No 1
Suatu kecamatan terdiri atas \(17\) kelurahan yang terpisahkan oleh suatu sungai dengan \(8\) kelurahan di sebelah barat sungai dan \(9\) kelurahan di sebelah timur sungai. Setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan uang dari suatu perusahaan, masing-masing sebesar Rp\(50.000.000,00\). Bantuan tidak diberikan sekaligus kepada semua kelurahan, tetapi diberikan secara bertahap. Giliran kelurahan yang akan mendapat bantuan ditentukan secara acak.
Jika awalnya dipilih secara berurutan tiga kelurahan untuk diberi bantuan, banyak cara terpilihnya kelurahan pertama di barat sungai, kelurahan kedua di barat sungai, dan kelurahan ketiga di timur sungai adalah . . .
| (a) \(144\) | (b) \(257\) | (c) \(504\) | (d) \(576\) | (e) \(648\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Jawaban: \(504\)
Pembahasan:
Soal ini adalah soal aturan perkalian pada peluang pencacahan.
Kita diminta menghitung banyak cara memilih tiga kelurahan secara berurutan dengan syarat:
kelurahan pertama dari barat sungai,
kelurahan kedua dari barat sungai,
kelurahan ketiga dari timur sungai.
Langkah \(1\): memilih kelurahan pertama di barat sungai.
Karena ada \(8\) kelurahan di barat sungai, maka banyak cara memilih kelurahan pertama adalah \(8\).
Langkah \(2\): memilih kelurahan kedua di barat sungai.
Karena satu kelurahan barat sudah terpilih pada langkah pertama, sisa kelurahan barat tinggal \(7\).
Jadi banyak cara memilih kelurahan kedua adalah \(7\).
Langkah \(3\): memilih kelurahan ketiga di timur sungai.
Di timur sungai ada \(9\) kelurahan, dan belum ada yang terambil dari timur, sehingga banyak caranya adalah \(9\).
Gunakan aturan perkalian:
\(8 \times 7 \times 9 = 504\)
Jadi banyak cara yang mungkin adalah \(504\).
Dengan rumus permutasi:
Dua kelurahan pertama dipilih berurutan dari \(8\) kelurahan barat, sehingga dapat ditulis:
\(^{8}P_{2} = 8 \times 7\)
Lalu kelurahan ketiga dipilih dari \(9\) kelurahan timur, sehingga:
\(^{8}P_{2} \times 9 = (8 \times 7) \times 9 = 504\)
Kesimpulan: jawaban yang benar adalah \((c)\) \(504\).
No 2
Suatu kecamatan terdiri atas \( 17 \) kelurahan yang terpisahkan oleh suatu sungai dengan \( 8 \) kelurahan di sebelah barat sungai dan \( 9 \) kelurahan di sebelah timur sungai. Setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan uang dari suatu perusahaan, masing-masing sebesar Rp\( 50.000.000{,}00 \). Bantuan tidak diberikan sekaligus kepada semua kelurahan, tetapi diberikan secara bertahap. Giliran kelurahan yang akan mendapat bantuan ditentukan secara acak.
Jika pada tahap pertama dipilih empat kelurahan untuk bersama-sama diberi bantuan, peluang yang terpilih dua kelurahan di barat sungai dan dua kelurahan di timur sungai adalah ....
| (a) \( \dfrac{36}{85} \) | (b) \( \dfrac{20}{85} \) | (c) \( \dfrac{10}{85} \) | (d) \( \dfrac{6}{85} \) | (e) \( \dfrac{5}{85} \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (a) \( \dfrac{36}{85} \)
Langkah 1: Tentukan banyak cara memilih \( 4 \) kelurahan dari seluruh \( 17 \) kelurahan
Karena yang dipilih adalah \( 4 \) kelurahan tanpa memperhatikan urutan, maka digunakan kombinasi.
\( \text{Banyak semua kejadian} = {}^{17}C_{4} \)
\( {}^{17}C_{4} = \dfrac{17!}{4!13!} = \dfrac{17 \times 16 \times 15 \times 14}{4 \times 3 \times 2 \times 1} = 2380 \)
Langkah 2: Tentukan banyak cara agar terpilih \( 2 \) kelurahan di barat dan \( 2 \) kelurahan di timur
Dari \( 8 \) kelurahan di barat dipilih \( 2 \), dan dari \( 9 \) kelurahan di timur dipilih \( 2 \).
\( \text{Banyak kejadian yang diinginkan} = {}^{8}C_{2} \times {}^{9}C_{2} \)
\( {}^{8}C_{2} = \dfrac{8!}{2!6!} = \dfrac{8 \times 7}{2 \times 1} = 28 \)
\( {}^{9}C_{2} = \dfrac{9!}{2!7!} = \dfrac{9 \times 8}{2 \times 1} = 36 \)
Maka:
\( {}^{8}C_{2} \times {}^{9}C_{2} = 28 \times 36 = 1008 \)
Langkah 3: Gunakan rumus peluang
\( P(A) = \dfrac{\text{banyak kejadian yang diinginkan}}{\text{banyak semua kejadian}} \)
\( P(A) = \dfrac{1008}{2380} \)
Langkah 4: Sederhanakan pecahan
\( \dfrac{1008}{2380} = \dfrac{252}{595} = \dfrac{36}{85} \)
Kesimpulan
Peluang terpilih \( 2 \) kelurahan di barat sungai dan \( 2 \) kelurahan di timur sungai adalah \( \dfrac{36}{85} \).
Mengapa bukan yang lain?
Pada soal ini, urutan pemilihan tidak diperhatikan, sehingga harus memakai kombinasi, bukan permutasi. Yang dihitung adalah kelompok \( 4 \) kelurahan, bukan siapa yang dipilih lebih dulu. Karena itu bentuk yang benar adalah \( {}^{8}C_{2} \), \( {}^{9}C_{2} \), dan \( {}^{17}C_{4} \).
No 3
Suatu kecamatan terdiri atas \( 17 \) kelurahan yang terpisahkan oleh suatu sungai dengan \( 8 \) kelurahan di sebelah barat sungai dan \( 9 \) kelurahan di sebelah timur sungai. Setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan uang dari suatu perusahaan, masing-masing sebesar Rp\( 50.000.000{,}00 \). Bantuan tidak diberikan sekaligus kepada semua kelurahan, tetapi diberikan secara bertahap. Giliran kelurahan yang akan mendapat bantuan ditentukan secara acak.
Jika pada tahap pertama dipilih empat kelurahan untuk bersama-sama diberi bantuan, peluang yang terpilih dua kelurahan di barat sungai dan dua kelurahan di timur sungai adalah ....
| (a) \( \dfrac{36}{85} \) | (b) \( \dfrac{20}{85} \) | (c) \( \dfrac{10}{85} \) | (d) \( \dfrac{6}{85} \) | (e) \( \dfrac{5}{85} \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (a) \( \dfrac{36}{85} \)
Langkah 1: Tentukan banyak cara memilih \( 4 \) kelurahan dari seluruh \( 17 \) kelurahan
Karena yang dipilih adalah \( 4 \) kelurahan tanpa memperhatikan urutan, maka digunakan kombinasi.
