Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 41

Identifikasi masalah karya ilmiah:

  • Apakah limbah kertas bekas dapat dimanfaatkan?
  • Bagaimana pengelolaan limbah menjadi barang berguna?

Latar belakang yang tepat untuk identifikasi masalah tersebut adalah …

  1. Kertas bekas yang selama ini dianggap limbah ternyata dapat dijadikan benda yang bermanfaat. Pemanfaatan limbah kertas tersebut menjadi salah satu solusi terhadap persoalan sampah.
  2. Kertas yang merupakan salah satu dari sekian jenis sampah sangat melimpah sebab hampir seluruh sektor kehidupan di masyarakat kita menggunakan kertas.
  3. Dunia pendidikan kita tidak bisa dipisahkan antara kertas dan kegiatan proses belajar-mengajar. Kertas adalah hal pokok yang bagi semua siswa dan mahasiswa yang aktif maupun para alumni yang telah memasuki dunia usaha.
  4. Sampah merupakan suguhan pokok yang terjadi di kota-kota bahkan sampai di desa. Kota-kota besar mengalami polusi karena sampah. Demikian juga di desa-desa. Sampah menjadi masalah baik di desa maupun di kota.
Jawaban

A

Analisa

Identifikasi masalah menanyakan dua hal yang spesifik: kertas bekas (limbah kertas) dan pengelolaan menjadi barang berguna. Latar belakang yang tepat harus langsung mengantar pada gagasan: “kertas bekas dapat dimanfaatkan” dan “menjadi solusi persoalan sampah”.

A: paling tepat karena menyebutkan kertas bekas yang dianggap limbah, lalu ditegaskan bisa dimanfaatkan menjadi benda bermanfaat dan menjadi solusi persoalan sampah (sesuai fokus masalah).

B: hanya menjelaskan kertas melimpah sebagai sampah, tetapi belum mengarah ke pemanfaatan/diolah menjadi barang berguna.

C: membahas peran kertas dalam pendidikan, tidak menyoroti limbah kertas dan pengelolaannya.

D: membahas sampah secara umum (kota dan desa), terlalu luas dan tidak mengerucut pada limbah kertas dan pemanfaatannya.


Soal 42

Data buku:

Judul : Apresiasi Sastra untuk SMTA
Penerbit : Angkasa Bandung tahun 1986
Penulis : Ema Husnan

Berdasarkan data tersebut, penulisan daftar pustaka yang tepat menurut EYD adalah …

  1. Ema, Husnan, Apresiasi Sastra untuk SMTA, Bandung: Angkasa. 1986.
  2. Husnan,Ema. 1986. Apresiasi Sastra untuk SMTA.Bandung: Angkasa.
  3. Husnan, Ema, Apresiasi Sastra untuk SMTA,1986. Bandung: Angkasa.
  4. Ema, Husnan, Apresiasi Sastra untuk SMTA, Bandung, 1986, Angkasa.
Jawaban

B

Analisa

Format daftar pustaka buku yang umum dipakai: Nama belakang, Nama depan. Tahun. Judul (miring). Kota: Penerbit. Data yang tersedia juga lengkap untuk format itu: penulis (Ema Husnan), tahun (1986), judul, kota (Bandung), penerbit (Angkasa).

B: urutan unsur sudah tepat: “Husnan, Ema” → “1986” → judul → “Bandung: Angkasa”. (Ini paling sesuai pola baku.)

A: tahun diletakkan di bagian akhir setelah penerbit, sehingga susunannya tidak baku.

C: unsur tahun ditempel pada judul dengan tanda baca yang kurang tepat, dan susunannya tidak rapi.

D: susunan unsur tidak mengikuti pola baku (kota, tahun, penerbit dipisah tidak jelas).


