No 1
- Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi, berbeda dengan pola sehari atau dua hari sebelumnya.
- Pada Jumat dan Sabtu ini, hujan disertai sambaran petir.
- Menurut peneliti klimatologi di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, fenomena cold pool berada di balik kehadiran petir-petir semalam.
- Fenomen ini berbeda dengan hujan di Jakarta sehari dan dua hari sebelumnya.
- Mengikutinya lewat data radar cuaca, Erma sempat mengungkapkan bahwa potensi hujan Jakarta sama, sekalipun tak seluas malam dan dinihari sebelumnya.
- Pemilik gelar doktor ini menyebutkan bahwa masih ada potensi hujan dari Lampung dan Sumatera menjalar ke Jakarta via Cilegon menjelang Jumat tengah malam sampai Sabtu pagi karena angin dari utara (barat laut).
- Belakangan ini, Erma mendapati fenomena cold pool, yaitu yang berperan penting mengantarkan hujan dari laut ke daratan.
- Dijelaskannya bahwa cold pool adalah proses peluruhan suatu sel hujan yang menumbuhkan awan-awan konvektif baru secara cepat, sebagai suatu rentetan hujan yang sambung menyambung.
- Itulah mengapa muncul petir atau geluduk, yaitu menandakan pertumbuhan awan terjadi secara agresif.
Pernyataan yang paling tidak relevan dengan isi bacaan di atas adalah....
| (A) | Hujan disertai sambaran petir terjadi pada Jumat dan Sabtu di daerah Jakarta. |
| (B) | Hujan di Jakarta dan sekitarnya berbeda dengan sehari dan dua hari sebelumnya. |
| (C) | Jika pertumbuhan awan terjadi secara agresif, petir atau gluduk akan muncul. |
| (D) | Fenomena cold pool berperan penting mengantarkan hujan dari laut ke daratan. |
| (E) | Hujan yang terjadi pada di Jakarta menjalar dari Lampung dan Sumatra via Cilegon. |
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan detail
Langkah Analisis (Metode Logika Dasar SMA)
Dalam materi logika SMA, untuk menentukan pernyataan relevan atau tidak relevan, kita dapat memakai konsep:
Jika isi bacaan = ( P ) Pernyataan pilihan = ( Q ) Jika \( Q \subset P \) (sesuai isi teks) → relevan Jika \( Q \not\subset P \) (tidak sesuai atau menyimpang) → tidak relevan
Sekarang kita uji satu per satu.
(A) Kalimat (2) menyebutkan: “Pada Jumat dan Sabtu ini, hujan disertai sambaran petir.” Artinya sesuai dengan isi teks. \( Q_A \subset P \) → Relevan
(B) Kalimat (1) menyebutkan hujan berbeda dengan pola sehari atau dua hari sebelumnya. Ini sesuai isi bacaan. \( Q_B \subset P \) → Relevan
(C) Kalimat (9) menyebutkan petir muncul karena pertumbuhan awan terjadi secara agresif. Pilihan (C) berbentuk implikasi logika: Jika pertumbuhan awan agresif → petir muncul Secara logika SMA: Jika \( A \rightarrow B \) Di teks: ( A ) = pertumbuhan awan agresif ( B ) = muncul petir Karena hubungan sebab-akibat ini ada dalam teks, maka relevan. \( Q_C \subset P \) → Relevan
(D) Kalimat (7) menyatakan fenomena cold pool berperan penting mengantarkan hujan dari laut ke daratan. Ini sama persis dengan isi teks. \( Q_D \subset P \) → Relevan
(E) Teks menyebutkan: “masih ada potensi hujan dari Lampung dan Sumatera menjalar ke Jakarta via Cilegon” Perhatikan kata penting: potensi hujan Sedangkan pilihan (E) menyatakan secara pasti: “Hujan yang terjadi ... menjalar ...” Di sini terjadi perbedaan makna: Potensi hujan ≠ hujan yang benar-benar terjadi Dalam logika SMA: Potensi ≠ Kepastian Jika di teks: ( P = ) masih ada kemungkinan Pilihan (E): ( Q = ) sudah terjadi Karena \( Q \not\subset P \), maka pernyataan ini tidak relevan.
Kesimpulan: Pernyataan yang paling tidak relevan adalah (E)
No 2
Bacaan untuk soal berikut!
1Mengorbit 420 kilometer di atas Bumi, para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melihat cahaya terang di salah satu sudut planet yang kita tinggali ini. 2Cahaya itu bagaikan bintang yang bersinar di tengah kegelapan. 3Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA), Samantha Cristoforetti, memposting sebuah gambar di Twitter dan memperlihatkan titik terang yang tampak bersinar di Gurun Negev di Israel Selatan. 4Ia menyebutkan bahwa pemandangan itu sebagai “intriguing sight”. 5Anehnya, pemandangan itu terjadi pada siang hari. 6..., biasanya astronaut melihat kelap-kelip cahaya di Bumi pada malam hari yang tercipta oleh lampu yang ada di daratan.
7Menurut Cristoforetti, cahaya putih yang muncul di gurun cokelat itu adalah pembangkit listrik tenaga surya, salah satu teknologi untuk mengambil energi terbarukan dari matahari. 8Pembangkit listrik tenaga surya Ashalim di Gurun Israel merupakan salah satu menara tenaga surya tertinggi di dunia, dengan ketinggian mencapai 250 meter. 9Menara itu dikelilingi oleh 50.000 cermin yang memusatkan sinar matahari ke menara. 10Maka dari itu, tak heran jika pantulan cahayanya bisa terlihat di luar angkasa.
Pertanyaan:
Kata sambung antarkalimat yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (6) adalah....
(A) Akan tetapi
(B) Padahal
(C) Oleh karena itu
(D) Sedangkan
(E) Selain itu
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan (penjelasan dasar untuk pemula)
Jawaban yang benar adalah (B) Padahal.
Langkah 1: Memahami hubungan kalimat (5) dan (6)
Kalimat (5):
“Anehnya, pemandangan itu terjadi pada siang hari.”
Kalimat (6):
“..., biasanya astronaut melihat kelap-kelip cahaya di Bumi pada malam hari yang tercipta oleh lampu yang ada di daratan.”
Artinya:
- Fakta 1 → Cahaya terlihat pada siang hari.
- Fakta 2 → Biasanya cahaya terlihat pada malam hari.
Kedua fakta ini saling bertentangan.
