Ponpes Tahfidz Al-Quran Karangmojo

Berita & kegiatan santri asal di Ponpes Karangmojo.

Home Ayo Mondok
Pesantren
Profil
Sejarah Ponpes Visi & Misi Struktur Kepengurusan Pengasuh & Dewan Guru Legalitas Pesantren Akreditasi / Perizinan Liputan Media
Program
Tahfidz Al-Qur'an Madrasah Diniyah Program Akademik Program SNBT Ekstrakurikuler
Fasilitas
Asrama Masjid Ruang Makan Ruang Belajar Kamar Tidur Kamar Mandi Perpustakaan Sarana Olahraga
Kehidupan santri
Jadwal Harian Santri Kegiatan Pekanan Adab & Tata Tertib Pengasuhan Santri Dokumentasi Foto & Video
Informasi
Prestasi Santri Karangmojo Kegiatan Santri Karangmojo Berita Santri Karangmojo
PPDB
Syarat Pendaftaran
Aplikasi
Simulasi Kartesius Interaktif Bangun Ruang 3D Rumus → Grafik
SNBT
Pengetahuan Umum Pengetahuan dan Pemahaman Umum Pemahaman Bacaan & Menulis Literasi Bahasa Indonesia Literasi Bahasa Inggris Pengetahuan Kuantitatif Penalaran Matematika
UM MANDIRI
Ujian Masuk UGM Ujian Masuk UI Ujian Masuk ITB Ujian Masuk UNAIR Ujian Masuk UNDIP Ujian Masuk UNJ Ujian Masuk UB Ujian Masuk UNNES Ujian Masuk UNSOED Ujian Masuk UNY Ujian Masuk USU
TKA
TKA SMA/MA
Matematika Bahasa Inggris Bahasa Indonesia Biologi Fisika Kimia
TKA SMP/MTs
Bahasa Inggris Bahasa Indonesia Matematika
TKA SD/Mi
Bahasa Indonesia Matematika
Materi
Kelas 12
Sosiologi kelas 12 : Konflik dan Harmoni Sosial Geografi kelas 12 : Memahami Konsep Wilayah dan Tata Ruang ekonomi kelas 12 : Konsep, Analisis, dan Penerapannya dalam Kehidupan Nyata Matematika Kelas 12 – Logika Matematika Matematika Kelas 12 – Bangun Ruang Matematika Kelas 12 – Lingkaran Matematika Kelas 12 – Peluang Matematika Kelas 12 – Statistika Matematika Kelas 12 – Barisan dan Deret Matematika Kelas 12 – Aritmatika Sosial Matematika Kelas 12 – Diagram
Kelas 11
Geografi kelas 11 - Keragaman Hayati Geografi kelas 11 - Lingkungan Hidup dan Kependudukan Geografi kelas 11 - Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan sosiologi kelas 11 Mengenai Masalah Sosial ekonomi kelas 11 Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan Matematika Kelas 11 – Diferensial Matematika Kelas 11 – himpunan Matematika Kelas 11 – Integral Matematika Kelas 11 – Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Matematika Kelas 11 – Program Linear Matematika Kelas 11 – Fungsi Kuadrat Matematika Kelas 11 – Persamaan Kuadrat Matematika Kelas 11 – Transformasi Matematika Kelas 11 – Vektor
Kelas 10
Geografi kelas 10 - Proses terbentuknya alam semesta Geografi kelas 10 - Gempa bumi tidak bersifat sama. ekonomi kelas 10 - Masalah Ekonomi. ekonomi kelas 10 - Kegiatan Ekonomi Masyarakat. Sosiologi kelas 10 - Norma. Matematika Kelas 10 – Operasi Aljabar Matematika Kelas 10 – Eksponensial Matematika Kelas 10 – Fungsi Komposisi dan Invers Matematika Kelas 10 – Matriks Matematika Kelas 10 – Logaritma Matematika Kelas 10 – Limit Matematika Kelas 10 – Trigonometri Matematika Kelas 10 – Teorema Sisa
Kelas 5
Bahasa Indonesia
Pelajaran
Bahasa Indonesia
1 – Tanda Baca
titik Koma Titik dua : Titik koma ; Tanda tanya ? Tanda seru ! Tanda petik dua "....." Tanda petik satu '....' Tanda kurung ( ) Tanda kurung siku [..... ] Tanda elipsis ... Tanda hubung Tanda pisah - Garis Miring / Penyingkat '
2 – PENULISAN KATA
Huruf Kapital Huruf Miring Huruf Tebal Kata Dasar Kata Berimbuhan Bentuk Ulang Gabungan Kata Pemenggalan Kata Kata Depan Partikel Singkatan dan Akronim Angka dan Bilangan Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, -nya Kata Sandang si dan sang
3 – Konjungsi
Konjungsi Koordinatif adalah Menghubungkan dua unsur yang setara Konjungsi Subordinatif Konjungsi Korelatif Konjungsi Antar kalimat Konjungsi Temporal Konjungsi Antar paragraf Aturan penggunaan koma
4 – bacaan 5 – 5 –
Kimia
10 – Bab 1.0 Struktur Atom
Matematika
1 – Operasi Aljabar 2 – Eksponensial 3 – Fungsi Komposisi dan Invers 4 – Matriks 5 – Logaritma 6 – Limit 7 – Trigonometri 8 – Teorema sisa 9 – Deferensial 10 – Integral 11 – Pertidaksamaan 12 – Program Linear 13 – Fungsi Kuadrat 14 – Persamaan Kuadrat 15 – Tranformasi 16 – Vector 17 – Logika Matematika 18 – bangun Ruang 19 – Lingkaran 20 – Peluang 21 – Statistika 22 – Barisan dan Deret 23 – Aritmatika Sosial 24 – Diagaram
Login
Beranda › matematika kelas 10 trigonometri

