Mode Disiplin
02:00
Target: ≤ 60 detik per soal.

Soal 16

Tabel berikut menunjukkan massa jelaga yang dihasilkan dalam pembakaran \( 1 \,\mathrm{kg} \) beberapa jenis bahan bakar bensin.

Jenis Bahan Bakar Massa Jelaga (gram)
\( 1 \) \( 0{,}07 \)
\( 2 \) \( 1{,}18 \)
\( 3 \) \( 7{,}21 \)
\( 4 \) \( 5{,}87 \)
\( 5 \) \( 0{,}98 \)

Bahan bakar yang diperkirakan memiliki bilangan oktan paling tinggi adalah ....

  1. \( 1 \)
  2. \( 2 \)
  3. \( 3 \)
  4. \( 4 \)
  5. \( 5 \)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Jelaga adalah tanda pembakaran yang kurang sempurna. Secara umum, pembakaran yang lebih “baik/bersih” cenderung menghasilkan jelaga lebih sedikit. Jika suatu bensin menghasilkan jelaga paling kecil, bahan bakar itu diperkirakan memiliki kualitas pembakaran lebih baik, sehingga bilangan oktannya cenderung lebih tinggi.

Dari tabel, massa jelaga paling kecil adalah bahan bakar \( 1 \) yaitu \( 0{,}07 \,\mathrm{gram} \). Jadi bahan bakar yang diperkirakan memiliki bilangan oktan paling tinggi adalah \( 1 \).

Pemeriksaan opsi:

  • A benar karena \( 0{,}07 \) adalah nilai jelaga terkecil.
  • B–E salah karena massa jelaganya lebih besar daripada \( 0{,}07 \).

Soal 17

Suatu senyawa karbon dengan rumus molekul \( \mathrm{C_3H_6O} \). Bila direaksikan dengan asam etanoat menghasilkan senyawa beraroma buah pir. Maka gugus fungsi senyawa tersebut adalah ....

  1. \( \mathrm{-OH} \)
  2. \( \mathrm{-OR} \)
  3. \( \mathrm{-CHO} \)
  4. \( \mathrm{-CO-} \)
  5. \( \mathrm{-COOH} \)
Jawaban dan Analisa

Jawaban: A

Aroma buah-buahan (misalnya aroma pir) sangat khas untuk senyawa ester. Ester terbentuk dari reaksi asam karboksilat (misalnya asam etanoat \( \mathrm{CH_3COOH} \)) dengan alkohol (yang mempunyai gugus \( \mathrm{-OH} \)).

Karena yang disebutkan direaksikan dengan asam etanoat dan menghasilkan senyawa beraroma buah (ester), maka senyawa awalnya harus mengandung gugus fungsi alkohol, yaitu \( \mathrm{-OH} \).

Pemeriksaan opsi singkat:

  • A \( \mathrm{-OH} \) \(\rightarrow\) dapat membentuk ester dengan asam etanoat.
  • B \( \mathrm{-OR} \) adalah eter, bukan reaktan utama pembentuk ester dari asam.
  • C \( \mathrm{-CHO} \) (aldehida) bukan pembentuk ester langsung dengan asam etanoat.
  • D \( \mathrm{-CO-} \) (keton) bukan pembentuk ester langsung dengan asam etanoat.
  • E \( \mathrm{-COOH} \) adalah asam; jika direaksikan dengan asam etanoat tidak membentuk ester buah secara sederhana.

Soal 18

Persamaan reaksi berikut digunakan untuk menjawab soal nomor \( 18 \) dan \( 19 \).

Screenshot_27-2-2026_11107__20260227_111021.jpeg

Jenis reaksi yang terjadi pada nomor \( 1 \) dan \( 2 \) berturut-turut adalah ....

  1. adisi dan substitusi
  2. substitusi dan alkilasi
  3. substitusi dan adisi
  4. eliminasi dan adisi
  5. substitusi dan eliminasi
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Reaksi \( 1 \): \( \mathrm{CH_4} \) bereaksi dengan \( \mathrm{Cl_2} \) menghasilkan \( \mathrm{CH_3Cl} \) dan \( \mathrm{HCl} \). Di sini satu atom H pada metana “diganti” oleh Cl, sehingga jenisnya adalah substitusi (halogenasi alkana).

