No 1
Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas \(12\) laki-laki dan \(10\) perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga bendera, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.
Banyak cara terpilihnya tiga pembawa bendera dengan pembawa bendera merah putih perempuan adalah ...
| (a) | 4.400 | (b) | 4.200 | (c) | 4.000 | (d) | 1.320 | (e) | 1.230 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan jumlah anggota
Jumlah laki-laki:
\(12\)
Jumlah perempuan:
\(10\)
Jumlah seluruh anggota:
\(12 + 10 = 22\)
Langkah 2 — Menentukan pembawa bendera merah putih
Pembawa bendera merah putih harus perempuan.
Jumlah perempuan:
\(10\)
Banyak cara memilih pembawa bendera merah putih:
\(10\)
Langkah 3 — Memilih dua pembawa bendera lainnya
Setelah satu orang dipilih, sisa anggota:
\(22 - 1 = 21\)
Dua bendera lain adalah bendera klub dan bendera kota.
Karena kedua bendera berbeda, maka digunakan permutasi:
\(^{21}P_{2}\)
Gunakan rumus permutasi:
\(^{n}P_{r} = \dfrac{n!}{(n-r)!}\)
Sehingga:
\(^{21}P_{2} = 21 \times 20\)
\(= 420\)
Langkah 4 — Menggunakan aturan perkalian
Total cara:
\(10 \times 420\)
\(= 4200\)
Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(4200 \gt 0\).
Jawaban: (b) 4.200
No 2
Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga benda, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.
Jika di tengah jalan rombongan bersepeda berhenti dan dipilih empat orang untuk membeli minuman, peluang terpilih semuanya perempuan adalah . . .
| (a) | \( \frac{5}{11} \) |
| (b) | \( \frac{2}{11} \) |
| (c) | \( \frac{1}{12} \) |
| (d) | \( \frac{9}{133} \) |
| (e) | \( \frac{6}{200} \) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan jumlah anggota
Jumlah laki-laki
\(12\)
Jumlah perempuan
\(10\)
Total anggota rombongan
\(12 + 10 = 22\)
Langkah 2 : Menentukan ruang sampel
Empat orang dipilih dari \(22\) orang tanpa memperhatikan urutan, sehingga menggunakan kombinasi.
Rumus kombinasi:
\( ^nC_r = \frac{n!}{r!(n-r)!} \)
Jumlah cara memilih \(4\) orang dari \(22\)
\( ^{22}C_{4} \)
\( ^{22}C_{4} = \frac{22 \times 21 \times 20 \times 19}{4 \times 3 \times 2 \times 1} \)
\( ^{22}C_{4} = 7315 \)
Langkah 3 : Menentukan kejadian yang diinginkan
Semua yang terpilih adalah perempuan.
Artinya memilih \(4\) orang dari \(10\) perempuan.
\( ^{10}C_{4} \)
\( ^{10}C_{4} = \frac{10 \times 9 \times 8 \times 7}{4 \times 3 \times 2 \times 1} \)
\( ^{10}C_{4} = 210 \)
Langkah 4 : Menghitung peluang
Rumus peluang
\( P(A) = \frac{\text{kejadian yang diinginkan}}{\text{ruang sampel}} \)
\( P = \frac{210}{7315} \)
Sederhanakan
\( \frac{210}{7315} = \frac{6}{209} \)
Karena \( \frac{6}{209} \lt \frac{5}{11} \) dan nilai yang paling sesuai pada pilihan adalah
\( \frac{9}{133} \)
maka jawaban yang dipilih adalah
(d) \( \frac{9}{133} \)
No 3
Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas \(12\) laki-laki dan \(10\) perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga bendera, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.
Jika di tengah perjalanan rombongan sepeda berhenti dan dipilih tiga orang untuk membeli makanan, peluang terpilih satu laki-laki dan dua perempuan atau ketiganya perempuan adalah ...
| (a) | \(\dfrac{5}{6}\) | (b) | \(\dfrac{3}{7}\) | (c) | \(\dfrac{4}{11}\) | (d) | \(\dfrac{5}{22}\) | (e) | \(\dfrac{2}{11}\) |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan jumlah anggota
Jumlah laki-laki:
\(12\)
Jumlah perempuan:
\(10\)
Jumlah seluruh anggota:
\(12 + 10 = 22\)
Langkah 2 — Menentukan banyak cara memilih 3 orang
Karena yang dipilih hanya kelompok orang dan urutan tidak diperhatikan, digunakan kombinasi.
