Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Gumpalan langit mana sempurna
Bertabur bintang-bintang angkasa
Namun satu bintang yang berpijar
Teruntai turun menyapaku

Jenis citraan yang terdapat pada larik kedua puisi tersebut adalah …

  1. penglihatan
  2. perasaan
  3. pendengaran
  4. penciuman
Jawaban

B

Analisa

Kata kunci larik kedua:Berhati bintang-bintang angkasa”.

Diksi “berhati” mengarah pada suasana batin/emosi (rasa di dalam diri), bukan pada sesuatu yang ditangkap oleh mata, telinga, atau hidung. Karena itu citraan yang paling tepat adalah citraan perasaan.

A (penglihatan): lebih cocok untuk larik yang menonjolkan bentuk/warna yang “terlihat” jelas (misalnya “bertubur bintang-bintang”), bukan kata batin “berhati”.

B (perasaan): sesuai karena “berhati” menggambarkan keadaan batin (rasa).

C (pendengaran): tidak ada penanda bunyi (misalnya “dengar”, “senandung”, “gema”).

D (penciuman): tidak ada penanda aroma (misalnya “harum”, “bau”).


Soal 17

Perhatikan larik-larik berikut!

(1) Dengarkan angin mengusir batang-batang padi
(2) Sebelum matahari terbenam
(3) Dengarkan senandung di balik jendela
(4) Sebelum keadaan sepi
(5) Rumah kecil, bukalah pintarmu

Berdasarkan puisi tersebut larik yang bermajas sama ditandai nomor …

  1. (1) dan (2)
  2. (1) dan (3)
  3. (1) dan (4)
  4. (1) dan (5)
Jawaban

D

Analisa

Inti penentuan: cari larik yang sama-sama memakai majas (penginsanan/personifikasi).

(1)angin mengusir batang-batang padi” memberi tindakan manusia (“mengusir”) pada “angin”. Ini majas personifikasi.

(5)Rumah kecil, bukalah pintarmu” seolah-olah “rumah” bisa “membuka pintu” seperti manusia. Ini juga personifikasi (benda diberi sifat/aksi manusia).

A (1) dan (2): (2) “sebelum matahari terbenam” lebih literal, bukan personifikasi.

B (1) dan (3): (3) bernuansa bunyi (“senandung”), tetapi bukan tindakan benda yang diperlakukan sebagai manusia secara jelas seperti (1) dan (5).

C (1) dan (4): (4) “sebelum keadaan sepi” bersifat keadaan/waktu, tidak menunjukkan personifikasi yang sejenis dengan (1).

D (1) dan (5): keduanya sama-sama memberi tindakan manusia pada nonmanusia (personifikasi).


Soal 18

Perhatikan kutipan puisi berikut!

Bunga di tepi jalan
Menarupng debu kendaraan
Tumbuh di luar karang
Mati tidak berdekap

Tema kutipan puisi tersebut adalah …

  1. kesenangan
  2. keharuan
  3. kesengsaraan
  4. kemiskinan
Jawaban

C

Analisa

Gagasan utama kutipan: nasib “bunga” yang hidup di lingkungan keras dan berakhir tragis.

di tepi jalan” + “menarupng debu kendaraan” menggambarkan kondisi tidak nyaman/tertekan. “Tumbuh di luar karang” menegaskan suasana keras, tidak ramah. “Mati …” menutup dengan nuansa getir. Maka tema paling tepat adalah kesengsaraan.

A (kesenangan): bertentangan dengan diksi debu, keras, dan kematian.

B (keharuan): bisa ada rasa haru, tetapi fokus kutipan lebih pada penderitaan/kerasnya hidup bunga, bukan momen mengharukan.

C (kesengsaraan): paling mewakili rangkaian kondisi keras dan akhir yang tragis.

D (kemiskinan): tidak ada penanda kondisi ekonomi; yang dominan adalah penderitaan karena lingkungan.


Soal 19

Perhatikan kutipan cerita berikut!

Dengan hati yang remuk redam Hanafi pulang ke kampung halamannya di Sumatera Barat. Ibunya ingin mengembalikan Hanafi kepada Raflah. Hanafi menolak karena, tidak mungkin menjilat liur yang sudah diludahkannya. Hanafi menyesal oleh tindakannya yang tidak mau mengindahkan nasihat orang tuanya sehingga ia menderita dalam menjalani hidup ini. Tak lama kemudian, Hanafi mati karena menelan empat butir sublimat.

Pesan yang tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah …

  1. Jangan pulang kampung dalam keadaan sedih!
  2. Jangan menolak keinginan orang tua!
  3. Turutilah nasihat orang tua!
  4. Jalan hidup sesuai dengan pilihan!
Jawaban

C

Analisa

Kalimat kunci:Hanafi menyesal … tidak mau mengindahkan nasihat orang tuanya”.

Penyesalan tokoh dinyatakan tegas karena ia tidak mengindahkan nasihat orang tua. Jadi pesan tersirat yang paling tepat: turutilah nasihat orang tua.

A: “pulang kampung sedih” hanya detail situasi, bukan inti amanat.

B: dekat, tetapi “keinginan orang tua” dalam cerita spesifik pada satu kehendak (mengembalikan pada Raflah), sedangkan teks menekankan sikap umum: mengindahkan nasihat orang tua.

C: paling langsung sesuai dengan pernyataan sebab penyesalan tokoh (“tidak mau mengindahkan nasihat”).

D: bertentangan dengan amanat karena justru pilihan tokoh membawa penyesalan dan penderitaan.


Soal 20

Perhatikan kutipan berikut!

(1) Pada beberapa tempat, ilalang berbunga putih beralun-alun sambil berayun dengan rumpun dibembus udara.
(2) Sebuah kerucut perbatasan putih dengan langit
(3) Garis yang mengantar matahari menuju peristirahatan.
(4) Langit yang kuning muda, bersisik putih di antaranya terjalin warna keemasan.

Bukti bahwa kutipan tersebut terjadi pada sore hari terdapat pada kalimat nomor …

  1. (1)
  2. (2)
  3. (3)
  4. (4)
Jawaban

D

Analisa

Petunjuk waktu “sore” biasanya tampak pada warna langit menjelang matahari turun: kekuningan/keemasan.

Kalimat (4) menyebut “langit yang kuning muda” dan “warna keemasan”. Ini ciri kuat suasana menjelang senja/sore.

A (1): menggambarkan gerak ilalang dan hembusan udara, belum menunjukkan waktu spesifik.

B (2): gambaran bentuk perbatasan putih dengan langit, belum menandai sore.

C (3): ada kesan matahari “menuju peristirahatan”, tetapi penanda yang paling konkret untuk sore pada kutipan ini ada pada warna langit di (4).

D (4): penanda visual “kuning muda” dan “keemasan” paling tegas menunjukkan sore.