Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31

Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

(1) Pagi ini pun, mendung hitam menggantung di langit.
(2) Beberapa hari ini, hujan turun mengguyur kota.
(3) Suasana gelap karena matahari tertutup mendung.
(4) Air menggenang di berbagai tempat.

Urutan kalimat agar menjadi paragraf deskripsi yang padu adalah ....

A(1) (2) (4) (3)
B(1) (4) (3) (2)
C(2) (1) (3) (4)
D(2) (4) (1) (3)
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
Mulai dari “pagi ini” (1), lalu loncat ke “beberapa hari ini” (2). Secara waktu jadi kurang mulus karena dari khusus (pagi ini) ke umum (beberapa hari ini). Selain itu, (3) “suasana gelap...” seharusnya dekat dengan (1) tentang mendung.

B
(1) lalu (4) langsung “air menggenang” tanpa sebab yang dijelaskan terlebih dahulu. Setelah itu (3) baru menjelaskan gelap, dan (2) di akhir malah kembali ke informasi umum “beberapa hari ini”. Kurang padu.

C
(2) membuka dengan gambaran umum: beberapa hari hujan mengguyur kota. Lalu (1) mempersempit ke kondisi hari ini: mendung hitam. Setelah itu (3) menjelaskan akibat mendung: suasana gelap karena matahari tertutup. Terakhir (4) menutup dengan dampak yang tampak: air menggenang. Urutan ini paling runtut (umum \(\to\) khusus \(\to\) akibat \(\to\) dampak) sehingga kepaduannya \( \gt \) opsi lain.

D
(2) lalu (4) (air menggenang) masih bisa, tetapi (1) (mendung pagi ini) muncul setelah genangan, sehingga kronologinya kurang halus. (3) lebih cocok menempel pada (1).


Soal 32

Proses pengadilan tidak boleh ... semua perkara yang sudah masuk.

Kata bentukan yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut adalah ....

Amemetieskan
Bmempeti eskan
Cmempetieskan
Dmempeti eskan
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: C

Analisa per opsi:

A
Bentuknya keliru: “memetieskan” tidak sesuai pembentukan kata dari “peti es”.

B
Penulisan dipisah (“mempeti eskan”) tidak tepat. Bentuk verba berimbuhan seharusnya dirangkai.

C
Bentukan yang tepat dari frasa “peti es” menjadi verba adalah “mempetieskan” (dirangkai). Maknanya: “membekukan/memasukkan ke peti es”. Jadi C paling baku.

D
Sama masalahnya dengan B: dipisah, sehingga tidak baku.


Soal 33

Thomas Alva Edison melihat bahwa udara membutuhkan penerangan. Mengembangkan penemuannya ia selama dua tahun untuk menghasilkan waktu. Dana yang dibutuhkan cukup besar. Melalui kerja kerasnya, uji cobanya berhasil. Pada tanggal 21 Oktober 1879 tercipta lampu pijar listrik pertama. Lampu tersebut dapat menyala selama 40 jam.

Perbaikan tata kalimat yang dicetak miring adalah ....

A Ia selama dua tahun menghabiskan waktu untuk mengembangkan penemuannya.
B Selama dua tahun, waktu ia menghabiskan untuk mengembangkan penemuannya.
C Waktu selama dua tahun, ia menghabiskan waktu untuk mengembangkan penemuannya.
D Ia menghabiskan waktu selama dua tahun untuk mengembangkan penemuannya.
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: D

Analisa per opsi:

A
Maknanya sudah benar, tetapi susunannya kurang efektif karena “Ia selama dua tahun...” terasa kurang luwes dibanding pola “Ia menghabiskan waktu selama dua tahun...”.

B
Susunannya janggal (“waktu ia menghabiskan”). Tidak efektif dan tidak baku.

C
Ada pengulangan kata “waktu” dan struktur awalnya rancu (“Waktu selama dua tahun”). Kurang tepat.

D
Ini paling efektif dan baku: subjek “Ia” + predikat “menghabiskan waktu” + keterangan waktu “selama dua tahun” + tujuan “untuk mengembangkan penemuannya”. Kejelasan D \( \gt \) opsi lain.


Soal 34

Pak Parman seorang buruh perkebunan sawit di Kalimantan. Ia menggarap kebun sawit seluas dua hektar. Pak Parman bekerja di kebun sejak pagi hingga siang hari. Di tengah kebun ada gubug sebagai tempat istirahat. Setiap tahun produktivitas kebun sawit Garapan Pak Parman selalu meningkat.

Perbaikan penggunaan kata bercetak miring pada paragraf tersebut adalah ....

Ahectar, gubuk, produktivitas
Bhectare, gubuk, produktivitas
Chektar, gubuk, produktifitas
Dhektare, gubuk, produktivitas
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: D

Analisa per opsi:

A
“Hectar” bukan bentuk baku bahasa Indonesia. “Gubuk” dan “produktivitas” benar, tetapi satu salah membuat opsi ini gugur.

B
“Hectare” juga bukan bentuk baku bahasa Indonesia. Maka B tidak tepat.

C
“Hektar” dan “gubuk” benar, tetapi “produktifitas” tidak baku; bentuk baku adalah “produktivitas”. Jadi C salah.

D
“Hektare” (baku), “gubuk” (baku), dan “produktivitas” (baku). Semua perbaikan tepat, sehingga D benar (jumlah kata benar \(=3 \gt 2\)).


Soal 35

Siswa kelas enam menonton film tentang astronaut dengan saksama. Mereka memperhatikan setiap adegan secara detil dan nampak serius.

Penulisan kata baku yang tidak tepat pada teks tersebut adalah ....

Asaksama, detil, nampak
Bastronot, detil, nampak
Csaksama, film, detil
Dfilm, astronot, detil
Lihat jawaban & analisa

Jawaban: A

Analisa per opsi:

A
Dalam kalimat, yang tidak baku adalah “detil” (baku: detail) dan “nampak” (baku: tampak). Kata “saksama” justru baku, tetapi opsi A memuat dua kata tidak baku yang jelas. Karena pertanyaan meminta “penulisan kata baku yang tidak tepat”, opsi yang memuat kata tidak baku paling sesuai adalah A (jumlah kata tidak baku \( \gt \) opsi lain).

B
“Astronaut” dalam bahasa Indonesia lebih baku “astronot”, jadi kata “astronot” sebenarnya sudah tepat. Opsi ini memuat “detil” dan “nampak” yang tidak baku, tetapi susunannya tidak menunjukkan tiga kata bermasalah seperti pada teks yang diuji.

C
“Saksama” dan “film” baku. Hanya “detil” yang tidak baku, sehingga tidak mewakili kesalahan utama yang muncul pada teks.

D
“Film” dan “astronot” baku. “Detil” tidak baku, tetapi opsi ini hanya memuat satu kesalahan utama.

Catatan perbaikan kalimat: penulisan yang lebih baku ialah “Siswa kelas enam menonton film tentang astronot dengan saksama. Mereka memperhatikan setiap adegan secara detail dan tampak serius.”