Teks Bacaan untuk Soal \(6\)–\(8\)
Pada zaman dahulu ada seseorang yang sakti dari tanah Jawa, namanya Dempo Awang. Ia suka mengganggu kaum perempuan di tanah Jawa.
Suatu saat ia berlabuh di wilayah Madura dengan tujuan ingin mengganggu seluruh perempuan/gadis Madura. Akan tetapi Jokotole telah mengetahui niat jahat Dempo Awang. Akhirnya Jokotole dan Dempo Awang bertarung mengadu kesaktian di tengah lautan. Cemeti Jokotole menghantam perahu Dempo Awang. Perahu Dempo Awang hancur dan Dempo Awang tewas.
Soal \(6\)
Pertanyaan: Latar tempat dalam cerita di atas adalah ….
- Jokotole dan Dempo Awang di wilayah Madura
- Perahu dan cemeti Jokotole, serta perairan Madura
- Perahu, lautan, wilayah Madura dan cemeti
- Tanah Jawa, wilayah Madura, tengah lautan dan perahu
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis Umum: “Latar tempat” adalah lokasi terjadinya peristiwa. Dalam bacaan, lokasi yang disebut jelas: tanah Jawa, wilayah Madura, dan tengah lautan, serta peristiwa pertarungan terjadi terkait perahu (perahu dihantam lalu hancur). Jadi opsi yang merangkum semua tempat tersebut paling tepat.
- A kurang lengkap: hanya memuat “wilayah Madura”, padahal ada “tanah Jawa” dan “tengah lautan”.
- B keliru fokus: “cemeti” bukan tempat, melainkan alat. “Perahu” memang terkait tempat kejadian, tetapi opsi ini tidak merangkum semua lokasi utama.
- C keliru: memasukkan “cemeti” sebagai latar tempat, padahal cemeti bukan tempat.
- D tepat dan lengkap: memuat tanah Jawa (asal/aksi Dempo Awang), wilayah Madura (tempat ia berlabuh), tengah lautan (arena bertarung), dan perahu (setting peristiwa hancurnya perahu).
Soal \(7\)
Pertanyaan: Jokotole dalam cerita di atas memiliki watak ….
- kesatria
- jahat
- pengganggu
- penakut
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: A.
Analisis Umum: Jokotole mengetahui “niat jahat” Dempo Awang (yang suka mengganggu perempuan) lalu melawan dan mengalahkannya demi menghentikan gangguan. Tindakan melindungi dan menumpas kejahatan mencerminkan watak “kesatria”.
- A tepat: Jokotole bertindak menghadang niat jahat, bertarung, dan menghentikan pelaku kejahatan.
- B tidak sesuai: “jahat” justru melekat pada niat Dempo Awang (“niat jahat Dempo Awang”).
- C tidak sesuai: “pengganggu” juga ciri Dempo Awang (“Ia suka mengganggu…”).
- D tidak sesuai: tidak ada petunjuk Jokotole takut; ia malah berani bertarung di tengah lautan.
Soal \(8\)
Pertanyaan: Amanat pada cerita Jokotole dan Dempo Awang adalah ….
- Orang jahat pasti mendapatkan balasan baik.
- Orang jahat pasti mendapatkan penyesalan.
- Orang jahat pasti mendapatkan penghargaan/kebanggaan.
- Orang jahat pasti mendapat balasan kepedihan/kehancuran.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis Umum: Alur cerita menunjukkan sebab-akibat moral: Dempo Awang berniat jahat dan mengganggu, lalu akhirnya kalah; perahunya hancur dan ia tewas. Ini menegaskan pesan bahwa kejahatan berujung pada balasan buruk.
- A bertentangan dengan cerita: pelaku jahat tidak memperoleh “balasan baik”.
- B tidak ditegaskan: cerita tidak menonjolkan penyesalan, yang ditonjolkan adalah hukuman/akibat nyata.
- C bertentangan: pelaku jahat tidak mendapat penghargaan.
- D tepat: selaras dengan akhir cerita (perahu hancur, tokoh jahat tewas) sebagai bentuk balasan buruk.
Teks Bacaan untuk Soal \(9\)
Di sebuah hutan, di daerah pedalaman hiduplah seekor burung nuri. Ia memiliki bulu yang indah dan suara yang merdu. Akan tetapi, entah mengapa burung nuri itu selalu menyendiri.