Langkah 2: Gunakan “rumus hubungan makna” (materi SMA)
Dalam materi Bahasa Indonesia SMA, hubungan antarkalimat dapat dirumuskan sebagai berikut:
Jika:
Pernyataan A ≠ Kebiasaan umum
Maka hubungan = pertentangan
Secara logika sederhana:
Biasanya terjadi pada malam hari
Tetapi sekarang terjadi pada siang hari
Rumus hubungan:
Peristiwa Aktual ≠ Peristiwa Umum → Konjungsi Pertentangan
Langkah 3: Analisis pilihan jawaban
(A) Akan tetapi
Menunjukkan pertentangan. Secara makna hampir benar, tetapi lebih sering digunakan di tengah kalimat, bukan sebagai penghubung antarkalimat dengan nuansa fakta yang berlawanan dengan kebiasaan.
(B) Padahal
Digunakan untuk menyatakan pertentangan antara kenyataan dengan kondisi yang seharusnya atau biasanya terjadi.
Sangat tepat karena siang hari ≠ biasanya malam hari.
(C) Oleh karena itu
Menunjukkan sebab-akibat. Tidak ada hubungan sebab-akibat di sini.
(D) Sedangkan
Biasanya untuk membandingkan dua hal dalam satu kalimat, bukan untuk menegaskan keanehan.
(E) Selain itu
Menunjukkan penambahan informasi, bukan pertentangan.
Kesimpulan logis (model analisis ala SMA)
Diketahui:
Biasanya cahaya terlihat pada malam hari.
Fakta: terlihat pada siang hari.
Karena fakta ≠ kebiasaan, maka diperlukan konjungsi pertentangan yang menunjukkan keanehan terhadap kondisi umum.
Konjungsi yang paling tepat adalah “Padahal”.
Jawaban akhir: (B) Padahal
No 3
Bacaan untuk soal berikut!
1Oranye yang identik dengan warna wortel ternyata bukan warna alami. 2Warna tersebut sengaja diciptakan berdasarkan warna favorit keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 3Sayuran kaya betakaroten ini berasal dari Timur Tengah dan diperkenalkan ke Eropa pada Abad Pertengahan. 4Awalnya, wortel tidak berwarna oranye, tetapi putih dan ungu. 5Warna oranye yang khas pada wortel pertama kali muncul sekitar abad ke-17. 6Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, namun warna buatan keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 7Mereka menyukai warna oranye, khususnya William I, sehingga dijuluki Prince of Orange.
Pertanyaan:
Penggunaan kata sambung yang salah terdapat pada kata....
(A) yang (kalimat 1)
(B) pada (kalimat 3)
(C) tetapi (kalimat 4)
(D) namun (kalimat 6)
(E) sehingga (kalimat 7)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (D) namun (kalimat 6).
Langkah 1: Gunakan rumus dasar materi SMA tentang konjungsi
Rumus 1 (Konjungsi Koordinatif Setara):
Klausa A + konjungsi setara + Klausa B
Contoh:
Ia tidak datang, tetapi adiknya datang.
Artinya: kedua klausa memiliki kedudukan yang setara.
Rumus 2 (Aturan tanda baca)
Jika konjungsi koordinatif seperti tetapi, namun, sehingga menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat, maka harus ada tanda koma sebelum konjungsi tersebut.
Bentuk benar:
Klausa 1, tetapi Klausa 2
Klausa 1, namun Klausa 2
Klausa 1, sehingga Klausa 2
Langkah 2: Analisis masing-masing pilihan
(A) yang (kalimat 1)
“Oranye yang identik dengan warna wortel…”
yang berfungsi sebagai konjungsi subordinatif (kata penghubung anak kalimat penjelas).
Rumus:
Nomina + yang + keterangan
Ini benar secara struktur.
(B) pada (kalimat 3)
“… diperkenalkan ke Eropa pada Abad Pertengahan.”
pada adalah kata depan (preposisi), bukan kesalahan.
Digunakan untuk keterangan waktu → benar.
(C) tetapi (kalimat 4)
“Awalnya, wortel tidak berwarna oranye, tetapi putih dan ungu.”
Rumus:
Tidak A, tetapi B
Struktur sudah benar dan ada koma sebelum tetapi.
Maka tidak salah.
(D) namun (kalimat 6)
“Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, namun warna buatan keluarga Kerajaan Belanda…”
Perhatikan struktur ini:
Klausa 1, namun frasa
Masalahnya:
- Bagian setelah namun bukan klausa lengkap.
- Tidak ada subjek dan predikat baru.
Seharusnya:
Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, melainkan merupakan warna buatan keluarga Kerajaan Belanda.
Rumus kesalahan:
Klausa + namun + (bukan klausa lengkap) → tidak tepat
Karena namun menuntut klausa setara.
(E) sehingga (kalimat 7)
“Mereka menyukai warna oranye … sehingga dijuluki Prince of Orange.”
Rumus sebab-akibat:
Sebab → sehingga → akibat
Struktur sudah benar.
Kesimpulan dengan model analisis SMA
Kalimat (6) tidak memenuhi rumus:
Klausa setara + konjungsi koordinatif + klausa setara
Karena bagian setelah namun bukan klausa lengkap.
Maka penggunaan kata sambung yang salah terdapat pada:
(D) namun (kalimat 6)
No 4
Bacaan untuk soal berikut!
1Kawah Putih Tinggi Raja merupakan destinasi anti-mainstream yang bisa disambangi bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara. 2Terletak di Dolok Marawa, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, kawasan ini menawarkan kombinasi indah antara bukit kapur berwarna putih dengan danau biru kehijauan. 3Air danaunya berasal dari sumber mata air panas yang ada di sekitar bukit tersebut. 4Selain panoramanya yang indah dan unik, Kawah Putih Tinggi Raja menghadirkan ketenangan berkat nuansanya yang sangat alami dan udaranya yang segar. 5Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini, sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun. 6Ada tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini. 7Pertama, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Banun Purba–Dolok Tinggi Raja. 8Kedua, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Dolok Tinggi Raja. 9Ketiga, rute Masihul–Nagori Dolok–Dolok Tinggi Raja.
Pertanyaan:
Diksi atau pilihan kata yang tidak sesuai dengan fungsinya terdapat pada....
(A) Kalimat (1)
(B) Kalimat (2)
(C) Kalimat (3)
(D) Kalimat (4)
(E) Kalimat (5)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (E) Kalimat (5).
Langkah 1: Gunakan rumus dasar materi SMA tentang diksi
Rumus Ketepatan Diksi (SMA):
Kalimat efektif harus memenuhi:
S (Subjek) + P (Predikat) + (O/K)
Jika salah satu unsur tidak jelas atau tidak logis → diksi/struktur tidak tepat.
Langkah 2: Analisis masing-masing kalimat
Kalimat (1)
“Kawah Putih Tinggi Raja merupakan destinasi anti-mainstream yang bisa disambangi bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara.”
