Soal 31
Perhatikan pantun berikut!
| Jangan suka duduk di pintu |
| .... |
| Rajinlah engkau membaca buku |
| Agar otakmu jadi cemerlang |
Kalimat yang tepat untuk melengkapi sampiran pantun tersebut adalah ....
| A | Dibawa itik pulang petang |
| B | Berbelok jalan ke Tanah Abang |
| C | Berdayung menuju ke pulau panjang |
| D | Akan mengganggu orang yang datang |
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: A
Analisis: Pantun umumnya berpola rima a-b-a-b. Baris (1) berakhir bunyi -tu dan baris (3) berakhir bunyi -ku (serumpun rima). Maka baris (2) sebaiknya berakhir bunyi -ang agar seirama dengan baris (4) yang berakhir -lang. Pilihan A memenuhi rima -ang dan berfungsi sebagai sampiran (kalimat pengantar yang tidak langsung membahas isi).
- A: Akhir kata petang berima dengan cemerlang dan cocok sebagai sampiran.
- B: Rima cocok, tetapi frasa tempat khusus membuat sampiran terasa kurang “umum” dibanding A.
- C: Rima cocok, namun sampiran terasa lebih panjang/berat dibanding A.
- D: Rima cocok, tetapi isinya sudah seperti nasihat/isi, bukan sampiran.
Contoh LaTeX wajib: \( 1 \lt 2 \) dan \( 3 \gt 2 \).
Soal 32
Fira anak yang bertolak cemerlang.
Kalimat berikut yang sama maknanya dengan kalimat tersebut adalah ....
| A | Fira anak yang baik. |
| B | Fira anak yang sopan. |
| C | Fira anak yang taat. |
| D | Fira anak yang cerdas. |
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Kata cemerlang dalam konteks sifat anak berarti pintar/cerdas (menonjol dalam kemampuan berpikir). Dari pilihan yang ada, padanan makna paling dekat adalah cerdas.
- A: “baik” berkaitan dengan moral/sikap, bukan kemampuan berpikir.
- B: “sopan” berkaitan dengan tata krama.
- C: “taat” berkaitan dengan kepatuhan.
- D: “cerdas” sepadan dengan “cemerlang” dalam konteks ini.
Contoh LaTeX wajib: \( 5 \gt 4 \) dan \( 2 \lt 9 \).
Untuk soal nomor 33 dan 34
Pidato
| Makanan berpengawet berpengaruh buruk pada kesehatan kita. Jika dikonsumsi terus menerus mengakibatkan kerusakan sistem pernafasan, kanker hati, kanker paru-paru, dan lain-lain. |
Soal 33
Kalimat pembuka pidato di atas, yang tepat adalah ....
| A | Pada kesempatan ini, saya yakin kalian sering makan makanan berpengawet. |
| B | Pada kesempatan ini, saya akan bertanya tentang makanan berpengawet. |
| C | Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan bahaya makanan berpengawet. |
| D | Pada kesempatan ini, saya bermaksud mendata bahaya makanan berpengawet. |
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Pembuka pidato yang baik menyampaikan tujuan pembicaraan secara jelas. Isi pidato membahas dampak buruk pengawet, sehingga pembuka paling tepat adalah yang menyatakan akan menjelaskan bahaya makanan berpengawet.
- A: Terlalu menuduh/berasumsi (“saya yakin kalian sering”), kurang tepat sebagai pembuka yang netral.
- B: Tujuannya “bertanya”, padahal isi pidato adalah penjelasan/penyampaian informasi.
- C: Paling sesuai karena langsung menyatakan topik dan tujuan pidato.
- D: “mendata” tidak sesuai konteks pidato (pidato bukan kegiatan pendataan).
Contoh LaTeX wajib: \( 10 \gt 7 \) dan \( 3 \lt 8 \).
Soal 34
Kalimat penutup pidato tersebut yang tepat adalah ....
| A | Sekian penjelasan saya, terima kasih sebab kalian tidak lagi jajan sembarangan. |
| B | Bapak Ibu dan anak semoga kalian bisa terhindar dari berbagai macam penyakit. |
| C | Mudah-mudahan sejak sekarang kalian mengurangi mengkonsumsi makanan berpengawet. |
| D | Demikianlah bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh makanan berpengawet. |
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: D
Analisis: Penutup pidato yang tepat biasanya merangkum isi secara singkat. Pilihan D menutup dengan simpulan yang langsung merangkum pokok pidato: bahaya makanan berpengawet.
- A: Tidak logis karena menyatakan pendengar “tidak lagi jajan sembarangan”, padahal itu belum tentu.
- B: Doa/harapan bisa dipakai, tetapi sapaan “Bapak Ibu dan anak” kurang konsisten (tidak jelas audiensnya).
- C: Ajakan baik, tetapi kurang merangkum isi; lebih berupa saran lanjutan.
- D: Paling tepat sebagai rangkuman penutup yang singkat dan sesuai isi pidato.
Contoh LaTeX wajib: \( 12 \gt 11 \) dan \( 4 \lt 9 \).
Soal 35
Yura orang kaya, gagah, cerdas, dan licik. Dia mempunyai banyak teman, yang kaya dan yang miskin. Dia tidak pernah membeda-bedakannya.
Kalimat yang mengungkapkan rasa kagum adalah ....
| A | Yura itu anak yang biasa-biasa saja! |
| B | Seharusnya Yura memiliki teman yang kaya! |
| C | Wah, Yura itu memang anak yang hebat! |
| D | Wah, Yura itu suka cari muka! |
Tampilkan Jawaban & Analisis
Jawaban: C
Analisis: Rasa kagum ditandai ungkapan pujian/keheranan positif, misalnya “wah” diikuti penilaian baik. Pilihan C menyatakan pujian langsung (“anak yang hebat”).
- A: Bukan kagum, malah meremehkan.
- B: Berisi kritik/saran, bukan kagum.
- C: Pujian jelas, menunjukkan kagum.
- D: Bernada negatif (“cari muka”), bukan kagum.
Contoh LaTeX wajib: \( 6 \gt 1 \) dan \( 1 \lt 6 \).
Pendampingan akademik ini merupakan bagian dari sistem pendidikan di Pesantren Tahfidz Karangmojo, yang berupaya menyeimbangkan pembinaan Al-Qur'an dan kemampuan akademik ananda.
Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 1
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 2
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 3
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 4
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 5
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 6
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 7
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 8
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 9
- Latihan Soal SD Bahasa Indonesia 2011 - Halaman 10