Reaksi \( 2 \): \( \mathrm{CH_3COCH_3} \) (keton) bereaksi dengan \( \mathrm{H_2} \) menghasilkan \( \mathrm{CH_3CH(OH)CH_3} \) (alkohol). Secara konsep, \( \mathrm{H_2} \) “menambah” pada ikatan rangkap \( \mathrm{C=O} \) dan mereduksi karbonil menjadi alkohol, sehingga digolongkan sebagai adisi (adisi hidrogen / reduksi).

Jadi urutannya: substitusi lalu adisi.


Soal 19

Berdasarkan IUPAC, nama senyawa hasil reaksi pada persamaan reaksi nomor \( 2 \) adalah ....

  1. metil propanol
  2. metil-\( 2 \)-hidroksi etanol
  3. \( 2 \)-hidroksi propanol
  4. metil etanol
  5. \( 2 \)-propanol
Jawaban dan Analisa

Jawaban: E

Produk reaksi \( 2 \) adalah \( \mathrm{CH_3CH(OH)CH_3} \). Rangka utamanya terdiri dari \( 3 \) atom C (propana), dan gugus \( \mathrm{-OH} \) terikat pada C nomor \( 2 \).

Maka nama IUPAC-nya adalah propan-\( 2 \)-ol, yang pada pilihan ditulis sebagai \( 2 \)-propanol.


Soal 20

Senyawa \( 2 \)-metil-\( 3 \)-pentanol berisomer rangka dengan ....

  1. \( 2 \)-metil-\( 2 \)-pentanol
  2. \( 3 \)-metil-\( 2 \)-pentanol
  3. \( 3 \)-metil-\( 3 \)-pentanol
  4. \( 4 \)-metil-\( 2 \)-pentanol
  5. \( 2 \)-etil-\( 2 \)-pentanol
Jawaban dan Analisa

Jawaban: C

Isomer rangka (isomer rantai) berarti susunan rangka karbon berbeda (tingkat percabangan/letak cabang berbeda), sedangkan jenis gugus fungsinya tetap sama (sama-sama alkohol).

Senyawa awal \( 2 \)-metil-\( 3 \)-pentanol memiliki rangka “pentana” dengan cabang metil pada C-\( 2 \), dan \( \mathrm{-OH} \) pada C-\( 3 \). Untuk isomer rangka yang “murni”, yang diubah adalah rangka (letak cabang), sedangkan posisi \( \mathrm{-OH} \) tetap pada C-\( 3 \).

Cek opsi:

  • A \( 2 \)-metil-\( 2 \)-pentanol: rangka sama (cabang tetap di C-\( 2 \)), yang berubah hanya posisi \( \mathrm{-OH} \) \(\rightarrow\) isomer posisi, bukan rangka.
  • B \( 3 \)-metil-\( 2 \)-pentanol: cabang berubah, tetapi \( \mathrm{-OH} \) juga berubah posisi \(\rightarrow\) tidak “murni” rangka jika diminta hanya rangka.
  • C \( 3 \)-metil-\( 3 \)-pentanol: cabang metil berpindah dari C-\( 2 \) ke C-\( 3 \) (rangka berbeda), sedangkan \( \mathrm{-OH} \) tetap di C-\( 3 \) \(\rightarrow\) isomer rangka.
  • D \( 4 \)-metil-\( 2 \)-pentanol: jika penomoran dibalik, cabangnya kembali setara dengan metil di C-\( 2 \) (rangka tetap sama), perubahan utamanya posisi \( \mathrm{-OH} \) \(\rightarrow\) isomer posisi.
  • E \( 2 \)-etil-\( 2 \)-pentanol: jumlah C menjadi \( 7 \) (bukan sama dengan senyawa awal yang berjumlah \( 6 \)) \(\rightarrow\) bukan isomer.

Maka jawaban yang sesuai isomer rangka adalah \( 3 \)-metil-\( 3 \)-pentanol.