Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 1

(1) Pernahkah Anda membayangkan ada robot datang mengantar paket yang Anda pesan secara online?
(2) Sepertinya hal itu akan dapat segera terwujud.
(3) Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah perusahaan terkemuka di Amerika Serikat menjadi perusahaan pertama yang menggunakan robot.
(4) Robot yang dinamai Digit tersebut bekerja menggantikan sebagian besar tugas manusia di perusahaan mereka.
(5) Digit merupakan robot yang gesit seukuran manusia.
(6) Digit dilengkapi sensor sehingga membuatnya lincah menaiki anak tangga, mengatasi rintangan, dan melalui berbagai medan.
(7) Robot ini dapat membawa dan menumpuk kotak hingga 18 kg.
(8) Digit juga memiliki fitur untuk bergerak otomatis ketika melakukan pengiriman.
(9) Dengan inovasi berikutnya, mungkin saja suatu hari nanti akan ada truk pengirim paket yang datang ke rumah Anda dalam bentuk robot seperti Digit.

Kata terkemuka dalam kalimat (3) berasosiasi dengan kata …

  1. terbaik
  2. canggih
  3. hebat
  4. teratas
  5. besar
Jawaban & Analisis

Jawaban: D (teratas)

Analisis:

  • Kata terkemuka bermakna “terkenal/diakui luas/berkedudukan tinggi dalam bidangnya”. Dalam konteks kalimat (3), frasa “perusahaan terkemuka” menunjuk perusahaan yang berada pada posisi menonjol dan diakui.
  • Opsi teratas paling dekat asosiasinya karena menandakan posisi puncak/unggul dan menonjol dibanding yang lain. Ini sejalan dengan “terkemuka” sebagai perusahaan yang berada di jajaran atas.
  • terbaik (A) menyatakan kualitas paling baik, tetapi “terkemuka” tidak selalu berarti paling baik; bisa terkenal/menonjol tanpa klaim “paling”.
  • canggih (B) mengarah ke teknologi, padahal “terkemuka” mengarah ke reputasi/posisi.
  • hebat (C) bernuansa penilaian subjektif, kurang spesifik sebagai asosiasi makna kata “terkemuka”.
  • besar (E) mengarah ke ukuran/skala perusahaan (besar-kecil), bukan reputasi/kemasyhuran.

Soal 2

(1) Pernahkah Anda membayangkan ada robot datang mengantar paket yang Anda pesan secara online?
(2) Sepertinya hal itu akan dapat segera terwujud.
(3) Dalam beberapa tahun terakhir, sebuah perusahaan terkemuka di Amerika Serikat menjadi perusahaan pertama yang menggunakan robot.
(4) Robot yang dinamai Digit tersebut bekerja menggantikan sebagian besar tugas manusia di perusahaan mereka.
(5) Digit merupakan robot yang gesit seukuran manusia.
(6) Digit dilengkapi sensor sehingga membuatnya lincah menaiki anak tangga, mengatasi banyak rintangan, dan berbagai medan dapat dilintasinya.
(7) Robot ini dapat membawa dan menumpuk kotak hingga 18 kg.
(8) Digit juga memiliki fitur untuk bergerak otomatis ketika melakukan pengiriman.

Frasa “menaiki anak tangga, mengatasi banyak rintangan, dan berbagai medan dapat dilintasinya” pada kalimat (6) dapat diperbaiki menjadi …

  1. menaiki anak tangga, banyak rintangan dapat diatasi, dan berbagai medan dapat dilintasinya
  2. dinaikinya anak tangga, mengatasi banyak rintangan, dan melintasi berbagai medan
  3. menaiki anak tangga, mengatasi banyak rintangan, dan melintasi berbagai medan
  4. dinaikinya anak tangga, banyak rintangan teratasi, dan berbagai medan dilintasinya
  5. menaiki anak tangga, diatasinya banyak rintangan, dan dapat dilintasinya berbagai medan
Jawaban & Analisis

Jawaban: C (menaiki anak tangga, mengatasi banyak rintangan, dan melintasi berbagai medan)

Analisis:

  • Masalah pada frasa awal adalah ketidaksejajaran (paralelisme). Dua unsur awal berbentuk verba aktif: “menaiki …” dan “mengatasi …”, tetapi unsur ketiga berbentuk pasif/terbalik: “berbagai medan dapat dilintasinya”.
  • Perbaikan terbaik adalah membuat ketiganya sejajar dalam bentuk verba aktif: “menaiki …, mengatasi …, dan melintasi …”. Opsi C memenuhi paralelisme dan ringkas.
  • Opsi A mencampur pola aktif (“menaiki”) dengan pasif (“dapat diatasi”, “dapat dilintasinya”) sehingga masih tidak sejajar.
  • Opsi B dan D memakai bentuk “dinaikinya …” yang terasa janggal/kurang efektif sebagai kalimat baku.
  • Opsi E memakai bentuk “diatasinya …” dan “dapat dilintasinya …” yang tidak sejajar dan terasa tidak hemat kata.

Soal 3

(1) Sejak pertama kali diluncurkan, program Merdeka Belajar sukses mengakselerasi kualitas pendidikan.
(2) Melalui program tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berhasil memperkuat beragam aspek pendidikan.
(3) Mulai dari kurikulum, penguatan siswa dan tenaga pengajar, hingga bantuan pendidikan.
(4) Merdeka Belajar merupakan pendekatan pendidikan yang membuat peserta didik dapat memilih pelajaran yang diminati secara merdeka.
(5) Hal itu dilakukan agar peserta didik dapat mengoptimalkan bakatnya sehingga mereka dapat memberikan sumbangan terbaik dalam berkarya bagi bangsa.
(6) Merdeka Belajar juga merupakan konsep pengembangan pendidikan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat) sebagai agen perubahan.
(7) Ada tiga indikator keberhasilan program Merdeka Belajar, yaitu partisipasi peserta belajar dan pendidikan Indonesia yang merata, pembelajaran efektif, dan absennya ketertinggalan peserta didik.

Kelompok kata dalam bacaan tersebut yang memiliki pola makna yang sama dengan nasi goreng adalah …

  1. kualitas pendidikan (kalimat 1)
  2. tenaga pengajar (kalimat 3)
  3. peserta didik (kalimat 5)
  4. pengembangan pendidikan (kalimat 6)
  5. keberhasilan program (kalimat 7)
Jawaban & Analisis

Jawaban: B (tenaga pengajar)

Analisis:

  • Pola makna “nasi goreng” adalah Nomina + Adjektiva/Verba turunan yang menerangkan sifat/hasil proses pada nomina utama: “nasi” (nomina) + “goreng” (hasil proses digoreng, berfungsi sebagai penerang).
  • Opsi tenaga pengajar memiliki pola serupa: “tenaga” (nomina) + “pengajar” (nomina turunan dari verba “ajar” yang berfungsi menerangkan jenis/kelompok tenaga).
  • Opsi lain kurang sejajar:
    • kualitas pendidikan = nomina + nomina abstrak (kepemilikan/relasi), bukan jenis/proses.
    • peserta didik = nomina + verba pasif (didik) memang mirip sekilas, tetapi “peserta didik” lebih merupakan frasa baku yang bermakna “orang yang mengikuti didik”; fokusnya “peserta” sebagai pelaku partisipasi, bukan objek hasil proses seperti “nasi goreng”.
    • pengembangan pendidikan = nomina abstrak + nomina abstrak; relasinya kegiatan terhadap bidang.
    • keberhasilan program = nomina abstrak + nomina; relasi hasil terhadap objek.
  • Di antara pilihan yang ada, “tenaga pengajar” paling stabil mengikuti pola “nomina utama + penerang yang mengklasifikasikan”.

Soal 4

(1) Sejak pertama kali diluncurkan, program Merdeka Belajar sukses mengakselerasi kualitas pendidikan.
(2) Melalui program tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berhasil memperkuat beragam aspek pendidikan.
(3) Mulai dari kurikulum, penguatan siswa dan tenaga pengajar, hingga bantuan pendidikan.
(4) Merdeka Belajar merupakan konsep pendidikan yang membuat peserta didik dapat memilih pelajaran yang diminati secara merdeka.
(5) Hal itu dilakukan agar peserta didik dapat mengoptimalkan bakatnya sehingga mereka dapat memberikan sumbangan terbaik dalam berkarya bagi bangsa.
(6) Merdeka Belajar juga merupakan konsep pengembangan pendidikan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat) menjadi agen perubahan.
(7) Ada tiga indikator keberhasilan program Merdeka Belajar, yaitu partisipasi peserta belajar dan pendidikan Indonesia yang merata, pembelajaran yang efektif, dan absennya ketertinggalan peserta didik.