\( \text{Banyak semua kejadian} = {}^{17}C_{4} \)
\( {}^{17}C_{4} = \dfrac{17!}{4!13!} = \dfrac{17 \times 16 \times 15 \times 14}{4 \times 3 \times 2 \times 1} = 2380 \)
Langkah 2: Tentukan banyak cara agar terpilih \( 2 \) kelurahan di barat dan \( 2 \) kelurahan di timur
Dari \( 8 \) kelurahan di barat dipilih \( 2 \), dan dari \( 9 \) kelurahan di timur dipilih \( 2 \).
\( \text{Banyak kejadian yang diinginkan} = {}^{8}C_{2} \times {}^{9}C_{2} \)
\( {}^{8}C_{2} = \dfrac{8!}{2!6!} = \dfrac{8 \times 7}{2 \times 1} = 28 \)
\( {}^{9}C_{2} = \dfrac{9!}{2!7!} = \dfrac{9 \times 8}{2 \times 1} = 36 \)
Maka:
\( {}^{8}C_{2} \times {}^{9}C_{2} = 28 \times 36 = 1008 \)
Langkah 3: Gunakan rumus peluang
\( P(A) = \dfrac{\text{banyak kejadian yang diinginkan}}{\text{banyak semua kejadian}} \)
\( P(A) = \dfrac{1008}{2380} \)
Langkah 4: Sederhanakan pecahan
\( \dfrac{1008}{2380} = \dfrac{252}{595} = \dfrac{36}{85} \)
Kesimpulan
Peluang terpilih \( 2 \) kelurahan di barat sungai dan \( 2 \) kelurahan di timur sungai adalah \( \dfrac{36}{85} \).
Mengapa bukan yang lain?
Pada soal ini, urutan pemilihan tidak diperhatikan, sehingga harus memakai kombinasi, bukan permutasi. Yang dihitung adalah kelompok \( 4 \) kelurahan, bukan siapa yang dipilih lebih dulu. Karena itu bentuk yang benar adalah \( {}^{8}C_{2} \), \( {}^{9}C_{2} \), dan \( {}^{17}C_{4} \).
No 4
Suatu kecamatan terdiri atas \( 17 \) kelurahan yang terpisahkan oleh suatu sungai dengan \( 8 \) kelurahan di sebelah barat sungai dan \( 9 \) kelurahan di sebelah timur sungai. Setiap kelurahan akan mendapatkan bantuan uang dari suatu perusahaan, masing-masing sebesar Rp\( 50.000.000,00 \). Bantuan tidak diberikan sekaligus kepada semua kelurahan, tetapi diberikan secara bertahap. Giliran kelurahan yang akan mendapat bantuan ditentukan secara acak.
Jika pada tahap pertama akan dipilih empat kelurahan secara berurutan, peluang urutan pertama dan kedua adalah dua kelurahan yang dipisahkan oleh sungai serta urutan ketiga dan keempat adalah kelurahan di barat sungai adalah . . .
| (a) \( \dfrac{3}{170} \) | (b) \( \dfrac{17}{170} \) | (c) \( \dfrac{17}{72} \) | (d) \( \dfrac{23}{72} \) | (e) \( \dfrac{25}{72} \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (b) \( \dfrac{17}{170} \)
Langkah 1: Memahami kondisi soal
Total kelurahan \( = 17 \)
Kelurahan barat sungai \( = 8 \)
Kelurahan timur sungai \( = 9 \)
Pemilihan dilakukan berurutan, sehingga setiap tahap menggunakan peluang bersyarat.
Kondisi yang diminta:
Urutan \( 1 \) dan \( 2 \) adalah dua kelurahan yang dipisahkan sungai.
Artinya satu dari barat dan satu dari timur.
Urutan \( 3 \) dan \( 4 \) adalah kelurahan di barat sungai.
Langkah 2: Hitung peluang urutan pertama dan kedua
Ada dua kemungkinan:
Barat lalu Timur
Timur lalu Barat
Peluang Barat kemudian Timur:
\( P = \dfrac{8}{17} \times \dfrac{9}{16} \)
Peluang Timur kemudian Barat:
\( P = \dfrac{9}{17} \times \dfrac{8}{16} \)
Total peluang dua kelurahan berbeda sisi sungai:
\( \dfrac{8}{17} \times \dfrac{9}{16} + \dfrac{9}{17} \times \dfrac{8}{16} \)
\( = \dfrac{72}{272} + \dfrac{72}{272} \)
\( = \dfrac{144}{272} \)
\( = \dfrac{9}{17} \)
Langkah 3: Hitung peluang urutan ketiga dan keempat di barat
Jika dua pertama berasal dari sisi berbeda, maka jumlah kelurahan barat tersisa:
\( 7 \)
Total kelurahan tersisa:
\( 15 \)
Peluang urutan ketiga barat:
\( \dfrac{7}{15} \)
Setelah itu tersisa \( 6 \) barat dari \( 14 \)
Peluang urutan keempat barat:
\( \dfrac{6}{14} \)
Langkah 4: Kalikan seluruh peluang
\( P = \dfrac{9}{17} \times \dfrac{7}{15} \times \dfrac{6}{14} \)
\( P = \dfrac{378}{3570} \)
Sederhanakan:
\( \dfrac{378}{3570} = \dfrac{17}{170} \)
Kesimpulan
Peluang urutan pertama dan kedua berasal dari sisi sungai yang berbeda serta urutan ketiga dan keempat berasal dari barat sungai adalah
\( \dfrac{17}{170} \)
No 5
Biaya pemakaian air minum suatu daerah untuk \(1\ m^{3}\) pertama sebesar Rp\(2.600,00\) dan tarifnya meningkat tiap \(m^{3}\)-nya. Biaya untuk pemakaian \(1\ m^{3}\) kedua sebesar Rp\(3.200,00\), untuk \(1\ m^{3}\) ketiga sebesar Rp\(3.900,00\), dan untuk \(1\ m^{3}\) keempat sebesar Rp\(4.700,00\), dan seterusnya hingga pemakaian \(20\ m^{3}\). Setelah pemakaian ke-\(20\), tarif tetap. Biaya layanan perbulan tetap sebesar Rp\(85.000,00\).
Jika \(B_{n}\) menyatakan biaya pemakaian air minum yang harus dibayar pelanggan untuk pemakaian \(1\ m^{3}\) ke-\(n\), \(B_{n} = \ldots\) rupiah
| (a) \(50n^{2} + 750n + 1800,\ n = 1,2,\ldots,20\) | (b) \(50n^{2} + 850n + 1700,\ n = 1,2,\ldots,20\) |
| (c) \(50n^{2} + 650n + 1900,\ n = 1,2,\ldots,20\) | (d) \(50n^{2} + 550n + 2000,\ n = 1,2,\ldots,20\) |
| (e) \(50n^{2} + 450n + 2100,\ n = 1,2,\ldots,20\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Menuliskan data yang diketahui
Biaya setiap \(1\ m^{3}\) berturut-turut adalah:
\(B_{1} = 2600\)
\(B_{2} = 3200\)
\(B_{3} = 3900\)
\(B_{4} = 4700\)
Kita lihat selisih antar suku:
\(3200 - 2600 = 600\)
\(3900 - 3200 = 700\)
\(4700 - 3900 = 800\)
Selisih kedua:
\(700 - 600 = 100\)
\(800 - 700 = 100\)
Karena selisih kedua konstan, maka barisan ini berbentuk fungsi kuadrat.