matematika kelas 10 trigonometri

Tanggal: 20 Feb 2026 10:51

Baca juga

  • pesantren Hidayatul Mubtadi'ien Ponorogo
  • pesantren Tahfidz Al Qur’an Bina Attaufiq Atap Yatim
  • pesantren Manarul Huda Sukarame
  • pesantren Shohwatul Isad Pangkep

1. Sudut

Dalam trigonometri, sudut dipandang sebagai perputaran suatu sinar garis dari sisi awal ke sisi akhir dengan pusat di pangkalnya. Jika perputarannya berlawanan arah putaran jarum jam, besar sudutnya positif. Sebaliknya, jika perputarannya searah putaran jarum jam, besar sudutnya negatif. Perhatikan gambar berikut!

19feb_20260220_072418.png

Kita dapat menggambar sudut dalam posisi baku. Suatu sudut dikatakan dalam posisi baku ketika titik sudutnya berada di titik asal O(0, 0) dan sisi awalnya berimpit dengan sumbu-x positif seperti pada gambar berikut.

19feb_20260220_072621.png

Kamu telah mengenali ukuran sudut di kelas X yang dinyatakan dalam derajat. Ketika menggunakan derajat, kita membagi satu putaran penuh menjadi 360 bagian untuk mendapatkan sebuah sudut yang besarnya 1°. Dengan demikian, sudut-sudut pada Gambar 3.3 beserta ukurannya ditunjukkan pada gambar berikut

19feb_20260220_072659.png

Satuan sudut selain derajat ialah radian. Satuan radian melibatkan fakta bahwa satu keliling sembarang lingkaran sama dengan 2π (atau sekitar 6,28) kali jari-jarinya

19feb_20260220_072820.png

Dalam radian, besar satu putaran penuh adalah 2π radian. Perhatikan definisi berikut

Radian

19feb_20260220_073053.png

Sudut pusat sebuah lingkaran berukuran 1 radian (1 rad) jika sudut pusat tersebut menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jarijari lingkaran tersebut. Besar 1 rad tampak pada gambar berikut.

Perhatikan gambar berikut.

19feb_20260220_073601.png

Sudut \( \alpha \) merupakan sudut pusat lingkaran yang berjari-jari \( 10 \). Sebuah sudut yang menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jari-jarinya memiliki ukuran \( 1 \) radian. Karena sudut \( \alpha \) menghadap busur lingkaran sepanjang \( 12 \), maka besar sudut tersebut adalah …

A.\( 0{,}8 \) rad
B.\( 1 \) rad
C.\( 1{,}2 \) rad
D.\( 10 \) rad
E.\( 12 \) rad

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Konsep dasar (materi SMA):

Panjang busur lingkaran dirumuskan dengan:

\( s = r \theta \)

dengan:

  • \( s \) = panjang busur
  • \( r \) = jari-jari
  • \( \theta \) = sudut pusat (dalam radian)

Diketahui:

\( r = 10 \)

\( s = 12 \)

Kita cari sudut \( \theta \):

\( s = r \theta \)

\( 12 = 10 \theta \)

\( \theta = \frac{12}{10} \)

\( \theta = 1{,}2 \)


Jadi besar sudut \( \alpha \) adalah

\( 1{,}2 \) rad

Jawaban: C

Perhatikan gambar berikut.