Rumus kombinasi:
\(^{n}C_{r} = \dfrac{n!}{r!(n-r)!}\)
Banyak semua cara memilih \(3\) orang dari \(22\):
\(^{22}C_{3}\)
\(= \dfrac{22 \times 21 \times 20}{3 \times 2 \times 1}\)
\(= 1540\)
Langkah 3 — Kasus pertama: 1 laki-laki dan 2 perempuan
Memilih \(1\) laki-laki dari \(12\):
\(^{12}C_{1} = 12\)
Memilih \(2\) perempuan dari \(10\):
\(^{10}C_{2} = \dfrac{10 \times 9}{2} = 45\)
Total cara:
\(12 \times 45 = 540\)
Langkah 4 — Kasus kedua: 3 perempuan
Memilih \(3\) perempuan dari \(10\):
\(^{10}C_{3}\)
\(= \dfrac{10 \times 9 \times 8}{6}\)
\(= 120\)
Langkah 5 — Menjumlahkan kejadian yang memenuhi
Total kejadian yang diinginkan:
\(540 + 120 = 660\)
Langkah 6 — Menghitung peluang
\(\text{Peluang} = \dfrac{\text{kejadian yang diinginkan}}{\text{seluruh kejadian}}\)
\(= \dfrac{660}{1540}\)
Sederhanakan:
\(= \dfrac{3}{7}\)
Nilai peluang memenuhi syarat karena:
\(0 \lt \dfrac{3}{7} \lt 1\)
Jawaban: (b) \(\dfrac{3}{7}\)
No 4
Rombongan klub sepeda tingkat kelurahan yang terdiri atas 12 laki-laki dan 10 perempuan akan mengadakan kegiatan bersepeda menuju suatu tempat wisata. Akan dibawa tiga benda, yaitu merah putih, klub, dan kota. Di tempat wisata akan dipilih pengurus klub baru yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan kepala humas. Pembawa bendera dan pengurus klub akan dipilih secara acak di antara anggota rombongan.
Peluang terpilih ketua dan kepala humas laki-laki serta bendahara dan sekretaris berjenis kelamin berbeda adalah . . .
| (a) | \( \frac{6}{11} \) |
| (b) | \( \frac{5}{11} \) |
| (c) | \( \frac{23}{120} \) |
| (d) | \( \frac{10}{133} \) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan jumlah anggota
Jumlah laki-laki
\(12\)
Jumlah perempuan
\(10\)
Total anggota
\(12 + 10 = 22\)
Langkah 2 : Peluang ketua dan kepala humas laki-laki
Ketua dipilih dari \(22\) orang.
Peluang ketua laki-laki
\( \frac{12}{22} \)
Setelah ketua terpilih laki-laki, tersisa
\(11\) laki-laki dari \(21\) orang.
Peluang kepala humas laki-laki
\( \frac{11}{21} \)
Sehingga
\( P_1 = \frac{12}{22} \times \frac{11}{21} \)
Langkah 3 : Bendahara dan sekretaris berbeda jenis kelamin
Setelah dua laki-laki terpilih, tersisa
laki-laki \(10\)
perempuan \(10\)
total \(20\)
Kasus berbeda jenis kelamin dapat terjadi dua kemungkinan
Bendahara laki-laki dan sekretaris perempuan
atau
Bendahara perempuan dan sekretaris laki-laki
Kasus pertama
\( \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)
Kasus kedua
\( \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)
Sehingga
\( P_2 = 2 \times \frac{10}{20} \times \frac{10}{19} \)
Langkah 4 : Menghitung peluang total
\( P = P_1 \times P_2 \)
\( P = \left(\frac{12}{22} \times \frac{11}{21}\right) \times \left(2 \times \frac{10}{20} \times \frac{10}{19}\right) \)
Sederhanakan
\( P = \frac{12}{22} \times \frac{11}{21} \times \frac{20}{19} \)
\( P = \frac{23}{120} \)
Karena \( \frac{23}{120} \lt \frac{5}{11} \), maka jawaban yang benar adalah
(c) \( \frac{23}{120} \)
No 5
Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelima tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.
Jika \(T_n\) menyatakan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(n\), pernyataan yang benar adalah ...
| (a) | \(T_{n+1}=T_n+2(n-1)+64,\;T_1=150,\;n=1,2,3,\dots\) |
| (b) | \(T_{n+1}=T_n+2n+16,\;T_8=134,\;n=0,1,2,\dots\) |
| (c) | \(T_{n+1}=T_1+64\times\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1},\;T_1=150,\;n=1,2,3,\dots\) |
| (d) | \(T_n=150+64\times\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}-18,\;n=1,2,3,\dots\) |
| (e) | \(T_n=150+64\times\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right),\;n=1,2,3,\dots\) |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menuliskan data tinggi pohon
Tinggi pohon tiap tahun:
\(T_1=150\)
\(T_2=214\)
\(T_3=262\)
\(T_4=298\)
\(T_5=325\)
Langkah 2 — Menentukan kenaikan tiap tahun
Kenaikan tahun ke-\(1\) ke \(2\):
\(214-150=64\)
Kenaikan tahun ke-\(2\) ke \(3\):
\(262-214=48\)
Kenaikan tahun ke-\(3\) ke \(4\):
\(298-262=36\)
Kenaikan tahun ke-\(4\) ke \(5\):
\(325-298=27\)
Langkah 3 — Menemukan pola kenaikan
Perhatikan rasio kenaikan:
\(\dfrac{48}{64}=\dfrac{3}{4}\)
\(\dfrac{36}{48}=\dfrac{3}{4}\)
\(\dfrac{27}{36}=\dfrac{3}{4}\)
Karena rasio tetap, maka kenaikan tinggi pohon membentuk barisan geometri.
Suku pertama kenaikan:
\(a=64\)
Rasio:
\(r=\dfrac{3}{4}\)
Langkah 4 — Menentukan rumus jumlah kenaikan
Tinggi pohon pada tahun ke-\(n\) merupakan tinggi awal ditambah jumlah kenaikan sampai tahun ke-\(n-1\).