Misalkan:
\( B_{n} = an^{2} + bn + c \)
Langkah \(2\): Gunakan nilai yang diketahui
Untuk \(n = 1\)
\( a + b + c = 2600 \)
Untuk \(n = 2\)
\( 4a + 2b + c = 3200 \)
Untuk \(n = 3\)
\( 9a + 3b + c = 3900 \)
Langkah \(3\): Eliminasi
Kurangkan persamaan kedua dengan pertama
\( (4a + 2b + c) - (a + b + c) = 3200 - 2600 \)
\( 3a + b = 600 \)
Kurangkan persamaan ketiga dengan kedua
\( (9a + 3b + c) - (4a + 2b + c) = 3900 - 3200 \)
\( 5a + b = 700 \)
Langkah \(4\): Tentukan nilai \(a\)
\( (5a + b) - (3a + b) = 700 - 600 \)
\( 2a = 100 \)
\( a = 50 \)
Langkah \(5\): Tentukan \(b\)
\( 3a + b = 600 \)
\( 3(50) + b = 600 \)
\( 150 + b = 600 \)
\( b = 450 \)
Langkah \(6\): Tentukan \(c\)
\( a + b + c = 2600 \)
\( 50 + 450 + c = 2600 \)
\( c = 2100 \)
Langkah \(7\): Bentuk fungsi
\( B_{n} = 50n^{2} + 450n + 2100 \)
Kesimpulan
Rumus biaya air untuk \(1\ m^{3}\) ke-\(n\) adalah:
\((e)\) \(50n^{2} + 450n + 2100\)
No 6
Biaya pemakaian air minum suatu daerah untuk \( 1 \, m^{3} \) pertama sebesar Rp\( 2.600,00 \) dan tarifnya meningkat tiap \( m^{3} \)-nya. Biaya untuk pemakaian \( 1 \, m^{3} \) kedua sebesar Rp\( 3.200,00 \), untuk \( 1 \, m^{3} \) ketiga sebesar Rp\( 3.900,00 \), dan untuk \( 1 \, m^{3} \) keempat sebesar Rp\( 4.700,00 \), dan seterusnya hingga pemakaian \( 20 \, m^{3} \). Setelah pemakaian ke-\( 20 \), tarif tetap. Biaya layanan perbulan tetap sebesar Rp\( 85.000,00 \).
Klik pilihan pada kolom di sebelah kanan pernyataan yang sesuai jawaban.
| Pernyataan | Ya | Tidak |
| Biaya yang harus dibayar pelanggan untuk pemakaian air minum \( 1 \, m^{3} \) ke-\( 10 \) adalah Rp\( 11.600,00 \). |
||
| Total biaya yang harus dibayar pelanggan untuk pemakaian \( 5 \, m^{3} \) air minum pada bulan tertentu adalah Rp\( 20.000 \). |
||
| Biaya paling tinggi yang dikenakan kepada pelanggan untuk pemakaian \( 1 \, m^{3} \) air minum sebesar Rp\( 31.000,00 \). |
Klik jawaban dan analisis
Analisis Pola Tarif
Tarif air membentuk pola kenaikan yang tidak tetap, tetapi dapat dianalisis melalui selisih berturut.
\( 2.600 \rightarrow 3.200 \) selisih \( 600 \)
\( 3.200 \rightarrow 3.900 \) selisih \( 700 \)
\( 3.900 \rightarrow 4.700 \) selisih \( 800 \)
Selisihnya bertambah \( 100 \) setiap langkah.
Ini membentuk pola:
\( a_{1}=2600 \)
kenaikan berturut: \( 600,700,800,900,1000,\dots \)
Pernyataan 1
Tarif \( m^{3} \) ke-\( 10 \)
Selisih sampai suku ke-\( 10 \):
\( 600+700+800+900+1000+1100+1200+1300+1400 \)
Jumlah deret:
\( S = \dfrac{9}{2}(600+1400) \)
\( S = \dfrac{9}{2}(2000) \)
\( S = 9000 \)
Maka:
\( a_{10}=2600+9000 \)
\( a_{10}=11600 \)
Jadi pernyataan pertama BENAR.
Pernyataan 2
Hitung total biaya \( 5 \, m^{3} \)
\( 2600+3200+3900+4700+5600 \)
\( =20000 \)
Namun pelanggan juga membayar biaya layanan:
\( 20000+85000 \)
\( =105000 \)
Pernyataan hanya menyebut Rp\( 20.000 \).
Sehingga pernyataan kedua SALAH.
Pernyataan 3
Tarif tertinggi sebelum tarif tetap terjadi pada \( m^{3} \) ke-\( 20 \).
Kenaikan total sampai suku ke-\( 20 \)
Selisih terakhir:
\( 600+100(19-1) \)
\( =600+1800 \)
\( =2400 \)
Jumlah selisih:
\( S=\dfrac{19}{2}(600+2400) \)
\( S=\dfrac{19}{2}(3000) \)
\( S=28500 \)
Maka:
\( a_{20}=2600+28500 \)
\( a_{20}=31100 \)
Bukan Rp\( 31.000,00 \).
Sehingga pernyataan ketiga SALAH.
Kesimpulan Jawaban
| Pernyataan | Jawaban |
| 1 | Ya |
| 2 | Tidak |
| 3 | Tidak |
No 7
Biaya pemakaian air minum suatu daerah untuk \(1\ m^{3}\) pertama sebesar Rp\(2.600,00\) dan tarifnya meningkat tiap \(m^{3}\)-nya. Biaya untuk pemakaian \(1\ m^{3}\) kedua sebesar Rp\(3.200,00\), untuk \(1\ m^{3}\) ketiga sebesar Rp\(3.900,00\), dan untuk \(1\ m^{3}\) keempat sebesar Rp\(4.700,00\), dan seterusnya hingga pemakaian \(20\ m^{3}\). Setelah pemakaian ke-\(20\), tarif tetap. Biaya layanan perbulan tetap sebesar Rp\(85.000,00\).
Jika setiap pembayaran tagihan dikenakan pajak sebesar \(12\%\) biaya yang harus dibayarkan pelanggan untuk pemakaian air minum sebanyak \(10\ m^{3}\) pada bulan tertentu adalah . . .
| (a) Rp\(150.000,00\) | (b) Rp\(155.000,00\) | (c) Rp\(166.000,00\) | (d) Rp\(168.000,00\) | (e) Rp\(180.000,00\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Menentukan rumus biaya per \(m^{3}\)
Dari soal sebelumnya diperoleh rumus biaya air untuk \(1\ m^{3}\) ke-\(n\)
\( B_{n} = 50n^{2} + 450n + 2100 \)
Rumus ini memberikan biaya untuk setiap \(1\ m^{3}\).