Soal 43

Rembulan

Rembulan
Kau berjalan di atas bumi pertiwi
Dengan sinar keagungan
Walau sesaat kita bertemu
Di malam hari

Larik bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah …

  1. Dia bermanfaat sekali
  2. Rembulan menyinari bumi
  3. Cahayanya bersinar terang
  4. Engkau tersenyum padaku
Jawaban

D

Analisa

Soal meminta larik bermajas, artinya larik yang memakai gaya bahasa (tidak literal). Pada puisi, rembulan sudah diperlakukan seperti “kau” (seolah-olah makhluk hidup), jadi larik tambahan yang paling padu adalah yang memperkuat personifikasi.

A: kalimat penilaian biasa, tidak mengandung majas yang kuat.

B: makna literal (rembulan memang menyinari), tidak terasa kiasannya.

C: juga literal (cahaya terang), majasnya lemah.

D: “tersenyum” adalah sifat manusia, diberikan pada rembulan → personifikasi (jelas bermajas dan padu dengan kata “kau”).


Soal 44

Kapal laut

Lihatlah sebuah titik
Ditengah laut nan jauh
Titik itu terus menggelinding
Kuat tiada ...
Walau diterjang ombak diterpa angin

Kata yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut agar berima sama dengan baris sebelumnya adalah …

  1. gentar
  2. berkelit
  3. menjauh
  4. bergeming
Jawaban

D

Analisa

Petunjuk 1 (rima): baris sebelumnya berakhir dengan bunyi “-ding” pada kata “menggelinding”. Kata pelengkap sebaiknya berakhir bunyi yang serasi “-ing”.

Petunjuk 2 (makna): setelahnya ada “Walau diterjang ombak diterpa angin”, jadi maknanya harus menunjukkan keteguhan/tidak goyah.

A: bunyi akhir “-ar” tidak serasi dengan “-ding”, dan maknanya kurang spesifik.

B: bunyi “-it” tidak serasi, maknanya “menghindar” tidak sesuai keteguhan.

C: bunyi “-uh” tidak serasi, maknanya arah gerak bukan keteguhan.

D: bunyi akhir “-ing” serasi, dan maknanya “tidak goyah/tidak bergerak karena guncangan” tepat untuk kondisi diterpa ombak dan angin.


Soal 45

Perhatikan pantun berikut!

Dari Jakarta, menuju Semarang
Jangan lupa beli pepaya
Engkau senang, aku senang
Karena kita memang Saudara

Balasan yang tepat untuk pantun tersebut adalah …

  1. Buah lengkung enak rasanya
    Beli murah di Temanggung
    Kita memang bersaudara
    Susah senang kita tanggung
  2. Makan gulai di atas batu
    Kerasnya batu tak terasakan
    Jika boleh aku bertamu
    Datang bertamu sambil berjalan
  3. Jika kenyang karena makan
    Janganlah lupa akan minumnya
    Jika datang dengan ancaman
    Akan kuterima dengan gembira
  4. Jika engkau pergi ke Pati
    Belikan aku sekilo duku
    Jika engkau berbaik hati
    Bantulah aku bawakan buku
Jawaban

D

Analisa

Pantun umumnya berpola rima a-b-a-b. Pada pantun soal: “Semarang” (a) berima dengan “senang” (a), dan “pepaya” (b) berima dengan “Saudara” (b) (bunyi akhir sama-sama vokal terbuka). Balasan yang tepat harus menjaga pola rima yang jelas: baris 1 berima dengan baris 3, baris 2 berima dengan baris 4.

A: rima baris 1 (“rasanya”) tidak berima dengan baris 3 (“bersaudara”), sehingga pola rima tidak terjaga.

B: rima baris 1 (“batu”) tidak berima dengan baris 3 (“bertamu”), dan baris 2 (“terasakan”) tidak berima dengan baris 4 (“berjalan”).

C: rima baris 1 (“makan”) dan baris 3 (“ancaman”) mendekati, tetapi baris 2 (“minumnya”) tidak berima dengan baris 4 (“gembira”), sehingga pola a-b-a-b tidak kuat.

D: baris 1 (“Pati”) berima dengan baris 3 (“hati”), dan baris 2 (“duku”) berima dengan baris 4 (“buku”) → pola a-b-a-b paling rapi dan jelas, sehingga paling tepat sebagai balasan pantun.