Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Kalimat Berdasarkan Kosakata Baru dari Teks "Rana dan Rani"

Buatlah kalimat berdasarkan kosakata baru dari teks "Rana dan Rani" yang sudah kamu baca sebelumnya.

Rana dan Rani adalah dua saudara. Mereka memiliki rupa yang sama. Wajah, mata, dan alis mereka mirip. Mereka berhidung mancung dan berdagu lancip.

Rana dan Rani adalah kembar identik. Membedakan rupa mereka sangatlah sulit. Kelahiran mereka berjarak tujuh menit. Rana adalah kakak dan Rani adalah adik.

Rana dan Rani memiliki sifat yang berbeda. Rana pendiam, tetapi Rani periang. Hobi mereka juga tidak sama. Rana suka merangkai kembang, sedangkan Rani suka olahraga senam.

Rana dan Rani bercita-cita mulia. Mereka ingin mengabdi pada negara tercinta Indonesia. Rana menjadi pengusaha ternama dan Rani menjadi atlet. Belajar rajin dan tekun menjadi usaha mereka.

Kalimat Berdasarkan Kosakata Baru dari Teks "Rana dan Rani"

Buatlah kalimat berdasarkan kosakata baru dari teks "Rana dan Rani" yang sudah kamu baca sebelumnya.

No. Kata Makna Kata Kalimat
1. rupa wajah, bentuk fisik, penampilan
Kata orang, rupaku sangat mirip dengan rupa ibuku.
2. ..... .....
.....
3. ..... .....
.....
4. ..... .....
.....
5. ..... .....
.....
Klik untuk melihat tabel kosakata dan kalimat
No. Kata Makna Kata Kalimat
1. rupa wajah, bentuk fisik, penampilan Kata orang, rupaku sangat mirip dengan rupa ibuku.
2. kembar dua orang atau lebih yang lahir pada waktu yang sama dan memiliki penampilan serupa Rani dan Rana adalah anak kembar yang memiliki kesamaan fisik yang luar biasa.
3. pendiam orang yang jarang berbicara atau bersuara Rana terkenal sebagai anak yang pendiam, tidak banyak bicara kepada orang lain.
4. periang orang yang ceria dan selalu menunjukkan kebahagiaan Rani adalah gadis periang yang selalu ceria dan membuat orang di sekitarnya senang.
5. bercita-cita memiliki impian atau tujuan yang ingin dicapai di masa depan Rana dan Rani bercita-cita menjadi orang sukses dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Keteguhan Heo

Maya Lestari Gf

Heo memacu kudanya secepat mungkin. Di kejauhan, tiang api membubung tinggi. Melontarkan bunga-bunga api menyala ke seluruh penjuru. Udara penuh abu. Heo menutup hidung dan mulutnya. Sesekali ia terbata-bata. Ia harus segera menjauh dari sini. Bila tidak, ia dan kudanya akan terkubur dalam abu dan batu yang diletuskan Gunung Tambora tanpa henti.

Heo adalah anak di Kerajaan Sanggar. Ia tinggal di Desa Koteh, tak jauh dari Gunung Tambora. Ayahnya adalah juragan di desa itu. Mereka memiliki ladang kacang hijau yang sangat luas di lereng Gunung Tambora. Tak lama lagi mereka akan panen. Biasanya, kalau panen tiba, pedagang dari Jawa dan Bali akan datang untuk membeli kacang hijau. Saat itu Heo akan membantu ayahnya mengawasi panen-panennya yang diangkut orang. Dia selalu bekerja giat dari pagi hingga sore. Kini, harapan itu sepertinya musnah di bawah letusan Tambora.

Heo memacu kudanya melewati jalan sempit, keluar secepatnya dari Kotoh. Ia menuju selatan, menjuahi angin panas letusan. Ia tidak tahu nasib keluarganya kini. Tadi, saat letusan menggigil, Heo sedang berkuda menuju pulang. Begitu hujan abu turun, semua orang di desanya segera berlari menyelamatkan diri. Heo tidak bisa menemukan keluarganya.

Langit gelap, jalan makin sempit. Heo sendirian. Ia mulai menangis. Sendirian di tengah bencana terasa sangat menyiksa. Heo ingin bertemu ayah dan ibunya. Ia juga ingin bersua abang dan adiknya.

Apakah Heo harus kembali? Jangan-jangan orang tuanya masih di Koteh. Namun, pikiran Heo berkata, "Jangan!". Ia harus berjalan ke selatan. Ia harus kuat. Ia harus siap menghadapi apa pun yang terjadi.

Perjalanan itu terasa berlangsung bertahun-tahun. Langit tidak terlihat. Matahari tertutup debu yang begitu tebal. Heo nyaris tidak bisa melihat apa pun. Namun, ia terus memacu kudanya. Ia hanya berhenti sesekali di tepi mata air saat kudanya haus. Hampir tidak ada air yang cukup bersih untuk diminum. Semuanya terkena debu. Heo menyingkir air itu dengan kain bajunya. Ia memberi minum kudanya dengan air yang lebih bersih.

