Soal 16
Bacalah cerita berikut!
Bu Kirta menjadi Kepala Kantor Pos Jingga. Dia sangat prihatin dengan keadaan kantor pos yang sepi. Anak-anak enggan pergi ke kantor pos. Mereka lebih suka bermain gawai.
“Bu, akan mengadakan Festival Jingga,” kata Bu Kirta kepada para pegawai.
“Untuk apa festival itu?” tanya salah satu pegawai.
“Untuk menarik anak-anak agar gemar ke Kantor Pos Jingga,” jawab Bu Kirta.
Semua pegawai setuju dengan rencana Bu Kirta. Bu Kirta mengundang anak-anak di sekolah-sekolah untuk mengikuti festival tersebut. Akan ada berbagai perlombaan dalam Festival Jingga. Ada lomba mewarnai, menggambar perangko, menulis surat, dan mendesain kartu pos. Pada saat Festival Jingga berlangsung, Kantor Pos Jingga tampak ramai. Anak-anak antusias mengikuti festival tersebut. Sejak saat itu, Kantor Pos Jingga tidak pernah sepi.
Cara Bu Kirta menarik anak-anak agar gemar ke Kantor Pos Jingga adalah ....
| A | merencanakan berbagai lomba menulis untuk memeriahkan Festival Jingga |
| B | memberi undangan kepada sekolah-sekolah agar pergi ke Kantor Pos Jingga |
| C | mengatur perlombaan menggambar untuk menyenangkan Kantor Pos Jingga |
| D | mengundang anak-anak untuk mengikuti berbagai lomba dalam Festival Jingga |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: D
Analisa per opsi:
A
Paragraf memang menyebut “menulis surat”, tetapi tidak hanya lomba menulis. Ada beberapa lomba lain. Jadi A terlalu sempit (cakupan A \( \lt \) isi cerita).
B
Bu Kirta memang mengundang anak-anak di sekolah-sekolah, tetapi tujuan undangan itu untuk mengikuti festival dan perlombaan. Opsi ini belum memuat inti strateginya (festival + lomba).
C
Cerita menyebut “menggambar perangko”, tetapi bukan satu-satunya kegiatan. Jadi C juga terlalu spesifik dan tidak mewakili gagasan utama.
D
Ini paling tepat karena merangkum tindakan utama Bu Kirta: mengundang anak-anak mengikuti Festival Jingga yang berisi berbagai lomba (jumlah lomba \( \gt 1 \)).
Soal 17
Bacalah cerita berikut!
“Ayo, apa yang mau ke kantin?” tanya Mitra pada ketiga temannya, Nabila, Amal, dan Najwa serentak menganggukkan kepala.
“Ayolah… aku lapar nih,” bujuk Mebel dengan manja.
“Aku belum lapar,” kata Najwa.
“Cini aja biar ilmu kita tambah mari kita ke sana,” ajak Nabila. Keempat anak itu berjalan bergandengan tangan.
“Boleh kami masuk, Pak?” tanya Amal.
“Silakan Nak, duduklah dengan tenang. Biar tidak mengganggu yang lain,” kata Pak Numan.
Keempat anak tersebut duduk berhadapan sambil membaca buku yang telah diambilnya. Dalam ruangan ternyata sudah banyak anak yang membaca buku. Buku tertata dengan rapi, sehingga memudahkan siswa untuk mencari buku yang diinginkan. Setelah beberapa menit, Mitra, Amal, Nabila, dan Najwa meninggalkan buku yang dibaca. Mereka senang karena sudah mendapat ilmu yang berguna.
Cerita tersebut menggunakan latar ....
| A | suasana |
| B | tempat |
| C | waktu |
| D | sosial |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: B
Analisa per opsi:
A
Suasana memang “tenang”, tetapi inti yang paling jelas ditunjukkan adalah lokasi (ruangan dengan banyak anak membaca, buku tertata rapi).
B
Tempatnya jelas: perpustakaan/ruang baca (ada banyak anak membaca, buku tertata rapi, ada Pak Numan yang mengatur agar tidak mengganggu). Ini latar tempat paling kuat.
C
Tidak ada penanda waktu yang spesifik (misal pagi/siang/hari tertentu). Jadi latar waktu tidak dominan.
D
Latar sosial berkaitan dengan keadaan masyarakat/kelas sosial/budaya tertentu. Cerita ini fokus pada kegiatan membaca di suatu tempat, bukan kondisi sosial.
Soal 18
Bacalah cerita berikut!
Kelinci yang suka membanggakan diri menantang penghuni hutan untuk balapan lari. Munculah seekor kura-kura menerima tantangannya. Teman ini menjadi bahan tertawaan bagi si isi hutan, termasuk kelinci. Kelinci menganggap ini hal yang lucu saja, namun kura-kura menyatakan bersedia.
Balapan dimulai. Kelinci menunjukkan kecepatan larinya. Sementara, kura-kura jauh tertinggal. Di tengah jalan, kelinci merasa bahwa kura-kura tak mungkin dapat menyusulnya. Oleh karena itu, kelinci memutuskan untuk singgah di kebun wortel. Ia ingin makan wortel hingga kenyang. Karena sudah kenyang, ia merasa ngantuk dan tertidur. Ketika ia bangun ia sudah hampir menjelang malam. Karena kelinci berkeyakinan bahwa ia harus tetap berusaha. Meskipun lambat, ia harus mencapai garis akhir. Pada akhirnya, kura-kura berhasil memenangkan perlombaan.