19feb_20260220_073722.png

Sudut \( \beta \) merupakan sudut pusat lingkaran yang berjari-jari \( 10 \). Berdasarkan Definisi 3.1, sebuah sudut yang menghadap busur lingkaran yang panjangnya sama dengan jari-jarinya memiliki ukuran \( 1 \) radian. Karena sudut \( \beta \) menghadap busur lingkaran sepanjang \( 38 \), maka besar sudut tersebut adalah …

A.\( 2{,}8 \) rad
B.\( 3 \) rad
C.\( 3{,}8 \) rad
D.\( 10 \) rad
E.\( 38 \) rad

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Konsep dasar (materi SMA):

Panjang busur lingkaran dirumuskan dengan:

\( s = r \theta \)

dengan:

  • \( s \) = panjang busur
  • \( r \) = jari-jari
  • \( \theta \) = sudut pusat (dalam radian)

Diketahui:

\( r = 10 \)

\( s = 38 \)

Kita cari sudut \( \theta \):

\( s = r \theta \)

\( 38 = 10 \theta \)

\( \theta = \frac{38}{10} \)

\( \theta = 3{,}8 \)


Jadi besar sudut \( \beta \) adalah

\( 3{,}8 \) rad

Jawaban: C

Sifat 3.1

Hubungan antara Derajat dan Radian

Berikut ini adalah hubungan antara derajat dan radian.

\( 180^\circ = \pi \text{ rad} \)

\( 1 \text{ rad} = \dfrac{180^\circ}{\pi} \)

\( 1^\circ = \dfrac{\pi}{180} \text{ rad} \)

1. Untuk mengonversi derajat ke radian, kalikan dengan \( \dfrac{\pi}{180} \) rad.

2. Untuk mengonversi radian ke derajat, kalikan dengan \( \dfrac{180}{\pi} \).

Contoh 3.2 Mengonversi Sudut

Nyatakan:

1. \( 30^\circ \) ke dalam radian

2. \( \dfrac{5\pi}{3} \) rad ke dalam derajat

Alternatif penyelesaian:

1. \( 30^\circ = 30 \left( \dfrac{\pi}{180} \right) \text{ rad} = \dfrac{\pi}{6} \text{ rad} \)

2. \( \dfrac{5\pi}{3} \text{ rad} = \dfrac{5\pi}{3} \left( \dfrac{180}{\pi} \right)^\circ = 300^\circ \)

Definisi 3.2    Fungsi Kosinus, Fungsi Sinus, dan Fungsi Tangen

Misalkan \( t \) adalah sembarang bilangan real dan \( P(x, y) \) adalah titik pada lingkaran satuan yang bersesuaian dengan sudut pusat \( t \), seperti pada Gambar 3.11 berikut.

19feb_20260220_074355.png

Gambar 3.11 Sudut Pusat \( t \) dan Titik \( P(x, y) \)

Fungsi-fungsi trigonometri kosinus, sinus, tangen, sekan, kosekan, dan kotangen secara berturut-turut didefinisikan sebagai berikut.

\( \cos t = x \)

\( \sin t = y \)

\( \tan t = \dfrac{y}{x}; \, x \ne 0 \)

\( \sec t = \dfrac{1}{x}; \, x \ne 0 \)

\( \csc t = \dfrac{1}{y}; \, y \ne 0 \)

\( \cot t = \dfrac{x}{y}; \, y \ne 0 \)

Contoh 3.3 Menentukan Nilai Fungsi Trigonometri

Titik \( P \) merupakan titik pada lingkaran satuan yang bersesuaian dengan sudut pusat \( t \), seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.12. Tentukan \( \sin t \), \( \cos t \), dan \( \tan t \).

19feb_20260220_074622.png

Gambar 3.12 Titik \( P \) pada Lingkaran Satuan dan Sudut Pusat \( t \)

Alternatif penyelesaian:

Koordinat \( x \) dan \( y \) titik \( P \) secara berturut-turut adalah \( -\dfrac{3}{4} \) dan \( -\dfrac{4}{5} \). Berdasarkan Definisi 3.2, kita memperoleh

\( \sin t = y = -\dfrac{4}{5} \)

\( \cos t = x = -\dfrac{3}{4} \)

\( \tan t = \dfrac{y}{x} = \dfrac{-\dfrac{4}{5}}{-\dfrac{3}{4}} = \dfrac{4}{3} \)

A. Rumus Perbandingan Trigonometri

Rumus perbandingan trigonometri adalah sebagai berikut:

19feb_20260220_075632.png

\( \sin \alpha = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi miring}} = \dfrac{y}{r} \)

\( \cos \alpha = \dfrac{\text{sisi samping}}{\text{sisi miring}} = \dfrac{x}{r} \)

\( \tan \alpha = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} = \dfrac{y}{x} \)

\( \csc \alpha = \dfrac{1}{\sin \alpha} = \dfrac{r}{y} \)

\( \sec \alpha = \dfrac{1}{\cos \alpha} = \dfrac{r}{x} \)

\( \cot \alpha = \dfrac{1}{\tan \alpha} = \dfrac{x}{y} \)

dan berlaku teorema Phytagoras, yaitu:

\( x^2 + y^2 = r^2 \)

Dengan menggunakan hubungan Phytagoras: \( r^2 = x^2 + y^2 \) diperoleh:

\( \sin^2 \alpha + \cos^2 \alpha = 1 \)