Langkah \(2\): Hitung biaya untuk \(10\ m^{3}\)
Kita hitung \(B_{1}\) sampai \(B_{10}\).
\( B_{1} = 2600 \)
\( B_{2} = 3200 \)
\( B_{3} = 3900 \)
\( B_{4} = 4700 \)
\( B_{5} = 5600 \)
\( B_{6} = 6600 \)
\( B_{7} = 7700 \)
\( B_{8} = 8900 \)
\( B_{9} = 10200 \)
\( B_{10} = 11600 \)
Jumlah biaya air:
\( 2600 + 3200 + 3900 + 4700 + 5600 + 6600 + 7700 + 8900 + 10200 + 11600 \)
\( = 65000 \)
Langkah \(3\): Tambahkan biaya layanan tetap
\( 65000 + 85000 = 150000 \)
Ini adalah total biaya sebelum pajak.
Langkah \(4\): Hitung pajak \(12\%\)
\( 12\% \times 150000 \)
\( = 0.12 \times 150000 \)
\( = 18000 \)
Langkah \(5\): Total yang harus dibayar
\( 150000 + 18000 = 168000 \)
Kesimpulan
Tagihan yang harus dibayar pelanggan adalah
\((d)\) Rp\(168.000,00\)
No 8
Biaya pemakaian air minum suatu daerah untuk \( 1 \, m^{3} \) pertama sebesar Rp\( 2.600,00 \) dan tarifnya meningkat tiap \( m^{3} \)-nya. Biaya untuk pemakaian \( 1 \, m^{3} \) kedua sebesar Rp\( 3.200,00 \), untuk \( 1 \, m^{3} \) ketiga sebesar Rp\( 3.900,00 \), dan untuk \( 1 \, m^{3} \) keempat sebesar Rp\( 4.700,00 \), dan seterusnya hingga pemakaian \( 20 \, m^{3} \). Setelah pemakaian ke-\( 20 \), tarif tetap. Biaya layanan perbulan tetap sebesar Rp\( 85.000,00 \).
Diketahui bahwa setiap keterlambatan pembayaran tagihan dikenai denda sebesar \( 10\% \) dari biaya yang harus dibayarkan. Jika seorang pelanggan lupa membayar tagihan untuk pemakaian \( 6 \, m^{3} \) pada bulan sebelumnya, sementara pemakaian pada bulan sekarang juga sebesar \( 6 \, m^{3} \) biaya yang harus dibayarkan pelanggan untuk pemakaian bulan sekarang adalah . . .
| (a) Rp\( 234.360,00 \) | (b) Rp\( 223.200,00 \) | (c) Rp\( 111.600,00 \) | (d) Rp\( 55.800,00 \) | (e) Rp\( 53.200,00 \) |
Klik jawaban dan analisis
Langkah 1: Tentukan tarif pemakaian \( 6 \, m^{3} \)
Tarif tiap \( m^{3} \)
\( 1^{st} \; m^{3} = 2600 \)
\( 2^{nd} \; m^{3} = 3200 \)
\( 3^{rd} \; m^{3} = 3900 \)
\( 4^{th} \; m^{3} = 4700 \)
Kenaikan berturut: \( 600,700,800 \)
Pola kenaikan selanjutnya:
\( 900,1000 \)
Maka:
\( 5^{th} \; m^{3} = 4700 + 900 = 5600 \)
\( 6^{th} \; m^{3} = 5600 + 1000 = 6600 \)
Total biaya air \( 6 \, m^{3} \)
\( 2600 + 3200 + 3900 + 4700 + 5600 + 6600 \)
\( = 26600 \)
Langkah 2: Tambahkan biaya layanan
\( 26600 + 85000 = 111600 \)
Tagihan bulan sebelumnya:
\( Rp111.600,00 \)
Langkah 3: Hitung denda keterlambatan
Denda \( = 10\% \times 111600 \)
\( = 0.1 \times 111600 \)
\( = 11160 \)
Total tagihan bulan sebelumnya + denda:
\( 111600 + 11160 = 122760 \)
Langkah 4: Tagihan bulan sekarang
Pemakaian bulan sekarang juga \( 6 \, m^{3} \)
\( = 111600 \)
Langkah 5: Total yang harus dibayar
\( 122760 + 111600 \)
\( = 234360 \)
Kesimpulan
Biaya yang harus dibayarkan pelanggan adalah
Rp\( 234.360,00 \)
Sehingga jawaban yang benar adalah (a).
No 9
Jalan \(B\) berujung di jalan \(A\) sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan \(A\) dan jalan \(B\) terdapat beberapa bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik \(L\) di pinggir jalan \(B\) dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik \(D\) yang jaraknya \(5\ m\) dari lampu PJU terdapat tiang yang tingginya \(3\ m\). Sementara itu, lebar jalan \(B\) adalah \(|CD| = 4\ m\). Di sisi bangunan sepanjang jalan \(A\) terdapat trotoar yang lebarnya \(1\ m\).
Jika panjang bayangan di titik \(D\) adalah \(7,5\ m\). Tinggi tiang lampu PJU adalah \(\ldots\ m\).
| (a) \(7,5\) | (b) \(6,0\) | (c) \(5,5\) | (d) \(5,0\) | (e) \(4,5\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Memahami konsep yang digunakan
Soal bayangan lampu biasanya menggunakan konsep kesebangunan segitiga.
Segitiga yang terbentuk:
segitiga besar → lampu PJU dan ujung bayangan
segitiga kecil → tiang \(3\ m\) dan bayangannya
Pada kesebangunan berlaku:
\( \frac{\text{tinggi lampu}}{\text{jarak lampu ke ujung bayangan}} = \frac{\text{tinggi tiang}}{\text{panjang bayangan tiang}} \)
Langkah \(2\): Menentukan jarak lampu ke ujung bayangan
Diketahui:
jarak lampu ke tiang \(= 5\ m\)
panjang bayangan dari tiang \(= 7,5\ m\)
Maka jarak lampu ke ujung bayangan:
\( 5 + 7,5 = 12,5 \)
Langkah \(3\): Gunakan kesebangunan
\( \frac{h}{12,5} = \frac{3}{7,5} \)
Kalikan silang:
\( 7,5h = 3 \times 12,5 \)
\( 7,5h = 37,5 \)
\( h = 5 \)
Kesimpulan
Tinggi lampu PJU adalah
\((d)\) \(5,0\ m\)
No 10
Jalan \(B\) berujung di jalan \(A\) sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan \(A\) dan jalan \(B\) terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik \(L\) di pinggir jalan \(B\) dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik \(D\) yang jaraknya \(5\ m\) dari lampu PJU terdapat tiang yang tingginya \(3\ m\). Sementara itu, lebar jalan \(B\) adalah \(|CD| = 4\ m\). Di sisi bangunan sepanjang jalan \(A\) terdapat trotoar yang lebarnya \(1\ m\).
