41. Bacalah dengan cermat!
Dialog:
Nunung : “Rud, kembalikan bukuku!”
Rudi : “Buku apa? Aku tidak mengambil!”
Nunung : “Ah jangan mengelak!”
Nirwan : “Nung, ini bukumu?”
Rudi : “Nah, aku tidak bohong, kan?”
Pertanyaan: Amanat kutipan drama di atas adalah ....
- Kita harus percaya pada teman.
- Kita harus selalu bersikap jujur.
- Jangan mengambil barang milik teman.
- Jangan mudah menuduh tanpa bukti.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti (mengapa D paling tepat)
- Nunung langsung menuduh Rudi mengambil buku (“kembalikan bukuku!”, “jangan mengelak!”) padahal buktinya belum jelas.
- Fakta justru muncul dari Nirwan yang menunjukkan buku (“Nung, ini bukumu?”). Artinya, tuduhan Nunung tidak terbukti.
- Pelajaran/amanat yang paling sesuai: jangan menuduh tanpa bukti.
- Karena pesan D paling sesuai dengan konflik, ketepatan D \gt A, B, dan C.
Analisis Opsi A
- “Percaya pada teman” tidak menjadi pusat masalah. Justru yang terjadi adalah kesalahpahaman dan tuduhan.
- Pesan utama bukan soal “percaya”, tetapi soal menuduh tanpa bukti.
- Maka A \lt D.
Analisis Opsi B
- Kejujuran memang disentuh oleh Rudi (“aku tidak bohong”), tetapi inti konflik bukan ceramah tentang jujur.
- Kalau amanatnya “jujur”, seharusnya ada bukti bahwa Rudi berbohong atau jujur diuji dengan kuat. Di sini, konflik selesai karena buku ditemukan oleh Nirwan.
- Jadi B masih mungkin, tetapi ketepatannya \lt D.
Analisis Opsi C
- Opsi ini mengarah pada tema “mencuri/ambil barang teman”. Namun teks tidak membuktikan ada tindakan mengambil.
- Karena tidak ada bukti Rudi mengambil buku, amanat “jangan mengambil” tidak sekuat amanat “jangan menuduh”.
- Maka C \lt D.
Bacaan untuk soal nomor 42 dan 43
Kotim, Farah bermain di halaman, datang pengemis berbadan dekil, berjalan kuam, dan berambut kotor. Farah tertegun. Hatinya merasa teriris melihat keadaan si pengemis. Farah menyuruh pengemis itu duduk.
Farah kemudian masuk rumah. Dengan segera ia membungkus handuk, sabun mandi, dan air sakunya. Bungkusan itu diberikan kepada si pengemis dengan harapan si pengemis mau membersihkan diri.
42.
Pertanyaan: Tema cerita di atas adalah ....
- kesedihan
- kebersihan
- kesopanan
- kepedulian
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis inti
- Tokoh Farah melihat pengemis, lalu berbuat sesuatu: menyuruh duduk, masuk rumah, menyiapkan handuk, sabun, dan air saku, lalu memberikannya.
- Itu menunjukkan rasa peduli (empati yang diwujudkan dalam tindakan).
- Karena fokus cerita adalah tindakan membantu, tema “kepedulian” paling tepat.
Analisis Opsi A (kesedihan)
- Memang ada perasaan sedih (“tertegun”, “merasa teriris”), tetapi cerita tidak berhenti pada sedih.
- Bagian terpenting adalah tindakan memberi bantuan. Jadi “kesedihan” bukan tema utama.
- A \lt D.
Analisis Opsi B (kebersihan)
- Handuk dan sabun memang terkait kebersihan, tetapi itu alat untuk membantu, bukan ide utama cerita.
- Yang ditekankan: Farah membantu pengemis agar bisa membersihkan diri (wujud kepedulian).
- B \lt D.
Analisis Opsi C (kesopanan)
- Teks tidak menyoroti tata krama, salam, atau etika berbahasa secara khusus.
- Yang disorot adalah rasa iba dan bantuan.
- C paling jauh dari isi bacaan.
43.
Pertanyaan: Makna kalimat yang tercetak miring pada paragraf di atas adalah ....
- Farah tidak suka melihat keadaan pengemis yang kotor dan dekil.
- Tubuh dekil pengemis itu membuat Farah sedih dan terharu.
- Farah merasa kaget ketika didatangi pengemis yang kotor dan dekil.
- Pengemis berbadan kotor dan dekil membuat Farah menangis.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Kalimat miring yang dimaksud
- “Hatinya merasa teriris melihat keadaan si pengemis.”
Analisis inti (mengapa B paling tepat)
- Ungkapan “hati terasa teriris” adalah kiasan yang berarti sedih/terenyuh sangat dalam saat melihat penderitaan orang lain.