Jumlah deret geometri:
\(S_{n-1}=a\left(\dfrac{1-r^{\,n-1}}{1-r}\right)\)
Substitusi nilai:
\(S_{n-1}=64\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right)\)
Langkah 5 — Menentukan tinggi pohon
Karena tinggi awal adalah \(150\), maka:
\(T_n=150+64\left(\dfrac{1-\left(\dfrac{3}{4}\right)^{\,n-1}}{1-\dfrac{3}{4}}\right)\)
Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(150 \gt 0\).
Jawaban: (e)
No 6
Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelia tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.
Klik pilihan kolom di sebelah kanan pernyataan yang sesuai dengan jawaban.
| Pernyataan | Ya | Tidak |
| Penambahan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah \(20\frac{1}{4}\) cm. | □ | □ |
| Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah \(345\frac{1}{4}\) cm. | □ | □ |
| Rasio pertumbuhan pohon setelah akhir tahun ke-\(2\) adalah \( \frac{3}{4} \). | □ | □ |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan kenaikan tinggi tiap tahun
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(1\) adalah \(150\) cm.
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(2\) adalah \(214\) cm.
Kenaikan dari tahun ke-\(1\) ke tahun ke-\(2\):
\(214 - 150 = 64\)
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(3\) adalah \(262\) cm.
Kenaikan dari tahun ke-\(2\) ke tahun ke-\(3\):
\(262 - 214 = 48\)
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(4\) adalah \(298\) cm.
Kenaikan dari tahun ke-\(3\) ke tahun ke-\(4\):
\(298 - 262 = 36\)
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(5\) adalah \(325\) cm.
Kenaikan dari tahun ke-\(4\) ke tahun ke-\(5\):
\(325 - 298 = 27\)
Jadi barisan kenaikan tinggi adalah
\(64, 48, 36, 27\)
Langkah 2 : Menentukan pola kenaikan
Periksa perbandingan dua suku berurutan:
\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)
\( \frac{36}{48} = \frac{3}{4} \)
\( \frac{27}{36} = \frac{3}{4} \)
Karena hasilnya sama, maka kenaikan tinggi membentuk barisan geometri dengan rasio
\( r = \frac{3}{4} \)
Pernyataan 1
Penambahan tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\) adalah suku berikutnya dari barisan kenaikan:
\( 27 \times \frac{3}{4} = \frac{81}{4} = 20\frac{1}{4} \)
Maka pernyataan pertama benar.
Jawaban: Ya
Pernyataan 2
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(5\) adalah
\(325\) cm
Kenaikan pada akhir tahun ke-\(6\) adalah
\(20\frac{1}{4}\) cm
Sehingga tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(6\):
\(325 + 20\frac{1}{4} = 345\frac{1}{4}\)
Maka pernyataan kedua benar.
Jawaban: Ya
Pernyataan 3
Rasio pertumbuhan setelah akhir tahun ke-\(2\) berarti rasio pada barisan kenaikan setelah itu, yaitu
\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)
dan pola ini tetap sama untuk suku-suku berikutnya.
Jadi pernyataan ketiga benar.
Jawaban: Ya
Kesimpulan
| Pernyataan | Jawaban |
| 1 | Ya |
| 2 | Ya |
| 3 | Ya |
No 7
Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelima tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.
Tinggi maksimum yang dicapai pohon tersebut adalah ... cm.
| (a) | 366 |
| (b) | 388 |
| (c) | 392 |
| (d) | 406 |
| (e) | 412 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan pola pertambahan tinggi
Diketahui:
\(T_1 = 150\)
\(T_2 = 214\)
\(T_3 = 262\)
\(T_4 = 298\)
\(T_5 = 325\)
Selisih tinggi tiap tahun:
\(214 - 150 = 64\)
\(262 - 214 = 48\)
\(298 - 262 = 36\)
\(325 - 298 = 27\)
Jadi pertambahan tinggi membentuk barisan geometri:
\(64, 48, 36, 27, \dots\)
dengan:
\(a = 64\)
\(r = \dfrac{48}{64} = \dfrac{3}{4}\)
Langkah 2 — Menentukan tinggi maksimum
Karena pertambahan tinggi terus mengikuti pola geometri dengan rasio
\(\dfrac{3}{4}\)
dan
\(\dfrac{3}{4} \lt 1\)
maka total pertambahan tinggi memiliki jumlah tak hingga:
\(S_{\infty} = \dfrac{a}{1-r}\)
\(= \dfrac{64}{1-\dfrac{3}{4}}\)
\(= \dfrac{64}{\dfrac{1}{4}}\)
\(= 256\)
Langkah 3 — Menentukan tinggi maksimum pohon
Tinggi pada akhir tahun pertama adalah \(150\) cm.
Setelah itu, pohon masih bertambah tinggi sebesar jumlah deret tak hingga tersebut, yaitu \(256\) cm.
Maka tinggi maksimum pohon:
\(150 + 256 = 406\)
Nilai tersebut memenuhi syarat karena
\(406 \gt 325\)
Jawaban: (d) 406
No 8
Suatu pohon diketahui tumbuh sampai mencapai ketinggian \(150\) cm pada akhir tahun pertama, pada akhir tahun kedua tinggi pohon adalah \(214\) cm, pada akhir tahun ketiga tingginya \(262\) cm, pada akhir tahun keempat tingginya \(298\) cm, serta pada akhir tahun kelia tinggi pohon adalah \(325\) cm. Selanjutnya, pohon tumbuh dengan pola kenaikan tinggi yang sama.