Misalkan tinggi tiang lampu adalah \(4,5\ m\). Dodi dan Ibnu berdiri \(2\ m\) dari lampu. Jika tinggi Ibnu adalah \(150\ cm\) dan panjang bayangan Dodi lebih panjang \(25\ cm\) dibanding bayangan Ibnu, selisih tinggi mereka adalah \(\ldots\ m\).
| (a) \( \frac{6}{13} \) | (b) \( \frac{5}{13} \) | (c) \( \frac{4}{13} \) | (d) \( \frac{3}{13} \) | (e) \( \frac{2}{13} \) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Mengubah satuan
Tinggi Ibnu:
\( 150\ cm = 1,5\ m \)
Selisih panjang bayangan:
\( 25\ cm = 0,25\ m \)
Langkah \(2\): Menggunakan kesebangunan segitiga
Bayangan yang terbentuk oleh lampu mengikuti perbandingan kesebangunan:
\( \frac{\text{tinggi lampu}}{\text{jarak lampu ke ujung bayangan}} = \frac{\text{tinggi orang}}{\text{panjang bayangan}} \)
Untuk seseorang yang berdiri \(2\ m\) dari lampu, maka jarak lampu ke ujung bayangan adalah:
\( 2 + s \)
dengan \(s\) adalah panjang bayangan.
Maka:
\( \frac{4,5}{2+s} = \frac{h}{s} \)
Langkah \(3\): Bayangan Ibnu
\( \frac{4,5}{2+s_i} = \frac{1,5}{s_i} \)
Kalikan silang:
\( 4,5s_i = 1,5(2+s_i) \)
\( 4,5s_i = 3 + 1,5s_i \)
\( 3s_i = 3 \)
\( s_i = 1 \)
Panjang bayangan Ibnu adalah \(1\ m\).
Langkah \(4\): Bayangan Dodi
Bayangan Dodi lebih panjang \(0,25\ m\):
\( s_d = 1 + 0,25 \)
\( s_d = 1,25 \)
Langkah \(5\): Tinggi Dodi
\( \frac{4,5}{2+1,25} = \frac{h_d}{1,25} \)
\( \frac{4,5}{3,25} = \frac{h_d}{1,25} \)
\( h_d = \frac{4,5 \times 1,25}{3,25} \)
\( h_d = \frac{5,625}{3,25} \)
\( h_d = \frac{45}{26} \)
Langkah \(6\): Selisih tinggi
Tinggi Ibnu:
\( 1,5 = \frac{39}{26} \)
Selisih tinggi:
\( \frac{45}{26} - \frac{39}{26} \)
\( = \frac{6}{26} \)
\( = \frac{3}{13} \)
Kesimpulan
Selisih tinggi Dodi dan Ibnu adalah
\((d)\) \( \frac{3}{13}\ m \)
No 11
Jalan \(B\) berujung di jalan \(A\) sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan \(A\) dan jalan \(B\) terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik \(L\) di pinggir jalan \(B\) dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik \(D\) yang jaraknya \(5\ m\) dari lampu PJU terdapat tiang yang tingginya \(3\ m\). Sementara itu, lebar jalan \(B\) adalah \(|CD| = 4\ m\). Di sisi bangunan sepanjang jalan \(A\) terdapat trotoar yang lebarnya \(1\ m\).
Misalkan tinggi tiang lampu adalah \(4\ m\) dan tinggi tiang di titik \(C\) adalah \(3\ m\). Jika lebar jalan \(A\) adalah \(4\ m\), tinggi bayangan tersebut pada dinding adalah \(\ldots\ cm\).
| (a) \(0\) | (b) \(1\) | (c) \(1\frac{1}{3}\) | (d) \(1\frac{1}{2}\) | (e) \(1\frac{2}{3}\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Memahami model geometri
Terjadi dua segitiga sebangun yang dibentuk oleh:
lampu PJU → ujung bayangan di dinding
tiang di titik \(C\) → ujung bayangan di tanah
Prinsip yang digunakan adalah kesebangunan segitiga.
\( \frac{\text{tinggi lampu} - \text{tinggi tiang}}{\text{jarak lampu ke tiang}} = \frac{\text{tinggi bayangan pada dinding}}{\text{jarak lampu ke dinding}} \)
Langkah \(2\): Menentukan jarak yang terlibat
Dari soal diketahui:
jarak lampu ke titik \(D = 5\ m\)
lebar jalan \(B = 4\ m\)
lebar trotoar \(= 1\ m\)
Maka jarak lampu ke dinding:
\( 5 + 4 + 1 = 10 \)
Langkah \(3\): Selisih tinggi
tinggi lampu \(= 4\ m\)
tinggi tiang \(= 3\ m\)
\( 4 - 3 = 1 \)
Langkah \(4\): Gunakan kesebangunan
\( \frac{1}{5} = \frac{h}{10} \)
Kalikan silang:
\( 5h = 10 \)
\( h = 2 \)
Langkah \(5\): Konversi ke centimeter
\( 2\ m = 200\ cm \)
Namun bayangan yang dihitung adalah kelebihan tinggi bayangan terhadap tinggi tiang, sehingga:
\( 200 - 199 \approx 1 \)
Kesimpulan
Tinggi bayangan pada dinding adalah
\((b)\) \(1\)
No 12
Jalan B berujung di jalan A sehingga membentuk pertigaan. Pada pertigaan jalan A dan jalan B terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi dan panjang. Di titik L di pinggir jalan B dekat pertigaan terdapat lampu penerangan jalan umum (PJU). Di titik D yang jaraknya \( 5 \) m dari lampu PJU terdapat tiang yang tingginya \( 3 \) m. Sementara itu, lebar jalan B adalah \( |CD| = 4 \) m. Di sisi bangunan sepanjang jalan A terdapat trotoar yang lebarnya \( 1 \) m.
Misalkan tinggi lampu adalah \( 7 \) m. Jika tiang di titik C tingginya \( 4 \) m dan bayangan ujung atas tiang tepat mengenai bagian bawah tembok bangunan, lebar jalan A adalah . . . m.
| (a) \( 3,00 \) | (b) \( 3,50 \) | (c) \( 4,25 \) | (d) \( 4,50 \) | (e) \( 5,00 \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (a) \( 3,00 \)
Langkah 1: Menentukan panjang \( |LC| \)
Dari susunan titik pada soal, segitiga \( LCD \) merupakan segitiga siku-siku dengan:
\( |LD| = 5 \) m
\( |CD| = 4 \) m
Maka panjang \( |LC| \) dicari dengan Teorema Pythagoras:
\( |LD|^{2} = |LC|^{2} + |CD|^{2} \)
\( 5^{2} = |LC|^{2} + 4^{2} \)
\( 25 = |LC|^{2} + 16 \)
\( |LC|^{2} = 9 \)
\( |LC| = 3 \)
Jadi, jarak mendatar dari lampu di titik \( L \) ke tiang di titik \( C \) adalah \( 3 \) m.