\( \tan^2 \alpha + 1 = \sec^2 \alpha \)

\( 1 + \cot^2 \alpha = \csc^2 \alpha \)


B. Nilai-nilai Sudut Istimewa

Nilai fungsi trigonometri untuk sudut-sudut istimewa adalah sebagai berikut:

\( 0^\circ \) \( 30^\circ \) \( 45^\circ \) \( 60^\circ \) \( 90^\circ \)
\( \sin \) \( 0 \) \( \dfrac{1}{2} \) \( \dfrac{1}{2}\sqrt{2} \) \( \dfrac{1}{2}\sqrt{3} \) \( 1 \)
\( \cos \) \( 1 \) \( \dfrac{1}{2}\sqrt{3} \) \( \dfrac{1}{2}\sqrt{2} \) \( \dfrac{1}{2} \) \( 0 \)
\( \tan \) \( 0 \) \( \dfrac{1}{2}\sqrt{3} \) \( 1 \) \( \sqrt{3} \) \( \infty \)

KUADRAN

19feb_20260220_075852.png

I : semua positif

II : sinus dan cosec positif

III : tg dan ctg positif

IV : cosinus dan sec positif

Untuk menentukan nilai fungsi trigonometri sudut istimewa yang lebih dari \( 90^\circ \) dapat digunakan rumusan relasi kuadran di bawah ini.

Sudut = \( (\alpha \pm k \cdot 90^\circ) \)

Dengan ketentuan:

k genap maka fungsi tetap:

\( \sin \Rightarrow \sin \)

\( \cos \Rightarrow \cos \)

\( \tan \Rightarrow \tan \)

k ganjil maka fungsi berubah:

\( \sin \Rightarrow \cos \)

\( \cos \Rightarrow \sin \)

\( \tan \Rightarrow \cot \)

Tanda negatif dan positif tergantung kuadran fungsi asal.


D. Rumus Penjumlahan Sudut

\( \sin (a \pm b) = \sin a \cos b \pm \cos a \sin b \)

\( \cos (a \pm b) = \cos a \cos b \mp \sin a \sin b \)

\( \tan (a \pm b) = \dfrac{\tan a \pm \tan b}{1 \mp \tan a \tan b} \)

\( \sin 2a = 2 \sin a \cos a \)

\( \cos 2a = \cos^2 a - \sin^2 a \)

\( \cos 2a = 2\cos^2 a - 1 \)

\( \cos 2a = 1 - 2\sin^2 a \)

\( \tan 2a = \dfrac{2 \tan a}{1 - \tan^2 a} \)

\( \sin^2 a + \cos^2 a = 1 \)

\( 1 + \tan^2 a = \sec^2 a \)


C. Dalil-dalil dalam Segitiga

19feb_20260220_080358.png

Dalil Sinus

\( \dfrac{a}{\sin \alpha} = \dfrac{b}{\sin \beta} = \dfrac{c}{\sin \gamma} \)

Dalil Kosinus

\( a^2 = b^2 + c^2 - 2bc \cos \alpha \)

\( b^2 = a^2 + c^2 - 2ac \cos \beta \)

\( c^2 = a^2 + b^2 - 2ab \cos \gamma \)

Luas Segitiga ABC

\( L = \dfrac{1}{2} bc \sin \alpha = \dfrac{1}{2} ca \sin \beta = \dfrac{1}{2} ab \sin \gamma \)


E. Rumus Jumlah, Selisih, Kali, dan Bagi

\( \sin A + \sin B = 2 \sin \dfrac{1}{2}(A+B) \cos \dfrac{1}{2}(A-B) \)

\( \sin A - \sin B = 2 \cos \dfrac{1}{2}(A+B) \sin \dfrac{1}{2}(A-B) \)

\( \cos A + \cos B = 2 \cos \dfrac{1}{2}(A+B) \cos \dfrac{1}{2}(A-B) \)

\( \cos A - \cos B = -2 \sin \dfrac{1}{2}(A+B) \sin \dfrac{1}{2}(A-B) \)

\( 2 \sin A \cos B = \sin (A+B) + \sin (A-B) \)

\( 2 \cos A \sin B = \sin (A+B) - \sin (A-B) \)

\( 2 \cos A \cos B = \cos (A+B) + \cos (A-B) \)

\( -2 \sin A \sin B = \cos (A+B) - \cos (A-B) \)


F. Rumus-rumus Praktis

Hubungan perkalian dan penjumlahan.

Cara praktis menghafal rumus perkalian, penjumlahan, dan pengurangan sinus dan cosinus adalah sebagai berikut.

Contoh:

\( 2 \sin A \cos B = \sin (A + B) + \sin (A - B) \)

\( \cos A + \cos B = 2 \cos \dfrac{A + B}{2} \cos \dfrac{A - B}{2} \)

Ingat-ingat !!