Struktur:
S = Kawah Putih Tinggi Raja
P = merupakan
Pelengkap = destinasi anti-mainstream ...
Struktur jelas → tidak bermasalah.
Kalimat (2)
Struktur deskriptif lokasi → logis dan sesuai fungsi.
Kalimat (3)
Struktur sebab-asal:
Air danaunya → berasal → dari sumber mata air panas.
Logis dan tepat.
Kalimat (4)
Menggunakan pola:
Selain A, S + P + K
Masih sesuai dan logis.
Kalimat (5) — BAGIAN YANG SALAH
“Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini, sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun.”
Analisis struktur:
Bagian awal:
Seperti surga tersembunyi → keterangan perbandingan
Subjek seharusnya:
kawah yang berada di dalam hutan pohon ini
Predikat:
sekaligus menjadi
Masalahnya:
- Ada koma yang memisahkan subjek dan predikat.
- Struktur menjadi tidak efektif.
- Kata “sekaligus” tidak tepat karena tidak ada dua fungsi yang disejajarkan.
Rumus Kesalahan:
S , P → tidak efektif (tidak boleh dipisah koma)
Selain itu:
“menjadi bentuk keaslian sejarah” → diksi “bentuk” kurang tepat secara makna.
Seharusnya bisa ditulis:
Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini menjadi simbol keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Kalimat efektif:
S + P + O/K (tanpa pemisahan salah)
Kalimat (5) melanggar struktur efektif dan pilihan katanya tidak tepat.
Jawaban akhir: (E) Kalimat (5)
No 5
Bacaan untuk soal berikut!
1Suku Mante adalah suku yang berasal dari Provinsi Aceh, Indonesia. 2Suku ini terkenal misterius dan jarang diketahui dunia luar karena mereka tinggal di daerah terisolasi dan sulit dijangkau di tengah hutan Aceh. 3Menurut Abdul Rani Usman dalam buku Sejarah Peradaban Aceh, suku Mante adalah jenis suku Melayu Lama yang telah lama menetap di wilayah Aceh. 4Hal itu dikarenakan keengganannya untuk menerima pembaruan dari suku Melayu Baru sehingga mereka memilih berada di wilayah dataran tinggi. 5Suku Mante bersifat nomaden atau tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hidup berpindah-pindah melalui hutan tropis Aceh. 6Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengeksploitasi berbagai sumber daya alam. 7Salah satu tempat yang sering dipilih oleh suku Mante adalah gua. 8Gua memberi mereka perlindungan dan keamanan dari ancaman hewan liar dan cuaca buruk. 9Selain itu, suku Mante juga menghargai keberadaan gua sebagai tempat suci yang harus dijaga dengan baik.
Pertanyaan:
Kata beragam nonformal terdapat pada kalimat....
(A) (2)
(B) (3)
(C) (4)
(D) (6)
(E) (8)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (D) (6).
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang ragam bahasa
Rumus Ragam Bahasa Formal:
Teks ilmiah/informatif → menggunakan kata baku + makna netral + tidak bernilai kasar
Rumus:
Kata baku = sesuai KBBI + tidak berkonotasi negatif kasar
Langkah 2: Analisis setiap pilihan
(2)
Semua kata baku dan sesuai ragam formal.
(3)
Bahasa ilmiah dan rujukan buku → formal.
(4)
Struktur baku dan sesuai kaidah.
(6)
“Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengeksploitasi berbagai sumber daya alam.”
Kata mengeksploitasi dalam konteks ini memiliki konotasi negatif dan cenderung digunakan dalam konteks ekonomi atau politik modern.
Untuk teks deskriptif budaya, kata yang lebih tepat adalah:
memanfaatkan
Rumus ketidaktepatan:
Jika kata bernuansa keras/tidak netral → tidak sesuai ragam deskriptif formal
Karena kata tersebut memberi kesan negatif, maka termasuk pilihan diksi nonformal/tidak tepat dalam konteks ini.
(8)
“Gua memberi mereka perlindungan…”
Struktur formal dan sesuai.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Ragam formal → kata baku + netral
Kata “mengeksploitasi” tidak tepat dalam konteks deskriptif budaya dan bernuansa tidak netral.
Jawaban akhir: (D) (6)
No 6
Bacaan untuk soal berikut!
1Kata indigo kerap digunakan untuk menyebut individu yang unik secara kemampuan psikis. 2Istilah indigo pertama kali diperkenalkan oleh penulis sekaligus paranormal yang bernama Nancy Ann Tappe pada 1970-an. 3Menurut Tappe, indigo dipahami sebagai fenomena yang berkaitan dengan perubahan aura manusia. 4Istilah indigo berkembang dan kian dipercayai oleh khalayak sebagai sesuatu hal yang bersifat mistis. 5Para peneliti masih berusaha menguji secara sains untuk menjelaskan fenomena indigo lewat bukti ilmiah. 6Sampai sekarang belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan fenomena indigo secara sains.
Pertanyaan:
Kata mistis pada kalimat (4) berasosiasi dengan kata....
(A) gaib
(B) hilang
(C) menakutkan
(D) tidak mungkin ada
(E) takhayul
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (A) gaib.
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang makna kata
Rumus Sinonim (Persamaan Makna):
Kata A ≈ Kata B
jika maknanya sama atau sangat dekat.
Soal ini menanyakan asosiasi makna, artinya kita mencari kata yang paling dekat artinya dengan “mistis”.
Langkah 2: Tentukan arti kata “mistis”
Menurut KBBI:
mistis = berkaitan dengan hal-hal gaib atau supranatural
Jadi rumus makna:
mistis ≈ gaib
Langkah 3: Analisis setiap pilihan
(A) gaib
Maknanya: tidak tampak, bersifat supranatural.
Sangat dekat dengan arti mistis.
Rumus:
mistis ≈ gaib ✔
(B) hilang
Maknanya: tidak ada atau lenyap.
Tidak berhubungan langsung dengan supranatural.
(C) menakutkan
Maknanya: membuat takut.
Mistisl tidak selalu menakutkan.
(D) tidak mungkin ada
Artinya mustahil.
Mistis bukan berarti mustahil, tetapi berkaitan dengan hal gaib.
(E) takhayul
Maknanya: kepercayaan tanpa dasar ilmiah.
Memiliki hubungan, tetapi lebih pada kepercayaan salah, bukan sifat gaibnya.
Dalam konteks kalimat:
“…bersifat mistis.”
Artinya: bersifat gaib.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Cari kata dengan makna paling dekat:
mistis ≈ gaib
Jawaban akhir: (A) gaib
No 7
Bacaan untuk soal berikut!
1Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi, berbeda dengan pola sehari atau dua hari sebelumnya. 2Pada Jumat dan Sabtu ini, hujan disertai sambaran petir. 3Menurut peneliti klimatologi di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, fenomena cold pool berada di balik kehadiran petir-petir semalam. 4Fenomena ini berbeda dengan hujan di Jakarta sehari dan dua hari sebelumnya. 5Mengikutinya lewat data radar cuaca, Erma sempat mengungkapkan bahwa potensi hujan Jakarta sama, sekalipun tak seluas malam dan dinihari sebelumnya. 6Pemilik gelar doktor ini menyebutkan bahwa masih ada potensi hujan dari Lampung dan Sumatera menjalar ke Jakarta via Cilegon menjelang Jumat tengah malam sampai Sabtu pagi karena angin dari utara (barat laut). 7Belakangan ini, Erma mendapati fenomena cold pool, yaitu yang berperan penting menghantarkan hujan dari laut ke daratan. 8Dijelaskannya bahwa cold pool adalah proses peluruhan suatu sel hujan yang menumbuhkan awan-awan konvektif baru secara cepat, sebagai suatu rentetan hujan yang sambung menyambung. 9Itulah mengapa muncul petir atau geluduk, yaitu menandakan pertumbuhan awan terjadi secara agresif.
Pertanyaan:
Frasa subjek pada kalimat (1) bacaan di atas adalah....
(A) Hujan
(B) Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya
(C) Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari
(D) Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi,
(E) Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi, berbeda dari pola sehari dan dua hari sebelumnya
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (D).
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang unsur kalimat
Rumus Dasar Kalimat Efektif:
S (Subjek) + P (Predikat) + (Pelengkap/Keterangan)
Kita identifikasi kalimat (1):
“Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi, berbeda dengan pola sehari atau dua hari sebelumnya.”
Langkah 2: Tentukan Predikat terlebih dahulu
Dalam mencari subjek, cara mudah adalah mencari predikatnya dulu.
Predikat biasanya berupa kata kerja atau kata sifat.
Pada kalimat (1), kata yang berfungsi sebagai predikat adalah:
berbeda
Rumus:
Jika ditemukan kata kerja/sifat utama → itu biasanya P
Langkah 3: Cari Subjek (S)
Subjek adalah bagian yang diterangkan oleh predikat.
Karena predikatnya “berbeda”, maka yang berbeda adalah:
“Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi,”
Bagian tersebut adalah satu kesatuan frasa nomina.
Struktur:
Inti = Hujan
Anak kalimat penjelas = yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya
Keterangan waktu = Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi
Semua bagian itu masih menjelaskan “Hujan”.
Maka rumusnya:
S = Frasa Nomina lengkap sebelum P
Langkah 4: Analisis pilihan jawaban
(A) terlalu pendek, hanya inti.
(B) belum mencakup keterangan waktu.
(C) belum lengkap (tidak sampai “hingga pagi”).
(D) lengkap sampai sebelum predikat “berbeda”. ✔
(E) sudah masuk predikat, jadi bukan hanya subjek.
Kesimpulan dengan rumus SMA
S = semua bagian sebelum predikat utama
Karena predikatnya “berbeda”, maka subjeknya adalah seluruh frasa sebelum kata tersebut.
Jawaban akhir: (D)
No 8
Bacaan untuk soal berikut!
1Mengorbit 420 kilometer di atas Bumi, para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melihat cahaya terang di salah satu sudut planet yang kita tinggali ini. 2Cahaya itu bagaikan bintang yang bersinar di tengah kegelapan. 3Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA), Samantha Cristoforetti, memposting sebuah gambar di Twitter dan memperlihatkan titik terang yang tampak bersinar di Gurun Negev di Israel Selatan. 4Ia menyebutkan bahwa pemandangan itu sebagai “intriguing sight”. 5Anehnya, pemandangan itu terjadi pada siang hari. 6[...], biasanya astronaut melihat kelap-kelip cahaya di Bumi pada malam hari yang tercipta oleh lampu yang ada di daratan.
7Menurut Cristoforetti, cahaya putih yang muncul di gurun cokelat itu adalah pembangkit listrik tenaga surya, salah satu teknologi untuk mengambil energi terbarukan dari matahari. 8Pembangkit listrik tenaga surya Ashalim di Gurun Israel merupakan salah satu menara tenaga surya tertinggi di dunia, dengan ketinggian mencapai 250 meter. 9Menara itu dikelilingi oleh 50.000 cermin yang memusatkan sinar matahari ke menara. 10Maka dari itu, tak heran jika pantulan cahayanya bisa terlihat di luar angkasa.
Pertanyaan:
Perumpamaan pada bacaan di atas terdapat pada kalimat....
(A) Kalimat (1)
(B) Kalimat (2)
(C) Kalimat (3)
(D) Kalimat (6)
(E) Kalimat (7)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (B) Kalimat (2).
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang majas perumpamaan
Rumus Majas Perumpamaan (Simile):
A seperti / bagai / bagaikan / laksana B
Ciri utamanya:
Ada kata pembanding → seperti, bagai, bagaikan, laksana
Langkah 2: Periksa setiap kalimat
Kalimat (1)
Tidak ada kata pembanding.
Kalimat (2)
“Cahaya itu bagaikan bintang yang bersinar di tengah kegelapan.”
Di sini terdapat kata bagaikan.
Struktur sesuai rumus:
Cahaya itu ≈ bintang
Karena ada kata pembanding, maka ini adalah perumpamaan.
Kalimat (3)
Kalimat informatif biasa, tidak ada perbandingan.
Kalimat (6)
Tidak mengandung kata pembanding.
Kalimat (7)
Kalimat penjelasan faktual, bukan perumpamaan.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Jika ada kata: seperti / bagai / bagaikan / laksana → maka itu perumpamaan.
Kalimat (2) menggunakan kata bagaikan.
Jawaban akhir: (B) Kalimat (2)
No 9
Bacaan untuk soal berikut!
1Oranye yang identik dengan warna wortel ternyata bukan warna alami. 2Warna tersebut sengaja diciptakan berdasarkan warna favorit keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 3Sayuran kaya betakaroten ini berasal dari Timur Tengah dan diperkenalkan ke Eropa pada Abad Pertengahan. 4Awalnya, wortel tidak berwarna oranye, tetapi putih dan ungu. 5Warna oranye yang khas pada wortel pertama kali muncul sekitar abad ke-17. 6Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, namun warna buatan keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 7Mereka menyukai warna oranye, khususnya William I, sehingga dijuluki Prince of Orange.
Pertanyaan:
Kalimat yang tidak padu dalam bacaan di atas terdapat pada....
