Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 26

Perhatikan cerita berikut!

Beni dan Beno adalah kakak beradik kembar. Mereka sedang mencari makan. Setelah berjalan menuruni kebun, Beni mendapatkan siput kecil untuk dimakannya. Sementara Beno, adiknya masih asyik berjalan di belakang Beni.

“Ayo makan Beni! Kakak menunggu!” teriak Beni pada adiknya.

Beno berlari mendekat.

“Ini untukmu, ayo kita makan!” kata Beni.

Beno makan sangat lahap. “Kak, makananku habis. Aku masih lapar. Huhuhu,” kata Beno sambil menangis.

“Ya sudah jangan menangis ya, ini untukmu saja,” ucap Beni sambil menyodorkan makanan untuk adiknya.

Keteladanan dari tokoh Beni pada cerita tersebut adalah ....

Asangat sayang pada adiknya
Brela berkorban demi kakaknya
Cpandang menyerah untuk mencapai tujuan
Dberjuang tanpa pamrih untuk mencapai tujuan
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Beni membagi makanan yang ia dapatkan dan bahkan memberikan jatahnya ketika Beno masih lapar. Ini menunjukkan kasih sayang kepada adik (tindakan memberi \( \gt \) sekadar berkata-kata).

B
Salah arah: Beni adalah kakak, bukan “berkorban demi kakaknya”. Yang dikorbankan untuk adik, bukan untuk kakak.

C
Tidak ada unsur menyerah dalam cerita. Fokus cerita tentang berbagi makanan, bukan tentang menyerah.

D
Ini tentang perjuangan mencapai tujuan, padahal cerita tidak membahas tujuan besar/kompetisi. Unsur utama adalah berbagi dan menyayangi adik.


Soal 27

Bacalah cerita berikut!

“Saah, Buat tahukah kamu apa yang menyebabkan Santri tertampar hari ini?” kata Dia. “Aku juga heran. Tidak biasanya Santri tersenyum seperti ini,” jawab Saah. “Mari, kita cari tahu,” kata Buaya. Kemudian mereka berdua mendekati Santri. “Santri, apakah kamu sakit?” tanya Dia. Santri tersenyum sambil berkata, “Terima kasih teman-teman atas perhatian kalian. Aku sehat. Aku hanya baru saja bersedih karena kesal, kalian lihat disebelah parang. Ayahku tidak suka karena ia kuat. Santri, Sebahaya di rumah, Saah, Buaya, dan Dia menceritakan kejadian tadi kepada orang tua mereka. Mereka bersepakat membantu ayah Santri.”

Tokoh utama dalam cerita tersebut adalah ....

ADia
BSaah
CBuaya
DSantri
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: D

Analisa per opsi:

A
Dia memang memulai percakapan, tetapi pusat peristiwa bukan pada Dia. Cerita berputar pada “Santri” yang tertampar/bersedih, ditanya keadaannya, lalu dibantu.

B
Saah hanya teman yang ikut bertanya dan mencari tahu. Perannya pendukung, bukan fokus utama.

C
Buaya juga tokoh pendukung (mengajak mencari tahu). Bukan tokoh yang masalahnya dibahas.

D
Santri menjadi pusat masalah dan perhatian: kejadian “Santri tertampar”, dicari sebabnya, ditanya, lalu teman-temannya sepakat membantu ayah Santri. Jadi tokoh utamanya adalah Santri (porsi Santri dalam alur \( \gt \) tokoh lain).


Soal 28

Trub! Lalu teman-teman... Segak tadi, ia tidak berkonsentrasi saat pelajaran.

Pandangan matanya kabur dan berkunang-kunang. Tidak lama kemudian badannya tergeletak pingsan di lantai kelas. Teman-teman Lala segera membawanya ke Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Selanjutnya mereka memanggil guru.

“Aduh, di mana aku?” tanya Lala.

Teman di sampingnya menjawab, “Kamu pingsan.”

“Bagaimana kamu bisa pingsan Lala?” tanya guru.

“Sebelum berangkat sekolah saya tidak sempat sarapan,” jawab Lala.

Tema cerita tersebut adalah ....

Akemandirian
Bkesehatan
Ckerjasama
Dkedisiplinan
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: B

Analisa per opsi:

A
Cerita tidak menonjolkan usaha mandiri Lala untuk menyelesaikan sesuatu. Fokusnya pada kondisi fisik (pingsan) akibat tidak sarapan.

B
Inti cerita: Lala pusing, pingsan, dibawa ke UKS, dan penyebabnya tidak sarapan. Ini jelas bertema kesehatan (kesehatan Lala \( \lt \) kondisi normal karena tidak makan).

C
Ada kerja sama teman-teman membawa Lala ke UKS, tetapi itu bagian pendukung. Pokok persoalan tetap kesehatan Lala dan pentingnya sarapan.

D
Kedisiplinan tidak tampak sebagai gagasan utama. Yang disebut hanya “tidak sempat sarapan”, bukan aturan disiplin sekolah.


Soal 29

Kirania anak yang cerdas. Ia mudah menangkap pelajaran yang diberikan gurunya. Padahal teman-temannya masih merasa kesulitan memahami penjelasan tersebut. Kirania memang anak yang ....

Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....

Aringan tangan
Bringan lidah
Cringan kepala
Dringan kaki
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
“Ringan tangan” berarti suka membantu atau cepat memberi bantuan, bukan cepat menangkap pelajaran.

B
“Ringan lidah” berarti mudah berbicara/banyak bicara. Ini tidak berhubungan langsung dengan kecerdasan memahami pelajaran.

C
“Ringan kepala” bermakna mudah memahami/cepat mengerti. Cocok dengan kalimat bahwa Kirania mudah menangkap pelajaran sementara teman-teman masih kesulitan (kemampuan Kirania \( \gt \) teman-temannya).

D
“Ringan kaki” berarti suka bepergian/sering pergi. Tidak cocok dengan konteks belajar.


Soal 30

Disaat dan Dista adalah saudara kembar. Mereka selalu tampak berdua. Suatu ketika terjadi perselisihan kecil di antara mereka tentang kegiatan di sekolah. Disaat dan Dista teringat pesan kedua orang tua mereka untuk saling mengingatkan kita tidak salah paham. Pernyataan mereka bagi perselisihan yang tepat untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah ....

AAir pun ada pasang surutnya
BAir dicincang takkan putus
CAir susu dibalas air tuba
DAir besar batu bersibak
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: B

Analisa per opsi:

A
“Air pun ada pasang surutnya” menggambarkan keadaan yang naik-turun (kehidupan/rezeki), bukan tentang persaudaraan yang tetap utuh meski berselisih.

B
“Air dicincang takkan putus” bermakna hubungan keluarga tidak akan putus walaupun terjadi pertengkaran. Ini tepat karena Disaat dan Dista bersaudara, sempat berselisih, lalu diingatkan untuk tidak salah paham dan saling mengingatkan (ikatan saudara \( \gt \) pertengkaran sesaat).

C
“Air susu dibalas air tuba” bermakna kebaikan dibalas dengan kejahatan. Tidak sesuai karena cerita tidak menunjukkan pengkhianatan, hanya perselisihan kecil.

D
“Air besar batu bersibak” bermakna kekuatan besar mengalahkan rintangan. Ini tidak cocok untuk konteks perdamaian saudara.