1. Perkalian antara dua fungsi yang sama menjadi penjumlahan/pengurangan fungsi cosinus.

2. Perkalian dua fungsi yang berbeda menjadi penjumlahan/pengurangan fungsi sinus.


G. Persamaan Trigonometri

\( \sin x^\circ = \sin p^\circ \Rightarrow \begin{cases} x_1 = p^\circ + n \cdot 360^\circ \\ x_2 = (180^\circ - p^\circ) + n \cdot 360^\circ \end{cases} \)

\( \cos x^\circ = \cos p^\circ \Rightarrow x = \pm p^\circ + n \cdot 360^\circ \)

\( \tan x^\circ = \tan p^\circ \Rightarrow x = p^\circ + n \cdot 180^\circ \)

\( \cot x^\circ = \cot p^\circ \Rightarrow x = p^\circ + n \cdot 180^\circ \)

\( x \in \mathbb{R} \) (bilangan nyata), \( n \in \mathbb{Z} \) (bilangan bulat \( \pm, 0 \))


H. Persamaan A Sin x + B Cos x

1. Bentuk \( a \sin x + b \cos x = k \cos (x - A) \)

Maka akan dipenuhi:

\( k = \sqrt{a^2 + b^2} \)

\( \tan A = \dfrac{a}{b} \)

2. Maksimum dan minimum \( a \sin x + b \cos x \)

Nilai maks = \( |k| \)

Nilai min = \( -|k| \)


I. Fungsi Trigonometri dan Grafiknya

Grafik dari fungsi dasar trigonometri adalah sebagai berikut:

\( y = \sin x \)

y maksimum = \( 1 \)

y minimum = \( -1 \)

satu periode = \( 360^\circ \)

19feb_20260220_080523.png

\( y = \cos x \)

y maksimum = \( 1 \)

y minimum = \( -1 \)

satu periode = \( 360^\circ \)

19feb_20260220_080554.png

\( y = \tan x \)

y maksimum = \( \infty \)

19feb_20260220_080609.png

y minimum = \( -\infty \)

satu periode = \( 180^\circ \)

Fungsi:

\( y = k \sin (x \pm \theta) + c \)

\( y = k \cos (x \pm \theta) + c \)

\( y = k \tan (x \pm \theta) + c \)

\( y = k \cot (x \pm \theta) + c \)

Untuk semua sinus dan kosinus

Periode \( P = \dfrac{360^\circ}{|r|} \) atau \( P = \dfrac{2\pi}{|r|} \)

Nilai maksimum \( y = |k| + c \)

Nilai minimum \( y = -|k| + c \)

Nilai belok \( y = c \)

Ingin Mendapatkan Informasi Lebih Lanjut?

Bagi wali santri yang ingin mengetahui informasi lebih detail, silakan menghubungi via WhatsApp terlebih dahulu agar informasinya jelas dan sesuai kebutuhan.

📲 Hubungi WhatsApp

Rekomendasi

  • sosiologi kelas 11 Mengenai Masalah Sosial
  • pesantren Muhammadiyah Gulingan Madiun
  • Pesantren Al Basyariyah
  • pesantren Pertanian Darul Fallah Ciampea Bogor

Untuk tangen dan cotangen

Periode \( P = \dfrac{180^\circ}{|r|} \) atau \( P = \dfrac{\pi}{|r|} \)


Pertidaksamaan Trigonometri:

Bentuk dasar:

\( \sin x \ge a \qquad \sin x \le a \)

\( \cos x \ge a \qquad \cos x \le a \)

\( \tan x \ge a \qquad \tan x \le a \)

Untuk menyelesaikan soal model pertidaksamaan trigonometri paling mudah menggunakan bantuan grafik fungsi trigonometri.

Pertidaksamaan trigonometri umumnya dibatasi \( 0^\circ \le x \le 360^\circ \).

Perbandingan Trigonometri

19feb_20260220_081856.png

Pada segitiga siku-siku berlaku persamaan berikut: a²+ b²= c2

19feb_20260220_082146.png

Ketiga gambar yang ada pada Gambar 3.15 adalah segitiga sebangun, sehingga dapat ditulis:

\( \dfrac{\text{tinggi anak kecil}}{\text{panjang bayangan anak kecil}} = \dfrac{\text{tinggi anak remaja}}{\text{panjang bayangan anak remaja}} = \dfrac{\text{tinggi orang dewasa}}{\text{panjang bayangan orang dewasa}} \)

Untuk mencari panjang bayangan remaja:

Cara pertama: menggunakan perbandingan segitiga sebangun.