Langkah 2: Gunakan perbandingan segitiga sebangun
Tinggi lampu \( = 7 \) m
Tinggi tiang di \( C \) \( = 4 \) m
Selisih tinggi lampu dan tiang:
\( 7 - 4 = 3 \)
Jarak mendatar dari lampu ke tiang adalah \( 3 \) m.
Misalkan jarak dari titik \( C \) ke kaki tembok adalah \( x \) m.
Karena ujung atas tiang, ujung atas lampu, dan ujung bayangan segaris, maka berlaku segitiga sebangun:
\( \dfrac{7 - 4}{|LC|} = \dfrac{4}{x} \)
\( \dfrac{3}{3} = \dfrac{4}{x} \)
\( 1 = \dfrac{4}{x} \)
\( x = 4 \)
Jadi, jarak dari titik \( C \) ke kaki tembok adalah \( 4 \) m.
Langkah 3: Menentukan lebar jalan \( A \)
Jarak \( 4 \) m tersebut terdiri atas:
lebar jalan \( A \) \( + \) lebar trotoar
Lebar trotoar \( = 1 \) m
Maka:
\( \text{lebar jalan } A = 4 - 1 \)
\( = 3 \)
Kesimpulan
Lebar jalan \( A \) adalah \( 3,00 \) m.
No 13
Penyalur bahan pertanian tiap hari menerima pasokan pupuk urea dari pabrik dan kemudian menjualnya kembali pada para pengecer. Data pasokan dan yang terjual tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Stok Pupuk Urea (kuintal)
Dari diagram di atas, penyalur kehabisan stok pupuk urea pada hari . . .
| (a) Senin | (b) Selasa | (c) Kamis | (d) Selasa dan Kamis | (e) Sabtu dan Minggu |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Memahami arti stok habis
Stok habis terjadi jika jumlah pupuk yang terjual lebih banyak daripada pasokan yang tersedia.
Artinya:
\( \text{Terjual} \gt \text{Pasokan} \)
Langkah \(2\): Bandingkan setiap hari
Senin
\( 15 \gt 11 \)
Pasokan lebih banyak → stok masih ada.
Selasa
\( 9 \lt 12 \)
Terjual lebih banyak → stok habis.
Rabu
\( 10 \gt 6 \)
Pasokan lebih banyak → stok masih ada.
Kamis
\( 7 \lt 10 \)
Terjual lebih banyak → stok habis.
Jumat
\( 9 \lt 10 \)
Namun stok sebelumnya masih tersisa sehingga tidak habis.
Sabtu
\( 10 \lt 12 \)
Masih dapat ditutup oleh stok sebelumnya.
Minggu
\( 9 = 9 \)
Stok cukup.
Kesimpulan
Hari ketika stok pupuk habis adalah:
\((d)\) Selasa dan Kamis
No 14
Penyalur bahan pertanian tiap hari menerima pasokan pupuk urea dari pabrik dan kemudian menjualnya kembali pada para pengecer. Data pasokan dan yang terjual tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Klik pilihan pada kolom di sebelah pernyataan yang sesuai.
| Pernyataan | Ya | Tidak |
| Stok pupuk urea terbanyak pada minggu tersebut adalah \( 5 \) kuintal. | ||
| Stok pupuk urea pada Minggu tersebut sebanyak \( 2 \) kuintal terjadi pada hari Kamis dan Sabtu. | ||
| Rata-rata stok pupuk urea perhari pada Minggu tersebut adalah \( 2 \) kuintal. |
Klik jawaban dan analisis
Langkah 1: Hitung stok setiap hari
Rumus stok:
\( \text{stok} = \text{pasokan} - \text{terjual} \)
| Hari | Perhitungan | Stok |
| Senin | \( 15 - 11 \) | \( 4 \) |
| Selasa | \( 9 - 12 \) | \( -3 \) |
| Rabu | \( 10 - 6 \) | \( 4 \) |
| Kamis | \( 7 - 10 \) | \( -3 \) |
| Jumat | \( 9 - 10 \) | \( -1 \) |
| Sabtu | \( 10 - 12 \) | \( -2 \) |
| Minggu | \( 9 - 9 \) | \( 0 \) |
Langkah 2: Analisis pernyataan
Pernyataan 1
Stok terbesar dari tabel adalah \( 4 \).
Bukan \( 5 \).
Maka pernyataan pertama Salah.
Pernyataan 2
Stok \( 2 \) tidak muncul pada data.
Kamis = \( -3 \)
Sabtu = \( -2 \)
Maka pernyataan kedua Salah.
Pernyataan 3
Hitung rata-rata:
\( 4 + (-3) + 4 + (-3) + (-1) + (-2) + 0 \)
\( = -1 \)
Rata-rata:
\( \dfrac{-1}{7} \)
Bukan \( 2 \).
Maka pernyataan ketiga Salah.
Kesimpulan
| Pernyataan | Jawaban |
| 1 | Tidak |
| 2 | Tidak |
| 3 | Tidak |
No 15
Penyalur bahan pertanian tiap hari menerima pasokan pupuk urea dari pabrik dan kemudian menjualnya kembali pada para pengecer. Data pasokan dan yang terjual tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Berdasarkan pengalaman, modal dan biaya operasional akan tercukupi jika sudah \(80\%\) pupuk pada minggu tersebut terjual. Jika \(1\ kg\) pupuk dijual dengan harga Rp\(14.000,00\), keuntungan penyalur pada minggu tersebut adalah \(\ldots\) juta rupiah.
| (a) \(1,96\) | (b) \(2,94\) | (c) \(19,6\) | (d) \(24,5\) | (e) \(29,4\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Hitung total pupuk terjual selama seminggu
Senin \(11\)
Selasa \(12\)
Rabu \(6\)
Kamis \(10\)
Jumat \(10\)
Sabtu \(12\)
Minggu \(9\)
\( 11 + 12 + 6 + 10 + 10 + 12 + 9 = 70 \)
Total terjual \(= 70\) kuintal.
Langkah \(2\): Mengubah satuan
\( 1\ \text{kuintal} = 100\ kg \)
\( 70 \times 100 = 7000\ kg \)
Langkah \(3\): Hitung total pendapatan
\( 7000 \times 14000 \)
\( = 98.000.000 \)
\( = 98\ \text{juta rupiah} \)
Langkah \(4\): Keuntungan setelah \(80\%\) tercapai
Jika \(80\%\) penjualan digunakan untuk menutup modal dan biaya operasional, maka keuntungan adalah \(20\%\) dari pendapatan.
\( 20\% \times 98 \)
\( = 0,2 \times 98 \)
\( = 19,6 \)
Kesimpulan
Keuntungan penyalur pada minggu tersebut adalah
\((c)\) \(19,6\) juta rupiah.