Setelah beberapa hari berkuda, Heo mulai lemah. Ia sudah berhari-hari tidak makan. Haruskah Heo menyerah sekarang? Ah, tidak. Heo tidak mau. Ia harus kuat untuk menemukan keluarganya.

Tak lama kemudian ia melihat jejak samar kuda-kuda di atas abu. Pastilah jejak itu belum lama karena belum tertutup lapisan abu yang baru. Harapan muncul di hati Heo. Ada orang di depan sana.

Heo menggebah kudanya dengan pelan. Tenaganya mulai hilang. Lari kudanya pun terasa makin lambat. Sepertinya mereka berdua sudah sama-sama lelah. Heo terkulai ke leher kudanya. Kini ia merasa tenaganya benar-benar habis.

Tak lama kemudian, ia mendengar kudanya meringkik. Lalu ia mendengar suara-suara orang. Seseorang menarik tali kudanya. Heo merasa tubuhnya diturunkan, lalu dibiarkan di rumput. Perlahan ia membuka mata.

"Heo!!" ia mendengar suara yang sangat dikenalnya. Suara ibunya! Apakah ia tengah bermimpi?

"Ibu," panggilnya lemah. Ibu Heo langsung memeluknya. Heo melihat sekitar. Ada beberapa prajurit kerajaan di situ. Tahlah Heo kini. Orang tuanya berhasil selamat bersama rombongan keluarga raja. Heo tidak tahu cara orang tuanya bisa bertemu dengan keluarga raja, tetapi yang jelas mereka semua selamat. Itu sudah cukup. Ia memeluk ibunya. Hatinya terasa lega.

Menemukan Informasi yang Tidak Benar

Kamu sudah membaca kisah Heo, anak Nusa Tenggara yang gagah berani. Kini lihatlah informasi di tabel berikut. Berilah tanda silang (x) untuk informasi yang tidak benar tentang Heo.

No. Kalimat Jawaban
1. Keluarga Heo memiliki ladang kacang hijau di lereng Gunung Tambora.
2. Heo adalah bagian dari keluarga raja.
3. Heo anak yang mudah menyerah.
4. Heo anak yang pandai berkuda.
5. Heo menyaring dahulu air yang akan diminum kudanya.
6. Heo tidak memiliki adik.
7. Heo tidak peduli pada keluarganya.
Klik untuk melihat tabel informasi
No. Kalimat Jawaban
1. Keluarga Heo memiliki ladang kacang hijau di lereng Gunung Tambora.
2. Heo adalah bagian dari keluarga raja.
3. Heo anak yang mudah menyerah.
4. Heo anak yang pandai berkuda.
5. Heo menyaring dahulu air yang akan diminum kudanya.
6. Heo tidak memiliki adik.
7. Heo tidak peduli pada keluarganya.

Materi Sinonim dan Antonim

Berikut adalah daftar sinonim dan antonim beserta penjelasannya. Sinonim adalah kata yang memiliki makna yang sama atau hampir sama, sedangkan antonim adalah kata yang memiliki makna yang berlawanan atau bertolak belakang.

Sinonim

No. Kata Sinonim
1. Bahagia Senang, gembira
2. Marah Geram, emosi
3. Cantik Indah, menawan
4. Cepat Gesit, tangkas
5. Pintar Cerdas, jenius
6. Kecil Mini, mungil
7. Rendah Serendah, pendek
8. Gembira Senang, ceria
9. Takut Cemas, khawatir
10. Bijak Arif, pintar
11. Baik Bagus, mulia
12. Gelap Kelam, suram
13. Tinggi Julang, besar
14. Sehat Bugar, fit
15. Tenang Damai, hening
16. Jauh Jauh, jauh sekali
17. Kuat Perkasa, tangguh
18. Rapi Teratur, bersih
19. Hitam Gelap, legam
20. Putih Cerah, terang
21. Cepat Sigap, tangkas
22. Lama Panjang, berlarut-larut
23. Senyum Tersenyum, tertawa
24. Langkah Kaki, gerakan
25. Panas Hangat, terik
26. Basah Lembap, kuyup
27. Tua Berumur, lanjut usia
28. Muda Remaja, belia
29. Tebal Padat, kokoh
30. Tipis Ramping, sempit
31. Terang Nyala, cemerlang
32. Hidup Sehat, aktif
33. Bagus Baik, hebat
34. Besar Gede, tinggi
35. Indah Cantik, menawan
36. Lucu Gokil, jenaka
37. Rindu Merindukan, ingin bertemu
38. Hening Tenang, sunyi
39. Sejuk Dingin, nyaman
40. Gemilang Cemerlang, bersinar
41. Bahagia Senang, gembira
42. Fokus Pusat, terpusat
43. Pintar Cerdas, jenius
44. Hati Jiwa, perasaan
45. Pekerjaan Aktivitas, profesi
46. Suka Menikmati, senang
47. Sedih Murung, duka
48. Tenang Damai, hening
49. Pelihara Rawat, jaga
50. Indah Cantik, elok

Antonim adalah pasangan kata yang memiliki makna yang berlawanan atau bertolak belakang. Di bawah ini adalah daftar 50 kata dengan antonimnya.