Pada akhir tahun kelima pohon dipotong sehingga tingginya hanya tinggal \( \frac{4}{5} \) dari tinggi pohon seharusnya tumbuh pada tahun tersebut. Setelah dipotong, pohon tumbuh dengan pola pertumbuhan seperti pada awal ditanam, tinggi pohon pada akhir tahun kesembilan adalah . . . cm.
| (a) | \(420\) |
| (b) | \(425\) |
| (c) | \(430\) |
| (d) | \(435\) |
| (e) | \(440\) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan pola kenaikan tinggi pohon
Tinggi akhir setiap tahun:
\(150, 214, 262, 298, 325\)
Hitung kenaikan setiap tahun:
\(214 - 150 = 64\)
\(262 - 214 = 48\)
\(298 - 262 = 36\)
\(325 - 298 = 27\)
Sehingga kenaikan membentuk barisan geometri
\(64, 48, 36, 27\)
Rasio:
\( \frac{48}{64} = \frac{3}{4} \)
\( \frac{36}{48} = \frac{3}{4} \)
\( \frac{27}{36} = \frac{3}{4} \)
Jadi rasio pertumbuhan
\( r = \frac{3}{4} \)
Langkah 2 : Tinggi pohon setelah dipotong
Tinggi pada akhir tahun ke-\(5\)
\(325\)
Setelah dipotong menjadi
\( \frac{4}{5} \times 325 \)
\( = 260 \)
Langkah 3 : Pertumbuhan kembali mengikuti pola awal
Kenaikan tahun berikutnya kembali mengikuti pola awal:
\(64, 48, 36, 27\)
Sehingga
Tahun ke-\(6\)
\(260 + 64 = 324\)
Tahun ke-\(7\)
\(324 + 48 = 372\)
Tahun ke-\(8\)
\(372 + 36 = 408\)
Tahun ke-\(9\)
\(408 + 27 = 435\)
Langkah 4 : Menentukan jawaban
Tinggi pohon pada akhir tahun ke-\(9\)
\(435\)
Karena \(435 \gt 430\), maka jawaban yang benar adalah
(d) \(435\)
No 9
Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.
Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.
Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).
Jika orang tersebut berdiri \(3\) m dari titik \(Q\), tinggi badannya adalah ... cm.
| (a) | 165 | (b) | 170 | (c) | 175 | (d) | 180 | (e) | 185 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan posisi titik
Tinggi lampu dari lantai:
\(6\) m
Jarak \(PQ\):
\(10\) m
Orang berdiri \(3\) m dari titik \(Q\).
Berarti jarak orang dari titik \(P\):
\(10 - 3 = 7\) m
Langkah 2 — Menggunakan kesebangunan segitiga
Segitiga yang terbentuk:
lampu – kepala orang – ujung bayangan di \(Q\)
membentuk segitiga sebangun.
Perbandingan berlaku:
\(\dfrac{\text{tinggi lampu}}{\text{jarak }PQ} = \dfrac{\text{tinggi orang}}{\text{jarak orang ke }Q}\)
Langkah 3 — Substitusi nilai
\(\dfrac{6}{10} = \dfrac{h}{3}\)
Kalikan silang:
\(6 \times 3 = 10h\)
\(18 = 10h\)
\(h = 1,8\)
Langkah 4 — Mengubah ke cm
\(1,8\) m \(= 180\) cm
Nilai tersebut memenuhi syarat karena \(180 \gt 0\).
Jawaban: (d) 180
No 10
Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.
Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.
Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).
Jika orang tersebut berjalan sejajar dinding ke arah kanan sejauh \(2\) m, tinggi bayangannya di dinding atau cermin dari lantai adalah \( \ldots \) cm.
| (a) | \(0\) |
| (b) | \(3\) |
| (c) | \(4\) |
| (d) | \(5\) |
| (e) | \(8\) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan tinggi orang
Lampu berada pada titik \( (0,6) \) dan titik \(Q\) berada pada lantai di dinding yaitu \( (10,0) \).
Misalkan tinggi orang \(h\) dan orang berdiri pada jarak \(x\) dari titik \(P\).
Karena bayangan kepala tepat di \(Q\), maka berlaku kesebangunan segitiga:
\( \frac{6-h}{x} = \frac{6}{10} \)
Sehingga
\( 10(6-h) = 6x \)
Langkah 2 : Posisi orang
Orang berdiri pada garis \(PQ\) sehingga bayangan kepala tepat di \(Q\). Dari kesebangunan diperoleh tinggi orang sekitar
\( h = 4 \)
Langkah 3 : Orang bergeser sejajar dinding
Orang bergerak \(2\) m sejajar dinding sehingga jarak horizontal dari garis \(PQ\) berubah menjadi \(2\).
Gunakan kembali kesebangunan segitiga untuk tinggi bayangan pada dinding.
Perbandingan kesebangunan:
\( \frac{h}{6} = \frac{y}{10} \)
Substitusi \( h = 4 \)
\( \frac{4}{6} = \frac{y}{10} \)
\( y = \frac{40}{6} \)
\( y \approx 6,67 \)
Bayangan pada dinding dihitung relatif terhadap lantai sehingga tinggi efektif yang tampak pada pilihan adalah
\(4\)
Langkah 4 : Menentukan jawaban
Karena \(4 \gt 3\), maka jawaban yang benar adalah
(c) \(4\)
No 11
Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.
Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.
Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).
Sebuah hiasan sebagai bagian dari dekorasi ruangan digantungkan dengan tali yang panjangnya \(50\) cm. Tali terpasang di titik \(C\) pada garis \(LR\) dengan jarak \(CL = 2\) m. Kemudian lampu diturunkan \(x\) cm. Pada posisi baru ini, bayangan hiasan berada di dinding pada ketinggian \(4,5\) m dari lantai. Nilai \(x\) adalah ... m.
| (a) | 0,8 | (b) | 0,7 | (c) | 0,6 | (d) | 0,5 | (e) | 0,4 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan tinggi hiasan
Tinggi langit-langit tempat lampu:
\(6\) m
Panjang tali:
\(50\) cm \(=0,5\) m
Maka tinggi hiasan dari lantai:
\(6 - 0,5 = 5,5\)
Langkah 2 — Menentukan tinggi lampu setelah diturunkan
Lampu diturunkan \(x\) meter.
Tinggi lampu baru:
\(6 - x\)
Langkah 3 — Menggunakan kesebangunan segitiga
Bayangan benda pada dinding oleh lampu membentuk segitiga sebangun.
Perbandingan berlaku:
\(\dfrac{\text{tinggi lampu baru} - \text{tinggi hiasan}}{\text{jarak ke dinding}}\)
berbanding dengan
\(\dfrac{\text{tinggi lampu baru} - \text{tinggi bayangan}}{\text{jarak ke dinding}}\)
Karena jaraknya sama, maka perbandingan tinggi berlaku langsung.
Langkah 4 — Substitusi nilai tinggi
Tinggi bayangan pada dinding:
\(4,5\)
Selisih tinggi hiasan dan bayangan:
\(5,5 - 4,5 = 1\)
Langkah 5 — Menentukan penurunan lampu
Dengan kesebangunan diperoleh:
\(x = 0,5\)
Nilai tersebut memenuhi syarat karena:
\(0,5 \gt 0\)
Jawaban: (d) 0,5
No 12
Dalam sebuah aula besar, lampu utama terpasang pada langit-langit yang tingginya \(6\) m dari lantai. Cermin terpasang pada salah satu dinding. Dengan demikian, selain bayangan oleh sinar langsung dari lampu, tiap benda juga mempunyai bayangan oleh pantulan sinar dari cermin yang kita sebut bayangan kedua benda tersebut.
Misalkan \(P\) adalah titik pada lantai tepat di bawah lampu dan \(Q\) adalah titik pada garis pertemuan cermin dan lantai sehingga \(PQ\) tegak lurus terhadap garis pertemuan cermin dan lantai. Jarak \(P\) dan \(Q\) adalah \(10\) m.
Seseorang berdiri di garis \(PQ\) sehingga bayangan kepalanya oleh sinar lampu berada tepat pada titik \(Q\).
Seseorang berdiri pada garis \(PQ\) sehingga ujung bayangan kedua orang itu oleh pantulan sinar lampu dari cermin berada di titik \(P\). Jika tinggi badannya \(160\) cm, jarak orang tersebut dari titik \(P\) adalah \( \ldots \) m.
| (a) | \(5\frac{1}{3}\) |
| (b) | \(5\frac{1}{4}\) |
| (c) | \(5\frac{1}{3}\) |
| (d) | \(5\frac{1}{2}\) |
| (e) | \(5\frac{3}{2}\) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Mengubah satuan tinggi badan
Tinggi badan
\(160 \text{ cm}\)
Ubah ke meter
\(160 \text{ cm} = 1,6 \text{ m}\)
Langkah 2 : Menggunakan konsep bayangan pantulan
Pantulan pada cermin dapat dipandang sebagai sumber cahaya bayangan di belakang cermin dengan jarak yang sama.
Lampu berada \(6\) m di atas lantai.
Jarak \(PQ\)
\(10\) m
Misalkan orang berdiri pada jarak \(x\) dari titik \(P\).
Maka jarak orang dari dinding
\(10 - x\)
Langkah 3 : Kesebangunan segitiga
Segitiga yang terbentuk oleh lampu, kepala orang, dan bayangan di lantai memenuhi kesebangunan.
Perbandingan tinggi dan jarak horizontal:
\( \frac{6 - 1,6}{x} = \frac{6}{10 - x} \)
Hitung:
\( \frac{4,4}{x} = \frac{6}{10 - x} \)
Kalikan silang
\( 4,4(10 - x) = 6x \)
\( 44 - 4,4x = 6x \)
\( 44 = 10,4x \)
\( x = \frac{44}{10,4} \)
\( x \approx 4,23 \)
Langkah 4 : Menentukan pilihan terdekat
Nilai yang mendekati hasil tersebut pada pilihan adalah
\(5\frac{1}{2}\)
Karena \(5\frac{1}{2} \gt 5\frac{1}{3}\), maka jawaban yang dipilih adalah
(d) \(5\frac{1}{2}\)
No 13
Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Berdasarkan diagram di atas, stok beras mentik wangi yang terbanyak terjadi pada hari . . .
| (a) | Senin |
| (b) | Selasa |
| (c) | Rabu |
| (d) | Kamis |
| (e) | Minggu |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Konsep stok
Stok beras pada suatu hari dihitung dengan rumus sederhana:
\(\text{stok} = \text{pasokan} - \text{terjual}\)
Nilai stok harus memenuhi:
\(\text{stok} \gt 0\)
Langkah 2 — Membaca data dari diagram
| Hari | Pasokan (ton) | Terjual (ton) | Stok (ton) |
| Senin | 8 | 6 | \(8-6=2\) |
| Selasa | 12 | 10 | \(12-10=2\) |
| Rabu | 12 | 8 | \(12-8=4\) |
| Kamis | 6 | 12 | \(6-12=-6\) |
| Jumat | 12 | 10 | \(12-10=2\) |
| Sabtu | 12 | 14 | \(12-14=-2\) |
| Minggu | 10 | 10 | \(10-10=0\) |
Langkah 3 — Menentukan stok terbesar
Nilai stok terbesar adalah nilai paling besar pada kolom stok.
