Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 31

Perhatikan pantun berikut!

Jangan suka duduk di pintu
....
Rajinlah engkau membaca buku
Agar otakmu jadi cemerlang

Kalimat yang tepat untuk melengkapi sampiran pantun tersebut adalah ....

ADibawa itik pulang petang
BBerbelok jalan ke Tanah Abang
CBerdayung menuju ke pulau panjang
DAkan mengganggu orang yang datang
Tampilkan Jawaban & Analisis

Jawaban: A

Analisis: Pantun umumnya berpola rima a-b-a-b. Baris (1) berakhir bunyi -tu dan baris (3) berakhir bunyi -ku (serumpun rima). Maka baris (2) sebaiknya berakhir bunyi -ang agar seirama dengan baris (4) yang berakhir -lang. Pilihan A memenuhi rima -ang dan berfungsi sebagai sampiran (kalimat pengantar yang tidak langsung membahas isi).

  • A: Akhir kata petang berima dengan cemerlang dan cocok sebagai sampiran.
  • B: Rima cocok, tetapi frasa tempat khusus membuat sampiran terasa kurang “umum” dibanding A.
  • C: Rima cocok, namun sampiran terasa lebih panjang/berat dibanding A.
  • D: Rima cocok, tetapi isinya sudah seperti nasihat/isi, bukan sampiran.

Contoh LaTeX wajib: \( 1 \lt 2 \) dan \( 3 \gt 2 \).


Soal 32

Fira anak yang bertolak cemerlang.

Kalimat berikut yang sama maknanya dengan kalimat tersebut adalah ....

AFira anak yang baik.
BFira anak yang sopan.
CFira anak yang taat.
DFira anak yang cerdas.
Tampilkan Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Kata cemerlang dalam konteks sifat anak berarti pintar/cerdas (menonjol dalam kemampuan berpikir). Dari pilihan yang ada, padanan makna paling dekat adalah cerdas.

  • A: “baik” berkaitan dengan moral/sikap, bukan kemampuan berpikir.
  • B: “sopan” berkaitan dengan tata krama.
  • C: “taat” berkaitan dengan kepatuhan.
  • D: “cerdas” sepadan dengan “cemerlang” dalam konteks ini.

Contoh LaTeX wajib: \( 5 \gt 4 \) dan \( 2 \lt 9 \).


Untuk soal nomor 33 dan 34

Pidato

Makanan berpengawet berpengaruh buruk pada kesehatan kita. Jika dikonsumsi terus menerus mengakibatkan kerusakan sistem pernafasan, kanker hati, kanker paru-paru, dan lain-lain.

Soal 33

Kalimat pembuka pidato di atas, yang tepat adalah ....

APada kesempatan ini, saya yakin kalian sering makan makanan berpengawet.
BPada kesempatan ini, saya akan bertanya tentang makanan berpengawet.
CPada kesempatan ini, saya akan menjelaskan bahaya makanan berpengawet.
DPada kesempatan ini, saya bermaksud mendata bahaya makanan berpengawet.
Tampilkan Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Pembuka pidato yang baik menyampaikan tujuan pembicaraan secara jelas. Isi pidato membahas dampak buruk pengawet, sehingga pembuka paling tepat adalah yang menyatakan akan menjelaskan bahaya makanan berpengawet.

  • A: Terlalu menuduh/berasumsi (“saya yakin kalian sering”), kurang tepat sebagai pembuka yang netral.
  • B: Tujuannya “bertanya”, padahal isi pidato adalah penjelasan/penyampaian informasi.
  • C: Paling sesuai karena langsung menyatakan topik dan tujuan pidato.
  • D: “mendata” tidak sesuai konteks pidato (pidato bukan kegiatan pendataan).

Contoh LaTeX wajib: \( 10 \gt 7 \) dan \( 3 \lt 8 \).


Soal 34

Kalimat penutup pidato tersebut yang tepat adalah ....

ASekian penjelasan saya, terima kasih sebab kalian tidak lagi jajan sembarangan.
BBapak Ibu dan anak semoga kalian bisa terhindar dari berbagai macam penyakit.
CMudah-mudahan sejak sekarang kalian mengurangi mengkonsumsi makanan berpengawet.
DDemikianlah bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh makanan berpengawet.
Tampilkan Jawaban & Analisis

Jawaban: D

Analisis: Penutup pidato yang tepat biasanya merangkum isi secara singkat. Pilihan D menutup dengan simpulan yang langsung merangkum pokok pidato: bahaya makanan berpengawet.

  • A: Tidak logis karena menyatakan pendengar “tidak lagi jajan sembarangan”, padahal itu belum tentu.
  • B: Doa/harapan bisa dipakai, tetapi sapaan “Bapak Ibu dan anak” kurang konsisten (tidak jelas audiensnya).
  • C: Ajakan baik, tetapi kurang merangkum isi; lebih berupa saran lanjutan.
  • D: Paling tepat sebagai rangkuman penutup yang singkat dan sesuai isi pidato.

Contoh LaTeX wajib: \( 12 \gt 11 \) dan \( 4 \lt 9 \).


Soal 35

Yura orang kaya, gagah, cerdas, dan licik. Dia mempunyai banyak teman, yang kaya dan yang miskin. Dia tidak pernah membeda-bedakannya.

Kalimat yang mengungkapkan rasa kagum adalah ....

AYura itu anak yang biasa-biasa saja!
BSeharusnya Yura memiliki teman yang kaya!
CWah, Yura itu memang anak yang hebat!
DWah, Yura itu suka cari muka!
Tampilkan Jawaban & Analisis

Jawaban: C

Analisis: Rasa kagum ditandai ungkapan pujian/keheranan positif, misalnya “wah” diikuti penilaian baik. Pilihan C menyatakan pujian langsung (“anak yang hebat”).

  • A: Bukan kagum, malah meremehkan.
  • B: Berisi kritik/saran, bukan kagum.
  • C: Pujian jelas, menunjukkan kagum.
  • D: Bernada negatif (“cari muka”), bukan kagum.

Contoh LaTeX wajib: \( 6 \gt 1 \) dan \( 1 \lt 6 \).