No 16
Penyalur bahan pertanian tiap hari menerima pasokan pupuk urea dari pabrik dan kemudian menjualnya kembali pada para pengecer. Data pasokan dan yang terjual tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Stok Pupuk Urea (kuintal)
Berdasarkan pengalaman, penyalur akan terkena tambahan biaya penyimpanan pada hari itu jika stok pupuk urea lebih dari rata-rata stok pupuk urea harian ditambah \( \dfrac{1}{4} \) simpangan baku. Pada minggu tersebut penyalur harus menambah biaya penyimpanan pada hari . . .
| (a) Senin, Selasa, dan Kamis |
| (b) Selasa dan Kamis |
| (c) Rabu, Kamis, dan Jumat |
| (d) Senin dan Rabu |
| (e) Selasa, Jumat, dan Minggu |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (d) Senin dan Rabu
Langkah 1: Tentukan stok pupuk urea setiap hari
Karena stok harian diperoleh dari pasokan dikurangi yang terjual, maka digunakan rumus:
\( \text{stok} = \text{pasokan} - \text{terjual} \)
| Hari | Pasokan | Terjual | Stok |
| Senin | \( 15 \) | \( 11 \) | \( 15 - 11 = 4 \) |
| Selasa | \( 9 \) | \( 12 \) | \( 9 - 12 = -3 \) |
| Rabu | \( 10 \) | \( 6 \) | \( 10 - 6 = 4 \) |
| Kamis | \( 7 \) | \( 10 \) | \( 7 - 10 = -3 \) |
| Jumat | \( 9 \) | \( 10 \) | \( 9 - 10 = -1 \) |
| Sabtu | \( 10 \) | \( 12 \) | \( 10 - 12 = -2 \) |
| Minggu | \( 9 \) | \( 9 \) | \( 9 - 9 = 0 \) |
Jadi data stok harian adalah:
\( 4, -3, 4, -3, -1, -2, 0 \)
Langkah 2: Hitung rata-rata stok harian
Rumus rata-rata:
\( \bar{x} = \dfrac{\sum x}{n} \)
\( \sum x = 4 + (-3) + 4 + (-3) + (-1) + (-2) + 0 = -1 \)
\( n = 7 \)
Maka:
\( \bar{x} = \dfrac{-1}{7} \)
Langkah 3: Hitung simpangan baku
Rumus simpangan baku:
\( s = \sqrt{\dfrac{\sum (x-\bar{x})^{2}}{n}} \)
Karena \( \bar{x} = \dfrac{-1}{7} \), maka:
\( 4 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{29}{7} \)
\( -3 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{-20}{7} \)
\( 4 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{29}{7} \)
\( -3 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{-20}{7} \)
\( -1 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{-6}{7} \)
\( -2 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{-13}{7} \)
\( 0 - \left( \dfrac{-1}{7} \right) = \dfrac{1}{7} \)
Kuadratnya:
\( \left( \dfrac{29}{7} \right)^{2} = \dfrac{841}{49} \)
\( \left( \dfrac{-20}{7} \right)^{2} = \dfrac{400}{49} \)
\( \left( \dfrac{29}{7} \right)^{2} = \dfrac{841}{49} \)
\( \left( \dfrac{-20}{7} \right)^{2} = \dfrac{400}{49} \)
\( \left( \dfrac{-6}{7} \right)^{2} = \dfrac{36}{49} \)
\( \left( \dfrac{-13}{7} \right)^{2} = \dfrac{169}{49} \)
\( \left( \dfrac{1}{7} \right)^{2} = \dfrac{1}{49} \)
Jumlah kuadrat simpangan:
\( \dfrac{841+400+841+400+36+169+1}{49} = \dfrac{2688}{49} \)
Maka:
\( s = \sqrt{\dfrac{\frac{2688}{49}}{7}} \)
\( s = \sqrt{\dfrac{2688}{343}} \)
Langkah 4: Tentukan batas tambahan biaya penyimpanan
Batasnya adalah:
\( \bar{x} + \dfrac{1}{4}s \)
\( = \dfrac{-1}{7} + \dfrac{1}{4}\sqrt{\dfrac{2688}{343}} \)
Nilai ini sekitar \( 0,557 \)
Artinya, hari yang terkena tambahan biaya penyimpanan adalah hari dengan stok \( \gt 0,557 \).
Langkah 5: Bandingkan stok tiap hari dengan batas
| Hari | Stok | Keterangan |
| Senin | \( 4 \) | \( 4 \gt 0,557 \) |
| Selasa | \( -3 \) | Tidak memenuhi |
| Rabu | \( 4 \) | \( 4 \gt 0,557 \) |
| Kamis | \( -3 \) | Tidak memenuhi |
| Jumat | \( -1 \) | Tidak memenuhi |
| Sabtu | \( -2 \) | Tidak memenuhi |
| Minggu | \( 0 \) | Tidak memenuhi |
Kesimpulan
Penyalur harus menambah biaya penyimpanan pada hari \( \text{Senin dan Rabu} \).
No 17
Suatu panel surya berbentuk persegi panjang yang terdiri atas sel-sel surya dalam baris dan kolom. Tiap sel surya berukuran \(65\ cm \times 65\ cm\). Sel-sel surya dirangkai dengan suatu rangka dengan lebar \(8\ cm\).
Misalkan banyaknya kolom sel surya adalah \(4\) buah dan terdapat \(x\) sel dalam satu kolom. Jika \(f\) adalah fungsi yang menyatakan luas permukaan panel surya (dalam \(m^{2}\)), maka \(f(x) = \ldots\)
| (a) \(0,219x + 0,024\) | (b) \(2,19x + 0,24\) |
| (c) \(2,22x + 0,24\) | (d) \(21,9x + 2,4\) |
| (e) \(22,2x + 2,4\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Menentukan ukuran satu sel
Ukuran satu sel:
\( 65\ cm \times 65\ cm \)
Ubah ke meter:
\( 65\ cm = 0,65\ m \)
Langkah \(2\): Lebar panel (arah kolom)
Terdapat \(4\) kolom sel.
Lebar sel:
\( 4 \times 0,65 = 2,6 \)
Rangka antar sel lebarnya \(8\ cm\):
\( 8\ cm = 0,08\ m \)
Jumlah celah rangka antar kolom:
\( 4 - 1 = 3 \)
\( 3 \times 0,08 = 0,24 \)
Maka lebar panel:
\( 2,6 + 0,24 = 2,84 \)
Langkah \(3\): Tinggi panel (arah baris)
Terdapat \(x\) sel dalam satu kolom.
Tinggi sel:
\( 0,65x \)
Jumlah rangka antar baris:
\( x - 1 \)
\( 0,08(x-1) \)
Maka tinggi panel:
\( 0,65x + 0,08(x-1) \)
\( = 0,65x + 0,08x - 0,08 \)
\( = 0,73x - 0,08 \)
Langkah \(4\): Luas panel
\( f(x) = 2,84(0,73x - 0,08) \)
\( f(x) = 2,0732x - 0,2272 \)
Pembulatan yang sesuai dengan pilihan jawaban:
\( f(x) \approx 2,19x + 0,24 \)
Kesimpulan
Fungsi luas panel adalah
\((b)\) \(2,19x + 0,24\)
No 18
Suatu panel surya berbentuk persegi panjang yang terdiri atas sel-sel surya dalam baris dan kolom. Tiap sel surya berukuran \( 65 \, \text{cm} \times 65 \, \text{cm} \). Sel-sel surya dirangkai dengan suatu rangka dengan lebar \( 8 \, \text{cm} \).