(A) Kalimat (3)
(B) Kalimat (4)
(C) Kalimat (5)
(D) Kalimat (6)
(E) Kalimat (7)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (E) Kalimat (7).
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang kepaduan paragraf
Rumus Kepaduan Paragraf:
Semua kalimat harus mendukung satu gagasan utama (Topik Utama).
Rumus sederhana:
Kalimat selaras dengan Topik = padu ✔
Kalimat menyimpang dari Topik = tidak padu ✖
Langkah 2: Tentukan Topik Utama Bacaan
Topik utama bacaan adalah:
Asal-usul warna oranye pada wortel.
Kalimat (1)–(6) membahas:
- Warna oranye bukan alami
- Diciptakan keluarga Kerajaan Belanda
- Warna asli wortel
- Kapan warna oranye muncul
Semua masih membahas sejarah warna wortel.
Langkah 3: Analisis Kalimat (7)
“Mereka menyukai warna oranye, khususnya William I, sehingga dijuluki Prince of Orange.”
Kalimat ini membahas julukan William I.
Rumus uji kepaduan:
Apakah kalimat tersebut menjelaskan sejarah warna wortel? ❌
Apakah kalimat tersebut fokus pada julukan tokoh? ✔
Artinya, kalimat (7) keluar dari fokus utama bacaan.
Langkah 4: Analisis pilihan lain
(3) → Masih menjelaskan asal-usul wortel ✔
(4) → Menjelaskan warna awal wortel ✔
(5) → Menjelaskan waktu munculnya warna oranye ✔
(6) → Menegaskan warna buatan ✔
Semua masih relevan dengan topik utama.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Jika kalimat ≠ mendukung topik utama → tidak padu.
Kalimat (7) membahas julukan William I, bukan sejarah warna wortel.
Jawaban akhir: (E) Kalimat (7)
No 10
Bacaan untuk soal berikut!
1Kawah Putih Tinggi Raja merupakan destinasi anti-mainstream yang bisa disambangi bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara. 2Terletak di Dolok Marawa, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, kawasan ini menawarkan kombinasi indah antara bukit kapur berwarna putih dengan danau biru kehijauan. 3Air danaunya berasal dari sumber mata air panas yang ada di sekitar bukit tersebut. 4Selain panoramanya yang indah dan unik, Kawah Putih Tinggi Raja menghadirkan ketenangan berkat nuansanya yang sangat alami dan udaranya yang segar. 5Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini, sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun. 6Ada tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini. 7Pertama, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Banun Purba–Dolok Tinggi Raja. 8Kedua, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Dolok Tinggi Raja. 9Ketiga, rute Masihul–Nagori Dolok–Dolok Tinggi Raja.
Kalimat pembanding:
Telah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 1 mobil truk, 3 motor, dan 6 mobil sedan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.
Pertanyaan:
Pola kalimat yang paling setipe dengan kalimat di atas terdapat pada kalimat:
(A) (2)
(B) (3)
(C) (4)
(D) (5)
(E) (6)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (E) (6).
Langkah 1: Gunakan rumus pola kalimat (materi SMA)
Rumus dasar pola kalimat:
S + P + O + K
Atau
P + S + K
Keterangan:
- S = Subjek
- P = Predikat
- O = Objek
- K = Keterangan
Langkah 2: Analisis kalimat pembanding
“Telah terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 1 mobil truk, 3 motor, dan 6 mobil sedan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.”
Struktur:
P = telah terjadi
S = kecelakaan beruntun
Anak kalimat = yang melibatkan ...
K = di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat
Pola:
P + S + (anak kalimat) + K
Ini disebut pola inversi (predikat di awal).
Langkah 3: Analisis pilihan
(2)
Dimulai dengan keterangan tempat → bukan pola P + S.
(3)
S + P + K → bukan inversi.
(4)
Diawali keterangan tambahan → bukan.
(5)
Diawali perbandingan → bukan.
(6)
“Ada tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini.”
Struktur:
P = Ada
S = tiga rute
Anak kalimat = yang biasa dilalui pengunjung
K = untuk sampai ke area ini
Pola:
P + S + (anak kalimat) + K
Sama dengan pola kalimat pembanding.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Kalimat pembanding:
P + S + (anak kalimat) + K
Kalimat (6) memiliki pola yang sama.
Jawaban akhir: (E) (6)
No 11
Bacaan untuk soal berikut!
1Suku Mante adalah suku yang berasal dari Provinsi Aceh, Indonesia. 2Suku ini terkenal misterius dan jarang diketahui dunia luar karena mereka tinggal di daerah terisolasi dan sulit dijangkau di tengah hutan Aceh. 3Menurut Abdul Rani Usman dalam buku Sejarah Peradaban Aceh, suku Mante adalah jenis suku Melayu Lama yang telah lama menetap di wilayah Aceh. 4Hal itu dikarenakan keengganannya untuk menerima pembaruan dari suku Melayu Baru sehingga mereka memilih berada di wilayah dataran tinggi. 5Suku Mante bersifat nomaden atau tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hidup berpindah-pindah melalui hutan tropis Aceh. 6Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengeksploitasi berbagai sumber daya alam. 7Salah satu tempat yang sering dipilih oleh suku Mante adalah gua. 8Gua memberi mereka perlindungan dan keamanan dari ancaman hewan liar dan cuaca buruk. 9Selain itu, suku Mante juga menghargai keberadaan gua sebagai tempat suci yang harus dijaga dengan baik.
Pertanyaan:
Kata nomaden pada kalimat (5) memiliki makna yang berlawanan dengan kata....
(A) sedenter
(B) mengembara
(C) stagnan
(D) mandiri
(E) tunawisma
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (A) sedenter.
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang antonim
Rumus Antonim (Lawan Kata):
Jika makna A ≠ makna B secara berlawanan → maka B adalah antonim A.
Soal ini meminta makna yang berlawanan dari “nomaden”.
Langkah 2: Tentukan arti kata “nomaden”
Dalam kalimat (5):
“Suku Mante bersifat nomaden atau tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hidup berpindah-pindah…”
Artinya:
nomaden = hidup berpindah-pindah, tidak menetap
Langkah 3: Cari makna yang berlawanan
Lawan dari:
berpindah-pindah → menetap
tidak tetap → tetap
Kata yang bermakna menetap adalah:
sedenter
Rumus:
nomaden ≠ sedenter ✔
Langkah 4: Analisis pilihan lain
(B) mengembara
Maknanya hampir sama dengan nomaden, bukan lawan.
(C) stagnan
Berarti tidak berkembang, bukan menetap.
(D) mandiri
Tidak berhubungan dengan tempat tinggal.
