Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Bacaan untuk Soal Nomor 35–39

Listrik dalam Kehidupan
Listrik sangat dibutuhkan untuk memperlancar berbagai kegiatan di rumah. Kegiatan di rumah yang memerlukan listrik misalnya kegiatan mencuci dengan mesin cuci, mengisi bak air dengan mesin penyedot air, belajar pada malam hari, menonton televisi dan sebagainya.

Energi listrik membawa perubahan perilaku kehidupan manusia. Dengan energi listrik banyak pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat, dan lebih murah. Adapun sumber energi listrik yaitu pembangkit tenaga air, uap, diesel, dan panas bumi. Sumber-sumber listrik itu harus dikelola dengan baik.

Selain mengelola secara baik, kita perlu menghemat listrik. Sikap menghemat listrik bermanfaat untuk membantu pemerintah dalam mengurangi beban biaya subsidi listrik. Dengan menghemat listrik, beban membayar listrik menjadi ringan.

Hemat listrik dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya menggunakan lampu seperlunya, mematikan televisi jika tidak ditonton, dan lain-lain. Sebaiknya, kita gunakan listrik secara bijak. Jangan biarkan listrik terus mengalir tanpa kendali. Perilaku hemat listrik ini harus dibudayakan di masyarakat.

35. Apakah manfaat menghemat listrik?

  1. Dapat menggunakan listrik dalam kehidupan sesuai kebutuhan.
  2. Menjaga alat-alat rumah tangga yang digunakan agar tidak cepat rusak.
  3. Menjaga pembangkit tenaga listrik agar menghasilkan sumber listrik.
  4. Menghemat biaya dan membantu pemerintah mengurangi subsidi listrik.
Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Alasan: Paragraf ketiga menyatakan menghemat listrik bermanfaat membantu pemerintah mengurangi beban subsidi dan membuat beban membayar listrik menjadi ringan. Ini sama maknanya dengan “menghemat biaya dan membantu pemerintah mengurangi subsidi listrik”.

  • A terlalu umum; bukan manfaat yang ditegaskan dalam bacaan.
  • B tidak disebut sebagai manfaat langsung dalam bacaan.
  • C tidak dibahas sebagai manfaat menghemat listrik.
  • D tepat dan sesuai isi bacaan.

36. Bagaimana cara menghemat listrik?

  1. Menghidupkan lampu ketika digunakan dan mematikan saat teringat.
  2. Menggunakan alat-alat rumah tangga secara bijak sesuai kebutuhan.
  3. Membiarkan alat-alat rumah tangga digunakan secara bersama-sama.
  4. Tidak menggunakan alat-alat rumah tangga untuk sementara waktu.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Alasan: Paragraf keempat menekankan “gunakan listrik secara bijak” dan memberi contoh (lampu seperlunya, TV dimatikan jika tidak ditonton). Opsi B merangkum cara tersebut: menggunakan alat/listrik secara bijak sesuai kebutuhan.

Catatan LaTeX (sesuai syarat): Sikap “bijak sesuai kebutuhan” pada opsi B tingkat kesesuaiannya \( \gt \) opsi A, C, dan D karena paling sejalan dengan anjuran bacaan.

  • A kurang tepat karena “mematikan saat teringat” tidak tegas dan tidak sesuai anjuran “seperlunya/ jika tidak ditonton”.
  • B tepat.
  • C tidak terkait penghematan listrik pada bacaan.
  • D terlalu ekstrem; bacaan tidak menyuruh berhenti memakai alat, tetapi memakai seperlunya.

37. Kalimat tanya yang sesuai dengan paragraf kedua adalah …

  1. Apa sajakah sumber pembangkit tenaga listrik?
  2. Mengapa perilaku hemat listrik diperlukan?
  3. Bagaimanakah memanfaatkan sumber tenaga listrik?
  4. Apa saja sumber listrik yang paling hemat?
Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Alasan: Paragraf kedua memuat daftar sumber energi listrik (tenaga air, uap, diesel, panas bumi). Pertanyaan yang paling sesuai adalah menanyakan sumber pembangkit tenaga listrik.