Kata merata dalam kalimat (7) memiliki makna yang berlawanan dengan kata …

  1. jomplang
  2. terfokus
  3. terurai
  4. berbeda
  5. terpusat
Jawaban & Analisis

Jawaban: A (jomplang)

Analisis:

  • “Merata” berarti tersebar sama, tidak timpang, tidak berat sebelah (misalnya pemerataan pendidikan).
  • Lawan makna yang paling tepat adalah jomplang yang bermakna timpang/tidak seimbang.
  • terfokus dan terpusat (B, E) lebih bermakna terkumpul pada satu titik, bukan langsung “tidak seimbang”. Dalam konteks “pendidikan yang merata”, yang ditekankan adalah ketimpangan vs pemerataan, sehingga “jomplang” paling tepat.
  • berbeda (D) terlalu umum; sesuatu bisa berbeda tetapi tetap merata (misalnya berbeda bentuk, tetapi penyebarannya merata).
  • terurai (C) bukan lawan “merata”; artinya terpecah/terbongkar/terurai.

Soal 5

(1) Sejak pertama kali diluncurkan, program Merdeka Belajar sukses mengakselerasi kualitas pendidikan.
(2) Melalui program tersebut, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berhasil memperkuat beragam aspek pendidikan.
(3) Mulai dari kurikulum, penguatan siswa dan tenaga pengajar, hingga bantuan pendidikan.
(4) Merdeka Belajar merupakan suatu pendekatan pendidikan yang membuat peserta didik dapat memilih pelajaran yang diminati secara merdeka.
(5) Hal itu dilakukan agar peserta didik dapat mengoptimalkan bakatnya sehingga mereka dapat memberikan sumbangan terbaik dalam berkarya bagi bangsa.
(6) Merdeka Belajar merupakan konsep pengembangan pendidikan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (keluarga, guru, institusi pendidikan, dunia industri, dan masyarakat) menjadi agen perubahan.
(7) Ada tiga indikator keberhasilan program Merdeka Belajar, yaitu partisipasi peserta belajar dan pendidikan Indonesia yang merata, pembelajaran yang efektif, dan ketiadaan ketertinggalan peserta didik.

Kata dalam bacaan tersebut yang memiliki makna sebenarnya adalah …

  1. diluncurkan (kalimat 1)
  2. memperkuat (kalimat 2)
  3. membuat (kalimat 4)
  4. berkarya (kalimat 5)
  5. ketertinggalan (kalimat 7)
Jawaban & Analisis

Jawaban: C (membuat)

Analisis:

  • “Makna sebenarnya” adalah makna denotatif (langsung, tidak kiasan).
  • membuat pada kalimat (4) digunakan secara langsung: “pendekatan pendidikan yang membuat peserta didik dapat memilih …” artinya “menjadikan/menyebabkan”. Ini denotatif dan lazim.
  • diluncurkan (A) pada “program diluncurkan” berpotensi bermakna metaforis karena “meluncurkan” asalnya gerak benda meluncur, lalu dipakai untuk “meresmikan/merilis program”. Ini sudah bergeser (konotatif/istilah figuratif).
  • memperkuat (B) pada “memperkuat aspek pendidikan” juga bukan “menguatkan fisik”, melainkan menguatkan secara konseptual (abstrak), sehingga berpotensi bernuansa kiasan/perluasan makna.
  • berkarya (D) cenderung denotatif, tetapi dalam konteks “memberikan sumbangan terbaik dalam berkarya bagi bangsa” bernuansa evaluatif/retoris, tidak sejelas “membuat” yang murni sebab-akibat.
  • ketertinggalan (E) adalah nomina abstrak; maknanya jelas, tetapi tidak sejelas “membuat” sebagai pilihan yang paling netral dan langsung dalam kalimat.