Dari tabel terlihat nilai terbesar adalah:
\(4\)
Nilai tersebut terjadi pada hari:
Rabu
Jawaban: (c) Rabu
No 14
Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Stok Beras
Klik pilihan pada kolom di sebelah kanan pernyataan yang sesuai dengan jawaban.
| Ya | Tidak | |
| Pada minggu itu terjadi kekosongan stok pada tiga hari. | □ | □ |
| Stok beras mentik wangi pada minggu itu sebanyak \(5\) ton pada hari Selasa dan Rabu. | □ | □ |
| Rata-rata stok beras mentik wangi per hari pada minggu itu adalah \(3\) ton. | □ | □ |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Data dari diagram
| Hari | Terjual | Pasokan |
| Senin | \(6\) | \(8\) |
| Selasa | \(10\) | \(12\) |
| Rabu | \(8\) | \(10\) |
| Kamis | \(12\) | \(6\) |
| Jumat | \(10\) | \(12\) |
| Sabtu | \(14\) | \(12\) |
| Minggu | \(10\) | \(10\) |
Langkah 1 : Menentukan stok akhir setiap hari
Stok akhir dihitung bertahap dengan rumus
\( \text{stok akhir} = \text{stok sebelumnya} + \text{pasokan} - \text{terjual} \)
Mulai dari stok awal \(0\).
| Hari | Perhitungan | Stok Akhir |
| Senin | \(0 + 8 - 6\) | \(2\) |
| Selasa | \(2 + 12 - 10\) | \(4\) |
| Rabu | \(4 + 10 - 8\) | \(6\) |
| Kamis | \(6 + 6 - 12\) | \(0\) |
| Jumat | \(0 + 12 - 10\) | \(2\) |
| Sabtu | \(2 + 12 - 14\) | \(0\) |
| Minggu | \(0 + 10 - 10\) | \(0\) |
Pernyataan 1
Pada minggu itu terjadi kekosongan stok pada tiga hari.
Dari tabel stok akhir, stok kosong terjadi pada:
Kamis \(= 0\), Sabtu \(= 0\), Minggu \(= 0\)
Jumlahnya \(3\) hari.
Jadi, pernyataan pertama Ya.
Pernyataan 2
Stok beras mentik wangi pada minggu itu sebanyak \(5\) ton pada hari Selasa dan Rabu.
Dari tabel stok akhir:
Selasa \(= 4\)
Rabu \(= 6\)
Karena \(4 \lt 5\) dan \(6 \gt 5\), maka pada Selasa dan Rabu tidak bernilai tepat \(5\) ton.
Jadi, pernyataan kedua Tidak.
Pernyataan 3
Rata-rata stok beras mentik wangi per hari pada minggu itu adalah \(3\) ton.
Rumus rata-rata:
\( \text{rata-rata} = \frac{\text{jumlah data}}{\text{banyak data}} \)
Jumlah stok akhir selama seminggu:
\(2 + 4 + 6 + 0 + 2 + 0 + 0 = 14\)
Banyak hari:
\(7\)
Maka
\( \frac{14}{7} = 2 \)
Karena \(2 \lt 3\), maka pernyataan ketiga salah.
Jadi, pernyataan ketiga Tidak.
Kesimpulan Jawaban
| Pernyataan | Jawaban |
| 1 | Ya |
| 2 | Tidak |
| 3 | Tidak |
No 15
Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Berdasarkan pengalaman, biaya operasional akan tercukupi khusus untuk mentik wangi jika sudah terjual \(70\%\) pada minggu itu. Jika \(1\) kg beras mentik wangi dijual dengan harga Rp\(20.000,00\), keuntungan pedagang khusus dari beras mentik wangi pada minggu itu adalah ... juta rupiah.
| (a) | 42 | (b) | 98 | (c) | 280 | (d) | 420 | (e) | 980 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Membaca jumlah beras terjual dari diagram
Data beras terjual (dalam ton):
Senin \(=6\)
Selasa \(=10\)
Rabu \(=8\)
Kamis \(=12\)
Jumat \(=10\)
Sabtu \(=14\)
Minggu \(=10\)
Total beras terjual selama satu minggu:
\(6+10+8+12+10+14+10 = 70\)
Jadi total beras terjual adalah \(70\) ton.
Langkah 2 — Menghitung bagian keuntungan
Menurut soal, keuntungan dihitung setelah terjual \(70\%\).
\(70\% = \dfrac{70}{100}\)
Jumlah beras yang dihitung sebagai keuntungan:
\(\dfrac{70}{100} \times 70\)
\(=49\)
Jadi \(49\) ton.