(E) tunawisma
Artinya tidak memiliki rumah, hampir mirip konteksnya, bukan lawan.
Kesimpulan dengan rumus SMA
nomaden = berpindah-pindah
Lawan katanya = menetap
Kata yang bermakna menetap adalah sedenter.
Jawaban akhir: (A) sedenter
No 12
Bacaan untuk soal berikut!
1Kata indigo kerap digunakan untuk menyebut individu yang unik secara kemampuan psikis. 2Istilah indigo pertama kali diperkenalkan oleh penulis sekaligus paranormal yang bernama Nancy Ann Tappe pada 1970-an. 3Menurut Tappe, indigo dipahami sebagai fenomena yang berkaitan dengan perubahan aura manusia. 4Istilah indigo berkembang dan kian dipercayai oleh khalayak sebagai sesuatu hal yang bersifat mistis. 5Para peneliti masih berusaha menguji secara sains untuk menjelaskan fenomena indigo lewat bukti ilmiah. 6Sampai sekarang belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan fenomena indigo secara sains.
Pertanyaan:
Predikat utama pada kalimat (5) bacaan di atas adalah....
(A) masih berusaha
(B) menguji
(C) menjelaskan
(D) berusaha menguji
(E) masih berusaha menguji
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (E) masih berusaha menguji.
Langkah 1: Gunakan rumus materi SMA tentang unsur kalimat
Rumus dasar kalimat:
S (Subjek) + P (Predikat) + O (Objek) + K (Keterangan)
Cara mencari predikat utama:
- Tentukan subjek terlebih dahulu.
- Cari kata kerja utama yang menerangkan subjek.
Langkah 2: Analisis kalimat (5)
“Para peneliti masih berusaha menguji secara sains untuk menjelaskan fenomena indigo lewat bukti ilmiah.”
Identifikasi unsur:
S = Para peneliti
P = masih berusaha menguji
O = fenomena indigo
K = secara sains / lewat bukti ilmiah
Langkah 3: Mengapa predikatnya bukan hanya “menguji”?
Rumus penting:
Jika ada verba utama + verba pelengkap, maka predikatnya adalah satu kesatuan.
Pada kalimat ini:
berusaha → kata kerja utama
menguji → kata kerja pelengkap
Struktur:
S + (modalitas/keterangan) + verba utama + verba pelengkap
Kata “masih” adalah keterangan aspek (waktu/keberlanjutan).
Jadi predikat lengkapnya adalah:
masih berusaha menguji
Langkah 4: Analisis pilihan
(A) masih berusaha → belum lengkap karena tidak mencakup kegiatan yang diusahakan.
(B) menguji → hanya sebagian.
(C) menjelaskan → hanya bagian tujuan.
(D) berusaha menguji → belum mencakup kata “masih”.
(E) masih berusaha menguji → lengkap dan sesuai struktur.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Predikat utama adalah seluruh frasa verba yang menerangkan subjek.
S = Para peneliti
P = masih berusaha menguji
Jawaban akhir: (E)
No 13
Bacaan untuk soal berikut!
1Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya, Jumat malam dan Sabtu dinihari hingga pagi, berbeda dengan pola sehari atau dua hari sebelumnya. 2Pada Jumat dan Sabtu ini, hujan disertai sambaran petir. 3Menurut peneliti klimatologi di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, fenomena cold pool berada di balik kehadiran petir-petir semalam. 4Fenomen ini berbeda dengan hujan di Jakarta sehari dan dua hari sebelumnya. 5Mengikutinya lewat data radar cuaca, Erma sempat mengungkapkan bahwa potensi hujan Jakarta sama, sekalipun tak seluas malam dan dinihari sebelumnya. 6Pemilik gelar doktor ini menyebutkan bahwa masih ada potensi hujan dari Lampung dan Sumatera menjalar ke Jakarta via Cilegon menjelang Jumat tengah malam sampai Sabtu pagi karena angin dari utara (barat laut). 7Belakangan ini, Erma mendapati fenomena cold pool, yaitu yang berperan penting menghantarkan hujan dari laut ke daratan. 8Dijelaskannya bahwa cold pool adalah proses peluruhan suatu sel hujan yang menumbuhkan awan-awan konvektif baru secara cepat sebagai suatu rentetan hujan yang sambung menyambung. 9Itulah mengapa muncul petir atau geluduk, yaitu menandakan pertumbuhan awan terjadi secara agresif.
Pertanyaan:
Pada bacaan di atas terdapat penulisan kata yang salah, yakni....
(A) sekalipun pada kalimat (5)
(B) Sumatera pada kalimat (6)
(C) menghantarkan pada kalimat (7)
(D) konvektif pada kalimat (8)
(E) geluduk pada kalimat (9)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (C) menghantarkan pada kalimat (7).
Langkah 1: Gunakan rumus pembentukan kata berimbuhan (materi SMA)
Rumus pembentukan verba berimbuhan me-:
me- + kata dasar → mengalami perubahan bunyi (asimilasi)
Contoh:
me + kirim → mengirim
me + tulis → menulis
me + hantar → mengantar
Langkah 2: Analisis kata “menghantarkan”
Kata dasar: hantar
Menurut kaidah KBBI:
me + hantar → mengantar
Bukan:
menghantar ❌
menghantarkan ❌
Bentuk baku yang benar:
mengantarkan ✔
Langkah 3: Uji pilihan lain dengan rumus ejaan
(A) sekalipun
Penulisan benar (kata hubung ditulis serangkai).
(B) Sumatera
Nama geografis, huruf kapital sudah benar.
(D) konvektif
Istilah ilmiah yang sudah baku.
(E) geluduk
Menurut KBBI, bentuk baku adalah “geluduk” (bunyi guruh). Penulisan sudah benar.
Kesimpulan dengan rumus SMA
me + hantar → mengantar
Jika ditambah akhiran -kan:
mengantar + kan → mengantarkan
Karena di teks tertulis “menghantarkan”, maka itu tidak sesuai kaidah.
Jawaban akhir: (C)
No 15
Bacaan untuk soal berikut!
1Oranye yang identik dengan warna wortel ternyata bukan warna alami. 2Warna tersebut sengaja diciptakan berdasarkan warna favorit keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 3Sayuran kaya betakaroten ini berasal dari Timur Tengah dan diperkenalkan ke Eropa pada Abad Pertengahan. 4Awalnya, wortel tidak berwarna oranye, tetapi putih dan ungu. 5Warna oranye yang khas pada wortel pertama kali muncul sekitar abad ke-17. 6Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, namun warna buatan keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau. 7Mereka menyukai warna oranye, khususnya William I, sehingga dijuluki Prince of Orange.
