut adalah ........

  1. sunyi dan senyap
  2. hening dan mencekam
  3. tenang dan damai
  4. sunyi dan mencekam
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Puisi melukiskan keindahan alam dan bunyi yang lembut: “seruling ... merdu” serta “tembang menggema”. Diksi “jamrut di pucuk-pucuk” dan “jamrut di air ipis menurun” memberi kesan hijau, segar, dan mengalun (repetisi), sehingga suasananya lebih terasa menenteramkan, bukan menakutkan.

  • A “sunyi dan senyap” kurang tepat karena puisi justru menghadirkan bunyi: seruling merdu dan tembang menggema.
  • B “hening dan mencekam” tidak didukung kata yang bernuansa ancaman; citraan yang muncul adalah keindahan alam dan kegiatan masyarakat (gadis-gadis, kentang, kebaya).
  • C (benar) “tenang dan damai” paling sesuai dengan citraan bunyi lembut dan panorama alam.
  • D “sunyi dan mencekam” juga tidak sesuai karena tidak ada unsur ketegangan atau ancaman.
Petunjuk dalam puisi Contoh diksi Arah suasana
Citra bunyi lembut “seruling ... merdu”, “tembang menggema” tenang
Citra alam indah “jamrut di pucuk-pucuk”, “tanah merah”, “bukit” damai
Kegiatan manusia wajar “gadis-gadis”, “kentang sudah digali”, “kebaya” harmonis

Karena suasana yang dibangun adalah harmonis dan menenteramkan, C