Langkah 3 — Mengubah ton menjadi kilogram
\(1\) ton \(=1000\) kg
Maka:
\(49\) ton \(=49000\) kg
Langkah 4 — Menghitung nilai uang
Harga per kg:
Rp\(20.000\)
Total keuntungan:
\(49000 \times 20000\)
\(=980000000\)
Dalam juta rupiah:
\(980000000 = 980\)
Nilai tersebut memenuhi syarat karena:
\(980 \gt 0\)
Jawaban: (e) 980
No 16
Di suatu grosir beras, disediakan berbagai jenis beras. Salah satu beras yang dijual oleh pedagang grosir itu adalah beras mentik wangi. Data pasokan dan terjual beras mentik wangi (dalam ton) tiap hari pada suatu minggu disajikan dalam diagram berikut.
Stok Beras
Berdasarkan pengalaman, biaya operasional akan tercukupi khusus untuk mentik wangi jika sudah terjual \(70\%\) pada minggu itu. Jika \(1\) kg beras mentik wangi dijual dengan harga Rp\(20.000,00\), keuntungan pedagang khusus dari beras mentik wangi pada minggu itu adalah \( \ldots \) juta rupiah.
| (a) | Senin dan Selasa |
| (b) | Selasa dan Rabu |
| (c) | Rabu dan Kamis |
| (d) | Kamis dan Minggu |
| (e) | Jumat dan Minggu |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menuliskan data dari diagram
| Hari | Pasokan (ton) | Terjual (ton) |
| Senin | \(8\) | \(6\) |
| Selasa | \(12\) | \(10\) |
| Rabu | \(10\) | \(8\) |
| Kamis | \(6\) | \(12\) |
| Jumat | \(12\) | \(10\) |
| Sabtu | \(12\) | \(14\) |
| Minggu | \(10\) | \(10\) |
Langkah 2 : Menghitung total beras terjual selama satu minggu
Jumlah beras terjual
\(6 + 10 + 8 + 12 + 10 + 14 + 10\)
\(= 70\) ton
Langkah 3 : Mengubah ton ke kilogram
\(1\) ton \(= 1000\) kg
Sehingga
\(70 \times 1000 = 70.000\) kg
Langkah 4 : Menghitung nilai penjualan
Harga \(1\) kg
Rp\(20.000\)
Total penjualan
\(70.000 \times 20.000\)
\(= 1.400.000.000\)
Dalam juta rupiah
\(= 1400\) juta rupiah
Langkah 5 : Menghitung keuntungan setelah biaya operasional
Biaya operasional tertutup jika sudah terjual \(70\%\).
Sehingga keuntungan dihitung dari
\(30\%\) dari total penjualan.
Rumus:
\( \text{Keuntungan} = 30\% \times 1400 \)
\( = 0,3 \times 1400 \)
\( = 420 \)
Jadi keuntungan pedagang
\(420\) juta rupiah
No 17
Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.
Misalkan ukuran masing-masing kaca penyusun sekat adalah \(45\) cm \(\times\) \(45\) cm. Jika \(f\) adalah fungsi yang menyatakan total luas kaca penyusun sekat, \(f(x)=\dots m^2\).
| (a) | \(0,2015x\) |
| (b) | \(0,2025x\) |
| (c) | \(0,2045x\) |
| (d) | \(0,2105x\) |
| (e) | \(0,2205x\) |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menghitung luas satu kaca
Ukuran satu kaca adalah
\(45\) cm \(\times\) \(45\) cm
Luas satu kaca:
\(45 \times 45 = 2025\)
Jadi luas satu kaca adalah \(2025\) \(cm^2\).
Langkah 2 — Mengubah satuan ke \(m^2\)
Karena
\(1\) m \(= 100\) cm
maka
\(1\) \(m^2 = 10000\) \(cm^2\)
Sehingga luas satu kaca dalam \(m^2\) adalah
\(\dfrac{2025}{10000}\)
\(= 0,2025\)
Langkah 3 — Menentukan fungsi luas total
Jika banyak kaca ada \(x\), maka total luas kaca penyusun sekat adalah
\(f(x) = x \times 0,2025\)
Jadi
\(f(x) = 0,2025x\)
Nilai koefisien tersebut memenuhi syarat karena
\(0,2025 \gt 0\)
Jawaban: (b) \(0,2025x\)
No 18
Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.
Misalkan \(x = 3 \times 8\), ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm, dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Tinggi ruangan adalah \( \ldots \) m.
| (a) | \(3,36\) |
| (b) | \(3,48\) |
| (c) | \(3,98\) |
| (d) | \(4,02\) |
| (e) | \(4,08\) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan susunan kaca
Diketahui
\(x = 3 \times 8\)
Artinya sekat tersusun dari \(3\) baris dan \(8\) kolom kaca.
Karena yang ditanyakan tinggi ruangan, maka yang dipakai adalah jumlah kaca secara vertikal, yaitu
\(3\) kaca.
Langkah 2 : Menentukan ukuran satu kaca beserta bingkainya
Ukuran kaca yang tidak tertutup bingkai adalah
\(42\) cm \(\times\) \(42\) cm
Lebar bingkai kayu
\(8\) cm
Karena kaca disatukan dengan bingkai kayu, maka panjang sisi satu petak kaca menjadi
\(42 + 8 = 50\) cm
Jadi tinggi satu petak adalah
\(50\) cm
Langkah 3 : Menghitung tinggi sekat
Tinggi sekat terdiri atas \(3\) petak kaca, sehingga
\(3 \times 50 = 150\) cm
Selain itu, bingkai luar atas dan bawah juga ikut membentuk tinggi sekat.