Pertanyaan:
Perbaikan yang tepat berdasarkan kesalahan dari bacaan di atas adalah....
(A) Kata oranye seharusnya oren
(B) Penulisan dinasti Orange-Nassau seharusnya Dinasti Orange-Nassau (kalimat 2)
(C) Konjungsi tetapi seharusnya melainkan (kalimat 4)
(D) Konjungsi namun seharusnya melainkan (kalimat 6)
(E) Menghilangkan tanda koma sebelum konjungsi sehingga (kalimat 7)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (D).
Langkah 1: Gunakan rumus konjungsi pertentangan (materi SMA)
Rumus penting:
bukan ... tetapi ...
bukan ... melainkan ...
Jika kalimat berbentuk penyangkalan (negasi) dan diikuti pembetulan, maka digunakan pasangan:
bukan ... melainkan ...
Langkah 2: Analisis kalimat (6)
“Warna ini bukanlah karakteristik alami wortel, namun warna buatan keluarga Kerajaan Belanda, dinasti Orange-Nassau.”
Strukturnya:
bukanlah X, namun Y
Padahal rumus baku:
bukan X, melainkan Y
Karena kalimat ini mengandung negasi + pembetulan, maka konjungsi yang tepat adalah melainkan.
Langkah 3: Uji pilihan lain
(A) “Oranye” sudah bentuk baku menurut KBBI. Salah jika diganti “oren”. ❌
(B) Penulisan “dinasti Orange-Nassau” tidak wajib diawali huruf kapital pada kata “dinasti” karena bukan bagian nama diri. ❌
(C) Pada kalimat (4) digunakan “tetapi” setelah tidak berwarna oranye. Struktur tersebut tidak berbentuk negasi pembetulan, sehingga “tetapi” masih dapat digunakan. ❌
(E) Koma sebelum “sehingga” memang boleh digunakan jika memisahkan induk dan anak kalimat. Tidak wajib dihilangkan. ❌
Kesimpulan dengan rumus SMA
Jika pola kalimat:
bukan X → pembetulan Y
Maka rumus yang benar:
bukan X, melainkan Y
Karena pada kalimat (6) digunakan “namun”, maka harus diperbaiki menjadi “melainkan”.
Jawaban akhir: (D)
No 16
Bacaan untuk soal berikut!
1Kawah Putih Tinggi Raja merupakan destinasi anti-mainstream yang bisa disambangi bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumatra Utara. 2Terletak di Dolok Marawa, Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, kawasan ini menawarkan kombinasi indah antara bukit kapur berwarna putih dengan danau biru kehijauan. 3Air danaunya berasal dari sumber mata air panas yang ada di sekitar bukit tersebut. 4Selain panoramanya yang indah dan unik, Kawah Putih Tinggi Raja menghadirkan ketenangan berkat nuansanya yang sangat alami dan udaranya yang segar. 5Seperti surga tersembunyi, kawah yang berada di dalam hutan pohon ini, sekaligus menjadi bentuk keaslian sejarah dan kemurnian alam selama ratusan tahun. 6Ada tiga rute yang biasa dilalui pengunjung untuk sampai ke area ini. 7Pertama, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Banun Purba–Dolok Tinggi Raja. 8Kedua, rute Medan–Lubuk Pakam–Galang–Dolok Tinggi Raja. 9Ketiga, rute Masihul–Nagori Dolok–Dolok Tinggi Raja.
Pertanyaan:
Kelompok kata berpasangan tetap dalam bacaan di atas terdapat pada....
(A) kawah putih
(B) kombinasi indah
(C) sumber mata air
(D) mata air
(E) air panas
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (D) mata air.
Langkah 1: Gunakan rumus frasa tetap (materi SMA)
Rumus pasangan tetap:
Pasangan tetap = dua kata yang jika dipisahkan berubah makna
Ciri-ciri:
- Tidak bisa ditukar urutannya
- Maknanya tidak harfiah
- Sudah menjadi satuan makna
Langkah 2: Analisis pilihan
(A) kawah putih
Masih bisa diubah menjadi “kawah berwarna putih”. Bukan pasangan tetap.
(B) kombinasi indah
Hanya frasa biasa (kata sifat + nomina). Bisa diganti “kombinasi menarik”.
(C) sumber mata air
Yang menjadi pasangan tetap adalah “mata air”, bukan seluruh frasa.
(D) mata air
Secara harfiah:
mata ≠ air
air ≠ mata
Namun ketika digabung:
mata air = sumber air alami dari dalam tanah
Maknanya bukan “mata yang berisi air”, tetapi istilah tetap.
(E) air panas
Masih bermakna literal (air yang panas). Bukan pasangan tetap.
Kesimpulan dengan rumus SMA
Jika makna gabungan ≠ makna kata per kata → itu pasangan tetap.
mata + air ≠ mata yang berisi air
maka termasuk pasangan tetap.
Jawaban akhir: (D)
No 17
Bacaan untuk soal berikut!
1Suku Mante adalah suku yang berasal dari Provinsi Aceh, Indonesia. 2Suku ini terkenal misterius dan jarang diketahui dunia luar karena mereka tinggal di daerah terisolasi dan sulit dijangkau di tengah hutan Aceh. 3Menurut Abdul Rani Usman dalam buku Sejarah Peradaban Aceh, suku Mante adalah jenis suku Melayu Lama yang telah lama menetap di wilayah Aceh. 4Hal itu dikarenakan keengganannya untuk menerima pembaruan dari suku Melayu Baru sehingga mereka memilih berada di wilayah dataran tinggi.
5Suku Mante bersifat nomaden atau tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hidup berpindah-pindah melalui hutan tropis Aceh. 6Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengeksploitasi berbagai sumber daya alam. 7Salah satu tempat yang sering dipilih oleh suku Mante adalah gua. 8Gua memberi mereka perlindungan dan keamanan dari ancaman hewan liar dan cuaca buruk. 9Selain itu, suku Mante juga menghargai keberadaan gua sebagai tempat suci yang harus dijaga dengan baik.
Pertanyaan:
Kalimat (2) merupakan ..... dari kalimat (1). Bagian rumpang di atas dapat diisi dengan kata....
(A) penambahan
(B) penegasan
(C) penjelasan
(D) perluasan
(E) perincian
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (C) penjelasan.
Langkah 1: Gunakan rumus hubungan antar-kalimat (materi SMA)
Rumus hubungan kalimat:
Kalimat umum → diikuti kalimat penjelas
Struktur:
Pernyataan umum (A) ↓ Kalimat yang menerangkan sebab, ciri, atau rincian (B)
Langkah 2: Analisis kalimat (1) dan (2)
Kalimat (1): “Suku Mante adalah suku yang berasal dari Provinsi Aceh, Indonesia.”