Watak kura-kura dalam cerita tersebut adalah ....
| A | ulet |
| B | sabar |
| C | cerdik |
| D | terampil |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: A
Analisa per opsi:
A
Kura-kura tetap berusaha meskipun lambat dan tertinggal, sampai akhirnya mencapai garis akhir dan menang. Ini menunjukkan sifat ulet (terus-menerus berusaha), konsisten sampai selesai.
B
Sabar mungkin ada, tetapi yang paling ditonjolkan adalah kegigihan/ketekunan untuk terus berjalan sampai finis. Jadi “ulet” lebih tepat daripada sekadar “sabar”.
C
Tidak ada strategi licik/akal-akalan yang ditunjukkan kura-kura. Kemenangannya karena konsisten berjalan, bukan karena tipu daya.
D
Terampil berarti punya keterampilan khusus. Cerita tidak menunjukkan keterampilan tertentu, melainkan ketekunan. Karena itu D kurang cocok.
Soal 19
Bacalah cerita berikut!
Dodo anak yang pandai berbicara. Ia bercerita selalu mendapat nilai sempurna di kelasnya. Teman-temannya menyebutnya sebagai bintang kelas. Suatu ketika datanglah Rudi sepupunya dari kampung.
“Dodo, apa kamu bisa membantuku mengerjakan soal ini?” tanya Rudi.
Ia meminta Dodo untuk membantunya menyelesaikan pelajaran rumah miripnya.
“Oh, tentu saja. Kamu akan kujari supaya nilaimu sempurna juga seperti aku,” jawab Dodo.
Tidak berapa lama, Dodo merasa kesulitan menyelesaikan soal tersebut. Ia terlihat kebingungan dan akhirnya menyerah.
“Wah wah wah, kamu ini Dodo. Ternyata kamu itu burung beo,” kata Rudi.
Dodo hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil tertawa.
“Maaf Rudi. Kita tanya ayahku saja,” ujar Dodo.
Makna kata burung beo pada paragraf tersebut adalah pandai ....
| A | meniru dengan kata-kata |
| B | meniru kata-kata pintarnya |
| C | menangkap kata tidak tahu artinya |
| D | berbicara tanpa memahami maknanya |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: D
Analisa per opsi:
A
“Meniru dengan kata-kata” masih terlalu umum. Burung beo terkenal menirukan ucapan, tetapi inti sindiran pada cerita adalah meniru tanpa memahami isi pelajaran.
B
Ini menambahkan kata “pintarnya” yang tidak ditegaskan di cerita. Selain itu, fokusnya bukan pada “pintar”, melainkan pada paham/tidak paham.
C
Kalimatnya janggal dan tidak tepat makna. Cerita menunjukkan Dodo banyak bicara dan terkenal, tetapi kesulitan saat benar-benar mengerjakan soal.
D
Ini sesuai konteks: Dodo dikenal pandai berbicara dan disebut bintang kelas, tetapi saat diminta membantu soal ia kesulitan dan menyerah. Artinya ia seperti burung beo: banyak bicara/meniru, namun tidak memahami makna/isi (pemahaman Dodo \( \lt \) kesan yang terlihat).
Soal 20
Bacalah cerita berikut!
Kucing sedang makan sup ikan ketika Bangau bermain ke rumahnya. Dia membagi sup itu untuk Bangau dalam mangkuk kecil. Bangau hanya terdiam memandang sup itu.
“Bangau, mengapa kau hanya diam saja dan tidak memakan sup ini?” tanya Kucing.
“Paruhku panjang jadi sulit untuk memakannya,” jawab Bangau.
Kucing lalu mencari ide agar Bangau bisa memakan sup itu. Dia tidak memiliki mangkuk besar. Akhirnya dia memasukkan sup itu dalam plastik.
“Ambil ini dan bawalah pulang agar kamu bisa memakannya di rumah!” kata Kucing.
“Terima kasih, kamu baik sekali,” jawab Bangau.
Akhir cerita tersebut adalah ....
| A | Bangau berterima kasih kepada Kucing karena telah diberi sup. |
| B | Kucing memasukkan sup dalam plastik untuk dibawa pulang Bangau. |
| C | Bangau membawa sup pemberian Kucing dan memakannya di rumah. |
| D | Bangau tidak dapat makan sup pemberian Kucing karena paruhnya panjang. |
Lihat jawaban & analisa
Jawaban: A
Analisa per opsi:
A
Ini sesuai kalimat penutup cerita: “Terima kasih, kamu baik sekali,” jawab Bangau. Jadi, bagian akhir yang paling tepat adalah Bangau berterima kasih.
B
Ini memang terjadi, tetapi itu belum bagian penutup. Setelah itu masih ada kalimat terakhir (Bangau berterima kasih). Jadi B adalah peristiwa sebelum akhir (posisinya \( \lt \) kalimat penutup).
C
Cerita tidak menyatakan Bangau benar-benar memakannya di rumah; hanya “bawalah pulang agar kamu bisa memakannya di rumah”. Itu baru kemungkinan, bukan peristiwa yang diceritakan.
D
Ini masalah awal cerita, bukan akhir. Bahkan masalahnya diselesaikan dengan sup dimasukkan ke plastik.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia - Halaman 10