Lain burung nuri, lain pula burung pipit. Walaupun tidak terlalu cantik, ia sangat ramah, sehingga mempunyai banyak teman. Burung pipit merasa kasihan melihat burung nuri. Lalu ia menyapanya. “Selamat pagi burung nuri,” tegurnya ramah. “Ayo kita mengelilingi hutan ini sambil menikmati indahnya pemandangan dan segarnya udara pagi!” “Aku tak perlu berkeliling hutan. Nanti bisa ditembak pemburu karena aku terlalu indah!” Jawab burung nuri sinis.
Soal \(9\)
Pertanyaan: Perbedaan watak burung nuri dan burung pipit adalah ….
- Burung pipit sombong dan sinis, burung nuri ramah dan baik hati.
- Burung nuri sombong dan ramah, burung pipit baik hati dan sinis.
- Burung pipit ramah dan baik hati, burung nuri ramah dan sinis.
- Burung nuri sombong dan sinis, burung pipit ramah dan baik hati.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D.
Analisis Umum: Burung pipit digambarkan “sangat ramah” dan “merasa kasihan” (baik hati). Burung nuri menjawab “sinis” dan menyiratkan rasa bangga diri (“aku terlalu indah”) yang dekat dengan sikap sombong, selain tetap menyendiri.
- A terbalik: sifat ramah/baik hati justru ada pada pipit, bukan nuri.
- B campur-aduk: nuri tidak ditunjukkan “ramah”, dan pipit tidak ditunjukkan “sinis”.
- C kurang tepat: nuri tidak digambarkan “ramah”; yang jelas pada nuri adalah “sinis”.
- D tepat: nuri “sinis” dan cenderung meninggikan diri karena merasa “terlalu indah”, sedangkan pipit ramah dan baik hati.
Teks Bacaan untuk Soal \(10\)
Bacalah laporan berikut!
Pak Kadir mempunyai bengkel sepeda motor yang bernama bengkel Manfaat. Di bengkel tersebut ada tiga orang montir yang memiliki keahlian berbeda-beda. Pak Kadir hanya mengawasi dan memberi pengarahan kepada montirnya. Namun, kadang-kadang juga ikut membantu apabila diperlukan.
Kegiatan di bengkel tersebut sangat ramai. Beberapa orang tampak antre untuk menyervis sepeda motornya. Para montir melayani pelanggan dengan ramah dan cekatan. Hal inilah yang menjadi daya tarik para pelanggan.
Soal \(10\)
Pertanyaan: Topik laporan tersebut adalah ….
- Kegiatan di bengkel Pak Kadir.
- Bengkel Manfaat Pak Kadir.
- Pak Kadir seorang montir.
- Montir sepeda motor.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B.
Analisis Umum: “Topik” adalah pokok bahasan utama yang mencakup seluruh isi laporan. Bacaan membahas bengkel milik Pak Kadir: nama bengkel (Manfaat), kondisi bengkel, para montir, peran Pak Kadir, suasana ramai, dan pelayanan. Semua rincian itu berada di bawah payung bahasan “Bengkel Manfaat Pak Kadir”.
- A kurang luas: “kegiatan di bengkel” memang ada, tetapi laporan juga memuat identitas bengkel, struktur pekerja (3 montir), dan peran Pak Kadir. Itu lebih cocok sebagai rincian dalam topik yang lebih besar.
- B tepat: mencakup keseluruhan isi (profil singkat bengkel dan aktivitasnya).
- C keliru: bacaan tidak menyatakan Pak Kadir “seorang montir”; justru ia mengawasi dan memberi pengarahan, kadang membantu.
- D terlalu umum: laporan tidak membahas montir secara umum, melainkan montir di bengkel tertentu (Bengkel Manfaat milik Pak Kadir).
Latihan Tambahan Bahasa Indonesia untuk Anak SD
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari ikhtiar pendidikan yang dikembangkan di Pesantren Tahfidz Karangmojo.
Agar ananda semakin lancar membaca, memahami bacaan, dan terbiasa menjawab soal, silakan melanjutkan latihan Bahasa Indonesia berikut ini. Soal-soal disusun bertahap, bisa dikerjakan sedikit demi sedikit sesuai kemampuan ananda.
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 1
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 2
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 3
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 4
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 5
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 6
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 7
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 8
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 9
- Latihan Bahasa Indonesia SD – 10
Semoga ikhtiar kecil ini menjadi wasilah kemudahan bagi ananda dalam belajar, dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.