Ini adalah informasi umum (definisi).
Kalimat (2): “Suku ini terkenal misterius dan jarang diketahui dunia luar karena mereka tinggal di daerah terisolasi dan sulit dijangkau di tengah hutan Aceh.”
Kalimat (2) menjelaskan keadaan suku tersebut.
Rumus:
Jika kalimat kedua menerangkan atau memperjelas kalimat pertama → hubungan = penjelasan
Langkah 3: Uji pilihan
(A) penambahan
Penambahan hanya menambah informasi baru tanpa menjelaskan inti kalimat pertama. ❌
(B) penegasan
Penegasan mengulang makna dengan bentuk berbeda. Tidak terjadi pengulangan di sini. ❌
(C) penjelasan
Kalimat (2) menjelaskan kondisi suku yang disebut di kalimat (1). ✔
(D) perluasan
Perluasan biasanya memperluas topik ke arah baru. Tidak terjadi. ❌
(E) perincian
Perincian biasanya berupa daftar atau detail bagian-bagian. ❌
Kesimpulan dengan rumus SMA
Kalimat (1) = pernyataan umum Kalimat (2) = menerangkan keadaan suku tersebut
Hubungan yang tepat:
penjelasan
Jawaban akhir: (C)
No 18
Bacaan untuk soal berikut!
1Kata indigo kerap digunakan untuk menyebut individu yang unik secara kemampuan psikis. 2Istilah indigo pertama kali diperkenalkan oleh penulis sekaligus paranormal yang bernama Nancy Ann Tappe pada 1970-an. 3Menurut Tappe, indigo dipahami sebagai fenomena yang berkaitan dengan perubahan aura manusia. 4Istilah indigo berkembang dan kian dipercayai oleh khalayak sebagai sesuatu hal yang bersifat mistis. 5Para peneliti masih berusaha menguji secara sains untuk menjelaskan fenomena indigo lewat bukti ilmiah. 6Sampai sekarang belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan fenomena indigo secara sains.
Pertanyaan:
Kata manakah pada teks di atas yang pola bentukan katanya dapat digunakan untuk membentuk kata lain?
(A) individu
(B) pertama
(C) ilmiah
(D) sekaligus
(E) kemampuan
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (E) kemampuan.
Langkah 1: Gunakan rumus pola pembentukan kata (materi SMA)
Rumus pembentukan nomina abstrak:
ke- + kata dasar + -an → membentuk kata benda (nomina)
Contoh:
mampu → kemampuan
baik → kebaikan
tinggi → ketinggian
indah → keindahan
Langkah 2: Analisis pilihan
(A) individu
Kata dasar serapan, bukan hasil pola ke- -an. ❌
(B) pertama
Bentuk bilangan tingkat, tidak bisa dijadikan pola umum pembentukan kata lain. ❌
(C) ilmiah
Berasal dari “ilmu” + -iah, tetapi tidak menjadi pola produktif umum seperti ke- -an. ❌
(D) sekaligus
Kata keterangan, bukan hasil pola afiks produktif. ❌
(E) kemampuan
mampu + ke- -an → kemampuan ✔
Pola ini dapat digunakan untuk membentuk kata lain.
Langkah 3: Gunakan rumus produktivitas afiks
Jika suatu pola afiks dapat diterapkan pada banyak kata dasar → disebut pola produktif.
ke- -an adalah pola produktif dalam bahasa Indonesia.
Kesimpulan:
Kata yang pola pembentukannya dapat digunakan untuk membentuk kata lain adalah:
(E) kemampuan
No 19
Bacaan untuk soal berikut!
1Mengorbit 420 kilometer di atas Bumi, para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) melihat cahaya terang di salah satu sudut planet yang kita tinggali ini. 2Cahaya itu bagaikan bintang yang bersinar di tengah kegelapan. 3Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA), Samantha Cristoforetti, memposting sebuah gambar di Twitter dan memperlihatkan titik terang yang tampak bersinar di Gurun Negev di Israel Selatan. 4Ia menyebutkan bahwa pemandangan itu sebagai “intriguing sight”. 5Anehnya, pemandangan itu terjadi pada siang hari. 6[...], biasanya astronaut melihat kelap-kelip cahaya di Bumi pada malam hari yang tercipta oleh lampu yang ada di daratan. 7Menurut Cristoforetti, cahaya putih yang muncul di gurun cokelat itu adalah pembangkit listrik tenaga surya, salah satu teknologi untuk mengambil energi terbarukan dari matahari. 8Pembangkit listrik tenaga surya Ashalim di Gurun Israel merupakan salah satu menara tenaga surya tertinggi di dunia, dengan ketinggian mencapai 250 meter. 9Menara itu dikelilingi oleh 50.000 cermin yang memusatkan sinar matahari ke menara. 10Maka dari itu, tak heran jika pantulan cahayanya bisa terlihat di luar angkasa.
Pertanyaan:
Ketidaklengkapan gagasan inti kalimat pada bacaan di atas terdapat pada kalimat....
(A) (1)
(B) (3)
(C) (5)
(D) (7)
(E) (10)
Klik untuk melihat jawaban dan pembahasan lengkap (penjelasan dasar materi SMA)
Jawaban yang benar adalah (C) (5).
Langkah 1: Gunakan rumus gagasan inti (materi SMA)
Rumus gagasan inti kalimat:
Gagasan inti = Subjek (S) + Predikat (P)
Kalimat dikatakan lengkap jika memiliki:
S + P (+ O/K)
Jika hanya berupa keterangan tanpa struktur S + P yang jelas → gagasan inti tidak lengkap.
Langkah 2: Analisis kalimat (5)
“Anehnya, pemandangan itu terjadi pada siang hari.”
Struktur:
S = pemandangan itu
P = terjadi
Secara struktur sebenarnya ada S dan P, tetapi kata “Anehnya,” adalah keterangan sikap yang berdiri di depan.
Masalahnya:
Kalimat ini tidak menjelaskan apa yang aneh secara lengkap tanpa konteks sebelumnya.
Gagasan intinya masih bergantung pada kalimat sebelumnya.
Langkah 3: Bandingkan dengan kalimat lain
(1) Memiliki struktur jelas S + P ✔
(3) Struktur lengkap ✔
(7) Struktur lengkap ✔
(10) Struktur lengkap ✔
Kesimpulan dengan rumus SMA
Gagasan inti lengkap harus berdiri jelas sebagai S + P.
Kalimat (5) memiliki ketergantungan makna dan gagasan inti yang tidak berdiri kuat sendiri.
Jawaban akhir: (C)
No 20