Baca juga
- Pesantren Abi Bahrun Madiun
- Pesantren Darunnuha Magetan
- pesantren Ali Muttaqin Ponorogo
- pesantren Salamah Wabarokah Sragen
Daftar Nuansa Kata Penghubung Penambahan/Kelanjutan
Klik salah satu nuansa berikut untuk langsung menuju bagiannya.
- Nuansa Penambahan Informasi Murni (Netral)
- Nuansa Penekanan / Eskalasi (Semakin Kuat)
- Nuansa Alasan Tambahan (Argumentatif)
- Nuansa Urutan Waktu / Logika (Sekuensial)
- Nuansa Perbandingan / Persamaan (Analogi)
- Nuansa Sudut Pandang Berbeda (Perspektif)
- Nuansa Penjelasan Detail (Eksplanatif)
- Nuansa Ruang / Tempat (Spasial)
- Nuansa Kesimpulan yang Menambah Bobot
- Nuansa Kondisional (Prasyarat)
- Nuansa Frekuensi / Pengulangan
- Nuansa Bukti Nyata (Ilustratif)
- Nuansa Waktu Bersamaan (Simultan)
- Nuansa Keheranan / Ketidaksengajaan
- Nuansa Formal Akademik (Sangat Baku)
1. Nuansa Penambahan Informasi Murni (Netral)
Digunakan untuk sekadar menambah poin tanpa tekanan khusus.
- Selain itu, (Paling standar)
- Di samping itu,
- Lagi pula,
- Tambahan lagi,
- Serta, (Jika di awal kalimat dalam gaya bahasa sastra/prosa)
2. Nuansa Penekanan / Eskalasi (Semakin Kuat)
Digunakan jika informasi kedua lebih penting atau lebih hebat dari yang pertama.
- Bahkan,
- Malahan,
- Lebih dari itu,
- Terlebih lagi,
- Jangankan ..., ... pun ... (Konstruksi khusus)
3. Nuansa Alasan Tambahan (Argumentatif)
Digunakan untuk memperkuat pendapat atau alasan.
- Apalagi, (Sangat kuat untuk mendukung alasan)
- Lagipula, (Cenderung membela diri atau memperkuat argumen)
- Alasan lainnya adalah
4. Nuansa Urutan Waktu / Logika (Sekuensial)
Digunakan untuk menambah informasi yang terjadi setelahnya atau langkah berikutnya.
- Selanjutnya,
- Setelah itu,
- Kemudian,
- Lalu, (Sering digunakan dalam narasi fiksi)
- Berikutnya,
5. Nuansa Perbandingan / Persamaan (Analogi)
Digunakan untuk menambah subjek atau situasi yang serupa.
- Demikian pula,
- Begitu juga,
- Sama halnya dengan,
- Senada dengan itu,
- Identik dengan hal tersebut,
6. Nuansa Sudut Pandang Berbeda (Perspektif))
Menambah informasi dari kacamata atau sisi yang lain.
- Dari sisi lain,
- Ditinjau dari aspek berbeda,
- Sebaliknya, (Jika tambahannya bersifat kontras namun melengkapi)
- Pada sisi yang berbeda,
7. Nuansa Penjelasan Detail (Eksplanatif)
Menambah rincian agar informasi sebelumnya lebih jelas.
- Dalam hal ini,
- Terkait dengan itu,
- Lebih spesifiknya,
- Maksudnya adalah,
8. Nuansa Ruang / Tempat (Spasial)
Biasanya dalam deskripsi latar buku fiksi atau laporan lapangan.
- Tak jauh dari sana,
- Di titik yang lain,
- Berseberangan dengan itu,
9. Nuansa Kesimpulan yang Menambah Bobot
- Singkatnya,
- Intinya,
- Walhasil,
- Pada akhirnya,
10. Nuansa Kondisional (Prasyarat)
- Hanya saja, (Menambah syarat kecil)
- Kecuali jika,
11. Nuansa Frekuensi / Pengulangan
- Sekali lagi,
- Sering kali,
12. Nuansa Bukti Nyata (Ilustratif)
- Sebagai bukti,
- Katakanlah,
- Misalnya,
13. Nuansa Waktu Bersamaan (Simultan)
- Pada saat yang sama,
- Bersamaan dengan itu,
- Sembari, (Jika subjeknya sama)
14. Nuansa Keheranan / Ketidaksengajaan
- Uniknya,
- Anehnya,
- Kebetulan,
15. Nuansa Formal Akademik (Sangat Baku)
- Bahwasanya,
- Sehubungan dengan hal tersebut,
- Mendasari poin di atas,