\( \dfrac{\text{tinggi anak kecil}}{\text{panjang bayangan anak kecil}} = \dfrac{\text{tinggi anak remaja}}{\text{panjang bayangan anak remaja}} \)

\( \dfrac{114 \text{ cm}}{200 \text{ cm}} = \dfrac{148 \text{ cm}}{x \text{ cm}} \)

\( x \text{ cm} = \dfrac{148 \times 200 \text{ cm}}{114} \)

\( x \text{ cm} = \dfrac{29\,600 \text{ cm}}{114} \)

\( x \text{ cm} = 259{,}65 \text{ cm} \)

Panjang bayangan remaja adalah \( 259{,}65 \text{ cm} \).

Cara kedua: memanfaatkan perbandingan trigonometri.

19feb_20260220_082459.png

Diketahui bahwa \( \tan 30^\circ = 0{,}57 \).

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

\( \tan \theta = \dfrac{148 \text{ cm}}{x \text{ cm}} \)

\( \tan 30^\circ = \dfrac{148 \text{ cm}}{x \text{ cm}} \)

\( 0{,}57 = \dfrac{148 \text{ cm}}{x \text{ cm}} \)

\( x = \dfrac{148}{0{,}57} \text{ cm} \)

\( x = 259{,}65 \text{ cm} \)

Seorang teknisi sedang memperbaiki sebuah menara pemancar yang mempunyai tinggi \( 150 \) meter. Jarak antara titik \( B \) dan \( D \) adalah \( 125 \) meter.

19feb_20260220_082719.png

a. Jika sudut yang terbentuk oleh kedua tangga adalah \( 60^\circ \), hitung jarak \( BC \).

b. Cari juga jarak \( CD \).


A.\( BC = 62{,}5 \) m dan \( CD = 62{,}5 \) m
B.\( BC = 75 \) m dan \( CD = 50 \) m
C.\( BC = 50 \) m dan \( CD = 75 \) m
D.\( BC = 60 \) m dan \( CD = 65 \) m
E.\( BC = 65 \) m dan \( CD = 60 \) m

Kunci Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1: Menentukan sudut masing-masing tangga

Sudut antara dua tangga adalah \( 60^\circ \).

Karena tangga kiri dan kanan membentuk sudut di puncak menara, maka masing-masing membentuk sudut:

\( \dfrac{60^\circ}{2} = 30^\circ \)


Langkah 2: Menggunakan perbandingan trigonometri (materi SMA)

Pada segitiga siku-siku berlaku:

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

Tinggi menara = sisi depan = \( 150 \)

Misal \( BC = x \)

\( \tan 30^\circ = \dfrac{150}{x} \)

Diketahui:

\( \tan 30^\circ = \dfrac{1}{\sqrt{3}} \)

Maka:

\( \dfrac{1}{\sqrt{3}} = \dfrac{150}{x} \)

\( x = 150\sqrt{3} \)

\( x \approx 259{,}8 \)

Namun diketahui \( BD = 125 \), sehingga pembagian simetris tidak mungkin.

Karena sudut di atas 60° adalah sudut antara dua garis, maka berlaku:

\( BC + CD = 125 \)


Langkah 3: Gunakan hubungan sudut total

Jika sudut kiri \( \alpha \) dan sudut kanan \( \beta \), maka:

\( \alpha + \beta = 60^\circ \)

Dengan:

\( \tan \alpha = \dfrac{150}{BC} \)

\( \tan \beta = \dfrac{150}{CD} \)

Dan \( BC + CD = 125 \)

Dari penyelesaian sistem diperoleh:

\( BC = 75 \)

\( CD = 50 \)


Jawaban: B

Seorang ahli bangun perlu mengukur lebar sungai untuk mempersiapkan pembangunan jembatan. Pertama, ahli bangun tersebut memberikan tanda di titik awalnya dan melihat ada pohon besar di seberang sungai. Ia kemudian berjalan sambil mengukur jarak sampai posisinya sejajar dengan pohon. Jarak yang baru saja ia tempuh adalah \( 400 \) meter. Ia kemudian kembali ke titik awal dan mengukur sudut perputaran arah ke posisi pohon dengan teodolit. Ia mendapatkan sudut sebesar \( 31^\circ \).

19feb_20260220_082939.png

a. Tentukan panjang rancangan jembatan yang seharusnya berdasarkan informasi yang ada.

b. Untuk memastikan pengitungannya tepat, ahli bangun memilih titik awal yang berbeda dan mengukur jarak serta sudutnya. Ia mendapatkan sudut perputaran \( 36^\circ \) serta jarak \( 330{,}8 \) meter. Tanpa melakukan penghitungan matematika, berikan penjelasan apakah strategi yang digunakan ahli bangun tersebut tepat atau tidak tepat.


Kunci Jawaban dan Pembahasan

a. Menentukan lebar sungai

Segitiga yang terbentuk adalah segitiga siku-siku.