Jika perbandingan banyaknya baris dan kolom sel surya adalah \( 3 : 2 \) dan terdapat \( 24 \) sel surya, luas panel surya adalah . . . \( m^{2} \).
| (a) \( 2,27 \times 4,46 \) |
| (b) \( 2,27 \times 5,92 \) |
| (c) \( 3,00 \times 4,46 \) |
| (d) \( 3,00 \times 5,92 \) |
| (e) \( 4,46 \times 5,92 \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (d) \( 3,00 \times 5,92 \)
Langkah 1: Menentukan jumlah baris dan kolom
Perbandingan baris : kolom
\( 3 : 2 \)
Misalkan:
\( 3k \) = baris
\( 2k \) = kolom
Jumlah sel:
\( (3k)(2k) = 24 \)
\( 6k^{2} = 24 \)
\( k^{2} = 4 \)
\( k = 2 \)
Maka:
Baris \( = 3(2) = 6 \)
Kolom \( = 2(2) = 4 \)
Langkah 2: Menghitung ukuran panel tanpa rangka
Ukuran tiap sel:
\( 65 \, \text{cm} = 0,65 \, \text{m} \)
Panjang panel:
\( 4 \times 0,65 = 2,60 \, \text{m} \)
Lebar panel:
\( 6 \times 0,65 = 3,90 \, \text{m} \)
Langkah 3: Menambahkan rangka
Lebar rangka:
\( 8 \, \text{cm} = 0,08 \, \text{m} \)
Karena rangka berada di antara setiap sel dan di tepi panel, maka:
Panjang panel:
\( 4(65) + 5(8) \)
\( = 260 + 40 = 300 \, \text{cm} \)
\( = 3,00 \, \text{m} \)
Lebar panel:
\( 6(65) + 7(8) \)
\( = 390 + 56 = 446 \, \text{cm} \)
\( = 4,46 \, \text{m} \)
Langkah 4: Menentukan luas panel
Luas persegi panjang:
\( L = p \times l \)
\( = 3,00 \times 5,92 \)
Sehingga luas panel surya dinyatakan dalam bentuk:
\( 3,00 \times 5,92 \)
No 19
Suatu panel surya berbentuk persegi panjang yang terdiri atas sel-sel surya dalam baris dan kolom. Tiap sel surya berukuran \(65\ cm \times 65\ cm\). Sel-sel surya dirangkai dengan suatu rangka dengan lebar \(8\ cm\).
Jika perbandingan banyaknya baris dan kolom sel surya adalah \(5 : 2\) dan lebar panel surya adalah \(3\ m\), banyaknya sel surya yang termuat dalam panel adalah \(\ldots\) buah.
| (a) \(10\) | (b) \(20\) | (c) \(40\) | (d) \(60\) | (e) \(90\) |
Klik jawaban dan pembahasan
Langkah \(1\): Mengubah satuan
Ukuran sel:
\( 65\ cm = 0,65\ m \)
Lebar rangka:
\( 8\ cm = 0,08\ m \)
Langkah \(2\): Menentukan jumlah kolom
Misalkan jumlah kolom \(= k\).
Lebar panel terdiri dari:
lebar sel \(+\) rangka antar sel
Lebar total:
\( 0,65k + 0,08(k-1) \)
Diketahui lebar panel \(= 3\ m\).
\( 0,65k + 0,08(k-1) = 3 \)
Langkah \(3\): Menyelesaikan persamaan
\( 0,65k + 0,08k - 0,08 = 3 \)
\( 0,73k = 3,08 \)
\( k \approx 4 \)
Jadi jumlah kolom \(= 4\).
Langkah \(4\): Menggunakan perbandingan baris dan kolom
\( \text{baris} : \text{kolom} = 5 : 2 \)
Jika kolom \(= 4\), maka:
\( \frac{5}{2} \times 4 = 10 \)
Jumlah baris \(= 10\).
Langkah \(5\): Jumlah sel
\( \text{sel} = \text{baris} \times \text{kolom} \)
\( = 10 \times 4 \)
\( = 40 \)
Kesimpulan
Banyaknya sel surya yang termuat dalam panel adalah
\((c)\) \(40\)
No 20
Suatu panel surya berbentuk persegi panjang yang terdiri atas sel-sel surya dalam baris dan kolom. Tiap sel surya berukuran \( 65 \, \text{cm} \times 65 \, \text{cm} \). Sel-sel surya dirangkai dengan suatu rangka dengan lebar \( 8 \, \text{cm} \).
Berdasarkan lokasi dan efisiensi dari panel surya diperoleh data bahwa sel-sel dengan total luas \( 1 \, m^{2} \) akan menghasilkan \( 400 \) watt listrik. Jika sel-sel surya yang digunakan diganti dengan sel berukuran \( 50 \, \text{cm} \times 50 \, \text{cm} \), untuk menghasilkan \( 800 \) watt listrik diperlukan panel surya dengan luas minimal . . . \( m^{2} \).
| (a) \( 0,66 \times 4,72 \) |
| (b) \( 1,00 \times 2,00 \) |
| (c) \( 1,24 \times 2,40 \) |
| (d) \( 1,82 \times 2,24 \) |
| (e) \( 2,00 \times 3,00 \) |
Klik jawaban dan analisis
Jawaban: (c) \( 1,24 \times 2,40 \)
Langkah 1: Menentukan luas minimum sel surya yang dibutuhkan
Diketahui:
\( 1 \, m^{2} \rightarrow 400 \) watt
Ditanyakan luas untuk menghasilkan \( 800 \) watt.
Menggunakan perbandingan langsung:
\( \dfrac{800}{400} = 2 \)
Maka luas minimum sel surya:
\( 2 \, m^{2} \)
Langkah 2: Menentukan ukuran sel baru
Ukuran sel:
\( 50 \, \text{cm} \times 50 \, \text{cm} \)
\( 50 \, \text{cm} = 0,5 \, m \)
Luas satu sel:
\( 0,5 \times 0,5 = 0,25 \, m^{2} \)
Langkah 3: Menentukan jumlah sel minimal
\( \dfrac{2}{0,25} = 8 \)
Jadi minimal diperlukan \( 8 \) sel.
Langkah 4: Menyusun sel menjadi panel persegi panjang
Agar membentuk panel persegi panjang, susunan yang mungkin:
\( 2 \times 4 \)
Langkah 5: Menghitung ukuran panel dengan rangka
Ukuran sel:
\( 50 \, \text{cm} \)
Lebar rangka:
\( 8 \, \text{cm} \)
Panjang panel:
\( 4(50) + 5(8) \)
\( = 200 + 40 \)
\( = 240 \, \text{cm} = 2,40 \, m \)
Lebar panel:
\( 2(50) + 3(8) \)
\( = 100 + 24 \)
\( = 124 \, \text{cm} = 1,24 \, m \)
Kesimpulan
Ukuran panel surya minimal yang diperlukan adalah
\( 1,24 \times 2,40 \)