Antonim (50 Kata)

No. Kata Antonim
1. Bahagia Sedih
2. Cantik Jelek
3. Baik Buruk
4. Gembira Murung
5. Pintar Stupid
6. Rendah Tinggi
7. Sehat Sakit
8. Kecil Besar
9. Rapi Berantakan
10. Cepat Lambat
11. Tinggi Rendah
12. Lucu Serius
13. Terang Gelap
14. Bagus Buruk
15. Jauh Dekat
16. Keras Lembut
17. Panang Sejuk
18. Hidup Mati
19. Sempit Luas
20. Tebal Tipis
21. Berat Ringan
22. Bijak Goblok
23. Tenang Gelisah
24. Rendah Tinggi
25. Kecil Raksasa
26. Senyum Menangis
27. Sedih Bahagia
28. Jernih Kotor
29. Keras Lembut
30. Terang Gelap
31. Hilang Temu
32. Langit Bumi
33. Sehat Sakit
34. Hindar Arahkan
35. Hilang Temu
36. Gigih Gagal
37. Pintar Beberapa
38. Bekas Sembunyi
39. Santai Ketat
40. Lancar Macet
41. Bagus Bodoh
42. Ingin Pasrah
43. Jauh Dekat
44. Perang Damai
45. Langit Bumi
46. Tinggi Rendah
47. Buruk Baik
48. Selamat Celaka
49. Cemas Rileks
50. Marah Santai

2. Menceritakan Diri Secara Naratif

Kamu sudah belajar menceritakan diri sendiri melalui puisi akrostik. Kini mari belajar menceritakan diri sendiri melalui sebuah cerita pendek. Bacalah teks di bawah ini di depan kelas dengan pengucapan yang jelas dan suara yang lantang secara bergantian dengan temanmu.

Kenalkan, namaku Taha. Aku tinggal di laut. Rumahku berada di atas laut dangkal di Desa Mbokita, Morowali, Sulawesi Tengah. Ayahku adalah nelayan, begitu juga dengan kakekku. Turun-temurun kami hidup sebagai nelayan di sini.

Setiap pagi seusai membantu ibu menyiapkan sarapan, aku pergi ke sekolah. Aku duduk di kelas 5 SD Mbokita. Aku suka mendengarkan cerita bapak dan ibu guru tentang para pengembara laut suku Bajo. Mereka adalah pencari ikan yang rajin. Mereka juga pintar mengerti musim. Mereka tahu waktu yang baik untuk berlayar. Mereka juga tahu bagian laut yang terdapat banyak ikan.

Sepulang sekolah biasanya aku akan mengganti baju dan mengeluarkan semua buku dari tas. Kemudian, aku akan menyusunnya dengan rapi di meja. Lalu, aku makan siang. Setelah makan kadang aku tidur siang, kadang aku mengerjakan tugas sekolah bila ada.

Waktu sore adalah favoritku. Saat itu aku akan bermain dengan teman-temanku. Aku punya beberapa teman, di antaranya Salim, Nasril, dan Mansyur. Salim anak yang supel. Dia mudah bergaul dengan siapa saja. Nasril anak yang alim. Dia suka mengaji. Tahun ini saja dia bahkan sudah khatam dua kali! Mansyur anak yang lucu. Dia suka bercanda dan pandai mengarang cerita lucu.

Kami berempat sering menyelam bersama. Kadang kami menangkap ikan pari, kadang ikan ketamba. Kami tidak menangkap banyak ikan. Kami hanya mengambil ikan secukupnya. Kami orang-orang Bajo menyayangi laut. Kami menjaga dan memeliharanya untuk penghuninya laut. Kami tidak menginjaki terumbu karang, tidak menangkap sembarang ikan, bahkan tidak menangkap dengan alat peledek. Kata ayahku, laut adalah sahabat manusia. Jika kami baik pada laut, laut pun akan baik. Laut akan memberikan ikan-ikan nya yang berlimpah kepada manusia.

Inilah ceritaku sebagai anak laut suku Bajo. Aku bangga menjadi anak-anak para pengembara laut.

Diskusikanlah jawaban dari pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelas

  1. Seperti apa sifat Taha? Apa yang membuatmu berpikir Taha punya sifat seperti itu?
    Klik untuk melihat jawaban

    Sifat Taha adalah seorang yang tegar dan tangguh. Taha tidak mudah menyerah meskipun menghadapi kesulitan. Hal ini bisa dilihat ketika ia terus berusaha meskipun harus berjuang melawan badai dan lelahnya perjalanan.

  2. Apa ciri-ciri suku Bajo?
    Klik untuk melihat jawaban

    Suku Bajo dikenal sebagai suku yang tinggal di atas laut, dengan kehidupan yang bergantung pada laut. Mereka adalah pelaut ulung dan dikenal dengan kemampuannya dalam menangkap ikan serta kemampuan mereka berlayar.