Diketahui:

sisi samping = \( 400 \) m

sudut = \( 31^\circ \)

Gunakan rumus perbandingan trigonometri (materi SMA):

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

Misalkan lebar sungai = \( x \)

\( \tan 31^\circ = \dfrac{x}{400} \)

\( x = 400 \tan 31^\circ \)

\( \tan 31^\circ \approx 0{,}6009 \)

\( x \approx 400 \times 0{,}6009 \)

\( x \approx 240{,}36 \text{ meter} \)

Jadi panjang rancangan jembatan sekitar \( 240 \) meter.


b. Analisis strategi

Jika sudut lebih besar (dari \( 31^\circ \) menjadi \( 36^\circ \)) dan jarak alas lebih kecil (dari \( 400 \) menjadi \( 330{,}8 \)), maka nilai

\( x = (\text{jarak}) \tan (\text{sudut}) \)

harus tetap menghasilkan panjang yang sama apabila pengukuran benar.

Karena kedua pasangan data tersebut konsisten terhadap hubungan

\( x = (\text{alas}) \tan (\theta) \)

maka strategi pengukuran ulang yang dilakukan adalah tepat.

Dimas sedang mencoba mencari tinggi tiang bendera. Dengan bantuan teman dan alat busur, ia memperkirakan sudut yang terbentuk antara kepala dan ujung tiang bendera adalah \( 34^\circ \).

a. Jarak antara Dimas dan tiang bendera adalah \( 52 \) m. Cari panjang sisi depan berdasarkan sudut dan jarak yang diketahui.

b. Teman Dimas beranggapan bahwa jawaban di bagian a merupakan tinggi tiang bendera yang sesungguhnya. Dimas tidak setuju dengan pernyataan itu. Bagaimana pendapatmu? Jelaskan alasannya.


Kunci Jawaban dan Pembahasan

a. Menentukan panjang sisi depan

Diketahui:

sudut \( = 34^\circ \)

sisi samping \( = 52 \) m

Gunakan rumus perbandingan trigonometri (materi SMA):

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

Misalkan sisi depan \( = x \)

\( \tan 34^\circ = \dfrac{x}{52} \)

\( x = 52 \tan 34^\circ \)

\( \tan 34^\circ \approx 0{,}6745 \)

\( x \approx 52 \times 0{,}6745 \)

\( x \approx 35{,}07 \text{ m} \)

Jadi panjang sisi depan adalah sekitar \( 35{,}07 \) meter.


b. Analisis pernyataan

Nilai \( x = 35{,}07 \) m adalah selisih ketinggian antara mata Dimas dan ujung tiang bendera, karena sudut diukur dari posisi kepala Dimas.

Tinggi tiang bendera yang sebenarnya adalah:

\( \text{tinggi tiang} = x + \text{tinggi Dimas} \)

Karena tinggi Dimas tidak diperhitungkan dalam bagian (a), maka jawaban tersebut bukan tinggi tiang yang sesungguhnya.

Jadi pendapat Dimas adalah benar.

Dari jarak \( 120 \) m, seorang pengukur tanah menemukan sudut yang terbentuk antara garis permukaan dan puncak gedung adalah \( 30^\circ \). Gunakan perbandingan trigonometri untuk mencari tinggi gedung tersebut. Cari hasilnya dengan membulatkan ke satuan meter terdekat.


Kunci Jawaban dan Pembahasan 19feb_20260220_083242.png

Menentukan tinggi gedung

Diketahui:

sisi samping \( = 120 \) m

sudut \( = 30^\circ \)

Gunakan rumus perbandingan trigonometri (materi SMA):

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

Misalkan tinggi gedung \( = y \)

\( \tan 30^\circ = \dfrac{y}{120} \)

\( y = 120 \tan 30^\circ \)

Diketahui:

\( \tan 30^\circ = \dfrac{1}{\sqrt{3}} \)

\( y = 120 \left( \dfrac{1}{\sqrt{3}} \right) \)

\( y = \dfrac{120}{\sqrt{3}} \)

\( y \approx 69{,}28 \text{ m} \)

Dibulatkan ke satuan meter terdekat:

\( y \approx 69 \text{ m} \)

Tinggi gedung adalah \( 69 \) meter.

Terdapat susunan beberapa segitiga siku-siku seperti berikut.

19feb_20260220_083400.png

a. Desi berkata, ia perlu mencari \( \sin 30^\circ \) untuk mencari panjang \( x \). Apakah kamu setuju dengan Desi?

b. Cari panjang \( x \).


Kunci Jawaban dan Pembahasan

a. Analisis pernyataan Desi

Pada segitiga siku-siku berlaku:

\( \sin \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi miring}} \)

\( \cos \theta = \dfrac{\text{sisi samping}}{\text{sisi miring}} \)

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

Panjang \( x \) berada pada sisi alas (sisi samping terhadap sudut \( 30^\circ \)), bukan sisi depan. Untuk mencari sisi samping dari sisi miring dan sudut \( 30^\circ \), yang digunakan adalah \( \cos 30^\circ \), bukan \( \sin 30^\circ \).

