Baca juga
- pesantren Putri Al Madani
- pesantren Hamalatul Quran
- pesantren KH Ahmad Dahlan Ponorogo
- Pesantren Salafiyyah Kediri
Kegiatan Murojaah Santri MI Karangmojo, Referensi Pendidikan Al-Qur’an bagi Keluarga di Pekanbaru
Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau memiliki kehidupan masyarakat yang erat dengan aktivitas keagamaan dan pendidikan Islam. Di kawasan strategis seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai, dan Jalan HR Soebrantas, banyak keluarga Muslim yang mulai memberi perhatian serius pada pendidikan Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar.
Salah satu bentuk pendidikan Al-Qur’an yang terbukti efektif adalah murojaah, yaitu kegiatan mengulang hafalan Al-Qur’an secara rutin dan terarah. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan harian santri kelas MI Karangmojo di Ponorogo.
Murojaah sebagai Rutinitas Pembentukan Karakter
Dalam keseharian santri MI Karangmojo, murojaah dilaksanakan secara konsisten untuk menjaga kelancaran hafalan Al-Qur’an. Santri dibiasakan mengulang hafalan secara mandiri maupun bersama, sehingga terbentuk sikap disiplin, fokus, dan tanggung jawab terhadap hafalan yang telah dimiliki.
Pola pembiasaan ini sangat relevan bagi pendidikan usia dasar, karena tidak hanya menekankan capaian hafalan, tetapi juga membangun karakter sabar dan tekun dalam belajar.
Konteks Kehidupan Keluarga di Pekanbaru
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Pekanbaru akrab dengan aktivitas ekonomi dan sosial di tempat-tempat seperti Pasar Bawah Pekanbaru, Pasar Cik Puan, dan Pasar Pusat Arengka. Di sela kesibukan tersebut, banyak orang tua mulai mempertimbangkan pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara akademik dan pembinaan agama bagi anak-anak mereka.
Kegiatan murojaah yang diterapkan di MI Karangmojo memberikan gambaran bahwa pendidikan tahfidz yang baik dibangun melalui rutinitas yang terjaga dan sistem pembinaan yang jelas.
Lingkungan Religius yang Sejalan dengan Pendidikan Tahfidz
Nuansa religius Kota Pekanbaru juga tercermin dari keberadaan masjid-masjid besar seperti Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, Masjid Agung Ar-Rahman, dan Masjid Paripurna Agung Al-Falah. Keberadaan masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat sejalan dengan nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan murojaah sejak jenjang MI.
Kegiatan murojaah santri MI Karangmojo menunjukkan bahwa pendidikan Al-Qur’an yang efektif memerlukan pembiasaan, keteladanan, dan kesinambungan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan harapan banyak keluarga di Pekanbaru yang menginginkan pendidikan agama menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
Dengan pembinaan yang konsisten sejak usia madrasah ibtidaiyah, murojaah menjadi pondasi penting dalam menjaga hafalan Al-Qur’an sekaligus membentuk generasi yang disiplin, berakhlak, dan bertanggung jawab.