- Opsi B memuat makna sedih/terharu karena melihat keadaan pengemis, sehingga paling sesuai.
- Ketepatan B \gt A, C, dan D.
Analisis Opsi A
- “Tidak suka melihat” cenderung bermakna jijik/menolak, bukan sedih dan iba.
- Padahal Farah justru membantu (menyuruh duduk, memberi handuk, sabun, uang). Ini menunjukkan empati, bukan sekadar tidak suka.
- A \lt B.
Analisis Opsi C
- “Tertegun” bisa berarti kaget, tetapi “hati terasa teriris” lebih menekankan sedih/terenyuh, bukan kaget.
- Jadi C hanya cocok untuk kata “tertegun”, bukan untuk makna “teriris”.
- C \lt B.
Analisis Opsi D
- Teks tidak menyatakan Farah menangis.
- “Teriris” tidak harus berarti menangis; bisa sedih dalam hati.
- D terlalu berlebihan, sehingga \lt B.
44. Perhatikan!
(1) Menurutnya ongkos naik bus kota termasuk murah.
(2) Setiap pagi ia berangkat naik bus kota.
(3) Walaupun berdasarkan, ia tetap menjalaninya setiap hari.
(4) Jarak tempat kerja Rahayu jauh dari rumah.
Pertanyaan: Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi paragraf yang padu dengan urutan ....
- (1)-(2)-(4)-(3)
- (2)-(1)-(3)-(4)
- (4)-(2)-(1)-(3)
- (4)-(2)-(1)-(3)
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis inti (urutan logis)
- Kalimat (4) paling cocok menjadi pembuka karena mengenalkan masalah/keadaan umum: jarak kerja jauh.
- Lalu (2) menjelaskan kebiasaan/solusi: setiap pagi berangkat naik bus kota.
- Berikutnya (1) memberi alasan/penilaian tentang bus: ongkosnya murah.
- Terakhir (3) sebagai penegasan: walaupun (capek/berat—meski ada kata yang tampak salah ketik “berdasarkan”), ia tetap menjalaninya tiap hari.
- Jadi urutan padu: (4)-(2)-(1)-(3).
Catatan penting
- Di opsi jawaban, C dan D tertulis sama. Karena keduanya identik, jawaban yang benar secara isi adalah urutan (4)-(2)-(1)-(3).
- Jika harus memilih satu huruf, kunci biasanya ditaruh di C (sesuai tampilan soal).
Analisis Opsi A
- Membuka dengan (1) “ongkos murah” tanpa konteks jarak kerja jauh, paragraf terasa kurang pengantar.
- (4) justru muncul belakangan sehingga latar masalah terlambat.
- A \lt C dari segi kepaduan.
Analisis Opsi B
- (3) ditempatkan sebelum (4) sehingga kata “Walaupun ...” tidak jelas “walaupun apa”.
- (4) sebagai penutup juga kurang pas karena paragraf umumnya ditutup dengan penegasan, bukan latar.
- B \lt C.
Analisis Opsi C
- Pola: latar (4) → kebiasaan (2) → alasan (1) → penegasan (3).
- Itu struktur paragraf yang paling wajar dan runtut.
Analisis Opsi D
- Opsi D tertulis sama persis dengan C, sehingga nilainya setara.
- Jika dibandingkan, C = D (tidak \gt atau \lt).
45.
“Kamila tidak masuk sekolah disebabkan karena sakit.”
Pertanyaan: Agar efektif kalimat tersebut harus diperbaiki menjadi ....
- Kamila tidak masuk sekolah sebab dia sakit.
- Kamila tidak masuk sekolah karena sakit.
- Kamila tidak masuk sekolah disebabkan oleh sakit.
- Kamila tidak masuk sekolah sebab karena sakit.
Lihat Jawaban & Analisis
Jawaban: B
Analisis inti
- Kalimat awal tidak efektif karena memakai dua penanda sebab sekaligus: “disebabkan” dan “karena” (maknanya dobel).
- Kalimat efektif cukup memakai satu: “karena” atau “sebab”.
- Opsi B paling ringkas, jelas, dan baku: “Kamila tidak masuk sekolah karena sakit.”
- Secara keefektifan, B \gt opsi lain.
Analisis Opsi A
- Masih efektif, tetapi lebih panjang karena menambah “dia”.
- B lebih hemat kata (lebih efektif). Maka A \lt B.
Analisis Opsi C
- Strukturnya canggung: “disebabkan oleh sakit” kurang lazim; biasanya “disebabkan oleh penyakit/sesuatu”.
- Selain itu, bentuk pasif “disebabkan oleh” tidak sehemat “karena”.
- C \lt B.
Analisis Opsi D
- “sebab karena” kembali dobel penanda sebab (redundan).
- Jelas tidak efektif, sehingga D paling lemah.
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 10