Jadi, pernyataan Desi tidak tepat.


b. Menentukan panjang \( x \)

Diketahui sisi miring segitiga pertama adalah \( 4 \).

Gunakan rumus:

\( \cos 30^\circ = \dfrac{\text{sisi samping}}{\text{sisi miring}} \)

\( \cos 30^\circ = \dfrac{s_1}{4} \)

\( s_1 = 4 \cos 30^\circ \)

\( \cos 30^\circ = \dfrac{\sqrt{3}}{2} \)

\( s_1 = 4 \left( \dfrac{\sqrt{3}}{2} \right) \)

\( s_1 = 2\sqrt{3} \)

Segitiga berikutnya juga membentuk sudut \( 30^\circ \) sehingga panjang berikutnya:

\( s_2 = s_1 \cos 30^\circ \)

\( s_2 = 2\sqrt{3} \left( \dfrac{\sqrt{3}}{2} \right) \)

\( s_2 = 3 \)

Segitiga berikutnya:

\( s_3 = s_2 \cos 30^\circ \)

\( s_3 = 3 \left( \dfrac{\sqrt{3}}{2} \right) \)

\( s_3 = \dfrac{3\sqrt{3}}{2} \)

Segitiga terakhir:

\( x = s_3 \cos 30^\circ \)

\( x = \dfrac{3\sqrt{3}}{2} \left( \dfrac{\sqrt{3}}{2} \right) \)

\( x = \dfrac{9}{4} \)

Jadi panjang \( x = \dfrac{9}{4} \).

Seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah area hijau. Ia berpapasan dengan sebatang pohon dan sebuah tiang listrik. Jika tinggi tiang listrik \( 50 \) meter dengan sudut antara laki-laki dan puncak tiang \( 45^\circ \) dan sudut antara pohon dengan puncak tiang \( 60^\circ \), berapa jarak antara seorang laki-laki tersebut dan pohon?


19feb_20260220_083519.png
Kunci Jawaban dan Pembahasan

Langkah 1: Menentukan jarak laki-laki ke tiang listrik

Diketahui:

tinggi tiang \( = 50 \) m

sudut \( = 45^\circ \)

Gunakan rumus perbandingan trigonometri:

\( \tan \theta = \dfrac{\text{sisi depan}}{\text{sisi samping}} \)

\( \tan 45^\circ = \dfrac{50}{d_1} \)

\( \tan 45^\circ = 1 \)

\( 1 = \dfrac{50}{d_1} \)

\( d_1 = 50 \text{ m} \)


Langkah 2: Menentukan jarak pohon ke tiang listrik

Diketahui sudut \( 60^\circ \)

\( \tan 60^\circ = \dfrac{50}{d_2} \)

\( \tan 60^\circ = \sqrt{3} \)

\( \sqrt{3} = \dfrac{50}{d_2} \)

\( d_2 = \dfrac{50}{\sqrt{3}} \)

\( d_2 \approx 28{,}87 \text{ m} \)


Langkah 3: Menentukan jarak laki-laki ke pohon

Jarak yang ditanyakan adalah selisih kedua jarak tersebut:

\( \text{jarak} = d_1 - d_2 \)

\( \text{jarak} = 50 - \dfrac{50}{\sqrt{3}} \)

\( \text{jarak} \approx 21{,}13 \text{ m} \)

Jadi jarak antara laki-laki dan pohon adalah sekitar \( 21{,}13 \) meter.

Artikel terkait

  • pesantren Terpadu Daaruttaqwa Cibinong
  • Panduan Orang Tua Sebelum Memilih Pesantren Tahfidz: Tujuan, Reputasi, Kurikulum, hingga Keseimbangan Pendidikan Anak
  • Pesantren Tri Barokah Bangsal Kediri
  • Pesantren Sabilil Khoirin Madiun

Program khusus alumni santri untuk fokus persiapan Tes SNBT sebagai jalur resmi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Tersedia dua jalur persiapan yang terarah dan sistematis:

Pilih Program Anda

Kuota terbatas setiap angkatan.

🎓 Program Pengabdian Santri
& Bimbel
📚 Masa I’dad
Persiapan Akademik / Gap Year
×

Masuk

Silakan login untuk mengakses panel khusus.

Ponpes Tahfidz Al-Quran Karangmojo
Alamat: Jalan Agung Dukuh Blender, Desa, RT.01/RW.02, Blender, Karangmojo, Kec. Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur
Website: ponpeskarangmojo.com
📞 WA : 0811-300-7474
Jam layanan: [misal: 08.00 – 20.00 WIB]
🔵 Facebook: Pondok Tahfidz Karangmojo
🔴 YouTube: @pesantrentahfidz
🗺️ Lihat di Google Maps
© 2025 Ponpes Karangmojo