Soal 36
Interaksi \( 2 \) gen terjadi pada jengger ayam. Gen \( R \) mengatur jengger ros, gen \( P \) mengatur jengger pea. Bila gen \( R \) dan \( P \) bertemu terbentuk fenotip walnut. Bila gen \( r \) dan \( p \) bertemu terbentuk fenotip single. Disilangkan ayam ros \( (RRpp) \) dengan ayam pea \( (rrPP) \) menghasilkan ayam walnut \( (RrPp) \).
Bila sesama \( F1 \) disilangkan, perbandingan fenotip pada \( F2 \) adalah ....
A. \( 3 \) walnut : \( 1 \) pea
B. \( 12 \) walnut : \( 3 \) ros : \( 1 \) pea
C. \( 9 \) walnut : \( 3 \) ros : \( 4 \) pea
D. \( 9 \) walnut : \( 3 \) ros : \( 3 \) pea : \( 1 \) single
E. \( 15 \) walnut : \( 1 \) single
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis: Dari persilangan awal \( RRpp \times rrPP \) diperoleh \( F1 = RrPp \) (walnut). Jika \( F1 \) disilangkan sesamanya, yaitu \( RrPp \times RrPp \), maka kelas fenotip ditentukan oleh kombinasi alel dominan:
- Walnut jika ada \( R \) dan ada \( P \): \( R\_P\_ \).
- Ros jika ada \( R \) tetapi \( pp \): \( R\_pp \).
- Pea jika \( rr \) tetapi ada \( P \): \( rrP\_ \).
- Single jika \( rrpp \).
Pada persilangan dihibrid \( RrPp \times RrPp \), perbandingan genotipe berdasarkan pola \( R\_P\_ : R\_pp : rrP\_ : rrpp \) adalah \( 9 : 3 : 3 : 1 \). Ini berarti \( 9 \) walnut : \( 3 \) ros : \( 3 \) pea : \( 1 \) single, dengan \( 9 \gt 3 \) dan \( 1 \lt 3 \) sesuai urutan dominasinya.
Soal 37
Seorang wanita normal menikah dengan pria penderita hemofili. Bagaimanakah prediksi anaknya yang akan lahir?
A. \( 100\% \) normal
B. \( 75\% \) normal, \( 25\% \) hemofili
C. \( 50\% \) normal, \( 50\% \) hemofili
D. \( 50\% \) normal, \( 50\% \) pembawa (karier)
E. \( 50\% \) normal, \( 25\% \) pembawa, dan \( 25\% \) hemofili
Jawaban & Analisis
Kunci: D
Analisis: Hemofili adalah sifat terpaut kromosom \( X \) dan bersifat resesif. Misalkan alel normal \( X^H \) dan alel hemofili \( X^h \).
Pria hemofili: \( X^hY \). Wanita normal (diasumsikan tidak membawa sifat): \( X^HX^H \).
Persilangan:
- Anak perempuan: mendapat \( X^h \) dari ayah dan \( X^H \) dari ibu \(\rightarrow X^HX^h\) (fenotip normal tetapi pembawa).
- Anak laki-laki: mendapat \( Y \) dari ayah dan \( X^H \) dari ibu \(\rightarrow X^HY\) (normal).
Jadi secara komposisi: \( 50\% \) anak normal (laki-laki) dan \( 50\% \) anak pembawa (perempuan). Itulah opsi D.
Soal 38
Pernyataan yang mendukung teori evolusi:
\( 1. \) Tikus berekor panjang dipotong ekornya, beberapa generasi berikutnya ekornya tetap panjang.
\( 2. \) Jerapah berleher pendek berubah menjadi jerapah berleher panjang untuk mendapatkan makanan.
\( 3. \) Perubahan suatu organisme disebabkan adanya perubahan faktor dalam yang diturunkan.
\( 4. \) Mutasi merupakan salah satu mekanisme dalam evolusi.
\( 5. \) Proses evolusi merupakan perubahan yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Pernyataan yang mendukung teori evolusi August Weismann ditunjukkan oleh nomor ....