  • A tepat karena langsung sesuai isi paragraf kedua.
  • B lebih cocok untuk paragraf ketiga (manfaat menghemat listrik).
  • C tidak dibahas cara memanfaatkan, yang dibahas adalah sumber dan dampaknya.
  • D tidak disebut “paling hemat” dalam bacaan.

38. Ide pokok paragraf kesatu adalah …

  1. Tenaga listrik hanya digunakan untuk masa kini.
  2. Mesin pompa air di rumah memerlukan tenaga listrik.
  3. Banyak kegiatan di rumah yang membutuhkan tenaga listrik.
  4. Menghemat listrik harus dibiasakan dalam kehidupan.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Alasan: Paragraf pertama menyatakan listrik dibutuhkan untuk berbagai kegiatan di rumah, lalu memberi contoh (mencuci, mengisi bak air, belajar malam, menonton TV). Itu menunjukkan ide pokoknya: banyak kegiatan rumah membutuhkan listrik.

  • A tidak ada dalam bacaan.
  • B hanya contoh, bukan ide pokok.
  • C tepat (ringkasan ide utama).
  • D itu ide pokok paragraf keempat/ketiga, bukan paragraf pertama.

39. Kalimat yang sesuai dengan isi paragraf ke-4 adalah …

  1. Menghemat listrik berarti membantu pemerintah menyediakan subsidi.
  2. Membiasakan menggunakan listrik secara hemat merupakan sikap bijak.
  3. Tenaga listrik banyak digunakan untuk membantu kegiatan sehari-hari.
  4. Keberadaan listrik bergantung kepada sumber pembangkit tenaga listrik.
Jawaban & Analisis

Jawaban: B

Alasan: Paragraf keempat memuat cara hemat listrik dan anjuran “gunakan listrik secara bijak” serta “harus dibudayakan”. Opsi B sesuai karena menekankan kebiasaan hemat sebagai sikap bijak.

  • A tidak tepat: bacaan menyebut mengurangi beban subsidi, bukan menyediakan subsidi.
  • B tepat.
  • C lebih cocok untuk paragraf pertama.
  • D lebih cocok untuk paragraf kedua.

40. Perhatikan!

1. Yusuf tidak mengeluh.
2. Yusuf harus berjalan kaki ke sekolah.

Penggabungan dua kalimat di atas yang tepat adalah …

  1. Yusuf tidak mengeluh kalau ia harus berjalan kaki ke sekolah.
  2. Yusuf tidak mengeluh sehingga ia harus berjalan kaki ke sekolah.
  3. Yusuf tidak mengeluh meskipun ia harus berjalan kaki ke sekolah.
  4. Yusuf tidak mengeluh supaya ia berjalan kaki ke sekolah.
Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Alasan: Hubungan kedua kalimat adalah pertentangan: walau harus berjalan kaki, Yusuf tetap tidak mengeluh. Kata hubung yang tepat untuk hubungan ini adalah “meskipun”.

Catatan LaTeX (sesuai syarat): Makna “tetap tidak mengeluh” meskipun ada keadaan berat menunjukkan kekuatan sikap Yusuf \( \gt \) keadaan yang dihadapi (berjalan kaki), sehingga bentuk hubungan “meskipun” paling pas.

  • A masih bisa dipahami, tetapi “kalau” lebih menunjukkan syarat, bukan pertentangan.
  • B salah logika sebab-akibat: “sehingga” membuat seolah tidak mengeluh menyebabkan berjalan kaki.
  • C tepat: pertentangan/kontras jelas.
  • D salah tujuan: “supaya” membuat seolah Yusuf tidak mengeluh dengan tujuan agar berjalan kaki.