Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Bilirubin dan biliverdin yang keluar melalui feses manusia dihasilkan oleh hati melalui proses ....

A. mengubah \( NH_3 \) yang bersifat racun
B. mengubah gula menjadi glikogen hati
C. membongkar lemak untuk metabolisme
D. merombak sel-sel darah merah yang sudah tua
E. menawar racun yang ada pada sel darah merah

Jawaban & Analisis

Kunci: D

Analisis: Bilirubin dan biliverdin merupakan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan hemoglobin pada sel darah merah tua.

Proses perombakan eritrosit tua terjadi di hati dan limpa. Hemoglobin diuraikan menjadi heme dan globin, lalu heme diubah menjadi biliverdin dan bilirubin.

Pilihan A berkaitan dengan siklus urea (detoksifikasi \( NH_3 \)). Pilihan B dan C adalah fungsi metabolik lain hati. Pilihan E tidak sesuai secara fisiologis.

Kesimpulan: Bilirubin dan biliverdin dihasilkan dari perombakan sel darah merah tua, sehingga jawaban D.


Soal 17

Penglihatan malam bukanlah sesuatu yang manusia bisa miliki seperti kucing, anjing, dan beberapa hewan lain. Di permukaan mata hewan tersebut terdapat membran yang disebut tapetum lucidum. Kemampuan melihat manusia terbatas pada ketersediaan cahaya.

Peneliti menemukan tetes mata yang mengandung senyawa \( Ce6 \) dan ditargetkan ke retina. Saat diuji, manusia mampu melihat objek pada jarak \( 10 \) meter dan mendeteksi posisi seseorang hingga \( 50 \) meter dalam kondisi gelap.

Tetes mata tersebut memengaruhi mata dengan cara ....

A. mengaktifkan sel kerucut pada kondisi gelap
B. meningkatkan fotosensitivitas sel batang pada retina
C. membentuk membran seperti pada mata kucing
D. menambahkan kemampuan retina menangkap warna
E. meningkatkan intensitas cahaya untuk fotoreseptor

Jawaban & Analisis

Kunci: B

Analisis: Penglihatan pada kondisi gelap terutama melibatkan sel batang (rod), karena sel batang lebih peka terhadap cahaya lemah dibanding sel kerucut.

Senyawa \( Ce6 \) bekerja meningkatkan kepekaan terhadap cahaya rendah, bukan menambah cahaya eksternal. Dengan demikian, mekanisme paling logis adalah meningkatkan fotosensitivitas sel batang.

Pilihan A dan D berkaitan dengan sel kerucut (penglihatan warna), sedangkan C tidak mungkin terjadi hanya dengan tetes mata. Pilihan E keliru karena intensitas cahaya lingkungan tidak berubah.


Soal 18

Perhatikan grafik perubahan kandungan hormon estrogen dan progesteron yang dikaitkan dengan perkembangan folikel dan endometrium rahim.

Screenshot_20-2-2026_83355__20260220_083521.jpeg

Pada bagian \( X \) ditunjukkan fase setelah ovulasi.

Perubahan hormon dan proses yang terjadi pada folikel serta endometrium pada bagian \( X \) adalah ....

A. meningkatnya progesteron, terbentuknya korpus luteum, endometrium makin tebal
B. meningkatnya progesteron, terbentuknya korpus luteum, endometrium menipis
C. meningkatnya estrogen, terbentuknya korpus luteum, endometrium menipis
D. menurunnya estrogen, terbentuknya korpus albikans, endometrium menebal
E. meningkatnya progesteron, terjadinya ovulasi, endometrium menebal

Jawaban & Analisis

Kunci: A

Analisis: Setelah ovulasi (sekitar hari ke-\( 14 \)), folikel berubah menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron.

Hormon progesteron menyebabkan endometrium semakin menebal dan siap untuk implantasi embrio.

Pilihan B dan C salah karena endometrium tidak menipis pada fase luteal. Pilihan D tidak sesuai dengan kondisi hormon fase luteal. Pilihan E salah karena ovulasi terjadi sebelum peningkatan progesteron.


Soal 19

Tabel berikut merupakan hasil percobaan pertumbuhan tanaman jagung.

Hari ke Pot A (terang) Pot B (remang-remang) Pot C (gelap)
2 \( 1,5 \) \( 1 \) \( 1,5 \)
4 \( 2 \) \( 1,2 \) \( 3 \)
6 \( 3,5 \) \( 2,5 \) \( 4,5 \)

Kesimpulan yang dapat ditarik dari data tersebut adalah ....

A. pertumbuhan tidak dipengaruhi oleh cahaya
B. cahaya berpengaruh positif pada tumbuhan
C. cahaya sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan
D. pertumbuhan paling cepat pada keadaan gelap
E. cahaya merupakan faktor penting dalam pertumbuhan

Jawaban & Analisis

Kunci: E

Analisis: Tinggi tanaman berbeda pada kondisi terang, remang, dan gelap. Ini menunjukkan cahaya memengaruhi pertumbuhan.

Pada kondisi gelap, tanaman tumbuh lebih tinggi (etiolasi), tetapi pertumbuhan tersebut tidak sehat secara fisiologis. Cahaya tetap merupakan faktor penting dalam pertumbuhan normal.

Pilihan A salah karena ada perbedaan. Pilihan D hanya menggambarkan salah satu kondisi tanpa mempertimbangkan kualitas pertumbuhan.


Soal 20

Pernyataan yang berkaitan dengan kerja enzim pada suhu tertentu adalah ....

A. suhu rendah akan mengganggu dan merusak kerja enzim
B. jika suhu dinaikkan terus, jumlah enzim yang aktif juga terus meningkat
C. meningkatnya suhu lingkungan akan meningkatkan kecepatan reaksi
D. sebagian kecil enzim menjadi tidak aktif pada pemanasan sampai suhu \( 60^\circ C \)
E. enzim tidak dapat menjalankan aktivitasnya pada suhu lingkungan di luar batas kisaran

Jawaban & Analisis

Kunci: E

Analisis: Enzim memiliki suhu optimum. Jika suhu terlalu rendah, reaksi melambat. Jika suhu terlalu tinggi, struktur enzim rusak (denaturasi).

Aktivitas enzim hanya berlangsung dalam kisaran suhu tertentu. Di luar kisaran tersebut, aktivitas menurun drastis atau tidak berlangsung sama sekali.

Pilihan A kurang tepat karena suhu rendah biasanya hanya memperlambat, bukan merusak. Pilihan B dan C tidak selalu benar karena ada suhu optimum. Pilihan D tidak bersifat umum untuk semua enzim.