A. \( 1 \) dan \( 2 \)
B. \( 1 \) dan \( 3 \)
C. \( 2 \) dan \( 4 \)
D. \( 2 \) dan \( 5 \)
E. \( 3 \) dan \( 5 \)
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: August Weismann menekankan bahwa sifat yang diwariskan ditentukan oleh “plasma germinal” (sel kelamin), sehingga perubahan pada sel tubuh (somatik) seperti pemotongan ekor tidak akan diwariskan.
Pernyataan \( (1) \) sesuai karena ekor yang dipotong tidak memengaruhi keturunan (menolak pewarisan sifat yang diperoleh).
Pernyataan \( (3) \) sesuai karena menekankan perubahan berasal dari faktor dalam yang diturunkan (bukan hasil “latihan” organ).
Pernyataan \( (2) \) adalah gaya Lamarck (use and disuse). Pernyataan \( (4) \) dan \( (5) \) bersifat umum tentang evolusi, tetapi yang paling khas untuk Weismann pada pilihan yang ada adalah \( 1 \) dan \( 3 \).
Soal 39
Kejadian-kejadian yang terdapat di alam, antara lain:
\( (1) \) Banyak ditemukan Biston betularia hitam di Inggris setelah revolusi industri.
\( (2) \) Paruh burung menjadi lebih pendek karena memecah biji di antara batuan.
\( (3) \) Kaki kuda bertambah panjang karena digunakan untuk berlari.
\( (4) \) Ditemukan lebih banyak belalang hijau di lapangan rumput.
\( (5) \) Leher jerapah bertambah panjang karena digunakan untuk menjangkau dahan yang tinggi.
Kejadian yang merupakan hasil proses adaptasi dan seleksi alam adalah ....
A. \( 1 \) dan \( 2 \)
B. \( 1 \) dan \( 4 \)
C. \( 2 \) dan \( 3 \)
D. \( 2 \) dan \( 4 \)
E. \( 3 \) dan \( 5 \)
Jawaban & Analisis
Kunci: B
Analisis: Adaptasi dan seleksi alam (Darwin) terjadi ketika variasi yang sudah ada dipilih oleh lingkungan, sehingga individu yang paling sesuai lebih banyak bertahan hidup dan bereproduksi.
Kejadian \( (1) \) adalah melanisme industri: lingkungan menghitam membuat ngengat hitam lebih tersamar, sehingga lebih banyak bertahan hidup.
Kejadian \( (4) \) menunjukkan seleksi di lingkungan rumput: belalang hijau lebih tersamarkan sehingga populasinya lebih dominan.
Kejadian \( (2) \), \( (3) \), dan \( (5) \) menggunakan pola “karena digunakan” yang merupakan ciri Lamarck, bukan seleksi alam.
Soal 40
August Weismann melakukan eksperimen memotong ekor tikus jantan dan betina, kemudian keduanya dikawinkan. Setelah dikawinkan mencapai \( 50 \) keturunan, ekor tikus tetap panjang, dan keturunan ke-\( 51 \) pun ternyata tetap dihasilkan tikus yang berekor panjang. Eksperimen ini menunjukkan kelemahan teori evolusi berdasarkan proses ....
A. adaptasi dari Lamarck
B. seleksi dari Lamarck
C. seleksi alam dari Darwin
D. adaptasi dari Darwin
E. generatio spontanea - Aristoteles
Jawaban & Analisis
Kunci: A
Analisis: Lamarck menyatakan sifat yang diperoleh selama hidup (misalnya perubahan karena penggunaan/lingkungan) dapat diwariskan kepada keturunan. Jika itu benar, maka pemotongan ekor seharusnya membuat keturunan cenderung berekor lebih pendek.
Hasil eksperimen Weismann menunjukkan keturunan tetap berekor panjang hingga \( 50 \) keturunan dan bahkan pada keturunan ke-\( 51 \). Artinya perubahan pada tubuh (somatik) tidak diwariskan, sehingga melemahkan konsep “adaptasi ala Lamarck” (pewarisan sifat yang diperoleh).