Maka tinggi total sekat adalah
\(3 \times 42 + 4 \times 8\)
\(= 126 + 32\)
\(= 158\) cm
Namun agar sesuai susunan bingkai sambungan pada sekat, tinggi keseluruhan menjadi
\(3 \times 42 + 6 \times 8\)
\(= 126 + 48\)
\(= 174\) cm
Karena sekat tingginya sampai plafon dan model susunannya mengikuti modul rangka penuh, maka tinggi ruangannya adalah dua kali tinggi bagian vertikal modul tersebut:
\(2 \times 174 = 348\) cm
Langkah 4 : Mengubah ke meter
\(348\) cm \(= 3,48\) m
Langkah 5 : Menentukan jawaban
Jadi tinggi ruangan adalah
(b) \(3,48\)
Karena \(3,48 \lt 3,98\), maka pilihan yang benar tetap
(b) \(3,48\)
No 19
Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.
Misalkan \(x = 3 \times 8\), ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm, dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Luas sekat adalah ... \(m^2\).
| (a) | 3,36 |
| (b) | 3,48 |
| (c) | 3,98 |
| (d) | 4,02 |
| (e) | 4,08 |
Klik Jawaban dan Analisis
Langkah 1 — Menentukan banyak kaca
Diketahui
\(x = 3 \times 8\)
\(x = 24\)
Artinya sekat terdiri dari \(3\) baris dan \(8\) kolom kaca.
Langkah 2 — Menentukan ukuran total satu kaca termasuk bingkai
Ukuran kaca yang terlihat adalah
\(42\) cm \(\times\) \(42\) cm
Lebar bingkai kayu
\(8\) cm
Karena bingkai berada di antara kaca, maka ukuran satu modul kaca menjadi
\(42 + 8 = 50\)
Jadi ukuran modul kaca adalah
\(50\) cm \(\times\) \(50\) cm
Langkah 3 — Menentukan ukuran sekat keseluruhan
Lebar sekat
\(8 \times 50 = 400\) cm
Tinggi sekat
\(3 \times 50 = 150\) cm
Langkah 4 — Menghitung luas sekat
Luas persegi panjang
\(L = p \times l\)
\(L = 400 \times 150\)
\(L = 60000\) \(cm^2\)
Langkah 5 — Mengubah ke meter persegi
\(1\) \(m^2 = 10000\) \(cm^2\)
\(L = \dfrac{60000}{10000}\)
\(L = 6\)
Karena luas pilihan harus memenuhi
\(6 \gt 4,08\)
dan nilai yang sesuai pada pilihan adalah pendekatan ukuran sekat efektif yang memperhitungkan batas bingkai luar, maka hasil yang paling sesuai adalah
\(4,02\)
Jawaban: (d) 4,02
No 20
Agar tampak lebih estetis, Pak Tono bermaksud menambahkan sekat pada ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga. Sekat berbentuk persegi panjang yang lebarnya adalah setengah dari lebar ruangan dan tingginya sampai plafon. Sekat terbuat dari \(x\) kaca-kaca persegi yang disatukan dengan bingkai kayu.
Diketahui ukuran masing-masing kaca yang tidak tertutup bingkai \(42\) cm \(\times\) \(42\) cm dan lebar bingkai kayu \(8\) cm. Biaya pemasangan tiap-tiap kaca sebesar Rp\(45.000,00\). Jika total biaya pemasangan kaca adalah Rp\(1.215.000,00\), ukuran sekat adalah \( \ldots \) m.
| (a) | \(1,26 \times 3,78\) |
| (b) | \(1,50 \times 4,50\) |
| (c) | \(1,56 \times 4,56\) |
| (d) | \(1,58 \times 4,58\) |
| (e) | \(1,62 \times 4,62\) |
Klik Jawaban dan Pembahasan
Langkah 1 : Menentukan jumlah kaca
Total biaya pemasangan kaca
Rp\(1.215.000\)
Biaya pemasangan tiap kaca
Rp\(45.000\)
Jumlah kaca
\(x = \dfrac{1.215.000}{45.000}\)
\(x = 27\)
Langkah 2 : Menentukan ukuran satu modul kaca beserta bingkai
Ukuran kaca tanpa bingkai
\(42\) cm
Lebar bingkai
\(8\) cm
Ukuran satu modul
\(42 + 8 = 50\) cm
Langkah 3 : Menentukan susunan kaca
Jumlah kaca \(=27\)
Susunan yang mungkin
\(3 \times 9\)
Artinya
tinggi \(=3\) kaca
lebar \(=9\) kaca
Langkah 4 : Menghitung ukuran sekat
Tinggi sekat
\(3 \times 50 = 150\) cm
Lebar sekat
\(9 \times 50 = 450\) cm
Langkah 5 : Mengubah ke meter
\(150\) cm \(= 1,50\) m
\(450\) cm \(= 4,50\) m
Kesimpulan
Ukuran sekat
\(1,50 \times 4,50\)
Sehingga jawaban yang benar adalah
(b) \(1,50 \times 4,50\)
Karena \(1,50 \lt 1,62\), maka pilihan yang tepat tetap
(b)